NovelToon NovelToon
Arkabian

Arkabian

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ejubestie

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Namun bagaimana jika seseorang di tuntut untuk selalu sempurna?

Arkabian Selat Muara. Ketua besar dari ALTARES Gang. Laki-laki yang memiliki paras hampir sempurna di SMANBA. Hal yang paling tidak ia sukai adalah, ada orang yang mengusik kehidupannya.


**

"Menurut lo cinta itu apa?"

"Cinta itu luka, cinta itu sakit. Dunia itu jahat Lun, kita dipertemukan oleh semesta tapi tidak ditakdirkan bersama."

Akankah kehadiran seseorang mampu membuat Arka berubah? Yuk baca dan pergi ke dunia Arka»

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ejubestie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Bu Bos

Saat jam istirahat Luna berniat pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam. Dirinya memang hobi membaca bahkan kadang cewek itu bisa seharian berada dikamar dengan buku-buku kesayangannya.

"Mau ikut nggak?"

"Nggak deh, gue mau ke kantin laper. Gue lebih seneng liatin makanan dari pada liatin buku," jawab Nara yang sudah membereskan alat tulisannya

"Ya udah kalau nggak mau."

Luna akhirnya berjalan sendiri menuju perpustakaan, Nara memang sama sekali tidak tertarik dengan buku. Nara lebih tertarik dengan semacam bela diri, oh dan ya karena kesukaannya itu Nara jadi dekat dengan Nisa karena Mereka sama-sama suka berkelahi.

"Awh," Luna meringis karena seseorang tiba-tiba menabraknya dari arah belakang.

"Maaf ya, lo nggak papa?" Tanya cowok itu berjongkok lalu memastikan Luna baik-baik aja

"Nggak papa kok kak," jawab Luna. Cowok itu mengangguk lalu membereskan beberapa buku yang lumayan banyak.

"Mau ke perpustakaan ya kak?" Tanya Luna

"Iya mau ngembaliin buku."

"Kalau gitu sini gue bantuin." Luna merebut paksa beberapa buku ditangannya lalu berjalan lebih dulu

"Nggak usah itu berat."

"Pamali nolak bantuan kak Gilang," ucap Luna yang melihat Gilang akan mengambil buku itu kembali.

Gilang hanya pasrah melihat itu semua. Jadi mereka berjalan beriringan menuju perpustakaan. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus mengawasi mereka sedari tadi. Setelah membantu Gilang dengan buku-bukunya Luna sekarang berada di kantin membeli bakso favoritnya.

"Kurang pedas," gumamnya, lalu Luna mengambil sambel beberapa sendok hingga kuah bakso itu benar-benar merah.

Luna kembali mencicipinya. "Nah ini baru enak."

Luna memang jagoan makan pedas, lihatlah mukanya merah dengan keringat yang bercucuran. Luna lupa tidak membeli air minum tadi. Saat dirinya hendak berdiri seseorang datang dan menyodorkan satu botol minuman.

"Buat lo, sebagai tanda terimakasih gue." Lalu cowok itu ikut duduk di depan Luna.

Karena merasa sangat pedas, Luna langsung meminum air itu sampai habis setengah.

"Makasih kak."

"Lo makan nggak sakit perut apa? Itu cabe semua loh." Herannya, pasalnya bakso Luna membuat siapa saja yang melihatnya ngeri. Mungkin Luna memakai semua sambel yang berada diwadahnya.

"Nggak. Kak Gilang mau coba?'' tanya Luna menyodorkan mangkuk bakso miliknya.

"Nggak nggak, yang ada gue sakit perut."

Luna kembali menyantap baksonya sampai habis. Gilang benar-benar tak habis fikir dengan adik kelasnya yang satu ini. Apakah perutnya tidak akan meledak nanti?

Luna yang merasa diperhatikan terus menerus merasa risih, akhirnya ia memulai percakapan lagi.

"Kak Gilang nggak makan?''

"Nggak."

"Nggak laper emangnya?"

"Nggak."

"Emang nanti—"

"Ih bawel banget si," karena gemas Gilang mencubit pipi Luna yang berisi. Luna yang mendapatkan perlakuan seperti itu diam membeku tidak tahu harus melakukan apa.

"Lo jangan pernah ninggalin Arka ya." Itu kalian yang keluar dari Gilang setelah beberapa menit mereka terdiam

"Hah?" beo Luna

"Arka itu lemah jika lo mau tau, Lun. Dia membutuhkan support dari seseorang. Gue nggak bisa ngelakuin itu semua, justru gue yang ngambil semua kebahagian yang Arka punya."

Luna menatap Gilang yang tengah menunduk didepannya. Luna tidak tahu ada apa dengan Arka dan Gilang, yang Luna tahu memang hubungan mereka tidak baik-baik saja.

"Bentar lagi gue ujian dan lulus, gue nggak bisa terus mantau dia. Gue mau tanggung jawab ini buat lo, Luna." Jelas Gilang menatap Luna penuh harap.

Saat Arka membuat masalah disekolah Gilang memang selalu menutupinya. Karena ia sangat menyayangi adiknya, Gilang paham kenapa Arka justru membencinya.

Gilang telah merebut semua kasih sayang dari orang tuanya, tapi ini yang terbaik buat Arka. Gilang nggak mau Arka tertekan jika berada diposisi nya.

"Gue tau sekarang lo pasti bingung. Seiring berjalannya waktu pasti lo paham kok." Gilang menepuk pundak Luna lalu berdiri meninggalkan Luna dengan kebingungannya.

...*****...

"Gue mau nanti pas pernikahan gue semuanya serba pink,"

Nara bercerita tentang dirinya yang akan menikah dengan laki-laki idamannya. Luna hanya tak habis pikir, Nara yang jago pencak silat dan sedikit tomboy begitu menyukai warna pink.

"Emang siapa aja yang di undang?" Tanya Luna

"Paling keluarga terdekat aja si, Lun. Gue 'kan masih sekolah, gue mau private dulu."

Luna menganggukkan kepalanya paham. Lalu dengan tiba-tiba Nisa datang dan menarik tangannya.

"Eh Nisa, kenapa?" Tanya Luna bingung

"Buruan ikut gue ke kelas Arka. Oh iya khusus lo sama Nara panggil gue Ica okeh." Nisa kembali menarik Luna dengan paksa. Khusus mereka yang Nisa percaya yang diperbolehkan memanggil nya dengan sebutan 'Ica'

"Emang Arka kenapa?" Tanya Luna sepanjang jalan

"Nanti juga lo tau."

Saat mereka sampai dikelas 11 IPS 1 inti ALTARES sudah berada disana duduk memutar. Disamping Arka terdapat bangku kosong yang memang untuk Luna hari ini. Nisa memaksa Luna untuk duduk disana.

"Hallo buket," itu suara Razi

"Buket bunga, Zi?" Tanya karlo

"Buket itu singkatan buat ibu ketua kita."

"Jelek banget singkatan lo." Sekarang Okta ikut berkomentar

"Emang yang bagus menurut lo apa Okta?" Tanya Devano cowok yang memberi aura positif bagi siapa saja yang dekat dengannya.

"Mungkin Bu cantik, bidadari, malaikat, terus—" ucapakan Okta terhenti karena mendapatkan tatapan tajam dari Arka.

"Haha mampus lo, Ta. Punya Arka diganggu, lihat tuh pawangnya." Tawa Razi

Luna hanya tersenyum kikuk. Walaupun mereka sudah pernah bertemu namun tetap saja ia merasa canggung duduk diantara mereka.

"Kita langsung ke intinya saja, Ka." Itu suara Alga. Untung saja Alga mengerti apa yang Luna rasakan. Ingin rasanya Luna pergi dari sini sekarang juga.

"Bokap gue mau bikin pesta ulang tahun buat gue, jadi gue minta kalian buat undang semua teman kita termasuk semua anggota ALTARES," jelas Arka

"Asikk makan-makan." Karlo cowok itu sangat senang jika mendengar sesuatu yang berhubungan dengan makanan.

"Satu sekolah lo undang juga, Ka? Tanya Devano

"Nggak, cukup beberapa orang yang penting saja."

Devano dan yang lainnya menganggukan kepalanya paham, sedangkan Luna ingin berbicara sesuatu namun sangat sulit di ucapkan.

"Kenapa?" Tanya Arka yang merasakan ada yang aneh pada gadis itu. "Mau ngomong tinggal ngomong."

"Eh a-anu gue ikut datang nggak ya?" Tanya Luna ragu. Bisa Luna lihat Arka menaikan alisnya seolah berkata 'pertanyaan macam apa itu?'

"Lo itu pacar gue, Una. Jadi itu wajib gue nggak menerima penolakan dengan alasan apapun." Jawab Arka sedikit menekan kata 'pacar'

"Luna, lagian lo itu sekarang bu bos kita. Jadi sekarang lo juga bagian dari kita semua." Ucap Karlo

"Iya deh gue usahain buat datang." Luna tersenyum ragu. Sekarang ALTARES sedang mencatat beberapa orang yang akan diundang oleh Arka.

Ada sebagian dari mereka yang mengurus dekor dan kueh nya. Luna hendak membantu namun itu tidak diperbolehkan oleh Arka, katanya takut jika Luna akan kelelahan nanti.

Tiba-tiba Arka mengikis jarak dengan menarik pinggang Luna dan membisikkan sesuatu yang membuat jantungnya tidak aman.

"Lo sekarang milik gue. Gue akan marah jika lo berdekatan dengan cowok lain selain ALTARES!"

1
PORREN46R
keren ceritanya semangat terus ya author
Nuhume
Ninggalin jejak dulu, yuk saling dukung🌻🌻🌻
𝓂𝒶𝓎𝓊𝓂𝒾 𝓈𝒶𝒾 🌷
semangat yahh Ica 😔💐
Criss Cross
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
Ejubestie: Hihi makasih loh udah mau mampir baca🤭 Semangat nulisnya ya, kita belajar sama-sama.
total 1 replies
Fumiko Sora
ada masalah apa tuh si Arka, sampai2 nyerang & ngatain Luna kek gitu? hmmmm.. cowok kok kasar sama cewek. banci itu namanya😌
Fumiko Sora
di pikiranku Arka ini tipe cowok yang dingin-dingin gitu kayaknya 😆


semangat kak... ☺
SnowySecret
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
Ejubestie: makasih ya udah mau baca🥰
total 1 replies
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya kak, bila akak ad waktu lebih alias waktu luang mampir yuk ke cerita aku berjudul "Cinta Yang Diawali Dengan Permen" terimakasih💪💪
Bintang Ray234🌸🌸: Onaji Nakama(sama-sama kak)🌸🌸
total 2 replies
Bintang Ray234🌸🌸
Wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!