NovelToon NovelToon
Mertua Galak

Mertua Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: rezza_handira

Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.

Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.

Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.

Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Sahara

Sudah Hampir Dua pekan semenjak pulang dari reuni dengan Tania dan Rara, Sahara meriang belum kunjung sembuh, Dan mengalami mual yang sangat hebat, Haidnya juga telat, Atas saran dari kerabat Bani membeli tespek kehamilan untuk tes kehamilan mandiri.

"Yah, Negatif beb," Kata Sahara sambil menunjukkan hasil tespek ke Bani

"Ya uda ngga apa apa sayang, Mungkin belum rejeki kita dapat momongan" Hibur Bani sambil memeluk ku

"Tapi sudah banyak yang tanya, kapan hamil, Risih juga say" Kataku lirih

"Ya udah nanti sore kita ke dokter, Kamu ijin ngga usah masuk kerja ya" Ucap Bani

Aku mengangguk untuk setuju, Ku kabari Hrd ku untuk meminta ijin tidak berangkat kerja hari ini via pesan singkat.

📩 "Maaf ya bu Betty, Saya hari ini tidak masuk kerja, dikarenakan mau periksa ke dokter, Harap maklum, Terimakasih sebelumnya ya Bu" ketikku

📩"Oke Sahara, Jangan lupa surat dokter ya, semoga lekas sembuh" Balas ibu Betty HRD di kantorku

📩 "Satu lagi Sahara, Nanti jika ada yang urgent sikeejaan, Tolong di bales via pesan ya, Maaf ya Sahara sebelumnya, Selamat istirahat" Tambah Ibu Betty

📩"Siap Bu Betty" jawabku singkat

Bani ikut ambil cuti kerja, Dia sedang sibuk mencari dokter kandungan yang bagus melalui referensi temannya ataupun searching di internet. Dia melarang ku untuk melakukan aktifitas fisik berlebih seperti mencuci baju, piring, Memasak & Mengepel.

"Akhirnya menemukan dokter kandungan & Bidan yang rekomended dan dekat dari rumah" Seru Bani di depan laptopnya

"Kenapa sayang, Gembira sekali kelihatanya" Tanyaku mendekati Bani

"Aku sudah menemukan bidan & dokter kandungan rekomended, aku kumpulkan dari warga sekitar, teman dan internet sayang" Ucap Bani dengan semangatnya

"Terus kita mau ke Bidan atau ke dokter dulu" Tanyaku

"Emm yang paling dekat Bidan, Yuk kebidan dulu kamu siap siap ya" Ucap Bani sambil membelai rambutku

\=\=\=

"Ny. Sahara" Panggil Suster

"Iya Suster Saya" Jawabku berjalan mendekat

"Silahkan Masuk Bu, Suaminya mana Bu" Tanya suster lagi

"Ada Bu" Kataku sambil nunjuk Bani

"Periksa nya Berdua ya Bu" Kata suster lagi

"Baik," Jawabku dan melambaikan tangan ke Bani isyarat memanggil nya

\=\=\=\=

📲 "Kenapa ma,Bani sedang di bidan nanti telpon lagi ya" kata Bani

📲 "Mampir kerumah mama" ucap mama mertua

📲 "Aku matiin telpon dulu ya ma sedang di Bidan" jawab Bani

📲 "Ya udah, Kabari mama ya" ucap mertua ngga mau tau

\=\=\=\=

Bani menutup telpon dan berjalan keruang konsultasi bersamaku, Setengah jam kami mendengar arahan dari Bu bidan, Bidan menganjurkan untuk melakukan Usg ke dokter yang telah di rekomendasikan oleh Bidan, Kami sedang perjalanan menuju dokter sesuai saran dari Bidan.

Drrt . .Drtt . .Drtt. .Suara getar dari hp Bani

📲 "Gimana periksanya, udah bisa kerumah mama belum" Tanya Mertua

📲 "Ini ke Dokter lagi ma, Udah ya ma, Bani tutup dulu" Bani menutup telpon

Aku hanya terdiam dan mengelus dada, saat genting seperti ini, masih di buru buruin untuk kerumah mamanya, Sepanjang jalan aku hanya batin kelakuan mertua dan kepikiran kemana mana, Akan kah seperti ini terus,

Aku tau dia yang melahirkan dan merawat suamiku, Tapi sampai kapan akan terus merecoki rumah tangga anak seperti ini.

"Sahara, Kita sudah sampai, Aku ambil nomor antrian dulu, kamu tunggu sini ya," Kata Bani

"Oke, Aku tunggu di sini" Jawabku

Dokter rekomendasi dari Bu Bidan cukup ramai pengunjung, hampir 1 jam kami menunggu antrian, Giliran Aku dan Bani masuk ruang periksa, Dokter menyarankan aku untuk banyak istirahat, Tubuhku terlalu Capek untuk bekerja dan pikiran yang kencang, seperti banyak yang di Batin sehingga mempengaruhi kesehatan,

Kami selesai melakukan konsultasi dan berpamitan ke dokter,

"Terimakasih dok atas saran sarannya" Kata Bani

"Iya pak, istrinya dianjurkan banyak makanan bernutrisi ya pak, sering makan buah dan sayur, Vitamin nya Jangan lupa di minum ya" Saran dokter

"Oke pak terimakasih" jawab kami berdua bersamaan

\=\=\=

Kami keluar ruang konsultasi, Bani mengecek hp ternyata banyak panggilan tak terjawab dari mama mertua, Bani memasukkan hp nya lagi kesaku dia bilang telpon lagi nanti pas udah sampai rumah, Kami mampir beli makan dan lanjut pulang, ihhh woow sampai rumah sudah ada mama mertua menunggu.

"Mama minta untuk datang ke rumah aja, bilang periksa ke bidan, terus ke dokter, masa periksa lama banget, Sampai mama kesini sendiri" kata mertua ku dengan sewot nya

"Kami memang ke Bidan dan dokter beneran ma" Sahutku

"Alaaah. . Kamu jangan manja Sahara, sakit sedikit periksa ke dokter, jangan kebanyakan makan obat, mama aja jarang ke dokter, kalau sakit cukup istirahat di rumah" cerocos ibu mertua kepadaku

"Ini bukan sakit biasa ma, makanya harus konsultasi, Badan orang kan beda beda daya tahan tubuhnya" jawabku agak tinggi

"Terus kata dokter apa, dokter mah asal ngomong aja agar obatnya terjual laku, di bilangin orang tua bantah Mulu" bentak ibu mertua

"Sudah kalian cukup!! ayo kita masuk dulu malu di dengar tetangga ribut ribut." kata Bani

\=\=\=\=

"Ma, Kami sedang konsultasi ke dokter, Sahara sakit udah dua Minggu haidnya juga telat, tapi di tespek negatif, makanya kami ke dua tempat sekaligus" ucap Bani menjelaskan ke Mamanya

"Ngapain ke dua tempat sekaligus, buang buang uang saja, Makanya Jangan males istrimu itu, biar g sakit sakitan, jarang gerak sih" sahut ibu mertua

"Ini ngga ada hubungannya dengan jarang gerak ma, kondisi fisik Sahara emang lemah, dia kerja nya kan pakai otak ma" Jelas Bani lagi

"Mama dulu ngga begitu, Anak jaman sekarang aja pada manja, dikit dikit sakit, banyak makan toge biar cepat hamil, ngga usah ke dokter buang buang duit" kata mertua lagi

"Ya harus periksa dong ma, buat ketahuan ada masalah apa di tubuh, apa yang menyebabkan belum bisa hamil, dokter lebih tau ma dari kita" jelas Bani lagi

"Kamu semenjak punya istri jadi lebih sering bantah mama, g menghargai mama lagi, menggurui mama, emang kamu sekolah jadi pinter siapa yang biayain Ban, Hah?" bentak mama mertua ku

"Mama, Aku ini sedang sakit butuh istirahat, kalau kesini cuma buat memaki aku buat apa kemari ma, udah sakit capek dari luar, pulang pulang hanya dengar makian dari mertua" Kataku karena sudah ngga sanggup dengar kata kata mertua akhirnya emosiku pun meluap, dan pergi meninggalkan Bani dan mertua

Memang fisikku lemah, memang sudah setahun lebih aku menikah belum punya keturunan, Apa salahnya mencoba periksa ke Ahli di bidangnya untuk konsultasi dan test apakah ada yang salah di badanku ini, tapi aku sudah ngga kuat lagi, dengan ceramah dan cemooh dari mertua akhirnya ku keluarkan apa yang ingin aku katakan. Aku menikah bukan untuk di hina, di rendahkan, dan menjadi mesin pencetak cucu untuk mertua saja.

\=\=\=

"Sahara maaf kan mama ya" Pinta Bani pada ku

"Aku ingin mengakhiri pernikahan ini Ban" Tangis ku pecah tersedu sedu

"Engga Sahara, Ngomong Apa sih, Kamu ngga boleh begitu" Bani berkata sambil memelukku

"Hatiku terluka, Sudah selama ini masih aja belum bisa menerima kalau anak nya sudah menikah, Masih saja memaki aku" ucapku masih menangis

"Sabar Sahara, Kita memang Harus banyak bersabar, Dalam pernikahan semua orang pasti banyak problem, kamu jangan selalu masukin hati perkataan mama" sambung Bani

Aku menangis dalam pelukan Bani, Aku sakit, Butuh penyemangat, butuh sandaran, Bukan malah di caci seperti ini, Bagaimana bisa aku tenang dan tidak banyak pikir jika hati ku terus di lukai dengan ulah mertua.

~Bersambung~

jangan lupa like, vote, dan komen ya pembaca yang baik hati. ini hanya cerita fiktif

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!