NovelToon NovelToon
Dinikahi Mantan Kakak Ipar

Dinikahi Mantan Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Janda / Konflik etika / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:63.2k
Nilai: 5
Nama Author: Almira nur habibah

Aku awalnya tidak tau jika dia adalah mantan kakak IPARKU, aku pikir dia hanya mirip dengan mantan suamiku, dan ternyata prediksi ku benar, dia kakak kandungnya lebih tepatnya kakak kembarnya. Alea Rosa

Setelah sekian lama aku menunggu dan mencari-carinya, ternyata ia adalah mantan adik ipar ku sendiri, kali ini aku tidak akan melepaskannya lagi. Sudah cukup aku menahan gejolak perasaan ini,akan aku ikat dia dengan pesonaku sendiri dan akan ku nikahi dia setelah dia move on dari mantannya yang tak lain adik kembarku sendiri. Alka Putra Aqlan Gundono.

nb. Di baca dari awal dulu sebelum memutuskan berhenti membaca, sebab ini cerita awal mula Alea kenal dengan Alga sebelum kenal dengan Alka kakaknya.
Bab 1-20an part Alea Alga lalu selanjutnya pertemuan kembali Alea dan Alka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Mata Alga tidak pernah lepas dari pandangannya untuk melihat setiap kegiatan Alea, mendadak ia terkejut saat Alea menatapnya, ia segera menundukkan kepalanya dan melanjutkan makannya dengan gugup.

"Pak bos." Panggilnya yang berhasil membuat Alga tersedak.

"Uhuk... Uhuk....," dengan sigap Alea mengambilkan air putih.

Alga segera meminumnya.

"Aku pergi dulu."

"Kemana, aku antar ya. Hari ini aku libur." Menawarkan diri dengan penuh semangat dan ceria.

"Tidak perlu," dingin dan melanjutkan langkahnya.

"Please, aku mohon. Jangan tolak ya, satu kali ini saja."

"Tidak, jangan membuatku susah pak bos,"

"Aku tidak akan menyusahkan kamu Alea, biarkan aku mengantarmu, satu kali ini ya. Sebab besok lusa kontrak pernikahan kita selesai."

Perkataan yang keluar dari mulut Alga membuat hati Alea berdenyut nyeri, sakit tak berdarah namun terus saja berulang.

"Lepas." Menyentaknya dengan keras namun hasilnya nihil, tenaga Alga jauh lebih besar.

"Tidak akan, sebelum kamu mengizinkan aku untuk mengantarmu hari ini," ngeyel.

"Aku tidak mau ada kesalahpahaman, apalagi sampai membuat calon istrimu terluka. Aku tidak mau menjadi jahat seperti calon istrimu." Menyentaknya dengan keras.

Akhirnya tangan Alea terlepas dari cengkraman tangan Alga.

Alga berusaha mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Alea barusan, apa maksud dari perkataannya tadi?

Tapi tetap saja, di mata Alga. Yasmin tidak salah, toh dari awal pernikahan tidak ada cinta dan surat kontrak selama 3 bulan itu juga jelas-jelas tertulis tidak adanya perasaan.

Kini Alea sudah berdandan, ia sengaja dandan cantik sebab hanya cara seperti ini saja untuk meluluhkan hati yang tak pernah menyimpan perasaan untuknya.

Alga masih mengamati kamar yang di gunakan Alea selama 2 bulan lebih itu, berharap pemilik kamar itu mau segera keluar. Bagaimana pun caranya ia akan tetap mengantar Alea kemanapun ia pergi, tanpa adanya penolakan dari mulutnya.

Sebab masih ada ikatan pernikahan, lagi pula Alga juga belum pernah menginjakkan kakinya ke gedung pengadilan agama untuk mengurus keperluan perceraiannya dengan Alea, jadi masih ada hak meski kata talak tiga belum terucap dari mulutnya.

Setelah berdandan ia keluar dari kamarnya sambil berdoa semoga Alga tidak ada di rumah dan pergi.

Deg.

Ternyata tebakan dan harapan Alea tidak sesuai doanya barusan, justru Alga terpampang nyata tidak jauh dari kamarnya dan yang lebih sialnya lagi ternyata laki-laki itu menunggunya.

"Aku menunggumu, ayo aku antarkan." Meraih tangannya tanpa menunggu persetujuan Alea.

Meski ia merasa tidak nyaman saat Alga terus menggenggam tangannya namun ia tahan, ini adalah kenang-kenangan terakhir kalinya bersama Alga.

'Tidak apa-apa Alea, dia masih suamimu. Ia juga belum mengikrarkan talak tiga nya untukmu.' Menatap sekilas sebelum ia kembali menatap ke arah luar kaca mobil.

"Em sorry, tapi biarkan aku menggenggam nya untuk hari ini." Sambil fokus menyetir.

Hening seperti tidak ada kehidupan, mereka berdua berselancar dalam angan-angannya sendiri.

"Em, sebenarnya aku harus mengantarmu kemana? Sedari tadi hanya keliling-keliling kota saja?"

Alea yang tersadar barulah berbicara, ia juga hampir lupa bahwa dirinya ada janjian dengan seseorang yang telah mencarikannya rumah sederhana.

"Ke jalan mawar gang dua lalu belok kiri, muat ko mobil besar kamu masuk." Ucap Alea teras tidak asing dengan alamat rumah itu.

"Kamu beli rumah?" Tebakannya sambil menatap Alea.

Alea tentu saja mengangguk senang, sebab sebentar lagi dirinya akan menjadi ratu satu-satunya di rumahnya sendiri, meski uangnya dari Alga.

"Iya!" Singkat namun penuh keceriaan.

"Kenapa tidak bilang dengan aku dulu sih Alea?" Kesal bercampur amarah.

"Eh, kenapa harus izin. Bukannya pak bos menyuruh ku untuk menghabiskan uangmu, jika kurang aku tinggal minta, jadi ... Ya terserah aku dong uangnya buat apa. Lagian ya pak bos bukannya pak bos sendiri yang menyuruhku untuk menghabiskan uang-uang itu dan tidak mencampuri kehidupan masing-masing!" Merenggut.

Alga menepuk jidatnya, ia lupa jika pernah berkata demikian pada Alea. Di tambah lagi Alea bukan wanita bodo* yang akan menyia-nyiakan kesempatan besar.

"Sorry, aku lupa." Cicitnya lirih kemudian ia mengarahkan mobilnya masuk ke sebuah gang yang lumayan lebar, tidak hanya mobil bisa masuk sepertinya truk besar juga muat.

Sesampainya di rumah yang terlihat rapi dan bersih kini dua insan yang saling beriringan saat berjalan mulai masuk ke pekarangan rumah, mobil Alga sengaja tidak di masukkan ke halaman rumah.

Seorang laki-laki berperawakan tinggi menyambut kedatangan Alea.

"Mbak Alea, ini?" Mengisyaratkan dengan mata.

"Oh ini, teman saya pak!" Jawabnya tanpa ragu.

Entah mengapa Alga tidak suka jika Alea menyebutkan dirinya hanya teman.

"Saya kira suami mbak Alea, oh ya mbk ... mas ... silahkan duduk dulu." Mempersilahkan Alea dan Alga untuk duduk dengan sopan.

Dengan sigap bapak-bapak tersebut mengambilkan air minum, pak Candra hanya hidup seorang diri,ia menjual rumahnya karena permintaan dari anak-anak nya dan mereka akan merawat pak Candra secara bergantian agar mereka merasakan hidup dengan merawat orang tuanya yang tinggal pak Candra saja.

Pembicaraan antara jual beli telah terjadi, ada saksi-saksi dari pihak perangkat desa setempat dan juga anak-anak nya pak Candra melalui sambungan video call.

Usai terjadi transaksi jual beli, pak Candra banyak cerita tentang ini itu termasuk kisahnya dulu bertemu dengan sang istri dengan cara tak sengaja, ternyata pak Candra menabrak istrinya tanpa sengaja sampai istrinya masuk rumah sakit untuk perawatan intensif, banyak luka sampai tak sadarkan diri. Tak terasa mendengar cerita pak Candra sampai jam hampir sore.

"Sepertinya anak-anak ku sudah datang." Melihat mobil berhenti tepat di belakang mobil Alga.

Ternyata anak-anaknya pak Candra telah datang dan menyambut orangtuanya dengan penuh suka cita, Alea sampai terharu melihatnya, ia belum pernah merasakan kehangatan yang namanya keluarga.

"Alea." Alga berdiri di samping Alea.

Sedangkan Alea hanya diam tanpa menjawab panggilan Alga. Kemudian ia memilih masuk ke dalam rumah tersebut dan melanjutkan untuk melihat-lihat seluruh isi rumah pak Candra, meski sudah melihat untuk yang kesekian kalinya, ia tetap saja merasa terkagum-kagum dengan bangunan sederhana namun banyak keunikannya.

"Alea ... ." Terus saja Alga mengekori nya.

Alea mulai risih dengan Alga yang terus-menerus begini.

"Pak bos, stop ya. Meski kita masih ada ikatan pernikahan kontrak, tapi sebaiknya pak bos pulang saja, selain itu, koper akan aku ambil besok ya pak bos. Pak bos tenang saja, aku akan pergi sambil menunggu pak bos mengucapkan talak untukku, aku sudah siap pak bos," tegasnya.

"Oh ya satu lagi, pak bos jangan seperti ini. Aku tidak mau di sebut sebagai pelako* dan merusak kebahagiaan orang yang akan menikah," sambungnya lalu menutup pintu dan masuk ke dalam kamar yang isinya telah kosong sebelumnya.

Lama-lama juga jengkel dengan sikap yang Alga tunjukkan, kenapa hari demi hari sikap plin plan nya semakin menjadi-jadi. Di tambah lagi keanehan-keanehan yang Alga tunjukkan, kenapa tidak dari awal saja sikap baik dan perhatiannya ia tunjukkan, bukan saat ini saat hubungannya sudah di ujung tanduk.

Lidah Alga terasa kaku, ia ingin menyangkal atau apapun itu tidak bisa lagi. Ia kemudian menyambar kunci mobil yang ia letakkan di atas meja.

"Aku akan kembali nanti malam." Sebelum pergi.

BERSAMBUNG.

1
sri rahayu rahayu
Luar biasa
Kusdianti Vika
Buruk
Micuu
mantap
Elizabeth Jack
bagus la alka syg aleya jgn sia2 kn alia alka
Putri Chaniago
g asik Alka kalah gesit, lihai n kalah cerdik dari adiknya Alga
Putri Chaniago
masa Nathan kalah pintar dari anaknya Alga
Putri Chaniago
jgn sampai niat jahatnya Alga kesampaian thor
Jumiah
lanjut thor
Jumiah
lanjut thor seru bangat ak suka
cerita nya ,ok bangat
Jumiah
lanjut thor jangan lm lm
COLECTOR COGAN🤩😂: siap kak, sudah otw update lagi ya kak, terimakasih
total 1 replies
Sweety
mampir kakak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!