NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Keegoisan istrinya, yang bersikeras menolak untuk hamil. Membuat Sam terpojok dengan permintaan neneknya. Satu sisi wanita yang dia cinta sepenuh hati menolak untuk hamil, satu sisi, wanita yang Sam cinta, yaitu nenek dan ibunya. Sangat menginginkan akan kehadiran penerus keluarga Ozage. Sam terpaksa menyetujui, untuk menikah lagi, demi membahagiakan neneknya dan ibunya.

Pernikahan kedua pun terjadi. Seorang wanita bernama Moresa Haya. Menjadi istri kedua Sam. Apakah Sam akan berpaling hati pada istri keduanya? Atau dia tetap setia dengan perasaannya pada Vania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Pertanyaan Mama

Moresa POV

Nyonya Ramida membawaku menemui mertuanya, kami langsung menuju ruang perawatan nenek Tuan Sam, kamar perawatan orang kaya, terpana kedua bola mata ini memandangi seisi ruangan itu, setelah dari sana, aku langsung menuju kamar mama, hati ini terus menggemuruh, membayangkan pertanyaan yang akan mama layangkan nanti.

Tidak terasa, langkah kaki ini sampai di depan ruang perawatan kamar mama, aku mengumpulkan seluruh tenagaku, sengaja berdiam diri mematung tepat di depan pintu kamar perawatan mama.

Dengan kekuatan penuh yang kupusatkan di sebelah telapak tangan, untuk membuka gagang pintu, akhirnya pintu itu terbuka.

Jedddarrrr!

Sorotan mata langsung ter arah padaku, ku ukir senyuman manis, sebelum menyapa mereka.

"Sayang?" Sapa mama padaku.

"Mama …." balasku. Aku langkahkan kaki ini terus melangkah mendekati mama dan Ayla.

"Suster Ayla mau pergi kan? Ayook kita sarapan dulu sama-sama," ucapku, sambil memberikan kantong yang ku bawa pada Ayla.

Aku sengaja, mengalihkan pembicaraan, karena pertanyaan pertama mama kemungkinan adalah : kapan kau beli baju itu? Karena mama tidak pernah melihat baju yang ku pakai sebelumnya.

Ayla hanya tersenyum, dia langsung menyiapkan makananan. Sedang tatapan mama, masih saja terus ter arah padaku, tatapan mata yang berjuta tanya dan sulit di terjemahkan.

"Nona Resa, bu Haya, ini sarapannya sudah siap," ucap Ayla.

"Makasih Ay, kamu makan aja langsung biar mama aku yang suapin," ucapku.

"Kita makan sama-sama saja, mama sudah lebih baik, sini makanan mama, biar mama makan sendiri," ucap mama.

Kami pun sarapan pagi bersama-sama. Tidak ada pembicaraan, kami fokus dengan makanan kami, makanan pemberian Nyonya luar biasa enak. Sesekali ku pandangi wajah mama, mama tersenyum, aku pun membalas dengan senyuman pula.

Entah sebab lapar, atau makanan ini memang benar-benar enak, kami menghabiskan sarapan kami begitu lahap. Setelah selesai sarapan, Ayla langsung bersiap, dia pamit untuk pergi, dan akan kembali lagi, nanti sore hari, kini tinggal aku dan mama yang ada di ruangan itu.

"Resa …." Mama memanggilku.

Aku berusaha untuk tenang. Kuhiasi wajahku dengan senyuan manis.

Seribu ... sembilan ratus sembilan puluh sembilan … sembilan ratus sembilah puluh delapan ….

Aku menghitung mundur dalam hati, berharap hati ini tenang. Sedang kedua kaki ini, terus melangkah mendekat pada mama.

Aku duduk di samping mama. "Iya mah …." Ucapku.

"Resa, seingat mama, mama tidak pernah melihat baju yang kamu pakai sekarang, dari mana kamu dapat?"

Wajahku masih dengan senyuman yang sama. Tapi, batinku mulai menggemuruh, pertanyaan itu akhirnya keluar. "Oh, baju ini, di kasih majikan mah, mereka gak suka dengan baju yang aku bawa, jadi majikan aku kasih baju bekasnya padaku," jawabku.

Entah mama percaya atau tidak. Tapi sepertinya pertanyaan selanjutnya akan meluncur kembali. Tiga ... dua … sa--

"Resa … mama mohon, jujur pada mama, apa kamu menjual diri kamu?" Tanya mama. Padahal belum selesai aku berhitung, pertanyaan itu sudah meluncur lagi.

Senyuman yang sama masih terukir di wajahku. Mama meraih tanganku.

"Mama melihat ada yang berbeda dari diri kamu, cara kamu berjalan, juga beberapa perubahan pada kamu, seakan kamu sudah melakukan hubungan anu! dan perasaan hati mama terus mengatakan itu, apa dugaan mama benar?" Tanya mama padaku.

Perasaan seorang ibu terbuat dari apa? Kenapa kekhawatiran mama tepat? Hanya saja aku tidak menjual diri. Tapi, aku menyerahkan diri.

"Mama ... itu hanya ketakutan mama saja, di dunia ini masih ada orang baik, mama tahu, hanya kerena Nyonya besar yang aku jaga suka padaku, mereka sangat sayang padaku," ucapku.

Semoga mama percaya.

"Mama ingin percaya padamu. Tapi ... hati mama tidak bisa percaya sayang, melihat dirimu yang sekarang ... mama merasa kamu sudah tidak perawan lagi," ucap mama. Pandangan mama terfokus pada Area dadaku.

"Hahahaa hahahahaaa ...." Aku hanya bisa tertawa palsu, karena dugaan mama benar.

"Mama, maafkan aku ... sebenarnya hal itu sempat terpikir olehku untuk melakukan …, tapi batal, karena aku bertemu seorang Nyonya cantik dan seorang Nyonya besar yang baik hati. Nyonya itu bingung mencari Asisten untuk mertuanya, yaitu Nyonya besar. Karena mertua beliau sangat sulit untuk suka dengan orang lain."

Ku tarik napas begitu dalam untuk melanjutkan ceritaku yang murni kebohongan.

"Saat pertama kali kami bertemu, nenek itu suka padaku. Tapi, aku menolak tawaran menantuya, alasanku mama sakit, hingga akhirnya kami mempunyai kesepakatan. Aku merawat Nyonya besar, Nyonya itu membayar semua keperluan mama," ucapku.

" Maaf sayang, hanya 55% mama percaya, nanti ajak mama bertemu Nyonya besar kamu."

"Iya mah, pasti!"

Aku sedikit lega, ternyata pertanyaan mama tidak terlalu menakutkan. Kupeluk mama dengan erat.

Maafkan aku mah.

Andai aku bisa berteriak ingin aku berteriak, meluapkan rasa bersalahku, karena bohong pada mama.

Aku membantu mama berbaring kembali, aku juga naik ke atas ranjang, berbaring di samping mama, sambil memeluk mama. Kami menikmati waktu kebersamaan kami.

********

Samuel Ozage POV

Setelah dari kamar nenek, ku pacu langkah kaki ini agar berjalan lebih cepat, menuju parkiran Rumah Sakit. Pagi yang ceria tiba-tiba berubah suram, saat melihat wanita itu lagi, baru sekali bersama dengannya, kenapa batin ini terasa terikat dengannya. Aku sangat marah dengan perasaan hati ini.

Belum hilang bayangan wanita itu, kini pertanyaan mama selalu terngiang di benakku. 'Kebahagiaan apa yang kamu peroleh bersama wanita itu?' Entah kenapa pertanyaan itu selalu menari-nari dalam pikiranku.

Aku berusaha menepis semuanya. Tapi, semakin ku tepis, malah semuanya semakin sering terbayang.

Vania! Hanya Vania! Wanita itu tidak ada apa-apanya, semua hanya kecelakaan! Gumamku.

Tapi, apa yang di katakan oleh hati ini, bertolak belakang dengan perasaan yang kurasa.

Akhirnya langkahku sampai di parkiran, aku segera masuk dalam mobil. Duduk santai di sana, berusaha menenangkan batin yang terus menggemuruh. Ku tatap wajah ini dari pantulan kaca spion.

"Kebahagian apa yang aku dapat bersama Vania?" Aku bertanya pada diriku sendiri.

"Sam! Kenapa kau bertanya hal bodoh itu! Sangat banyak kebahagiaan yang kau dapat bersama Vania!" Aku memaki diriku sendiri.

Tapi, apa yang aku ucap bertolak belakang lagi dengan apa yang di rasa oleh hatiku. "Arggggt!" Kupukul kemudi mobil, kenapa hal ini begitu menyiksa?

Ku tenggelamkan wajahku, di setiran mobil. "Aku harus secepatnya mengusir wanita itu! Dia tidak boleh mengambil tempat Vania di hatiku!" Gerutuku.

Lelah memaki-maki diri sendiri, kuhidupkan mesin mobil, dan segera ku pacu mobil yang ku kendarai menuju kantor.

Perjalanan menuju kantor.

Sletthhhh!

Bayangan wanita itu kembali hadir

Slettthhhh!

Kejadian indah kemaren kembali terbayang. Tidak bisa kunpungkiri, aku bahagia membuat Resa tidak berdaya di bawah tubuhku.

Kupukul begitu keras kemudi mobil, meluapkan kekesalan pada diriku sendiri. Batin ini sungguh sesak, karena terus terbayang jeritan manja wanita itu. Bahkan saat bersama Vania tadi malam, seakan hal itu adalah kebersamaan ku bersama Resa. Mendengar jeritan Vania, seakan itu adalah jeritan Resa. Entah kenapa hati dan pikiran ini selalu mengingat hal intim bersama Resa di Villa itu. Vania yang berada dalam dekapan, Tapi Resa yang selalu terbayang.

Sangat ingin menikmati kembali tubuh gadis itu. Segera ku buang jauh-jauh pikiran itu. Cukup sekali kesalahan itu. Kesalahan? Kenapa sangat nikmat dan indah?

Vania ... maafkan aku, aku menikmati hal ini!

Sepanjang perjalanan, perasaan aneh dan campur aduk yang bergelut dihatiku, kulihat pantulan wajah di cermin, sangat jelas kalau yang punya diri kesal dan banyak masalah. "Masa bodoh!" Gerutuku sendiri.

Akhirnya tujuanku sampai, setelah berhenti di halaman pintu utama gedung Ozage Crypton Group, seorang petugas keamanan sudah siap untuk memarkirkan mobilku. Ku langkahkan kaki ini, memasuki gedung perusahaan keluarga Ozage.

*****

Bersambung.

***

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Nori Hapsah
pasti sam posirip hamil. /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nori Hapsah
awal bertemu benci setelah ber kali jali jadi bucin.
Aprilia Hadiwasana
Kek nya bukan anak nya sam, soal nya waktu itu sam di villa sm resa sedangkan vania dia hbs dr luar negri…
deandra syahfitri
Luar biasa
Wulhan Agustyna Ismail
laki laki bodoh jabatannya aja CEO
ratnaayunsari@yahoo.com
Luar biasa
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
mantul ceritanya 👍🏻👍🏻👍🏻
fatimatus zahro
sam kq bego tenan seh sebel aqw.. pernh aqw tuh cinta bgt sm cow.. tp yh gg sebego sam.. aqw tegesin diri.. kalo aqw mw bahgiain diri itu pntg bukn bahagian org lain..
fatimatus zahro
sumpah ini kerakter cowx ter ter pokokx.. gg tegas mbulettttt ae n gg jelas.. aslix bagus in novel.. cuma kurang mateng aja.
Zhafira Ndriani
menarik sekali cerita nya
Maya Sari Niken
bnyak yg ga masuk akal,resa ttp mmksa sam bertahan sama istri yg begitu,kedua sam kurang tegas
pokoknya serba ga masuk akal
Nori Hapsah: /Grin//Grin//Grin/ biar rame
total 1 replies
Maya Sari Niken
terganggu dg kata2 merengek
seolah2 semua org suka merengek
bukannya merengek itu bearti seperti manja
Oktavia
yg terlantar cuma anak vania, kok penylis tega bgt ya ? resa jadi perawat anak vania… enak di dia nanti suatu saat bisa aja datang
Oktavia
enak bgt si vania anaknya di rawat tesa nanti. emang baby sitter
Oktavia
alasan tapi kamar ga pernah di kunci. emang tesa juga sengaja
Oktavia
resa cuma cadangan ya ? egois bgt, ingin bahagia sendiri dan lebih utama vania. kasihan resa
Maya Kurnia
Sam trllu BuCin... jd bersikap sangat BODOH
Bagus Slayer
lanjut thorrr
Amelia Syharlla
ceritanya bagus banget Thor aku suka semangat thor untuk karya barumu❤️❤️❤️❤️🌟🌟🌟🌟🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!