Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Vera pun turun, semua orang terpanah dengan tatapan mata tajam Vera, disana Vera melihat ibu pemilik tubuh ini
Mamah Vera pun maju saat berhadapan dengan Sang Putri dia pun melayangkan tangannya
PLAK
Kedua mata Vera memejam dan kedua tangan Vera pun mengepal kuat, dia pun langsung membuka kedua matanya dan menatap tajam wanita yang sekitar dua puluh delapan tahun, Mama Vera menikah dengan sang papa di umur tujuh belas tahun
Mang Hasan dan istrinya maju mendekati Vera dan jangan lupa beberapa anak buah Mang Hasan pun menatap tajam kepada rombongan Mama Vera
"Kamu itu emang anak tidak tahu malu, apa begini didik kan kakek kamu Haa..." teriak mama Vera
Sekuat tenaga Vera menahan dulu emosinya, sebenarnya Vera ingin sekali menendang tubuh wanita di hadapan nya itu, dia bukan jiwa Vera asli ini, jadi dia bisa melakukan apa pun kepada keluarga Vera
"Hohoho... lihat anda nyonya Yungsih, anda menyalakan tentang didikan kakek saya? lalu bagaimana didikan anda sebagai ibu kepada anaknya? dimana anda saat putrimu membutuhkan mu? dimana kamu saat putrimu menangis?" pertanyaan demi pertanyaan Vera keluarkan dari mulut nya
"Kenapa diam? ayo jawab" teriak Vera. semua orang terkejut mendengar teriakkan kencang Vera, termasuk wanita didepan Vera
"Ka kamu berani membentak mamah Vera? apa kamu mau jadi anak durhaka? memang benar kamu itu anak yang tidak tahu diri, anak yang tidak berguna" ucap Mama Vera
"Hahaha... aku tidak tahu diri? aku tidak berguna? lalu kamu apa? seorang ibu menelantarkan anaknya? disebut apa? seorang ibu yang baru bercerai, malah pergi meninggalkan putrinya sendiri di Kontrakkan kecil sampai dia di temukan tetangga dengan keadaan prihatin, saya tanya dimana anda haaa?" teriak Vera
Mama Vera terkejut saat mendengar pertanyaan itu, dia tidak tahu bagaimana Vera tahu bila dulu dia melakukan Vera seperti itu. mama Vera menikah lagi saat baru bercerai lima bulan, dan dia memiliki anak perempuan juga yang bernama Sinta, Vera dan Sinta beda tiga tahun, saat Sinta umur lima tahun, mama Vera ketahuan selingkuh dengan salah pegawai negeri yang kantor nya di sebelah rumah ayah Sinta, mama Vera membuka warung, dan disitu lah terjadi nya perselingkuhan mama Vera, sedangkan untuk ayah Sinta beliau jarang dirumah karena beliau sering pepergian Keluar kota untuk bisnis keluarga nya
Dan saat ini mama Vera sudah menikah lagi dengan seorang lelaki yang tidak memiliki pekerjaan, semua biaya di tanggung oleh Alm kakek Vera, tiap bulan Alm kakek Sanusi mengirim uang untuk anak tirinya itu, cuma sekarang kakek Vera sudah ngga ada mama Vera berpikir, saat ini dia tidak akan mendapatkan kiriman uang lagi, dan juga mendapat ojokan dari nenek Vera
Jadi dia datang kesini untuk tinggal dengan Vera, dan bisa menikmati juga mengatur keuangan yang Vera miliki
Tapi saat datang mendapatkan penolakan dari para orang kepercayaan Alm ayah tiri nya itu, dia marah dan tidak terima dengan perlakuan mang Hasan dan mang Tubi. mangkanya dia membuat keributan agar Vera keluar, dan dia akan menyalakan Vera karena tidak menyambut kedatangannya di villa tersebut
Vera bisa melihat ibunya itu datang dengan suami dan adik baru Vera, ya saat ini mama Vera sudah memiliki anak lagi. Vera melihat mata bulat adiknya, walau dia tidak tega kepada adik pemilik tubuh ini tapi dia harus tegas kepada ibu Vera yang asli
"Pokonya mama akan tinggal dsini, kamu tidak bisa melarang mama... ini juga rumah mama paham kamu" ucap Mama Vera
Vera terkekeh geli mendengar ucapan itu, dia pun langsung menatap tajam kepada wanita itu dan
Bug
Suami mama Vera terkejut istrinya di tendang begitu kuat, bukan hanya suami nya. tapi semua orang meringis dengan apa yang dilakukan Bos kecil mereka
Vera memberi kode kepada para anak buah, dan suami mama Vera pun langsung di tahan dulu agar tidak ikut campur dalam urusan bos kecil nya itu
"Siapa kau.... berani-beraninya kau datang dan mengacaukan kehidupanku? aku sudah terbiasa dengan hidup tanpa kau, aku bahkan tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan seorang manusia yang bisa kejam pada anaknya, andai aku bisa memilih..... aku tidak ingin dilahirkan oleh seorang ibu yang tidak tahu diri seperti mu" teriak Vera
Mama Vera, tidak percaya kalau anaknya akan memperlakukan dia seperti ini dia pikir Vera akan tunduk dan takut kepadanya, dia pun menatap tajam kepada Vera. dan mencoba bangun dari terduduk nya itu, dia meringis merasakan sakit di bagian bokongnya itu
"Dasar anak set**... kamu memang benar-benar anak durhaka, kamu tidak bisa lahir tanpa aku, kamu juga anak yang tidak memiliki balas Budi.... kamu tidak akan bisa bahagia" ucap Mama Vera. banyak kata-kata kasar yang keluar dari mulut Mama Vera tersebut dan banyak sumpah serapah yang dikeluarkan oleh wanita di hadapan Vera
Itu lah yang membuat Vera menyerah, dia sering mendapatkan cacian dan makian dari mulut sang mamah, bahkan saat dulu Vera ingin bertemu dengan mamanya pun, tapi sang Mamah malah memakinya lewat telepon
Bukan hanya sang ibu tapi sang Papah pun Vera mendapatkan perlakuan yang sama, bahkan papanya pernah bilang jangan mengganggu kehidupannya lagi. dan Anggap saja dia sudah mati, anak mana yang tidak sakit hati diperlakukan seperti itu walaupun Vera pendiam tapi dia juga memiliki perasa an sakit saat ibu dan ayahnya memaki dan mencaci dengan kata-kata yang kasar Untuk didengar Anak seumuran Vera
Vera menatap kedua adik yang satu perempuan dan satu laki-laki, kedua adik Vera itu bernama Sabrina adik kedua selain Sinta, dan Mahesa adik lelaki pertama Vera
Vera bisa melihat Sabrina dan Mahesa itu beda tiga tahun, dia bisa melihat tatapan sedih dan sendu di kedua mata adiknya itu
Hati Vera meluluh kepada mereka, kedua adiknya tidak bersalah, yang bersalah hanya ibunya saja. Vera meminta Mang Hasan mengusir ibu dan Suami nya, sedangkan sang adik Vera akan mengambilnya dan dia pun meminta di hati untuk membawa kedua adiknya dulu ke dapur
Mama Vera dan suaminya memberontak saat mereka akan diusir tanpa kedua anak mereka, Vera sengaja mengambil kedua adiknya karena dia mendapatkan kabar Kalau sang Mama telah menyelingkuhi suaminya kembali
Vera tidak ingin adiknya terlantar seperti dirinya, bahkan Vera juga mengetahui dari sistem bila mamanya sering bepergian dan kedua adiknya dititipkan kepada tetangga
Suami Mamah Vera itu sering menginap di rumah keluarganya, jadi dia sering pulang ke rumah sang Mama Vera tiga hari sekali. dia menginap di rumah keluarganya juga karena sering membantu kakak yang memiliki bengkel Laas
Dia pulang tiga hari sekali itu karena kakaknya sering memberikan upah dia tiga hari sekali, mangkanya dia bisa pulang hanya saat memiliki uang untuk diberikan kepada mama Vera
Sebelum mereka benar keluar dan Vera pun mengucapkan sesuatu yang membuat suami Mamah Vera terkejut
"Biarkan kedua anakmu tinggal dengan saya di sini, karena saya tidak ingin adik saya kelaparan, saat istrimu tidak berada di rumah kalian" ucap Vera
DEG
Hati suami Mama Vera berdetak kencang, begitupun dengan mama Vera yang mendengar ucapan Sang Putri. dia tidak tahu kenapa Vera bisa sampai. mengucapkan perkataan seperti itu
"Kau memang ibu ku, tapi aku tidak ingin adik-adik ku kau telantarkan seperti dulu kau telantarkan aku
TBC
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian guys.....itu dukungan penting bagi para penulis
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor