Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.
"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.
Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.
Apakah yang ia temukan di dunia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ksatria wirabadra
Alvin berdiri di depan pintu kamar, terlihat Bagas sedang tertidur.
"Gue harus bantu Bagas," kata Alvin.
Ia kembali ke kamar nya, untuk kembali ke dunia itu. Namun, Alvin ingat serangan kemarin malam. Ia beranjak ke depan villa, mengecek keadaan sekitar.
"Kayak nya aman, tapi gue harus tetep jaga."
Alvin duduk di depan villa sambil meminum kopi. Ia berjaga-jaga dengan panah pusaka milik Bagas.
Tak terasa hari sudah larut malam. Namun tidak ada satupun siluman yang datang menyerang. Sehingga Alvin pun tertidur.
Alvin terbangun, kemudian melihat sekeliling. Ternyata ia kembali ke dunia itu lagi.
"Aduh gue ketiduran nih," kata Alvin.
Dharma lewat di depan kamar lalu memanggil Alvin.
"Kau sudah bangun, Ayo sarapan sama kami," ajak Dharma.
"Oh iya, nanti saya menyusul."
"Kalau mau mandi dulu, ini handuk nya. Pasta gigi sama sabun sudah ada di kamar mandi," kata Dharma memberikan handuk.
"Di dunia ini ada handuk? Pasta gigi? Sabun juga? Saya kira di sini masih belum ada," kata Alvin.
"Tentu saja."
"Tapi kenapa gak ada listrik, handphone atau barang elektronik yaa?" tanya Alvin.
"kami tau di dunia mu peradaban nya maju. Sebenarnya kami juga mampu untuk merubah dunia ini menjadi maju seperti dunia mu. Tapi, lebih baik kami hidup seperti ini saja," jelas Dharma.
"Kenapa?" tanya Alvin.
"Karena kami tau apa yang terjadi pada dunia mu sekarang," jawab Dharma.
"Berarti di semua tempat juga memiliki kebijakan yang sama seperti desa ini."
"Tidak juga, hanya di desa ini saja," kata Dharma.
"Ya sudah, saya kedepan dulu," lanjut Dharma.
Alvin pun mandi, setelah itu ia menyusul ke ruang tengah untuk sarapan. Terlihat Ki Candra sarapan bersama anak-anak nya sambil bersenda gurau. Melihat pemandangan itu, Alvin mengingat terakhir kali ia makan bersama Ayah dan Ibu nya. Ia merasakan sebuah kehangatan yang tidak pernah ia rasakan. Dimana saat makan bersama, biasanya orang tau nya hanya sibuk dengan gadget nya masing-masing.
"Eh nak Alvin, ayo makan," ajak Ki Candra.
"Iya Ki," jawab Alvin duduk di samping Dharma.
"Makan, makan. Ambil yang banyak," kata Ki Candra.
"Siap Ki hehe."
Setelah sarapan, Alvin mengobrol bersama Dharma dan Ki Candra di halaman belakang. Ki Candra bersama warga desa memanen buah di kebun yang lumayan luas.
"Wah, panen nih Ki?" Kata Alvin.
"Iya kita harus cepat memanennya lalu menyimpan hasil panen ini, sebelum Bara dan beberapa pasukan nya datang kemari"
"Kapan mereka kemari Ki?" tanya Alvin.
"Mungkin besok atau lusa, kalau kami telat memanennya mereka bisa mengambil semua hasil panen ini."
"Tapi dalam waktu yang singkat, buah-buahan ini tidak akan bisa di panen sekaligus. Apalagi kebun ini luas dan warga desa juga tidak banyak. Yaa setidaknya kami bisa mengambil beberapa keranjang dari hasil panen, sebelum mereka datang mengambil sisa nya."
"Kita bisa mengambil hasil panen lebih banyak, jika mereka terlambat datang kesini," kata Alvin.
"Kau punya ide?" tanya Dharma.
Alvin pun mengangguk kemudian berkata.
"Antar kan aku ke pintu masuk desa."
"Ayo saya antar," kata Dharma.
Mereka berpamitan pada Ki Candra, kemudian beranjak menuju pintu masuk desa tersebut. Sesampainya di sana Alvin bertanya.
"Mereka akan lewat gurun itu?" tanya Alvin.
"Tentu saja, tapi mereka pasti bisa melewati nya. Lagi pula laba-laba itu juga sudah mati" jawab Dharma.
"Hehe maaf, tapi tenang. bagaimana jika kita sergap mereka. Lalu kita kalahkan mereka."
"Tidak semudah itu, kalaupun kita berhasil mengalahkan pasukan mereka. Pasti akan datang lebih banyak lagi," jelas Dharma.
"Emang di dunia ini tidak ada yang memimpin?" tanya Alvin duduk di sebuah bongkahan batu besar.
"Ada, tapi masalah para pemimpin itu masih di bawah kendali nya Adilaga," jawab Dharma ikut duduk bersama Alvin.
"Kalau begitu rakyat yang sengsara."
"Iya, maka dari itu kita butuh sang penyelamat," kata Dharma.
"Bagaimana? Kau sudah menyampaikan nya?" lanjut Dharma.
"Tenang saja, sudah ku sampaikan. Dan dia mengutus ku untuk melindungi desa ini."
"Terimakasih, semoga dunia kita bisa secepatnya terbebas dari kegelapan."
"Oh iya, siapa yang membuat portal ghaib ini?" tanya Alvin.
"Dahulu kala di desa kami ada seorang ksatria bernama Ganjur, dia adalah salah satu anggota dari Ksatria Wirabadra."
"Apa itu?"
"Ksatria Wirabadra beranggotakan lima ksatria muda yang sangat kuat, Ada Bagaskara sebagai pemimpin. Dan empat anggota nya, Lasmana, Janggala, Ganjur dan Gardapati," jelas Dharma.
"Hmmm, berarti di saat banyak kejahatan dimana-mana. Mereka berkumpul dan sepakat untuk membela kebenaran."
"Lebih tepatnya dulu ada sebuah peperangan besar antara dua kerajaan,Hanya dua kerajaan itu saja yang berperang. Karena, di dunia ini memang hanya ada dua kerajaan. Yaitu kerajaan Jantaka dan Byakta. Dan kedua nya memiliki keinginan untuk menguasai dunia."
"Lalu kelima pendekar ini ada di pihak siapa?" tanya Alvin.
"Mereka di kumpulkan oleh seorang panglima kerajaan Byakta yang bernama Abiseka. Dan tentu saja, kerajaan Byakta berhasil memenangkan peperangan," jawab Alvin.
"Iya terus?"
"Nah, ketika mereka sudah berhasil menguasai dunia. Terjadi pemberontakan di mana-mana, karena kebijakan kerajaan membuat rakyat sengsara. Bahkan kelima anggota pendekar sakti pun ikut memberontak, Kemudian mencuri beberapa hasil bumi untuk di bagikan kepada rakyat. Dan sejak itu mereka di kenal sebagai Ksatria Wirabadra," jelas Dharma.
"Tunggu-tunggu, Lalu bagaimana Adilaga bisa mendapatkan kekuasaan seperti sekarang? Kan ada Ksatria Wirabadra. Dan kenapa mereka tidak menghancurkan kerajaan." Alvin masih bingung.
"Awal nya ada sebuah rencana penyerangan dari para pemberontak termasuk Ksatria Wirabadra. Adilaga mengetahui rencana tersebut, kemudian memberitahu raja. Raja murka dan mengancam akan membunuh orang-orang yang mereka cintai dan akan lebih menyiksa rakyat. Rencana terpaksa digagalkan," kata Dharma.
"Adilaga memang biang keladi nya, dia juga anggota kerajaan?" tanya Alvin.
"Bukan, dia sebenarnya berasal dari kerajaan Jantaka. Namun, ia membelot."
"Lalu bagaimana dengan para ksatria?" Alvin kembali bertanya.
"Mereka berusaha mengamankan keluarga nya dengan cara masing-masing, Bagaskara membuka pintu kedunia lain. Janggala dan Lasmana di sebuah pulau misterius, yang tidak bisa di masuki sembarang orang. Ganjur membuat desa ghaib ini, sedangkan Gardapati pindah kesebuah hutan dan membuat desa ghaib juga di sana," jawab Dharma.
"Jadi mereka menyerah begitu saja?"
"Tidak. setelah keluarga nya aman, mereka kembali menyusun rencana pemberontakan. Namun, tidak ada yang berani. Sehingga mereka berlima melakukan penyerangan tanpa bantuan siapapun."
"Apa mereka berhasil?"
"Tentu, Jutaan pasukan dan raja nya yang tamak itu tewas. Adilaga pun juga di kabarkan telah mati terbunuh."
"Apa? Adilaga sudah mati, lalu bagaimana ...."
"Sabar, masih ada lanjutannya," potong Dharma.
"Selama berabad-abad dunia menjadi aman, para ksatria memilih jalan nya masing-masing. Bagaskara pindah ke dunia lain, dunia mu. Janggala dan Lasmana pun juga menghilang, mungkin mereka dan keluarga nya masih di pulau itu, dan Ganjur di desa ini. Sedangkan Gardapati di beri tanggung jawab untuk memimpin dunia ini," jelas Dharma.
"Hingga suatu hari, ternyata Adilaga masih hidup. Ada yang bilang dia bersekutu dengan iblis sehingga memiliki hidup abadi. Gardapati di bunuh, kerajaan di rebut. Sehingga keluarga Gardapati yang selamat mengungsi ke desa ini."
"Yang benar itu, iblis berkerja sama dengan iblis."
"Meskipun Adilaga berhasil menguasai dunia, dia tidak mau mengurusi kerajaan sehingga ia memberikan kekuasaan pada keluarga kerajaan Jantaka yang telah ia khianati dulu. Namun, tetap di bawah kekuasaan nya," kata Dharma melanjutkan ceritanya.
"Tapi yang saya bingung, kenapa ksatria sisa nya tidak mau melakukan serangan lagi."
"Adilaga sudah sangat kuat, lagipula Bagaskara ksatria terkuat, tidak ada kabar sama sekali. Dan sekarang, Adilaga berusaha menggabungkan dua dunia. Dunia roh dan dunia ini."
"Kita harus merebut kekuasaan itu kembali, saya yakin bisa," kata Alvin dengan mantap.
***
jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.
...dan next up date 👍👍👍
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Semangat 💪💪up lagi thor
Aku mendukungmu 👍👍
Lagi seru"nya.
Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
terus ikuti karya aku ya thor
makasih😊