NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Saat Erwin kehilangan semua yang dibanggakannya dan memohon agar Naura kembali, wanita itu hanya tersenyum dingin.

"Kau membuangku karena tubuhku gemuk setelah melahirkan kedua anakmu! Kini, kau akan kehilangan semua yang pernah kubangun untukmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab²¹

Beberapa hari setelah akta cerai resmi diterima, suasana di Pengadilan Negeri kembali dipenuhi orang-orang yang menunggu jalannya persidangan. Sidang kedua perkara hak asuh Laura dan Lionel menjadi perhatian banyak pihak, terlebih setelah identitas Naura sebagai pewaris keluarga Ardynata terungkap.

Mobil keluarga Ardynata berhenti tepat di depan pintu utama. Naura turun lebih dulu mengenakan setelan blazer berwarna biru muda dengan potongan sederhana namun elegan.

Alaska berjalan berdampingan dengan Naura. Kali ini, pria itu memilih untuk hadir secara langsung menyemangati wanita itu.

"Kamu gugup?" tanya pria itu santai.

Naura mengembuskan napas perlahan. "Sedikit."

"Itu normal. Kalau hakim bertanya macam-macam, jawab apa adanya saja."

Naura meliriknya. "Kalau aku salah jawab?"

Alaska mengangkat bahu. "Mana kutahu, aku dokter... bukan cenayang."

“Dasar dokter iblis." Naura akhirnya terkekeh pelan.

"Pasien cerewet."

Perdebatan kecil itu membuat ketegangan di wajah Naura sedikit menghilang.

Di sisi lain halaman pengadilan, mobil Erwin juga baru saja berhenti. Begitu turun, pandangannya langsung menemukan sosok Naura yang sedang tertawa kecil bersama Alaska. Untuk sesaat, Erwin terpaku. Sudah lama sekali ia tidak melihat Naura tertawa setulus itu.

Dulu... wanita itu sering menunggunya pulang sambil tersenyum. Namun saat kini melihatnya, Naura tak pernah lagi tersenyum padanya. Dan sekarang, senyum hangat wanita itu justru ditujukan untuk pria lain.

Dada Erwin terasa sesak, pria itu mengepalkan kedua tangannya untuk menahan diri.

Davina yang berdiri di sampingnya mengikuti arah pandang Erwin, tatapannya langsung berubah tajam. "Lihat... baru cerai sudah dekat dengan laki-laki lain."

Erwin tidak menanggapi wanita simpanannya itu.

"Aku lagi bicara sama kamu, Mas!“

"Aku nggak tuli..." Erwin menjawab dengan datar.

"Mas tidak merasa aneh? Baru bercerai, tapi mereka sudah terlihat begitu dekat. Jangan-jangan, hubungan keduanya memang sudah dimulai sejak kalian masih menjadi suami istri," ujar Davina dengan nada penuh provokasi.

"Jangan asal menuduh!" Erwin menggeram pada wanita itu.

Davina menggigit bibirnya kesal. Ia bisa merasakan perubahan sikap Erwin sejak sidang pertama. Pria itu memang belum menyesali perceraiannya dengan Naura, tetapi setiap melihat perubahan Naura, sorot mata Erwin selalu berbeda.

Tak lama kemudian seluruh pihak memasuki ruang sidang. Setelah semua duduk di tempat masing-masing, majelis hakim membuka persidangan.

"Hari ini sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak penggugat maupun tergugat."

Pengacara Naura berdiri lebih dulu.

"Yang Mulia, kami menghadirkan saksi pertama, Ibu Ela."

Bik Ela melangkah menuju kursi saksi. Setelah mengucapkan sumpah, ia duduk dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Sudah berapa lama Ibu bekerja di rumah tangga Pak Erwin?"

"Delapan tahun."

"Selama delapan tahun itu, siapa yang paling banyak mengurus Laura dan Lionel?"

"Nyonya Naura." Tanpa ragu sedikit pun, Bik Ela menjawab.

"Bisakah dijelaskan?"

"Sejak bayi, kedua anak itu hampir selalu bersama Nyonya Naura. Beliaulah yang menyusui, memasak makanan pendamping, menemani mereka saat sakit, mengantar imunisasi, menghadiri rapat sekolah, sampai begadang ketika mereka demam. Kami para asisten rumah tangga hanya membantu pekerjaan yang bisa kami kerjakan. Selebihnya, Nyonya yang selalu mengurus dan mengerjakan sendiri."

Pengacara kembali bertanya, "Lalu bagaimana peran Pak Erwin?"

"Tuan Erwin menyayangi anak-anaknya, tetapi beliau sangat sibuk bekerja."

Erwin hanya diam, karena semua itu memang benar.

"Apakah Ibu pernah melihat kekerasan terhadap anak-anak tersebut?"

Bik Ela menarik napas panjang. "Pernah."

Davina langsung menegang.

"Hari pertama setelah Nyonya Naura meninggalkan rumah... Nona Davina menampar Non Laura hingga pipinya membengkak."

Suasana ruang sidang langsung riuh.

"Keberatan!" seru pengacara Erwin.

Hakim mengetukkan palu.

"Tenang."

Pengacara Naura kembali bertanya, "Apakah Ibu melihat sendiri?"

"Iya."

"Apakah ada akibatnya?"

"Non Laura menangis sampai tertidur. Tuan kecil Lionel juga ketakutan dan terus memanggil ibunya."

Air mata Bik Ela mulai mengalir. "Saya menyesal karena waktu itu tidak berani melapor."

Naura menatap perempuan itu dengan mata yang ikut berkaca-kaca.

Hakim mencatat seluruh keterangan tersebut.

Kini giliran pengacara Erwin melakukan pemeriksaan silang. "Ibu Ela, apakah benar Pak Erwin memarahi Nona Davina setelah mengetahui kejadian itu?"

"Benar."

"Berarti beliau tidak membiarkan kekerasan terjadi?"

Bik Ela mengangguk pelan. "Beliau memang memarahi."

Pengacara Erwin tampak sedikit lega.

Namun kalimat Bik Ela berikutnya membuat seluruh ruangan kembali hening.

"Tapi setelah itu... anak-anak tetap hidup dalam ketakutan. Karena Nona Davina masih sering tinggal di rumah itu."

Tak ada lagi yang bisa dibantah.

Saksi berikutnya berasal dari pihak Erwin..

"Semenjak tinggal bersama Ibu Naura, perubahan mereka sangat terlihat. Laura kembali ceria dan lebih percaya diri. Lionel juga lebih mudah bergaul dengan teman-temannya."

Seorang guru sekolah Laura dan Lionel memberikan kesaksian bahwa kedua anak itu memang sangat dekat dengan ibu mereka

Hakim mengangguk pelan sambil mencatat, persidangan berlangsung hampir tiga jam. Setelah seluruh agenda selesai, ketua majelis hakim menutup map di hadapannya.

"Majelis telah mendengar seluruh keterangan saksi pada hari ini. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda penyampaian kesimpulan para pihak."

Beliau berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Selama proses persidangan berlangsung, demi menjaga stabilitas psikologis anak, majelis memutuskan bahwa Laura dan Lionel tetap berada dalam pengasuhan sementara ibu kandung mereka, Bu Naura. Sampai putusan berkekuatan hukum tetap."

Deg!

Wajah Davina langsung pucat.

Sebaliknya, Naura menutup matanya sejenak. Meski baru keputusan sementara, setidaknya Laura dan Lionel tidak perlu dipisahkan darinya lagi selama proses persidangan berlangsung.

Hakim mengetukkan palu.

"Sidang ditunda hingga pekan depan."

"Akhirnya selesai juga." Keluar dari ruang sidang, Naura mengembuskan napas panjang.

Alaska berdiri di sampingnya sambil menyerahkan sebotol air mineral. "Minum dulu..."

Naura menerimanya lalu tersenyum kecil. "Makasih, Pak Dokter."

"Kamu lebih tenang daripada yang kukira."

"Aku gemetaran tadi."

"Tapi nggak kelihatan."

"Berarti kemampuan aktingku lumayan." Naura tertawa pelan.

Alaska menatap Naura seraya tersenyum tipis, "Kamu nggak berakting, Naura. Luka itu masih ada dalam hatimu, tapi sekarang kamu sudah tahu cara berjalan tanpa membiarkan rasa sakitmu mengendalikan hidupmu."

Di kejauhan, Erwin masih berdiri memperhatikan mereka. Dan sejak perceraian, muncul perasaan asing yang sulit ia jelaskan ketika melihat Naura tersenyum kepada pria lain. Tanpa ia sadari, benih penyesalan itu mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Namun, itu baru permulaan. Penyesalan yang sesungguhnya masih menunggunya.

1
Muft Smoker
lanjuut kak ,, .
Muft Smoker: eheeeeeeee ,, 🫰🫰🫰🫰🫰😂😂😂😂😂
total 2 replies
Nie
semoga rencana mereka gagal,jgn sampe Naura menderita dan terpisah lagi dari anak²nya ya kak Re...
Muft Smoker
pasti kluargaa Tania
Muft Smoker
aduuh kak si tania buang aj bisa gx 😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak 😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
terlambaat ,, terlambaat pake banget ,,
Muft Smoker
baru skraaang ooh km rasakan ,, tak punya istrii yg ad makhluk halus ,,
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Rhyzca Ayu
Lanjuuuttt~~semangaat thoor☕☕☕🍩🍩🍩
Fia Ayu
Senyumin aja dulu lah😂
Fia Ayu
Wkwkwk dia mengasihani dirinya sendiri 🤣🤣🤣
Muft Smoker
ayoo coba inget2 ,, nama sypa tu???punya pengaruh apa di Dunia bisnis???🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
jgn sampe syok yx klo udh inget ,,
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Ciee mulai kepo nih Naura sebentar lagi bucin tuhhh🤭🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: wkwkwk pasti seru &lucu ya kak 🤣
total 2 replies
Fia Ayu
Gk usah kepo naura, orang itu dirimu sendiri 😂
Rere🌠: Bisa-bisa cemburu sama diri sendiri entar dia🤣🤣🤣
total 1 replies
Fia Ayu
Baca ini, ke inget drakor my venus, yg maen min ji appa😁yg lg viral itu 🤭
Fia Ayu: Iya kan😂
total 2 replies
aleena
Tania Tania
seharusnya kamu nyadar diri sudahlah hidup numpang
mencuri perhatian orang Tua naura
sekarang mau apalagi

sinting emang🤭
Rhyzca Ayu
Ceritanya sangat menarik,, alurnya bagus gk berbelit2,,, pokoknya jooss jiisss thor❤❤🌹🌹💪💪💪
Rhyzca Ayu
Naah loohh sat set getun mburi khan win,, syukuriinnn😂😂😂semangaat thor~~lanjuutkaan❤❤☕☕
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
makan tuhh kaget dan Syock mu Erwin mantan istri yang baik rela hidup sederhana nikah sama kamu tapi kamu sia2kan lebih memilih batu krikil nyesel kan selamat menikmati karma kalian wahai para pecundang🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: meleyot sebelah🤭🤣🤣kalang kabut mau benerin ke dokternya🤣
total 4 replies
aleena
ngapain menyesal
toh kamu cuman mau naura saat langsing
Muft Smoker
hei Tania ,, jgn sirik jd manusia km hanya laa org asing yg kebetulan jatuh di atap yg sama ,,

orang sirik tanda nak mampus ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
😁😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker
astgaaaa 😂😂😂😂😂😂 ,,
tu bukan cahaya ilahi naura ,,
tu cahaya harapan km ,,
cuma ketutup ma dokter yg km sebut iblis🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!