NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Servis Terbaik dari Istri Pertama

Sore hari, sepulang kerja Arhan sudah tujuh kali bolak balik pergi ke kamar mandi. Perutnya terasa panas dan terasa sakit seperti diperas.

Di ambang pintu kamar mandi Arhan melihat Ayu yang sedang asik bersama ponselnya, tanpa peduli dan melirik Arhan yang sedang bolak-balik kamar mandi. Ayu yang asyik check-out tas branded, hasil merayu Arhan tadi siang.

"Sayang...perut aku sakit.." keluh Arhan yang berjalan gontai menuju kasur, Arhan masih memegangi perutnya yang terasa sakit melilit.

"Ish apasi mas, aku lagi sibuk.." ucap Ayu tanpa melirik Arhan.

Sampai dengan pukul tujuh malam Arhan hanya bisa terbaring, cairan tubuhnya sudah keluar banyak. Sementara Ayu masih saja mendiamkan Arhan.

"Yu..tolong ambilkan obat!" ucap Arhan, tubuhnya sudah terasa lemas.

"Aduh mas, badan aku juga lagi lemes. Kamu minto obatin dulu sana sama Dira, dia istri kamu juga kan..." Ayu merebahkan tubuhnya, menarik selimut kemudian memunggungi Arhan.

Ayu ini memang sangat berbeda dengan Dira, Dira yang sangat perhatian dan selalu mengabulkan semua permintaan aku jika aku sakit. Mengurusku dengan telaten, dengan lembut sampai dengan memastikan aku sembuh dengan benar.

Tapi tak apa, Ayu adalah wanita yang sangat aku cintai. Aku begitu sayang padanya, sedangkan Dira, dia hanyalah seorang wanita yang aku manfaatkan.

Didalam kamar sebelah, Dira sedang bersandar pada ranjang kayu, kakinya sudah terbalut oleh selimut tebal dan ditangannya terdapat sebuah buku bacaan tebal. Sebuah novel yang sedang Dira baca, dengan judul Istri Simpanan yang Berlarut Duka. Menurutnya itu sangat relate sekali dengan kehidupannya sekarang. Menjadi seorang istri yang diduakan dan tidak pernah dicintai.

Klek.

Suara pintu terbuka, dan Dira belum menyadari karena saking terlarutnya dengan buku bacaannya.

Arhan berjalan ke arah Dira. Baru kali ini setelah menikah dengan Ayu Arhan memasuki kamarnya bersama Nadhira. Arhan memang tidak adil dalam membagi waktu antara Ayu dan Dira, Arhan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ayu dibandingkan dengan Dira.

Tapi bagi Dira itu tidak masalah, ia jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk terus memperbaiki kualitas hidupnya. Sedangkan untuk urusan mengurus rumah, Dira juga meminta pada Arhan untuk membagi tugas dengan Ayu. Dilaksanakan atau tidak Dira tidak peduli yang penting sudah mengerjakan bagiannya dengan baik.

"Ra..." Arhan menghempaskan tubuhnya disamping Dira.

"Hem...?" jawab Dira dengan pandangan yang masih tertuju pada lembaran kertas berwarna kuning.

"Mas sakit perut, mas minta obat..." keluh Arhan.

"Ayu wanita kesayangan mas kemana?"

"Ra..tolong, mas sudah gak kuat..." Arhan dengan tatapan memohon menatap Dira yang masih bersikap dingin padanya.

Beberapa detik kemudian, Dira menutup novelnya dengan gerakan cepat sampai membuat Arhan tersentak kaget. Arhan kira, Dira akan melemparnya dengan buku tebal itu.

Dira menurunkan kakinya lantas berjalan menyimpan buku pada perpustakaan mini miliknya.

"Itulah akibatnya memakan sotong dengan bumbu cinta, dengan janggut yang tidak dipotong, bagian badan tidak dibelah, mata yang menonjol ingin keluar, serta bumbu cabai setengah gelas. Enak mas, perutnya terbakar oleh bumbu cinta?" omel Dira, seraya keluar dari pintu kamar menuju lantai bawah kearah dapur.

Arhan kembali ingin membuang air, ususnya terasa melilit lagi. Ia berlari sambil terkentut-kentut menuju kamar mandi.

Beberapa menit Arhan keluar dari kamar mandi, dan mendapati Dira yang sedang mengaduk larutan garam dan gula dalam gelas.

"Sudah malam, Dira malas pergi keluar. Minum dulu aja obat darurat ini. Cukup ampuh buat diare." Dira menyerahkan segelas oralit pada Arhan yang kemudian Arhan teguk sampai habis. Tidak ada tatapan hangat, tidak ada rasa khawatir, yang ada hanyalah tatapan datar dari Dira.

"Ra, malam ini mas tidur disini." ucap Arhan datar, bukan semata-mata karena ingin tidur bersama Dira. Melainkan jika ia diare lagi setidaknya ia bisa membangunkan Dira untuk memberinya obat.

Dira hanya mengangguk singkat, kemudian berjalan kearah pinggir kasur bagian tempat tidurnya. Dira merasa sudah mengantuk dan ingin segera memejamkan mata.

Beberapa jam kemudian, Arhan yang masih terjaga mulai merasa perbedaan dengan tubuhnya. Rasa sakit yang melilit diperutnya perlahan kian menghilang, dan sejak minum larutan air garam yang diberikan oleh Dira, Arhan tidak lagi bolak balik kamar mandi.

Arhan melirik Dira yang sudah terlelap disebelahnya, wajah putih bersihnya tersapu hangat oleh lampu tidur. Nafasnya yang berhembus teratur, mata yang terpejam sempurna, serta hidung mungil yang memantulkan cahaya pada ujungnya.

Arhan pandangi wajah istri yang tak pernah ia cintai itu, tangannya terulur untuk membetulkan anak rambut yang menghiasi kening Dira.

"Makin cantik.." disis Arhan, yang kemudian mengubah posisinya dan kini mulai mengikis jarak dengan Nadhira.

"Ra...mas kangen.." bisikan itu berhasil membuat Dira membuka kelopak matanya, dengan senyum hangat yang mengukir wajah cantiknya, Dira merentangkan selimut yang membungkus tubuhnya.

****

Dira dengan keadaan rambut yang masih tergulung oleh handuk putih, pagi ini ia sudah disibukan dengan menyiapkan pakaian kerja untuk Arhan.

Sebuah kemeja berwarna biru tua dan sudah ia setrika dengan rapi, begitupun dengan dasinya.

"Makasih Ra, kamu memang selalu memberikan servis terbaik untuk mas..."

"Hem..." hanya itu yang terucap dari bibir mungil wanita cantik, yang masih berbalut handuk kimono untuk melindungi tubuhnya.

Setelah di pakaikan dasi oleh Dira, Arhan berjalan ke arah nakas samping tempat tidurnya, meraih botol tempat pil berwarna putih itu tersimpan. Arhan mengeluarkan satu pil putih itu lalu berjalan ke arah Dira.

"Jangan lupa untuk diminum Ra, semoga apa yang kita usahakan semalam akan segera terwujud."

Dira dengan senyum datar yang mengembang, mata bening dengan binar yang berkilauan itu menatap pil yang Arhan serahkan. Tidak ada lagi tatapan curiga dari Dira. Tidak ada lagi keluhan yang biasa ia ucapkan pada Arhan, yanga ada hanyalah senyum yang terbingkai sempurna.

Dengan senang hati Dira menerima pil itu lalu meneguknya dengan segelas air putih, dan memastikan pil putih itu terlarut sempurna didalam pencernaan.

"Dira yakin mas, untuk kali ini kita akan berhasil..." ucap Dira, binar mata bening itu menatap sorot mata Arhan.

Senyum dibibir Arhan kian memudar, ia mulai merasa ada yang aneh lagi dengan sikap istrinya itu.

Bersambung...

1
Ma Em
Arhan menyesal pun skrg sdh tdk berguna karena Dita sdh ada yg memiliki yg mencintai dan menyayangi Dira , skrg Dira sdh bahagia bersama Arya tinggal Arhan dan Ayu merasakan karma nya .
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia 🤲🤲.
Lembayung: aamiin makasih ya kak...🙏
total 1 replies
cinta semu 2
attow 🤣🤣g kuuuuaaaaaattttttt
Lembayung: tahan kak tahannn😭
total 1 replies
cinta semu 2
suka banget
cinta semu 2
kok pas banget baca episode bulan madu mana malam Jum'at lagi 🤣🤣🤣mana suami ....suami mana ya🤣🤣😄😄
cinta semu 2: di maafkan 😄😄 terima kasih sungguh karya u bikin candu ... love sekebon..❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia dan segera diberi momongan .
Ma Em
Arhan penyesalanmu sdh terlambat dan tdk ada gunanya silahkan nikmati penderitaan taan yg kamu alami bersama istri pilihanmu dan cinta pertamamu , selamat untuk Dira dan Arya semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan 🤲🤲🤲.
Ma Em
Selamat untuk Dira dan Arya karena skrg sdh sah menjadi suami istri , semoga pernikahan Dira dgn Arya langgeng sakinah mawadah warohmah hanya maut yg memisahkan , untuk Arhan selamat menyesal karena sdh membuang Dira
Ma Em
Arhan sekarang mantan istrimu jadi istri atasan mu terima dan ikhlaskan Dira bahagia bersama suami yg sangat mencintai Dira , si Ayu sdh kalah dari Dira .
Ma Em
Ditunggu pernikahan Dira dgn Arya , juga ditunggu kehancuran dan penyesalan Arhan yg sdh membuang berlian hanya untuk memilih batu kali yg tdk berharga .
cinta semu 2
heran segitu polos ny sampai di tipu mentah2 masih g peka...biasa ny feeling istri tu tajam nah ni kok kayak aneh 🤔
Dibalik Senja
Sombongnya arhan,tabur tuai iku nyata loe arhan
Dibalik Senja
Secepatnya cerai dan biarkan dira bahagia
Dibalik Senja
Mereka sama2 jht
Dibalik Senja
Semoga keguguran biar dira tdk terikat dngn laki2 bejat itu
Dibalik Senja
Arhan smpah menjijikan tdk tau malu
Dibalik Senja
Minta cerai dira
Dibalik Senja
Awak binggung mau ngomong apa krn klu sdh cinta memang susah untuk diingtkan
Dibalik Senja
Yg sbr dira pkoknya jngn buang2 tenaga untuk lk2 bejat dan jht kyk itu
Dibalik Senja
Lebih baik gk usah pny anak dngn laki2 bjt iku dira ,pergilah cari bahagiamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!