NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: PENEMUAN PERTAMA

Liburan semester berjalan singkat, namun bagi Min-jae, tidak ada waktu untuk benar-benar beristirahat. Ia menggunakan waktu luang untuk mengasah dua hal: kontrol psikis dan investigasi mandiri. Targetnya jelas: mencapai rank C sebelum semester baru dimulai, dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang Dr. Seo Ji-hyun serta notebook penelitian ayahnya.

Salah satu kemajuan signifikan datang dari latihan dengan Master Yoon di kelas khusus psikis. Di sesi privat setelah jam pelajaran, Master Yoon memperkenalkan konsep "Psionic Thread" – benang psikis.

"Kebanyakan psikis pemula menggunakan kemampuan mereka seperti palu: kasar dan tidak terarah," jelas Master Yoon sambil memegang sehelai benang nyata. "Tapi kekuatan psikis yang sejati lebih seperti benang ini: halus, bisa diarahkan dengan presisi, dan bisa menjangkau jauh."

Ia mengajari Min-jae cara "memintal" energi psikisnya menjadi untaian halus yang bisa dikirim keluar tanpa harus menggerakkan benda secara fisik. Aplikasinya sederhana namun powerful: merasakan dari kejauhan dengan detail lebih tinggi, atau memberikan dorongan yang sangat terfokus pada titik tertentu.

Latihan itu sulit. Butuh konsentrasi ekstra untuk mempertahankan bentuk benang tanpa terputus. Hari-hari pertama, benang psikis Min-jae hanya sepanjang satu meter dan mudah buyar. Tapi ia terus berusaha.

**[Kemampuan baru berkembang: Psionic Thread (Dasar). Jangkauan: 3 meter. Presisi: Rendah.]**

Meski masih dasar, kemampuan ini membuka kemungkinan baru. Min-jae mulai bereksperimen: ia bisa merasakan detail kunci pintu dari seberang ruangan, atau mengetahui isi laci tanpa membukanya, selama benda di dalamnya tidak terlalu kompleks.

Di sisi investigasi, Min-jae mendapat terobosan tak terduga dari arah yang tidak disangka: Lee Hana, temannya dari kelompok studi teori dimensi.

Mereka bertemu di perpustakaan untuk mendiskusikan sebuah jurnal penelitian terbaru tentang "Pola Energi Residual di Gerbang yang Distabilkan". Setelah diskusi, Hana tiba-tiba bertanya, "Min-jae, kamu masih tertarik dengan topik Anchor dan resonansi, kan?"

"Ya, kenapa?"

"Aku nemuin sesuatu yang mungkin menarik." Hana menurunkan suaranya, meski mereka sendirian di sudut perpustakaan. "Aku punya sepupu yang kerja sebagai arsiparis di Asosiasi Hunter Nasional. Dia bilang, ada beberapa dokumen klasifikasi terbatas tentang proyek penelitian gabungan antara Ouroboros dan Asosiasi sekitar lima tahun lalu. Judulnya 'Project Hermes: Dimensional Resonance Mapping'."

Min-jae menahan napas. "Bisakah kita melihat dokumen itu?"

"Tidak langsung. Tapi sepupuku bilang, ada ringkasan eksekutif yang tidak terlalu dirahasiakan. Dia bisa kasih salinannya kalau kita punya alasan akademis yang kuat." Hana menatapnya. "Kamu punya alasan, kan? Ayahmu terlibat di proyek itu."

Ini kesempatan. "Bisakah kamu minta tolong padanya? Atas nama penelitian untuk makalah teori dimensi?"

Hana mengangguk. "Aku coba. Tapi butuh waktu. Dan kita harus berhati-hati."

"Tentu. Terima kasih, Hana."

"Semoga membantu." Hana tersenyum. "Aku juga penasaran dengan kebenaran di balik semua ini."

Beberapa hari kemudian, Hana memberikan salinan digital ringkasan eksekutif Project Hermes. Dokumen itu hanya sepuluh halaman, dengan banyak bagian yang disensor hitam. Tapi cukup untuk memberi gambaran.

Proyek Hermes bertujuan memetakan "pola resonansi dimensi" antara dunia mereka dan dimensi yang terhubung melalui Gerbang. Tim yang dipimpin Dr. Kang Min-soo berhasil mengidentifikasi 23 titik resonansi stabil di seluruh dunia—tempat di mana Gerbang muncul dengan pola energi tertentu. Mereka juga mengembangkan perangkat prototipe bernama "Resonance Detector" yang bisa mengidentifikasi individu dengan "keselarasan resonansi tinggi".

Tujuan akhir proyek, seperti tertulis dengan samar, adalah "memanfaatkan keselarasan resonansi untuk stabilisasi Gerbang jangka panjang dan eksplorasi dimensi yang aman."

Tapi di bagian "Risiko dan Kendala", ada catatan singkat: "Subjek dengan keselarasan tinggi menunjukkan gejala ketidakstabilan psikis dan fisik setelah paparan berkepanjangan. Dua kasus dilaporkan hilang kontak setelah eksperimen fase 3."

*Dua kasus hilang kontak.* Min-jae membeku. Ayahnya dan siapa lagi? Dr. Seo? Atau orang lain?

Dokumen itu berakhir dengan rekomendasi: "Proyek ditangguhkan sementara menunggu evaluasi etika dan keamanan." Tanggal: tepat satu bulan sebelum insiden lab di Ouroboros.

Jadi, ayahnya tidak meneliti Anchor sejak awal. Ia meneliti Resonansi. Anchor mungkin adalah perkembangan atau aplikasi lain.

Pertanyaan baru muncul: jika Project Hermes ditangguhkan, mengapa Ouroboros masih aktif dengan Anchor? Apakah mereka melanjutkan secara diam-diam? Atau Anchor adalah proyek berbeda yang terkait?

Min-jae menyimpan dokumen itu dengan aman. Setiap potongan informasi membantunya memahami peta yang lebih besar.

Sementara itu, latihan fisik dan taktiknya dengan Ji-woo dan Seo-yeon terus berlanjut. Mereka sekarang berfokus pada skenario dengan ancaman kelas D murni, mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan rank ke C.

Suatu sore di gym, Ji-woo bertanya, "Min-jae, menurutmu apa yang terjadi kalau kita benar-benar jadi Hunter rank tinggi? Apa yang akan kita lakukan?"

Min-jae berhenti sejenak. "Aku tidak tahu pasti. Tapi aku ingin menggunakan kekuatanku untuk melindungi orang dan… mencari kebenaran."

"Kebenaran tentang apa?"

"Tentang bagaimana dunia ini bekerja. Tentang Gerbang. Tentang mengapa beberapa orang punya kekuatan dan lainnya tidak." Itu jawaban yang aman, meski tidak sepenuhnya jujur.

Seo-yeon yang sedang memeriksa perban mereka menambahkan, "Aku hanya ingin bisa membantu orang. Sebagai healer, itu sudah cukup bagiku."

Ji-woo mengangguk. "Aku pengen jadi kuat biar bisa jaga keluargaku. Dan mungkin… bikin dunia ini sedikit lebih aman buat orang kayak adikku."

Obrolan itu mengingatkan Min-jae bahwa setiap orang punya motivasi sendiri. Dan motivasi itulah yang mendorong mereka maju.

Mendekati akhir liburan, Min-jae mendapat panggilan dari Guru Han. Bukan untuk latihan, tapi untuk pertemuan di dojang.

Saat ia tiba, Guru Han sedang menyiapkan teh. "Duduklah. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan."

Min-jae duduk, penasaran.

"Aku telah memperhatikan perkembangannya. Dan aku juga mendengar tentang minatmu pada penelitian dimensi." Guru Han menuangkan teh. "Ada hal yang perlu kau ketahui. Sebelum menjadi guru di sini, aku adalah anggota tim respons cepat untuk insiden ketidakstabilan Gerbang. Aku pernah melihat langsung apa yang terjadi ketika resonansi dimensi lepas kendali."

Min-jae diam, menyimak.

"Lima tahun lalu, ada insiden di Gerbang B-rank 'Vortex Canyon'. Sebuah eksperimen stabilisasi dilakukan oleh tim peneliti—termasuk Ouroboros. Sesuatu yang mereka sebut 'Resonance Amplifier' diaktifkan. Hasilnya… bukan stabilisasi. Gelombang energi psikis liar menyebar, mempengaruhi setiap Hunter di sekitar. Beberapa mengalami halusinasi hebat, beberapa kehilangan ingatan sementara, dan dua peneliti… menghilang. Tubuh mereka tidak pernah ditemukan."

Min-jae merasakan tenggorokannya kering. "Apa hubungannya dengan ayah saya?"

"Dr. Kang bukan bagian dari eksperimen itu. Tapi teorinya tentang resonansi digunakan sebagai dasar. Setelah insiden, penelitiannya dibatasi. Tapi dia terus bekerja secara diam-diam." Guru Han menatapnya. "Ayahmu adalah orang idealis. Dia percaya resonansi bisa digunakan untuk kebaikan, untuk memahami dan berdamai dengan dimensi lain, bukan hanya mengeksploitasi mereka. Tapi organisasi seperti Ouroboros punya agenda berbeda."

"Jadi… ayah saya mungkin menjadi korban karena menentang mereka?"

"Atau karena dia tahu terlalu banyak." Guru Han menghela napas. "Aku tidak punya bukti. Tapi pesanku padamu: jika kau terus menyelidiki, kau akan menemukan banyak hal yang tidak ingin kau ketahui. Dan beberapa di antaranya bisa berbahaya."

"Tapi saya harus tahu, Guru."

"Begitulah." Guru Han tersenyum kecil. "Kau memang mirip dengannya. Baiklah. Jika kau butuh bantuan—informasi atau perlindungan—kau tahu di mana menemukanku."

Pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam pada Min-jae. Jaring konspirasi ternyata lebih luas dari yang ia duga. Bukan hanya Ouroboros, tapi mungkin juga elemen dalam Asosiasi Hunter dan guild-guild besar.

Malam itu, saat ia sedang merenung di kamar, sistem di kepalanya memberikan notifikasi tak terduga:

**[Penyatuan Jiwa: 99%.]**

**[Peringatan: Tahap akhir penyatuan akan segera dimulai. Proses mungkin disertai ketidaknyamanan psikis dan fisik. Direkomendasikan berada di lingkungan aman.]**

Penyatuan hampir selesai. Apa artinya? Apakah setelah 100%, ingatan Ji-hoon dan Min-jae akan benar-benar menyatu tanpa konflik? Atau ada konsekuensi lain?

Ia tidak punya waktu untuk khawatir. Semester baru akan dimulai besok, dan dengan itu, kesempatan untuk mengikuti ujian kenaikan rank ke C.

Hari pertama semester, suasana akademi berbeda. Ada energi baru, semangat baru. Min-jae sekarang sudah sepenuhnya menjadi bagian dari kelas D-5, bahkan beberapa siswa mulai menghormatinya setelah prestasi di kompetisi.

Di pelajaran pertama, Instruktur Kang mengumumkan: "Bagi siswa yang memenuhi syarat, ujian kenaikan rank ke C akan dibuka dua minggu lagi. Persyaratan: minimal tiga misi D-rank selesai dengan nilai baik, rekomendasi dari dua instruktur, dan lulus tes kemampuan komprehensif."

Min-jae segera mengecek catatannya. Ia sudah menyelesaikan empat misi D-rank dengan nilai di atas rata-rata. Rekomendasi dari Guru Choi dan Guru Han sudah ada. Tinggal tes kemampuan.

Ia mendaftar tanpa ragu.

Dua minggu persiapan intensif dimulai. Selain latihan rutin, Min-jae mulai mempelajari pola monster kelas D yang lebih beragam dan berbahaya. Ia juga meningkatkan latihan Psionic Thread-nya, sekarang bisa menjangkau lima meter dengan presisi yang cukup untuk memanipulasi benda kecil seperti kunci atau mengikat sesuatu dengan longgar.

Hana memberinya informasi tambahan tentang monster kelas D yang umum di ujian: "Shadow Stalker" (makhluk siluman yang bergerak di area gelap), "Rock Golem" (entitas batu dengan pertahanan tinggi), dan "Mana Vortex" (fenomena energi liar yang mengganggu kemampuan).

"Kuncinya adalah adaptasi," kata Hana. "Ujian C-rank tidak hanya tentang kekuatan, tapi juga kemampuan beradaptasi dengan skenario tak terduga."

Min-jae berterima kasih dan berjanji akan berbagi hasil jika ia lulus.

Malam sebelum ujian, Ji-woo dan Seo-yeon memberinya semangat melalui panggilan grup.

"Kamu pasti bisa, Min-jae!" kata Ji-woo.

"Kami akan root untukmu dari sini," tambah Seo-yeon.

Bahkan Na-rae mengirim pesan singkat: **"Good luck. Aku yakin kamu akan lulus."**

Dukungan itu menghangatkan hati. Min-jae sadar, meski perjalanannya penuh dengan misteri dan bahaya, ia tidak sendirian.

Hari ujian tiba. Tes kali ini lebih ketat. Arena utama, panel penguji terdiri dari Instruktur Kang, seorang Hunter A-rank dari Asosiasi sebagai pengawas eksternal, dan Master Yoon mewakili departemen psikis.

Tes pertama: pengetahuan taktis. Diberikan skenario kompleks tentang tim terjebak di Gerbang D-rank dengan ketidakstabilan energi. Min-jae harus merancang rencana penyelamatan dan stabilisasi. Ia menjawab dengan detail, memanfaatkan kemampuan sensing dan teori resonansi yang ia pelajari.

Tes kedua: demonstrasi kemampuan. Ia menunjukkan peningkatan kontrol telekinesis (sekarang bisa mengangkat beban 5 kg dengan stabil), sensing jarak jauh (radius 70 meter dengan detail), dan Psionic Thread untuk tugas presisi (mengikat simpul pada tali dari jarak 3 meter).

Master Yoon tampak puas. "Kemampuan thread-mu masih dasar, tapi aplikasinya kreatif."

Tes ketiga: simulasi pertarungan 1 lawan 1 melawan drone yang meniru Rock Golem. Golem itu lambat tapi hampir tak tergoyahkan secara fisik. Min-jae tidak bisa mengandalkan kekuatan.

Dia menggunakan sensing untuk mencari titik lemah—sambungan energi di antara pelat batu. Dengan Psionic Thread, dia mengirim getaran psikis halus ke sambungan itu, mengganggu aliran energi yang menyatukannya. Tidak merusak, tapi membuat Golem limbung. Lalu, dengan telekinesis terfokus, dia mendorong batu kecil ke celah yang terbuka, menyebabkan ketidakseimbangan hingga Golem terjatuh.

Simulasi berakhir dengan "netralisasi" tanpa menghancurkan drone.

Setelah semua tes selesai, panel berdiskusi singkat. Instruktur Kang akhirnya mengumumkan hasil.

"Kang Min-jae, berdasarkan penilaian komprehensif, kamu dinyatakan **LULUS** dan dipromosikan ke peringkat C. Selamat."

Rasa lega dan kebanggaan membanjiri dada Min-jae. C-rank. Itu pencapaian besar hanya dalam beberapa bulan. Dari Remedial ke C-rank.

"Mulai besok, kamu akan dipindahkan ke Kelas C-3," lanjut Instruktur Kang. "Kamu juga berhak mengakses misi C-rank, fasilitas latihan lanjutan, dan kursus teori tingkat tinggi. Manfaatkan dengan baik."

"Terima kasih, Instruktur! Terima kasih, Master Yoon, dan pengawas."

Keluar dari arena, Min-jae bertemu Guru Choi yang sedang menunggu.

"Lulus, ya? Bagus." Guru Choi tersenyum. "Sekarang, dengan rank C, kamu punya lebih banyak peluang. Tapi juga lebih banyak perhatian. Ouroboros akan semakin tertarik. Dan mungkin pihak lain juga."

"Apakah Guru punya saran?"

"Terus tingkatkan kemampuanmu. Dan bangun jaringan. Di dunia Hunter, informasi dan koneksi seringkali lebih berharga daripada kekuatan individual."

Min-jae mengerti. Ia sekarang memiliki posisi yang lebih kuat untuk bergerak. Rank C memberinya kredibilitas.

Di hari yang sama, sistem di kepalanya memberikan pembaruan penting:

**[Penyatuan Jiwa: 100%.]**

**[Proses penyatuan selesai. Dual consciousness telah terintegrasi.]**

**[Efek: Stabilitas psikis meningkat. Akses memori penuh tersedia. Kemampuan baru terbuka: Resonansi Jiwa (Dasar).]**

Resonansi Jiwa. Kemampuan itu terdengar… besar. Dan mungkin terkait dengan penelitian ayahnya.

Min-jae merasa perubahan halus di dalam dirinya. Ingatan Ji-hoon dan Min-jae sekarang mengalir lancar, tanpa konflik. Ia adalah Kang Min-jae, dengan pengalaman dan pengetahuan Kang Ji-hoon. Tidak ada lagi perasaan sebagai penyusup. Ia adalah dirinya sendiri, versi baru.

Malam itu, untuk pertama kalinya sejak transmigrasi, ia tidur dengan damai, tanpa mimpi buruk atau kilasan ingatan yang mengganggu.

Keesokan harinya, sebagai Hunter rank C, babak baru dalam perjalanannya dimulai. Dengan kemampuan baru, rank baru, dan tekad yang semakin kuat, ia siap menghadapi tantangan yang lebih besar—baik di dalam Gerbang, maupun di balik layar konspirasi yang masih menunggu untuk diungkap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!