"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.
Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Bab 29. Dosen
Alka menatap tajam ke arah Nabila yang tiba-tiba datang dengan seenak jidatnya.
Bukan apa? Alka yang tertangkap basah rasanya ingin menghilang dari dunia.
"Kamu mau ngapain ke sini?" tanya Alka ketus.
"Tadi kan Aku sudah bilang Pak, mau mandi?" sahut Nabila pura-pura cuek padahal dalam hatinya mau tertawa di atas gunung semeru melihat wajah Alka yang tertangkap basah.
"Sudah tahu kalau masih ada saya kamu masuk aja." Ketus Alka, dan langsung berdiri, ia tidak ingin yang di suntikkan tadi ketahuan oleh Nabila, bisa lenyap harga dirinya di depan istri bawelnya itu.
"Maaf Pak saya lupa kalau ada Bapak, habisnya di kamar mandi lama banget," jelas Nabila.
"Ya sudah sana keluar dulu, saya mandi." sahut Alka kesal agar Nabila segera pergi tapi sayang Nabila seakan enggan untuk pergi, perempuan itu justru menatap Alka dari bawah sampai ke atas.
"Kenapa?" tanya Alka jengah.
"Nggak, hanya saja kok Aku lihat ada yang aneh ya, itu Anu Bapak kenapa berdiri begitu?"
Alka merah padam, Nabila benar sudah buat dirinya mati kutu.
"Apa sih, jangan sok tahu kamu. Udah keluar sana saya mau ke kantor." Jengkel Alka, sebab ia merasa istrinya itu sengaja menjahili dirinya.
"Iya Pak, Aku keluar ini tapi tunggu!" Nabila kembali menatap suaminya dengan genit. Nabila berjalan santai ke arah suaminya, matanya Nabila tersenyum nakal.
"Ka-mu mau apa Nabila?" tanya Alka gugup, sungguh memalukan Alka yang biasa kuasa dan terus mengancam Nabila dengan sebuah sentuhan yang halus hingga ke yang kasar tapi kenapa pria itu sekarang seolah lagi ketakutan.
Alka tidak takut hanya saja ia takut tergoda oleh istrinya dan kalau sampai ia ketahuan dan tidak kuat nahan imanya, tentu ia sangat malu karena ketahuan paling nafsu terhadap istrinya.
Dan bukan Nabila yang sudah berniat dan punya rencana untuk membuat suaminya itu kapok.
Sengaja seratus persen Nabila pura-pura terjatuh dan tangannya di baut reflek menyentuh pusaka Alka yang sedang di jaga agar dirinya tidak tahu kalau ia sedang seperti naga yang siap menerkam tapi sayang jalannya lagi tak bisa ia hempaskan.
Alka meringis karena juniornya semakin menegang.
"Pak Maaf, aku tidak sengaja tadi reflek karena hampir jatuh, eh tapi itu anunya Bapak kenapa?" tanya Nabila polos tapi palsu.
Alka mengeram,"Tidak papa, sudah sana kamu pergi, hati-hati biar tidak jatuh."
"Iya Pak, Aku kira lagi butuh itunya Pak karena keras sekali seperti biasanya, pasti enak tuh kalau di pegang."
Ya ampun Nabila kenapa dia jadi agresif dan fulgar begini sih.
Alka menatap tajam ke arah Nabila karena di anggap Nabila sudah tidak punya sopan santun dan berani mengerjai dirinya.
"Tidak perlu melotot begitu Pak, Aku itu hanya berniat membantu Bapak kalau memang butuh, tapi kalau nggak ya sudah, nikmati saja sendiri semoga berhasil, dan cepat mandinya karena aku juga mau mandi," sindir Nabila. Lalu ia pergi dan dengen sengaja ia membiarka handuknya terjatuh.
"Nabila!" panggil Alka.
Nabila menoleh sambil memungut handuknya, santai, sedang Alka yang sudah tak tahan langsung menarik tangan dan pinggangnya di dekap erat, lalu memungut bibir ranum Nabilla kuat-kuat seolah ia sedang membalas dendam.
"Kamu sengaja mau buat saya sensara, Nabila?" tanya Alka sebentar melepas lalu memungut kembali.
Nabila tidak bisa menjawab karena bibirnya tertutup oleh bibir Alka tapi perempuan itu menikmati sentuhan yang Alka kasih walau agak kasar karena Nabila sudah tahu jika suaminya itu bukan hanya nafsu tapi karena telah jatuh cinta pada dirinya.
"Pak, lepasin katanya mau mandi, gimana sih?" saat Nabila berhasil melepas tautan bibir suaminya.
Alka menarik lagi dan mencumbu leher Nabila habis-habisan.
"Kamu harus tanggung jawab," bisik Alka.
Nabila menyerngitkan kening,"Tanggung jawab gimana?" tanya Nabila.
"Lakukan Nabila, sekarang juga." Alka menarik tangan Nabila untuk memegang senjatanya.
Nabila pun tidak lagi menjahili suaminya ia sangat tahu saat ini suaminya sedang butuh pelepasan, kesempatan yang tidak boleh ia sia-sia kan di saat seperti ini ia wajib membuat Alka puas dan kali ini Nabila akan buktikan kalau Alka akan lebih jatuh pada dirinya dan kagum.
Nabila telah membaca trik cara memuaskan suami di saat sedang halangan yang tidak akan kalah di saat mereka bercinta yang sesungguhnya.
Spektakuler!
Alka sampai melompat ke dua bola matanya kala apa yang di lakukan sang istri. Saat ini Nabila bukan lagi perempuan yang awal-awal menikah tapi ia menjelma bak perempuan penggoda tapi sangat di senangi oleh para kaum suami.
Semakin lama Alka semakin di buat gila oleh istrinya itu, perlakuan Nabila, caranya dan juga sentuhannya tak ada yang menandingi, Alka sangat puas sampai-sampai ia yang mendesah kelepasan berkali-kali dengan cara jitu dan spektakuler.
Saat Nabila sibuk memuaskan dengan cara alternatif yang tadi sempat ia shaerching, sedang Alka tak henti melumat bibir dan meremas buah apel yang sedari tadi di tontonan oleh Nabila hingga tenggorokannya terasa kering.
Tapi kini bibirnya sudah basah oleh dan pikiran Alka melayang ke atas bukit cinta.
"Huammmm!" desahan Alka terdengar merdu di telinga Nabila terasa senang karena berhasil membuat suaminya senang walau desahan itu ingin keluar kata.
"Teruskan sayang, Ilave you Nabila!" Nabila sadar butuh waktu lebih ekstra agar suaminya bisa mengungkapan cinta karena tahu Alka adalah pria yang memiliki gengsi.
Lanjut bab selanjutnya ....... Wwkkwkwk