Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 - Bangkaii
Saat Lucas tiba di kantor dia pun tak lepas dari kejaran para awak media. Namun Lucas tidak memberikan tanggapan sedikit pun. Lagipula tentang semua masalah ini kemarin telah diselesaikan oleh sang ibu.
Mama Sonya meyakinkan para investor bahwa pernikahan Zen dan Rachel tak akan mempengaruhi kinerja perusahaan.
Sejak pagi tadi semua pemberitaan di media selalu membicarakan tentang keluarga Wallace. Para pakar mulai menerawang bagaimana nasib karir Zen saat ini.
Sebab menikahi wanita yang biasa-biasa saja, mulai membandingkan bagaimana jika nanti Lucas menikah dengan seorang nona muda, jelas nama Lucas lah yang lebih dipertimbangkan untuk jadi pemimpin Wallace Kingdom.
Dan disaat semua orang sibuk membicarakan tentang pernikahannya. Zen dan Rachel akhirnya bertemu dengan mantan polisi penyidik kasus tentang meninggalnya kedua orang tua Zen.
Kini beliau tidak lagi bekerja di kepolisian. Semenjak kasus itu ditutup tiba-tiba dia mendapatkan surat pemberhentian.
Karena itulah saat Zen memintanya untuk bertemu dia langsung setuju, ingin tahu pula sebenarnya apa yang terjadi dalam kasus tersebut. Kenapa dia pun jadi korban di dalamnya.
"Racun yang digunakan dalam teh itu adalah racun sianida. Namun dalam penyelidikan akhir mengatakan bahwa kedua orang tuamu dengan sengaja meminum racun itu bersama. Hingga kasus ini dianggap sebagai kasus bunuh diri," jelas pak Willy, karena itu pulalah kasus diberhentikan secara mendadak.
"Padahal di tempat kejadian perkara tidak ditemukan botol sianida, kedua orang tuamu tidak memiliki benda berbahaya itu. Teh itu jelas kiriman orang lain. Tapi hanya sebatas ini saja yang aku tau," timpal pak Willy pula.
"Akan sulit jika kembali membuka kasus ini di kepolisian, apalagi waktu sudah berlalu sangat lama. Setidaknya harus menemukan 1 bukti kuat agar kasus ini kembali naik ke pengadilan," ucapnya lagi dan membuat Zen serta Rachel hanya mampu membuang nafas secara perlahan, menandakan kekecewaan dan rasa putus asa.
Rachel bahkan tanpa sadar menarik tangan Zen untuk dia genggam erat, jujur saja Rachel merasa iba.
Selama ini dia pikir Zen bersenang-senang, tapi ternyata justru terbelenggu dengan banyak masalah.
"Pelakunya tidak mungkin orang luar, pasti penghuni mansion keluarga Wallace," ucap pak Willy kemudian. Mereka tak bisa bertemu lama-lama, setelah selesai pembicaraan itu pak Willy pun pamit pergi. Dia menggunakan topi hitam untuk menutupi sebagian wajahnya.
Namun ketika meninggalkan ruangan sang CEO, pak Willy tidak sadar jika Lucas mengenalinya.
Kedatangan pria itu ke gedung ini tentu membuat Lucas tersentak.
'Pak Willy, kenapa dia mendatangi Zen,' batin Lucas. Mulai bertanya-tanya dengan pemikiran yang kusut.
Dia urung menemui sang kakak di ruangan pria itu, Lucas jadi menjauh dan menghubungi sang ibu untuk melaporkan semua yang dia lihat.
"Ma, aku melihat pak Willy keluar dari ruang kerja Zen. Zen pasti ingin kembali menyelidiki tentang kasus kedua orang tuanya," ucap Lucas.
Mama Sonya di ujung sana sontak mendelik, sudah dia duga Zen akan mengambil tindakan seperti ini. Apalagi setelah anak itu menggagalkan pernikahannya dengan Amanda. Gelagat berontak yang tunjukkan Zen dengan terang-terangan.
"Kamu harus tenang Luc, bersikaplah seolah tidak tahu apa-apa," balas mama Sonya dan Lucas langsung mengangguk patuh.
"Baik Ma," jawab Lucas kemudian.
Setelah panggilan itu putus Lucas hanya mampu membuang nafasnya dengan kasar, serapat apapun mereka menyimpan bangkaii pada akhirnya akan terhendus juga.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua