Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.
Wiliam tersenyum dan mengangguk, setelah mendapatkan bisikan syarat dari Gymora.
Saat Gymora masih berada didekatnya, Wiliam ingin sekali menerkamnya bulat-bulat.
Tapi Gymora yang sudah bisa menebak apa niat Wiliam berkata dengan nada dingin, "Wiliam aku sudah setuju menyerahkan Teknologi Inti Biome padamu. Aku harap kamu nggak melakukan hal lebih!"
Wiliam yang dipanggil tanpa embel-embel "kak" sedikit merajuk bahkan wajahnya suram.
"Ada apa denganmu? Kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini?" Wiliam ingin menarik Gymora dalam pelukannya, tapi dengan gerakan gesit gadis itu berhasil lepas dari Wiliam.
Wiliam sebenarnya juga memiliki sedikit rasa pada Gymora, tapi baginya Gymora sosok yang terlalu baik dan sangat membosankan.
Tidak ada sisi manja dari Gymora padanya.
Saat Wiliam menolak permintaan Gymora, Gymora tidak marah dan malah memakluminya.
Berbeda dengan cinta pertamanya, kalau mendapatkan penolakan darinya pasti merajuk kesal dan memasang ekspresi yang menggemaskan.
Saat Wiliam ingin kembali mendekat, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Baiklah. Aku akan segera kesana!"
Saat Wiliam ingin pergi, Gymora berkata, "Apakah kamu lupa? Hari ini hari apa?"
Wiliam menghentikan langkahnya sejenak, "hari ini adalah hari senin. Memangnya kenapa? Apakah kalender di ponsel mu itu rusak?"
Gymora bertanya lagi untuk memastikan, "Apakah kamu beneran nggak ingat?"
Wiliam malah memasang ekspresi marah. "Aku buru-buru, ada urusan mendadak."
Ia pergi tanpa menunggu Gymora selesai berbicara.
Gymora menatap punggung Wiliam dengan ekspresi sedih.
"Apakah ini balasan yang di dapatkan karena dulunya mencintai Wiliam penuh ketulusan?"
Gymora merasa sangat sedih dan tertekan.
Bahkan ia merasa kepalanya ingin pecah.
Gymora pun berjalan ke arah kamar mandi, ingin memuaskan dirinya sendiri disana.
Daripada ia yang setres dan merasa gila melakukan hal yang menyakiti dirinya sendiri.
Lebih baik mencari hal lain yang bisa mengurangi kesedihan dan rasa setresnya
Dikarenakan jam kosong, kamar mandi sekarang ini ramai dan penuh.
Gymora tidak ada pilihan lain selain pergi ke gudang.
Ia mengendap saat masuk ke gudang.
Tanpa ia sadari, ada seseorang yang sudah didalam gudang dan melihatnya.
Melihat tingkah laku Gymora yang mencurigakan.
Orang itu mematikan Putung rokoknya dan bersembunyi, ia ingin melihat apa yang akan Gymora lakukan ditempat seperti ini.
Mengingat Gymora terkenal sebagai gadis yang cantik, glamor dan pintar.
Gudang adalah tempat kotor.
Karena semua orang dikampus tahu, setiap harinya Gymora menghabiskan waktunya di laboratorium kampus.
Kedua bola mata orang itu membelalak sempurna, baru kali ini disepanjang hidupnya dia terkejut dengan perilaku seseorang.
Dia melihat Gymora melakukan hal sangat tidak terpuji.
Bahkan dia yang dicap sebagai Badboy kampus dan berandalan diluar kampus tidak akan pernah berpikir untuk melakukan hal mesum dan tidak pantas seperti itu.
Gymora melebarkan kakinya, lalu mengambil sebuah seperti pena dari tasnya.
Draka Nilon menelan ludahnya yang kelu saat melihat aksi yang dilakukan oleh Gymora.
Ia tahu, walaupun Gymora sangat cantik dan menjadi primadona kampus.
Tapi wanita itu tidak terlihat caper dengan lawan jenis, dia sangat cuek.
Bahkan saat mendapatkan pujian ataupun godaan dari para mahasiswa lain.
Dan rumornya, selain dengan Wiliam.
Gymora belum pernah pacaran dengan siapapun, hubungan Gymora dengan Wiliam pun terjadi karena perjodohan.
Draka tahu, diluar sana Wiliam sudah punya pacar dan hanya berniat menjadikan Gymora sebagai tameng.
Beberapa kali, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Wiliam ngedate dengan gadis lain.
Tapi ... Tindakan yang dilakukan oleh Gymora sekarang ini.
Benar-benar diluar prediksi.
Gymora terlihat mendesah kuat, bahkan ekspresi wajahnya akan selalu terkenang didalam benak Draka.
Draka berdiri, dengan santai berjalan ke arah Gymora dengan ekspresi datar dan mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
Gymora tidak mau berbasa-basi.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora saat melihat Draka merekamnya.
Gymora membersihkan cairan dibawahnya terlebih dahulu dengan tisu basah.
Hal yang dilakukan oleh Gymora membuat Draka tidak bisa berkata-kata. " .... "
Lalu Gymora dengan santai memakai celananya terlebih dulu dengan rapi, dan berdiri ingin merebut ponsel Draka.
Tapi Draka yang lebih tinggi menaikkan ponselnya dengan satu tangannya.
Gymora tidak menyerah, dia berusaha menggapai ponsel Draka dengan wajah panik.
Draka tidak berkedip saat melihat wajah Gymora dari dekat.
"Pantas saja selama ini, Gymora selalu disebut sebagai Dewi kampus. Wajahnya sangatlah cantik dengan kulit yang sangat lembut, bibir merah merona."
Draka selama ini hanya bisa melihat Gymora dari jauh, sebenarnya juga bisa melihat kecantikannya.
Selama ini bagi Draka yang menjadi pewaris perusahaan nomor 1 di negeri ini, melihat orang cantik anggun seperti Gymora sudah biasa dalam jamuan.
Tapi sekarang, tatapan Draka pada Gymora berbeda.
Gymora jauh bahkan lebih sangat cantik jika dilihat dari dekat, Draka bahkan merasa sangat sulit untuk mendeskripsikannya.
Ia yang selama ini belum pernah bersentuhan fisik langsung dengan lawan jenis, jantungnya berpacu sangat cepat.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon agar Draka memberikan ponselnya.
Sementara Draka yang sebenarnya tidak merekam apapun, hanya bisa tersenyum miring.
Ia sekarang ini malah memiliki sebuah ide.
"Draka aku mohon ... Jangan sebarkan. Sini ponselnya, biar aku hapus videonya!"
Melihat Gymora yang memohon dan merengek manja, Draka merasakan sensasi yang berbeda dalam hatinya.
Draka sejak kecil mendapatkan kekerasan dari ayahnya saat mendidiknya, dan ia sudah ditinggal mati ibunya sejak kecil.
Ia tahu niat ayahnya baik karena menjadi seorang pebisnis itu sangatlah berat, tapi ia yang masih terlalu kecil malah memberikan dampak trauma yang mendalam.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melakukan hubungan suami istri.
"Kalau kamu tidak setuju, tidak masalah! Jangan salahkan aku kalau nama mu disekolah menjadi buruk, bahkan pacarmu langsung memutuskan mu!"
Gymora masih bimbang. Akankah Gymora setuju?
"Gimana kenapa kamu malah diam?" tanya Draka lagi.
Gymora ingin kabur meninggalkan gudang, tapi saat mencapai pintu.
Langkahnya terhenti, dia malah mendorong tubuh Gymora ke dinding.
Menekannya sebentar, hasratnya malah naik.
"Draka apa yang kamu lakukan? Lepaskan!"
"Aku nggak setuju ..."
Ucapan Draka terhenti, saat Gymora melumat bibirnya bahkan bermain didalam sana.
Gymora nampak bodoh, bahkan dia terlihat sama sekali tidak mahir, tanpa sadar ia malah mengikuti ciuman Draka.
Tiba-tiba kedua bola mata Gymora membulat sempurna.
Ia yang sadar langsung menendang bagian bawah sangkar burung milik Draka.
Tapi sayang, tendangannya meleset.
"Kamu belum pernah dicium Wiliam ya?" Ejek Draka seraya melepaskan gadis itu.
"Kalau belum pernah memang kenapa? Ciuman ini harusnya untuk nanti suamiku," kata Gymora kesal, mati-matian ia berusaha membersihkan bibirnya bekas ciuman dari Draka.
Mendengar ucapan Gymora yang sedikit tidak masuk akal membuat Draka senang, tapi ... "Kenapa aku harus senang? Apa hubungannya dengan ku?"
"Kalau begitu harusnya kamu setuju? Bagaimana tanggapan Wiliam kalau melihat tingkah laku calon istrinya yang mesum dan ciuman pertamanya malah terambil olehku," kata Draka seraya menaikkan satu alisnya.
Kedua bola mata Gymora kembali membelalak, saat melihat Draka merekam lagi dengan ponselnya.
"Ayo kita buat kesepakatan!" ucap Draka.
cerita nya seruuu👍