Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membalaskan Dendam Alea
Cla tewas setelah jatuh dari tangga dan Lusiana tidak lupa mengambil ponselnya untuk menghapus rekaman Cla, ya, Lusiana sempat melihat Cla yang merekam karena sebentar lagi akan menyusul Abel. Lusiana pun membiarkan Cla untuk sesaat.
Dan sekarang, Lusiana mengejar Yang bersembunyi di balik pintu kamar mandi.
Ternyata, kedua gadis itu sudah keluar, ya, Rasti dan Dini memutuskan untuk melawan, bukan lari.
Rasti yang sudah memegang ember itu menangkap Lusiana dan setelahnya Rasti membuka ember itu dengan Dini yang sudah siap dengan pisau.
Setelah ember itu terbuka, Dini segera menancapkan pisau itu tepat di dada Lusiana dan apa yang terjadi, bukannya mati, justru Lusiana menyeringai membuat dua gadis itu semakin ketakutan.
Dini melepaskan pisau itu dari tangannya dan karena panik, Dini yang seharusnya bisa berlari itu justru jatuh terduduk dan sudah pasti, kalau Lusiana tidak akan melewatkannya.
Lusiana melakukan apa yang baru saja Dini lakukan padanya dan Rasti melihat itu menangis.
Rasti berjongkok, lututnya terasa lemas setelah mengalami teror Lusiana dan Lusiana membawa pisau itu menggunakan tangan kecilnya dengan cara menyeret pisau tersebut.
Rasti bersujud meminta ampun pada Lusiana.
"Apa salah kami, kenapa kamu melakukan ini pada kami?" tangis Rasti yang masih bersujud, menangkupkan dua telapak tangannya, tatapan memohonnya mengingatkan Lusiana saat dulu dia menghabisi nyawa perundungnya.
Lusiana tertawa. "Ihihihiiiii." "Aku suka melihatmu memohon, apalagi jika mengakui kesalahanmu!" lanjut Lusiana seraya menggoreskan pisau di pipi mulus Rasti.
Rasti yang sesenggukan itu masih tidak tau apa salahnya karena yang Rasti tau adalah tidak memiliki urusan dengan Lusiana.
Rasti menggeleng, lalu, Lusiana mengingatkan, "Kamu jahat, Rasti. Kamu adalah tukang bully, itu tindakan tidak benar dan manusia sepertimu harus lenyap dari muka bumi ini!"
Mendengar itu, Rasti terjengkang, ia teringat dengan Alea.
"A-aku minta ma-maaf," kata Rasti terbata.
"Aku akan memaafkan kamu jika kamu bersujud di kakinya," kata Lusiana seolah memberi harapan, "tapi, waktunya terhitung lima belas menit dari sekarang!" lanjut Lusiana dengan suara imutnya yang khas.
Rasti menelan salivanya, setelah itu, dengan lutut yang lemas dan badan gemetar, Rasti keluar dari rumah, ia masuk ke mobilnya, tetapi, Rasti tidak menemukan kunci mobil.
Rasti yang frustasi itu berteriak.
"Aaaa!"
Setelah itu, Rasti keluar dari mobil dan berapa terkejutnya saat melihat Lusiana ada di bawahnya.
Rasti yang masih menangis itu keluar dari pagar dan karena dini hari, jalanan terlihat sepi dan Rasti yang melihat hansip sedang berjaga itu berlari ke arahnya sementara Lusiana, ia masih memperhatikan dari depan pagar.
Sayangnya, Rasti yang hampir mendapatkan pertolongan itu gagal karena ia terseruduk oleh mobil hitam yang hilang kendali karena si pengemudi terpengaruh alkohol.
Lusiana menggelengkan kepala, setelah itu, Lusiana kembali pada majikannya.
Lusiana masuk melalui jendela.
Dan karena sudah hampir subuh, Lusiana segera tertidur, ia merasa lelah setelah beroperasi dalam misinya yang mengurangi sampah masyarakat.
Alea yang membuka matanya itu melihat Lusiana sudah ada di meja belajar dan Alea yang melihat luka bekas tusukan itu menjahitnya.
"Kasian kamu, pasti kamu lelah karena harus bekerja sendiri," kata Alea yang kemudian tersenyum. Ia merasa puas dan sekarang ia bisa hidup bebas tanpa bullyan dari geng Abel.
****
Di sekolah, Alea di tarik tangannya oleh Ibran, Ibran adalah salah satu teman Abel dan pria itu salah satu yang sudah merusak masa depan Alea
Ibran membawa Alea ke belakang sekolah dan Alea segera melepaskan tangan itu.
"Lepas, tangan kotormu itu menjijikkan!" kata Alea.
"Dalam semalam, semua temanku tewas, aku yakin ini ulahmu!" kata Ibran dan Alea menertawakannya.
"Hahaha."
"Tutup mulutmu jala*ng!" kata Ibran seraya membekap mulut Alea.
Alea menurunkan tangan Ibran dari mulutnya.
"Kenapa, apa kamu takut? Aku yakin setelah ini giliran kamu yang akan mendapatkan balasan atas perih yang kalian berikan padaku dan asal kamu tau Ibran, aku sudah tidak takut lagi padamu!"
Kemudian, Alea pergi meninggalkan Ibran yang menatapnya..
Sementara itu, Karin tengah melihat berita di televisi, berita tewasnya pelajar dan sebuah kelab malam yang harus tutup karena terjadi kasus pembunuhan.
Karin menghubungi Arion yang sedang ada meeting dan Arion membiarkan Karin tanpa jawaban.
"Arion, bagaimana ini, kenapa kasus pembunuhan belum terselesaikan, apakah karena perceraianmu dengan Melodi membuat kinerjamu menjadi buruk?"
"Maaf komandan, saya akan berusaha lebih keras lagi," kata Arion yang tertunduk.
"Komandan, seandainya anda percaya kalau di balik semua ini adalah ulah boneka setan, sayangnya, anda akan menganggapku gila jika aku mengatakan ini," batin Arion.
Setelah itu, Arion bangun dan pamit pada atasannya itu.
Setelah keluar dari ruangan komandan, Arion menghubungi Karin.
Tanpa basa-basi lagi, Karin langsung bertanya, "Di mana sekolah Alea?"
Arion pun memberitahu dan Arion tersadar kalau sekolah Alea dan para korban semalam adalah sama.
"Alea? Apakah benar kata Karin kalau Alea yang menyimpan boneka itu?" batin Arion, setelah itu, Arion pergi menemui Alea di sela jam istirahatnya.
"Ada apa lagi? Apa kalian akan menuduhku atas kasus semalam?" tanya Alea pada Arion yang ada di depan kelasnya.
Lalu, Arion merangkul tubuh kecil dan tipis Alea. Arion mencoba akrab dan meyakinkan kalau Alea harus menyerahkan boneka itu.
"Dengar Pak Detektif, sepertinya anda sudah gila, mana mungkin ada sebuah boneka bisa melakukan hal seperti itu?" tanya Alea dengan sedikit keras dan Arion mengusap wajahnya.
Setelah itu, Arion membiarkan Alea pergi.
"Karin, aku akan mendukungmu apapun caramu asalkan kamu mendapatkan boneka itu!" kata Arion dalam hati.
Setelah itu, Arion dan Karin menggeledah rumah Alea dan tentu saja apa yang mereka lakukan itu terlihat salah.
Arion kembali mendapatkan teguran.
"Bukannya mencari pelaku, kenapa justru mencari boneka!"
Arion yang sudah tidak tahan lagi itu menjawab, "Karena boneka itulah pelakunya."
"Gila kamu, kamu sudah gila Arion!" kata komandan seraya bangun dari duduk.
Karena melakukan pelanggaran yaitu melakukan penggeledahan tanpa surat ijin, Arion mendapatkan hukuman berupa skors selama satu minggu.
Arion menggunakan waktunya untuk bermain bersama putrinya yang masih berusia lima tahun.
"Aku akan mengajaknya bermain, kamu pergilah bersama kekasih gelapmu itu!" kata Arion pada Melodi.
"Jangan pernah bicara seperti itu di depan anak kita!" ketus Melodi dan Arion yang menggandeng tangan kecil putrinya itu mengabaikan.
Di mobil, anak Arion yang bernama Cila itu bertanya, "Dad, kekasih gelap itu apa?"
"Kamu tau gelap?" tanya Arion dan Cila yang menatapnya itu mengangguk.
"Tandanya suram dan orang yang suka gelap-gelapan itu tidak benar," kata Arion dan tentu saja Cila sama sekali tidak mengerti maksud dari ayahnya.
Yang Cila tau, Cila merasa senang karena Arion mengajaknya bermain.
Apakah Melodi akan menjadi target Lusiana selanjutnya?
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..