NovelToon NovelToon
Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Amy Larahati

Kisah seorang lelaki yang baik hati "Tuan Sempurna" menolong seorang wanita korban pemerkosaan yang hampir bunuh diri. Akhirnya ia menjadi suami pura-pura wanita itu untuk membohongi ibu sang wanita. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Namun saling mengingkari rasa. Dan setelah berbagai ujian menerpa, akhirnya mereka bisa bersatu.

Tahap Revisi
Maaf jika kurang nyambung. Saya akan segera menyelesaikannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amy Larahati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pernikahan yang Tiba-tiba

"Sayang, aku mohon kamu jangan gugurkan kandungan kamu. Please jaga anak kita. Aku akan rela melepaskan kamu untuk menikah dengan Ray. Asal kamu jangan membuang anak kita." Lelaki itu memohon, merendahkan harga dirinya di depan wanita yang sangat ia cintai. Sekarang semenjak bayi itu hadir, rasa cintanya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Ya, dulu ia berhubungan intim dengan Aurel hanya karena nafsu semata. Namun kini Ia sangat mencintai kekasihnya beserta bayi mereka pula. Ia rela melepaskan kekasihnya untuk menikah dengan orang lain, asalkan bayi buah cinta mereka berdua selamat.

"Aku lelah Ren, aku tak mau mengandung anak sialan ini," jawab Aurel frustasi.

"Aurel! Jangan keterlaluan! Bayi itu adalah bukti bahwa aku mencintaimu, bukti percintaan kita. Jangan pernah mengatakan dia sebagai anak sialan!" bentak Reno.

"Kamu tahu tidak? Kalau Ray tahu aku mengandung anak orang lain, dia tak segan-segan membuangku. Dan apakah kamu tahu sebutan untuk anak di luar nikah? ANAK HARAM" teriak Aurel marah. Reno membelalakkan matanya mendengar makian keji Aurel.

"Aurel jaga mulutmu!" teriak Reno yang sudah hilang kesabaran.

"Dan aku nggak akan melepas tambang emas di depan mata demi kamu dan bayi sialan ini. Asal kamu tahu, aku sangat mencintainya dan hanya akan menikah dengannya bukan kamu," ucap Aurel sombong, masih dengan nada yang tinggi.

"Kalau kamu mencintai Ray, kenapa kamu bercinta denganku? Kenapa kau mendesahkan namaku disetiap percintaan panas kita?" tanya Reno dengan emosi yang memuncak. Mendengar ibu dari bayinya sendiri mengatakan janin tak berdosa itu dengan sebutan anak haram, membuatnya ingin sekali menampar wajah Aurel. Tapi ia mencoba tetap bersabar, ia tahu benar sifat Aurel yang tak pernah main-main dengan perkataannya. Ia takut Aurel tak segan-segan menggugurkan kandungannya.

"Kamu?" tunjuk Aurel di depan dada Reno.

"Hanya pelampiasan nafsuku saja. Apa kamu mengira aku akan menikah dengan seorang fotografer yang tak jelas masa depannya? Tentu aku memilih Ray yang sudah jelas mapan. Dan aku mengenal dia sudah 7 tahun lebih. Aku mengenal Ray luar dan dalam, dari dulu Ray mencintaiku dan menjadi budak cintaku. Aku tak akan pernah melepaskan kesempatan untuk mendapatkan cinta dari orang sehebat Ray. Yang akan memberikan semua yang aku inginkan," kata Aurel semakin sombong.

"Memang benar bisnis Ray sekarang masih skala kecil. Tapi tak masalah, karena neneknya mempunyai harta yang tak akan habis tujuh turunan. Dan aku, Aurel Putri tak perlu khawatir akan pernah kekurangan materi," imbuh Aurel kemudian tertawa terbahak-bahak.

Tangan Reno mengepal erat, sehingga otot di tangannya menegang. Sungguh ia marah mendengar wanita yang Ia cintai hanya menganggapnya sebagai pelampiasan semata. Apalagi Aurel merendahkan harga dirinya sebagai lelaki, dengan membandingkan dirinya dengan Ray. Namun ia mencoba menahan rasa marahnya.

"Sayang, aku janji kalau kamu mau menikah denganku aku tak akan membiarkan kalian hidup kekurangan. Akan aku pastikan kalian selalu hidup berkecukupan dan bahagia," bujuk Reno. Ia mencoba mengusap lengan Aurel berharap kemarahan kekasihnya akan mereda.

"Hahaahaha ...." Aurel tertawa menakutkan.

"Kamu pikir pekerjaan kamu ini mampu untuk mencukupi kebutuhanku? Kamu sendiri tahu kan? Aku selalu pakai barang-barang branded." Ia menjeda kalimatnya sebentar, "berkecukupan dan bahagia ya? Berkecukupan bagiku adalah bergelimang harta dan hidup dalam kemewahan. Sedangkan bahagia menurutku bahagia karena hidup bak seorang ratu. KAMU tak kan pernah bisa memberikan itu semua," ucap Aurel tajam tanpa memikirkan perasaan Reno.

"Ya, ya ... aku tahu sayang, tapi aku benar-benar memohon sama kamu. Tolong ... jangan pernah gugurkan bayi ini, dia tak bersalah. Dan dia layak untuk lahir kedunia," bujuk Reno lembut tak kenal lelah. Ia memilih mengalah walaupun hatinya tercabik.

"Akan aku pikirkan," jawab Aurel sinis.

"Tergantung sama sikap kamu dan usaha kamu membantu aku bersatu dengan Ray. Kalau kamu sekali saja berani membeberkan rahasia ini. Atau kamu menghalangi aku menikah dengan Ray, jangan harap aku mau melahirkan anakmu ini," ancam Aurel.

Reno tertunduk pilu mengingat semua perkataan Aurel yang dari awal sampai akhir berisi hinaan dan cercaan untuk dirinya dan bayinya. Sakit hati ia mendapat ancaman dari Aurel seperti itu. Ia merutuki dirinya sendiri, yang seperti pengecut tak bisa berbuat apapun.

*T*ing tong ting tong

Bunyi bel pintu rumah membuyarkan kesedihan Reno.

"Heh, kamu tuli? Buka sana pintunya!" perintah Aurel kasar seolah dia seorang bos.

Reno yang seperti seorang kacung menurut saja diperintah oleh Aurel. Ia melangkah ke depan membuka pintu untuk tamu. Ketika pintu terbuka lebar ia terkejut dengan apa yang dilihatnya di depan.

"SURPRISE ...." teriak Ray bahagia setelah pintu dibuka. Ditangannya membawa sebuket bunga mawar merah, dengan senyum manis menghias wajah tampannya. Namun senyum yang tadi mengembang dibibirnya hilang seketika, kala yang membuka pintu itu adalah seorang laki-laki.

Reno hanya bisa mematung tak berkata apapun melihat yang berdiri di depan pintu adalah calon tunangan Aurel. Ray hanya memandang Reno dari atas sampai bawah seakan-akan tengah menilai laki-laki di depannya itu.

"Lama banget sih, buka pintu saja nggak becus, "omel Aurel dengan wajah cemberut. Entah mengapa ia sangat benci dan kesal pada Reno, ayah bayinya selalu membuatnya ingin mengamuk.

"Oh my god. Sayang ...." Aurel menghambur memeluk Ray dan menghiraukan keberadaan Reno.

"Sayang, dia siapa?" tanya Ray curiga setelah mereka melepas pelukan.

"Ah, saya hanya partner kerja Aurel. Perkenalkan saya Reno," Reno mengulurkan tangan pada Ray.

"Rayga, calon tunangan Aurel," Ray menyambut uluran tangan Reno.

"Okay, silahkan masuk. Saya permisi dulu, " Reno melangkah keluar dari apartemen Aurel.

"Aneh, rekan kerja datang sepagi ini? Pakaiannya pun bukan pakaian formal?" batin Ray.

"Sayang, mari masuk," ajak Aurel manja. Tak henti ia bergelayut di lengan Ray. Ray yang terpaku sebentar karena mencurigai Reno, akhirnya menurut masuk dan kemudian mendudukkan diri di sofa ruang tamu Aurel.

"Sayang, kenapa datang nggak bilang-bilang? Jadi Aurel tak sempat masak. Mas Ray sudah sarapan belum? Sayang sekali tak ada bahan makanan disini," kata Aurel dengan riang. Sangat jauh berbeda ketika ia berbicara dengan Reno.

"Kan suprise sayang. Kalau Mas bilang-bilang bukan surprise namanya. Tadi Mas sudah sarapan dengan Oma," jawab Ray datar. Di dalam pikirannya masih penasaran dengan laki-laki yang bertamu ke rumah Aurel dengan baju santai dan pagi-pagi sekali sudah bertamu ke rumah orang.

"Mas, kapan pulang ke Bandung?" tanya Aurel ceria.

"Kemarin sore, tapi karena lelah akhirnya Mas memutuskan hari ini saja menemuimu," jawab Ray seraya merapikan poni rambut kekasihnya yang menutupi mata Aurel.

"Mas ... Mas Ray nggak usah kembali ke Jakarta ya?" pinta Aurel dengan manja.

"Kenapa?" tanya Ray heran.

"Bagaimana kalau kita langsung menikah saja? Pertunangannya secara simbolik saja tidak perlu diadakan pesta. Setelah itu sebulan lagi kita langsung menikah secara sederhana saja." Aurel menjelaskan dengan tersenyum. Dalam hati ia berharap Ray tidak akan curiga kepadanya.

"Bukannya kamu bilang belum mau menikah dalam waktu dekat ini ya? Katanya mau menikmati profesi sebagai model dulu? Terus kamu bilang ingin pesta pertunangan dan pernikahan yang mewah? Agar semua orang tahu?" tanya Ray keheranan.

"Emm, iya sih, tapi Aurel pikir umur kita juga sudah matang. Daripada nanti Mas Ray direbut perempuan lain. Yang rugi aku kan? Lagipula, Aurel tak sabar punya anak dengan Mas Ray. Pernikahan lebih baik sederhana. tak perlu buang-buang uang," kata Aurel mencoba meyakinkan Ray.

"Hmmm, baiklah nanti coba Mas bicara sama Oma dulu ya?" kata Ray setelah menimbang sebentar.

Ray pikir rencana pertunangan dan pernikahannya dengan Aurel terlalu terburu-buru.Tapi ia tidak ingin kehilangan wanita yang sudah dipacarinya selama empat

tahun itu. Ia sedikit khawatir dengan reaksi Oma yang sepertinya tidak terlalu menyukai kekasihnya. Tapi perkataan Aurel yang menyuruhnya untuk tidak kembali ke Jakarta, lebih membuatnya gundah gulana dan gelisah. Membuat pikirannya tertuju lagi pada nama seorang perempuan yang akhir-akhir ini mengisi hari-harinya.

1
Sri Indrauanti
Lanjut dong mbak, penasaran nih
Imas Adlya Ardhani
kan bisa nanya kepihak kampus alamat Medinah pasti adakan biodatanya
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Heni Rohaeni
lanjutkan thor
Jane Kumois
lanjut
Francisca Icah
up
Nur Cahayani
hebat kamu thor, bisa membolak balik kan hati aku ini😭😭😁😁😁
Nur Cahayani
kemangis, membayang kan,,,, kau bersanding dengan wanita ular itu mas ray😭😭😭😭
qtine
tanda tanda kebucinan😊
Nurkamila
🖕🖕🖕saya setuju bgt SM Oma...
Nurkamila
kenapa me ga keguguran aja si ya...
biar dia bs jodoh SM tuan sempurna...dn ga d kejar" ayah nya Gibran lg.
Nurkamila
wah keren...Oma...👍👍👍
Suwati 59
lg nyimak lanjut....
Siska Feranika
Aq setuju......
Siska Feranika
nyimak...
Siska Feranika
Lanjut baca.....
Syofie Yenti
mari kita baca
Harmida Syahril
😭😭😭😭😔😔😔
Liliani latif
simpan di rak buku dulu!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!