NovelToon NovelToon
Polwan Cantik Vs Gus Manis..

Polwan Cantik Vs Gus Manis..

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:453.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariz Kopi

Siapa yang tahu tentang jodoh kita, karena tugas kita hanya berihtiar menemukanya..

Asam di gunung, garam di laut dan pada ahirnya bertemu jua di belanga.
Tak ubahnya seperti mereka berdua yang sama sama menolak untuk di jodohkan, tapi saling jatuh cinta tanpa tahu bahwa mereka saling lari dari perjodohan yang di buat oleh kedua orang tuanya. Juwahir, gadis cantik yang di jodohkan dengan Gus Ali, adalah seorang Hafidzul Qur'an, dia yang mewarnai hari hari di masa kecil Gus Ali dan menyisakan beberapa kenangan yang kurang mengenakkan.

Ipda Nuril, seorang Polisi Wanita yang sangat manis dengan seragam dinasnya juga Jilbab rapi yang selalu membungkus kepalanya.

Kemanakah hati Gus Ali akan berlabuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dengan Ridho.

Happy Reading...

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Denting jam dinding Masjid Pesantren berbunyi sebayak 10 kali, dan menandakan bahwa kegitan belajar mengajar sudah usai, lantas dengan serta merta semua keluar dari kelas masing-masing untuk kembali ke kamarnya. Tak terkecuali Gus Ali yang juga kembali ke rumah setelah di tugaskan menggantikan Abi Farid yang tidak bisa mengajar lantaran kurang enak badan setelah menghadiri pengajian siang tadi.

Sampai di dalam rumah Gus Ali langsung menuju kamar kedua orang tuanya, dan mendapati Bunda Ikah yang tengah memijit Abi Farid dengan sesekali mengomeli Abi Farid. Gus Ali langsung masuk ke kamar setelah mengucap salam di kamar yang pintunya di biarkan terbuka itu, lantas mendudukan dirinya di samping Abinya dan memijat kaki Abinya.

"Bagaimana Mas, Kang-Kang apa faham dengan yang Sampean sampaikan.?" Tanya Abi Farid.

"Insya' Allah, Bi." Jawab Gus Ali pendek saja. "Enggeh, Bi. Ngaturaken salam sangking Gus Nizam sekeluarga." Lanjut Gus Ali lagi.

"Alaika Wa'alaikumussalam." Jawab Abi Farid juga Bunda Ikah.

"Bagaimana kabar semuanya, Mas. Keluarga Ndalem di Krapyak, Keluarga dr.Rama, Hafidz juga Gus Nizam." Tanya Abi Farid.

Gus Ali tersenyum tipis lantas menganggkat kepalanya sebentar untuk menatap Abinya yang tampak sedikit pucat, lantas menjawab pertanyaan Abi Farid dengan nada pelan. "Alhamdulillah semua baik dan sehat, berkat do'a dari Abi juga Bunda."

Lantas mereka terus mengobrol hangat mengenai perjalanan Gus Ali, dan sesekali akan di sertai dengan suara tawa bahagia dari keluarga yang jarang berkumpul ini. Hingga tanpa terasa malam semakin larut dan perbincangan juga semakin merambat kemana-mana.

"Apa yang membuat sampean berubah pikiran tidak ingin tinggal di Jakarta, Mas.?" Tanya Bunda Ikah.

Gus Ali tersenyum sebentar lantas meraih tangan Bunda Ikah dalam genggamannya sejurus kemudian mencium telapak tangan Bunda Ikah. "Semua karena keajaiban tangan Bunda yang menengadah meminta Ali untuk dekat dengan Bunda." Jawab Gus Ali.

"Selain dari kabar baik mengenai Gus Nizam yang akan menggelar hajatan, apa lagi yang di sampaikan oleh beliau, Mas." Ucap Abi Farid.

Gus Ali mengalihkan kembali pandangannya ke arah Abinya. "Gus Nizam meminta kesediaan Ali untuk membantu disana, Bi."

"Itu bagus, Abi tidak keberatan jika sampean berniat pergi kesana. Anggap saja itu sebagai Riyadhoh sebelum ahirnya nanti sampean benar-benar menetap dan tinggal setelah menikah." Jawab Abi Farid.

"Dan Bunda juga akan mendukung. Asal Mas Ali sering-sering pulang." Timpal Bunda Ikah dengan sungingan senyum tipis.

Gus Ali tau, jika kedua orang tuanya jelas telah terlibat dalam perbincangan yang melibatkan dirinya dan Gus Nizam lusa kemarin. Namun, Gus Ali sama sekali tidak keberatan akan hal itu, karena sadar apa yang orang tuanya lakukan jelas untuk kebaikan dirinya.

"Abi tadi bilang menikah.?" Ucap Bunda Ikah tiba-tiba dan membuat Gus Ali juga Abi Farid kompak menoleh ke arah Bunda Ikah dengan tatapan yang berbeda. Gus Ali dengan tatapan terkejutnya, sementara Abi Farid dengan tatapan lembut penuh kode.

"Tidak ada salahnya juga untuk berfikir ke arah situ, Nda. Bukankah tahun ini usia Mas Ali sudah 25 tahun." Mendengar penuturan Abinya Gus Ali berdehem pelan untuk menghilangkan ketidak nyamanannya tentang pembahasan Menikah yang ujung-ujungnya tidak akan jauh-jauh dari perjodohan yang menjadi temanya.

"Sudah larut, Bi. Akan lebih baik jika Abi juga Bunda lekas Istirahat." Ucap Gus Ali mengalihkan pembicaraan.

"Iya benar, Bi." Ujar Bunda Ikah sambil menoleh ke arah jam yang mengantung di dinding. "Sampean juga lekas istirahat, Mas. Jangan bergadang lagi." Lanjut Bunda Ikah begitu menoleh ke arah Gus Ali yang sudah berdiri dari tempatnya.

"Mas, pikirkan kembali permintaan Gus Nizam sembari meminta petunjuk kepada Allah, agar semakin yakin bahwa itu langkah yang tepat untuk saat ini." Ujar Abi Farid sebelum Gus Ali melangkah pergi.

"Enggeh, Bi. Selamat malam. Assalamu'alaikum." Ucap Gus Ali lantas bergegas keluar dari kamar orang tuanya setelah salamnya di jawab oleh Bunda Ikah dan Gus Farid.

"Bunda tiba-tiba merindukan Juju, Bi. Bagaimana kabar anak itu ya, Bi. Sudah lama sekali Bunda tidak bertemu dengannya, terahir ketemu sekitar 3 tahun lalu." Ucapan Bunda Ikah sembari menata selimut untuk Abi Farid. Dan membuat langkah Gus Ali terhenti ketika hendak menutup pintu kamar kedua orang tuanya.

"Titipkan rindunya kepada, Abi." Jawab Abi Farid dengan nada canda, dan membuat Gus Ali langsung menarik gagang pintu yang sempat terhenti hendak di tariknya tadi.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Hari-hari sudah berlalu dengan cepat, secepat keputusan Gus Ali menentapkan hatinya untuk kembali meninggalkan rumahnya setelah Abi Farid kembali sehat dan belajar untuk mengabdikan diri sekaligus mempersiapkan dirinya agar nanti ketika benar benar terjun ke Masyarakat dirinya sudah siap.

"Akan tiba nanti, dirimu enggan untuk keluar dari rumah. Lantaran, ada seseorang yang menjadi alasanmu untuk tetap tinggal dan menenagkan hatimu. Sama seperti Abi dulu juga seperti itu. Sekarang puas-puaskanlah dalam mencari Ilmu dengan mengabdikan dirimu." Karena ucapan Abi Farid itulah yang membuat Gus Ali semakin yakin mengambil keputusan yang sejatinya sudah tau jawabannya atas istikharah yang berulang-ulang sudah Gus Ali lakukan.

Kembali Gus Ali menjejalkan beberapa lembar pakaiannya ke dalam tas yang senantiasa menemaninya melakukan perjalanan untuk menimba Ilmu ataupun sekedar untuk mencari pengalaman seperti yang di katakan Bunda Ikah.

Dan kepergiannya kali ini dirasakan berbeda oleh Gus Ali, lantaran kedua orang tuanya melepasnya dengan Ridho juga senyum yang terus mengembang. Tidak ada satu kebahagiaan yang sempurna bagi Gus Ali, tanpa senyum tulus kedua orang tuanya dan keiklasan keduanya melepas Gus Ali sebelum ahirnya nanti Gus Ali di pinta untuk tetap tinggal membantu Abi Farid juga Gus Nayif.

"Mas, sudah semuanya." Ujar Bunda Ikah saat memasuki kamar Gus Ali dan melihat Gus Ali tengah menata beberapa kitab juga buku-buku yang hendak di bawa guna untuk menunjang kegiatannya disana.

"Tinggal sedikit lagi, Nda." Jawab Gus Ali.

Bunda Ikah berjalan mendekat ke arah tas Gus Ali yang belum di tutup dan menampakan beberapa pakain Gus Ali yang hanya beberapa lembar saja. "Mas bajunya kok cuma sedikit.?" Ucap Bunda Ikah, lantas Bunda Ikah berjalan pelan menuju ke Lemari pakaian Gus Ali.

"Tidak perlu banyak-banyak, Nda. Ali akan pulang minggu depan untuk mengambil sisanya. Untuk saat ini biar Ali fokuskan dulu yang benar benar Ali butuhkan sebagai penunjang Ali disana." Ujar Gus Ali, dan membuat langkah Bunda Ikah memutar kembali menuju ke arah Gus Ali.

"Bunda duduk saja, Ali bisa mempersiapkan semuanya sendiri." Kata Gus Ali sembari mendudukan Bunda Ikah di ranjang besar milik Gus Ali. Lantas Gus Ali kembali melakukan kegiatannya dengan Bunda Ikah yang senantiasa memperhatikannya dengan sesekali memberikan nasehat, atau hanya sekedar berbicara untuk mencurahkan rasa cintanya kepada Putra satu-satunya yang menjadi harapannya baik di dunia, terlebih nanti di ahirat.

"Mas, yakin tidak mau bawa kendaraan sendiri. Agar mempermudah sampean beraktifitas disana." Ujar Bunda Ikah bertepatan dengan Gus Ali yang sudah selesai dengan kegiatan mengepak barang yang hendak di bawanya.

Gus Ali ikut duduk di samping Bunda Ikah dan merangkulnya dengan lembut sembari tersenyum simpul. "Ali ingin di kenal sebagai Kang Salman, Nda. Mandiri seperti saat di Yaman, dan menanggalkan embel-embel Gus, yang senantiasa membuat Ali di elu-elukan, padahal Ali belum pantas untuk itu." Ujar Gus Ali dan membuat Bunda Ikah tersenyum penuh arti kepada Gus Ali.

Sikap Gus Ali yang seperti ini, jelas mengingatkan Bunda Ikah dengan Abi Farid yang dulu juga tidak mau di kenal sebagai seorang Gus. Dan juga membuat cerita tersendiri bagi perjalanan kisah Bunda Ikah dan Abi Farid yang ahirnya dapat bersama membina rumah tangga yang sakinah di bawah restu juga Ridho dari orang tuanya. Begitupun yang Bunda Ikah dan Abi Farid tanamkan untuk Gus Ali, agar lebih menempatkan Ridho di atas segalanya, terlebih untuk urusan menuntut Ilmu. Karena Ridho guru itu adalah salah satu kunci menuju sukses.

Setalah cukup lama Gus Ali dan Bunda Ikah berbincang, tiba juga ahirnya Gus Ali bersiap-siap untuk berangkat ke Surabaya. Sepeninggal Bunda Ikah dari kamar Gus Ali, Gus Alipun bergegas membersihkan dirinya juga menyiapkan dirinya. Dan ketika sudah siap dan hendak keluar dari kamar, entah apa yang membuatnya berjalan pelan menuju ke arah bufet kaca di sudut kamarnya.

Gus Ali sangat sadar dengan apa yang sedang di lakukannya. Tapi, hatinya tidak mau mengikuti otaknya yang sudah mengingatkannya untuk tidak memperdulikan itu. Hingga pelan tangannya sudah membuka pintu dari bufet itu dan dapat di lihat oleh Gus Ali di balik penghargaan juga piala-piala yang berjajar, terdapat benda kecil yang tak lain adalah Kaca Mata renang milik seseorang yang bernama Nuril yang hingga saat ini belum juga di jumpai lagi, ataupun Gus Ali berniat untuk mencari keberadaannya. Namun, benda itu cukup mampu membuat dadanya berdetak di atas normalnya.

Perlahan tangan Gus Ali terulur menyentuh benda itu dan dengan cepat mengembalikan lagi ke tempatnya sembari bergumam pelan. "Belum saatnya, nanti akan tiba aku mencari siapa pemilikmu. Karena aku belum cukup bekal untuk mampu membimbing hatiku terlebih dirimu." Kemudian dengan cepat Gus Ali sudah menutup pintu bufet itu dan melangkah keluar dari kamarnya beserta dengan beberapa barang yang bisa Gus Ali bawa.

Sampai di bawah, Gus Ali sudah di tunggu oleh keluarganya, dan tampak juga Gus Nayif dan Mbak Afiqah beserta kedua Putrinya yang sudah siap hendak mengantarkan Gus Ali ke Stasiun terdekat. Dan setelah pamitan yang cukup panjang, ahirnya Gus Ali melangkah juga meninggalkan rumahnya di sertai dengan iringan Do'a dari kedua orang tuanya, juga Mbak Hafiza yang berdiri tidak jauh dari keluarga Gus Ali tengah berada.

Bersambung..

####

Belum cukup bekal, atau karena rencana lain yang sudah di siapkan..

Manis bener cinta yang kayak gitu, jadi pingin di cintai kayak gitu. Jadi, please yah, fix tidak ada yang boleh Protes, Emak mau jadi Nuril...

Like,Coment dan Votenya di tunggu...

Love Love Love...

💖💖💖💖💖💖

By: Ariz kopi

@maydina862

1
M
lamaaaaaa sekali gak di up kak aurhor?. sy selalu menunggu. tolong buatin seson 2 ny kak author. cerita anak gus ali dan juju./Smile/
mak,, ini kapan update nya lagi mak othor??!
Leni Ani
ya aku aja yg baca juga pusing mak😆😆😅😅😅😅
Mmh Liya
Alhamdulillah, bersyukur banget ada lanjutannya, mksh Mak
h-a-z-z
seminggu baru nyadar karena ada update an baru......
kangennya ampe meluber luber kayak air kali ciliwung ato air bengawan solo..... akhirnya keee lauuuuuttt.... eeehh akhirnya update.... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
lope sekebon korma di Arab
lope lope domba se Jerman
lope kangguru se Australia.....
😘😘😘😘😘😘💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
yusa
beli daster di toko bakso??? udah ganti sekarang klu jualan daster di toko bakso 🤔🤔🤯
rika widiawati
bikin gemes aja tingkahy,,,lagi hamil x ya senengy bikin mas ai bingung trs mas ai yg ngerasain ngidamy...
Elizabeth Zulfa
keknya Nuril lagi hamil ya... trus dedeknya g mau deket2 ma abinya soalnya hidung lagi sensitif 😁😁
Ririe Handay
laporan ma bunda ikah mas ai biar ikut dicarikan solusinya.....


terimakasih Mak Mae update nya setelah sekian windu🤭🤭✌️✌️
Ririe Handay
tanda2 nih
Ismi Yati
ojo suwe2 yo maaakk
M
alhamdulillah... setelah sekian lama menunggu akhirnya di up lagi. juju Hamil.
Asti Astiani
sampe lupa alurnya kak
Rhiedha Nasrowi
Masya Allah gak nyangka kalo ada update lagi, , makasih ya Mak😘😘😘😘dan ditunggu selanjutnya 🥰🥰🥰
Azizah
maturnuwun bobchap nya Mak 🙏😘
Azizah
wah.... pasti tanda2 itu😍
bieb
👍👍
M
ini emang Uda tamat / ada exstra partnya anak mereka (nuril hamil kayaknya).?
EMAH FARID
serunya bkin penasaran dag dig dug ser 😁😁
JandaQueen
harusnya 4 dong... gus ali, juju, nuril dan mak author, si biang kerok yg muter2in jodoh mu bang ustadz..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!