NovelToon NovelToon
Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Miss.MH

Arisha Alfatunisa (Nisa), Nisa dan dan suaminya yaitu Niko Pratama (Niko), sudah menjalani rumah tangga selama 5 tahun tetapi mereka juga belum di karuniai seorang anak berbagai cara telah mereka lakukan tetapi juga belum membuahkan hasil sampai akhirnya mama Erina sang ibu mertua menganggap kalau Nisa itu mandul.

Nisa yang dari awal memang sudah tidak di sukai oleh ibu mertuanya sudah biasa mendapat omongan pedas tetapi hatinya bagai di hantam oleh batu ketika sang ibu mertua meminta suaminya untuk menikah lagi, dan yang lebih sakitnya suaminya telah menghamili wanita yang selama ini jadi pilihan Mama Erina untuk jadi madunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss.MH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 13

3 hari berlalu setelah kejadian di restoran mewah itu, selama itu pula Nisa bersembunyi dari suaminya setiap Niko mencari ke Resto Mita sahabatnya, mereka bilang kalau Nisa tidak pernah datang ke resto. Sampai saat ini Niko belum menemukan dimana keberadaan istrinya itu membuat dia frustasi.

Sore ini Nisa sudah yakin ingin kembali ke rumah suaminya, dan mencoba menerima semuanya, benar kata Mita jika nanti dia sudah tinggal satu atap dengan Misya yang akan jadi madunya, dia akan mencari bukti bukti kalau anak yang di kandung Misya bukanlah anak kandung Niko.

Nisa kini sedang di dalam taksi menuju rumah mewah yang selama ini ia tempati dengan suaminya. Sesampainya di rumah Nisa langsung dapat omelan dari ibu mertuanya, untuk sekarang Nisa tidak akan lagi mau di tindas oleh mama Erina, dan Nisa yakin kedekatan antara suaminya dan juga Misya ada campur tangan ibu mertuanya.

"Assalamualaikum" ucap Nisa ketika memasuki rumah.

"Oh bagus banget ya, main pulang pergi seenaknya, memangnya kamu pikir rumah ini hotel yang bisa main keluar masuk seenaknya" ucap Mama Erina menghampiri menantunya yang baru saja masuk.

Nisa hanya diam saja dia malas meladeni omongan ibu mertuanya, tetapi Nisa masih tetap menegakan kepalanya menatap sang mama mertua tidak lagi menundukan kepalanya.

"Kenapa kamu diam saja, pasti kamu di luar sana berhura hura ya, kenapa gak sekalian saja kamu pergi dari kehidupan putra saya jangan pernah kembali lagi" ucap mama Erina dengan marah marah.

"Sudah belum mah ceramahnya, aku capek aku mau ke kamar dulu mau istirahat ya" ucap Nisa dengan santai lalu baru saja ingin berjalan tangannya sudah di tahan oleh ibu mertuanya.

"Oh sudah berani kamu ya, belajar dari siapa kamu, kamu berani melawan saya" ucap mama Erina

"Kenapa harus takut sama mama, kan kita sama sama manusia kan, mama makan nasi saya juga makan nasi, apa coba yang perlu di takutin" ucap Nisa menatap wajah ibu mertuanya

"Kurang ajar ya kamu" ucap mama Erina sudah melayangkan tangannya ingin menampar Nisa tetapi terhenti karena terikan seseorang dari luar.

"Mama berhenti" teriak Niko ketika melihat mamanya ingin menampar sang istri.

"Niko, ko tumben kamu sudah pulang" ucap mama Erina, Nisa hanya mengembangkan senyum meledek ke arah ibu mertuanya.

Niko tidak mempedulikan ucapan mamanya dia langsung memeluk sang istri.

"Sayang kamu kemana aja, mas sudah mencari kamu kemana mana tapi tidak ketemu, maafin mas Nisa, mas bener bener tidak tahu kejadian itu bisa terjadi, mas tidak berniat menghianati kamu, please maafin mas Nisa" ucap Niko dalam pelukan sang istri sampai Niko meneteskan air matanya.

"Mas lepasin"ucap Nisa

"Gak aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu maafin aku dan tidak akan minta cerai dari aku lagi" ujar Niko yang masih memeluk erat istrinya.

"Aku sudah maafin kamu" ucap Nisa dingin

Niko melepas pelukannya dan langsung menatap sang istri dan menggenggam kedua tangannya.

"Beneran sayang kamu maafin mas?" Ta ya Niko memastikan yang tadi ia dengar benar atau tidak kalau istrinya sudah memaafkan kesalahannya.

"Hemm" sahut Nisa

"Maksih sayang, terimakasih" ucap Niko kembali memeluk Nisa.

Mama Erina yang melihat putra dan menantunya di hadapannya hanya berdecak dan bergumam sendiri.

"Ckh..,kenapa pake balik lagi sih nih perempuan mandul" gumam mama Erina.

"Uda mas aku mau ke kamar mau istirahat" ucap Nisa

"Iya sayang, nanti mas nyusul ya, mas mau bicara sama mama dulu" ucap Niko

"Hemmm" sahut Nisa langsung bergegas berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Sepeninggalan Nisa, Niko menatap tajam ke arah sang mama, dia mau menanyakan perihal kejadian tadi kenapa mamanya ingin menampar sang istri.

"Kenapa kamu liatin mama kaya gitu?" Tanya mama Erina

"Kenapa mama tadi ingin menampar Nisa?" Tanya balik Niko

"Istri kamu tuh kurang ajar sama mama, 3 hari tidak pulang ke rumah tambah berani saja dia sama mama" ucap mama Erina

"Nisa gak mungkin kurang ajar sama mama mah, selama ini dia selalu menghormati mama walaupun kadang mama menyindir dia bilang dia ini itu dia selalu terima, buktinya selama ini dia tidak pernah melawan mama apalagi mama yang notabennya lebih tua dari dia" ujar Niko membela sang istri

"Jadi kamu lebih percaya sama istri kamu dari pada mama Niko" ucap mama Erina

"Bukan begitu maksud Niko mah, Niko mohon mulai sekarang bersikaplah baik kepada Nisa mah, sekarang aku sudah mengikuti kemauan mama, untuk menikah lagi dan kasih mama cucu sudah, sekarang apa lagi yang mama mau" tanya Niko menatap wajah sang mama

"Ckh.., kalau bukan karena kecelakaan juga kamu gak bakalan mau untuk menikah lagi" sindir mama Erina

"Pokoknya kalau sampai Niko liat mama mencampuri rumah tangga Niko lagi, Niko akan pergi dari rumah ini" uncam Niko dan langsung bergegas menuju kamarnya untuk menyusul sang istri.

"Awas aja kalau sampai si perempuan mandul itu membuat rencana pernikahan Niko dan Misya gagal" gumam mama Erina sembari menatap punggung sang putra.

Sepwninggalan Niko mama Erina memasuki kamar dan menghubungi Misya ingin mengabarkan bahwa Nisa telah kembali ke rumah.

“Tut tut tut” (suara telfon tersambung).

“hallo, tante” sahut Misya

“iya hallo, Misya” ucap Mama Erina

“Tante mau kasih tahu kamu, baru saja Nisa pulang ke rumah, dan sekarang dia sudah berani melawan omongan tante” ucap Mama Erina di telfon.

“terua gimana tante dengan reancana pernikahan aku?” Tanya Misya

“kamu tenang saja, itu sudah tantw pastikan pernikahan kamu dan Niko akan tetap di laksanakan” ucap mama Erina.

***

Flashback on

Sehari setelah Nisa pergi, Misya datang ke kediaman Niko, datang dengan menangis ke mama Erina, Dia menceritakan kejadian yang ia alami dengan Niko dan sampai membuat dia hamil tapi Niko tidak mau tanggung jawab.

"Tante.." panghil Misya ketika dia sudah berada di depan rumah Niko.

"Misya" sahut mama Erina ketika dia baru mau masuk ke dalam rumah langkahnya terhenti ketika ada suara yang memanggilnya.

"Tante.., hiks hiks" ucap Misya sembari menangis langsung memeluk mama Erin.

"Kamu kenapa Misya, kita masuk dulu yuk, ceritanya di dalam saja" ucap mama Erina langsung menuntun Misya untuk duduk di ruang tengah.

Setelah mereka duduk dan Misya mulai tenang, mama Erina kembali menanyakan kenapa tiba tiba Misay menangis.

"Sekarang cerita sama tante kamu kenapa?" Tanya mama Erina

"Tante.., maafin aku, aku hamil anak Niko tante tapi niko tidak mau mengakuinya" ucap Misya sembari menangis.

Seketika mama Erina mematung mendengar ucapan Misya, kenapa tiba tiba Misya mengaku kalau dia hamil dengan putranya.

"Kenapa ekapresi tante erina seperti ini sih, bukannya dia menginginkan kehadiran cucu ya" batin misya melihat reaksi mama Erina masih terdiam mematung.

"Hiks hiks, pasti tante juga gak mau menerima anak ini ya, hiks kalau begitu lebih baik aku gugurkan kandungan ini karena tidak ada yang mau menerima kehadirannya" ucap Misya seketika mama Erina tersadar dari lamunanya ketika mendengar Misya ingin menggugurkan kandungannya.

"Eh jangan jangan, tante bukannya gak menerima, tante hanya kaget saja kenapa bisa Misya apa yang terjadi anatara kamu dan Niko?" Tanya mama Erin

Lalu Misya menceritakan bagaimana kejadiannya sama seperti ketika dia cerita kepada Nisa.

"Astagfirallah Niko Niko, maafin putra tante ya, tante pastikan Niko akan bertanggung jawab sama kamu ya" ucap mama Erina

"Tante yakin?" Ucap Misya

"Iya, yang penting sekarang kamu pulang dulu istirahat kasihan babynya, jangan kamu pikirkan masalah Niko biar tante yang akan membujuk dia untuk bertanggung jawab sama kamu" ucap mama Erina.

"Baik tante, makasih ya tan, kalau begitu Misya pamit dulu ya tan" pamit Misya.

Sepulang Niko kerja, Niko di beri berbagai pertanyaan mengenai Misya untuk memastikam benar apa tidak yang di ceritakan Misya kepdanya, dan ternyata benar.

"Niko" panggil mama erina melihat putranya baru pulang kerja dengan keadaan yang memperhatikan.

"Kwnapammah, Niko capek ingin istirahat" ucap Niko.

"Apa bener Anak yang di kandung Misya adalah anak kamu?” Tanya Mama Erina membuat langkah Niko terhenti

"Mama tahu dari mana?" Tanya Niko tanya balik.

"Jadi itu semua bener" ucap mama Erina

"Tapi mah itu hanya kecelakaan waktu itu aku sedang mabuk aku gak inget apa apa" jelas Niko

"Ya itu barti anak yang di kandung Misya itu anak kamu Niko, kamu harus tanggung jawab sama dia" ucap mama Erina

"Tapi mah" tolak Niko

"Pokoknya minggu depan kamu harus menikahi Misya secepetnya sebelum kandungan Misya akan terlihat oleh orang, inget Niko jadi laki laki harus tanggung jawab atas perbuatannya" ucap Mama erina lalu meninggalkan Niko.

"Akhh.." triak Nikonfrustasi menarik rambutnya.

Flasback off

Niko memasuki kamar dinlihat istrinya seperti baru selesai mandi dan tengah duduk di depan meja riasnya.

Niko pun menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang menghirup dalam dalam aroma khas istrinya.

“Sayang, mas kangen banget sama kamu” ucap Niko sembari mencium leher jenjang istrinya.

“Mas geli tau gak, sana kamu mandi dulu, habis dari kantor juga” ucap Nisa seakan akan menolak suaminya.

“Baiklah, aku mandi dulu, setelah mas mandi mas mau bicara sama kamu ya” ucap Niko melepas pelukannya.

“Hemm” sahut Nisa dengan wajah dinginnya.

Niko berjalan menuju kamar mandi, hanya bisa menghela nafasnya, melihat sikap istrinya sekarang. Niko tahu istrinya belum sepenuhnya memaafkan dirinya di lihat dari sikap dingin dari sang istri.

Niko keluar kamar mandi sudah terlihat lebih segar, selesai memakai pakainya Niko menghampiri istrinya yang tengah duduk bersandar di ranjang sembari memainkan handphonenya.

Niko mendekati istrinya dengan ikut duduk dan bersandar di ranjang tepat di samping sang sitri.

“Sayang, mas mau bicara” ucap Niko melirik ke arah istrinya.

“Bicara ya bicara saja mas, aku dengerin ko” sahut Nisa terlihat cuek tetap fokus dengan benda pipihnya.

“Sekali lagi maafkan aku, mungkin inibtidak.mudah untuk kamu, mama sudah mengetahui semuanya dan mama meminta aku untuk tanggung jawab dan menikahi Misya” ucap Niko penuh dengan penyesalan, sebenarnya dia tidak sanggup untuk membicarakan ini dengan istrinya tetapi istrinya harus tahu.

Mendengar ucapan suaminya, seketika Nisa langsung menatap suaminya sekilas lalu kembali fokus ke handphonenya.

“Ya nikah, nikah saja, itu kan yang memang mama kamu harapkan, kamu bisa menikah lagi” ucap Nisa dengan santai.

“Tapi gimna sama kamu” tanya Niko

“Aku gak masalah, toh semisalkan aku tidak memperbolehkan kamu untuk nikah lagi juga, kamu tetap diminta untuk nikahin dia kan, jadi kalian tuh gak butuh pendapan dari aku, karena gak berguna” ucap Nisa dingin dengan menahan tangisnya.

“Sekali lagi maafin aku ya, mas janji setelah mas nikahin dia mas akan beli rumah untuk kita dan kita pindah dari sini, biar mama tinggal disini bersama Misya” ucap Niko dia tidak mau jika nanti dia menikah lagi istrinya tinggal satu rumah dengan Misya.

“Gak perlu, gak masalah aku tinggal satu rumah sama dia, nanti kita pindah mama mengira aku lagi yang ngomporin kamu untuk pindah rumah” ujar Nisa

“Tapi sayang” ucap Niko terhenti ketika Nisa berbicara lagi.

“Sudah kan kamu cuman mau ngomongin itu, aku mau istirahat sekarang” ucap Nisa langsung membaringkan badanya menjudo membelakangi Niko dan langsung memejamkan matanya.

“Ya sudah, mas tinggal ke ruang kerja dulu ya” ucap Niko lalu mencium puncak kepala istrinya dan turun dari ranjang dan bergegas menuju ruang kerjanya.

Nisa tidak menjawab ucapan suaminya dia masih tetap setia dengan pura pura tidurnya. Setelah mendengar suara pintu tertutup. Nisa membuka matanya dan langsung terisak di bawah selimut.

Hati mana yang tidak sakit mendengar suaminya meminta izin untuk menikah lagi, dia harua mengikhlaskan suaminya untuk mempunyai istri baru dan harus tinggal satu atap dengan madunya demi mempertahankan pernikahannya dengan suaminya dan juga ingin mencari bukti tentang kejahatan Misya.

Sedangkan Niko di ruang kerjanya meratapi kesalahannya sendiri, kenapa waktu itu dia bisa ceroboh , sampai bisa menghianati istrinya, tetpai dia bersyukur istrinya mau memafkan kesalahannya walaupun sikap istrinya dulu lemah lembut berubah menjadi dingin kepadanya.

Hingga waktu makan malam tiba pun Nisa tidak menampakan wajahnya, dia sengaja tidak ikut makan malam bersama suami dan juga ibu mertuanya, Nisa masih betah di dalam kamar entah apa yang sednag ia pikirkan yang jelas dia sedang malas berinteraksi dengan ibu mertuanya.

“Mana Nisa, Niko?” Tanya mama Erina

“Nisa laginistirahat mah, biarin saja nanti Niko yang akan bawa makan malamnya ke kamar” jawab Niko mendudukan dirinya di kursi meja makan.

“Enak banget, bukannya melayanin suaminya makan malam, ini malah asik asikan tidur di kamar” ucap Mama Erina menyindir menantunya.

“Uda lah mah, kita makan aja, mungkin Nisa lagi capek” bela Niko

“Ckh..,kamu selalu aja belain dia” protes mama Erina

Niko tidak mempedulikan ucapan mamanya, dia langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya dengan tenang. Sebenarnya Niko kangen banget dengan masakan sang istri, tetapi dia tidak mau meminta istrinya untuk ini dan itu, sudah bersyukur sekarang istrinya tidak jadi minta cerai dengannya, malah istrinya mencoba menerima semuanya dengan lapang dada.

1
Sri Lestari
kalau jujur kan bisa diobati atau bisa pake cara buatan
A&R
/Smile//Smile/
Ryan Jacob
wuiiiih mantap Thor karya baru... semangat ya Thor
miss. MH: makasih ka 🙏
total 1 replies
Olive Ova Ambitan
koq gak dibuat menderita dulu,lngsung mati
Olive Ova Ambitan
salah kamu sndiri nisa kenapa gak jujur. aneh
Lili -03
alhamdulillah akhirnya halal juga
Lili -03
Sadis banget si Nisa😁 nanti enggak malam pertama dong🤭
Sonya Noya Sonya
😭😭😭
Khairun Syazwani Ali
hahaha lucu banget
Maswa Hasna
semangat terus nisa
miss. MH: terima kasih ka atas suportnya 🙏🙏❤️❤️
total 1 replies
Maswa Hasna
pasti nnti mma nya mau ngejodohin sama si niko
Sudar Yati
duh bang kelvin pocecip bingit sich. co cweet pokokny
Naliska
Buruk
Naliska
Kecewa
Aqua_Chan
heeehhh
runma
akhirnya sah
Coretan Penaku
/Scowl/
Coretan Penaku
Semangat up nya/Smile/
Coretan Penaku
hemm
runma
lebih bgus dia gda drpada jde benalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!