NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:730
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan Madu

Agatha terbangun, posisinya dalam pelukan suaminya. Dia cepat - cepat bangun pagi, tanpa menganggu suaminya. Masih pukul lima pagi. Di lihat disebelah meja nakas tempat tidur ada semangkuk air dan handuk kecil. Agatha tahu pasti suaminya mengompres matanya yang bengkak karena menangis. Dia membersihkan meja itu dan langsung ke kamar mandi. Untuk membersihkan dirinya. Dan langsung turun ke bawa menuju ke dapur, disana sudah ada asisten rumah tangga yang akan menyiapkan sarapan pagi bagi penghuni rumah. Mbah Ima namanya, sosok perempuan tua.

"Selamat pagi non."

"Selamat pagi mbah."

"Masih gelap non, ayo balik bobo aja, nanti den cari loh." Agatha tersenyum.

"Mas masih bobo, ngak papa aku disini. Sudah biasa bangun pagi mbah. Mbah mau buat sarapan apa?"

"Nasi goreng non, telur balado dan tempe goreng."

" Agatha bantu ya?" Mbah Ima kagum dengan cara Agatha memasak, dia menyiapkan semua kemudian dia mengolahnya.

"Neng suka memasak ya?"

"Sedari gadis waktu masih bersama mama, sudah terbiasa bangun pagi seperti ini dan bantu mama menyiapkan sarapan, dan mamaku membuat kue."

"Rasa mbah, sudah pas belum buat lidah orang rumah."

"Enak neng, enak banget." Mbah Ima melihat bangga kepada Agatha.

"Den Jefry beruntung mempunya istri cantik, seorang dokter perwira, pintar masak juga."

"Aaaaaaa... Mbah ini terlalu membesar - besarkan. Agatha mau olah raga sebentar ya."

Agatha sudah merapikan ruang tamu, ruang keluarga membuka jendela - jendela dan mulai berolahraga dihalaman samping. Disana ada peralatan olahraga, dia mulai dengan treadmill kurang lebih tiga puluh menit dan dilanjutkan dengan mengangkat beban. Tiba - tiba Agatha merasakan tangan suaminya sudah berada dipinggangnya.

"Terlalu berat sayang, nanti pinggangnya cedera. Ambil yang ukurannya lebih kecil." Jefry sudah berbisik ditelinga Agatha. Dan dia mengikuti apa kata suaminya.

"Mas, ade keringat."

"Mas suka sayang." Jefry tetap mencium bahkan menjilat keringat istrinya. Agatha hanya pasrah, dia tahu bahwa ini perjuangan suaminya memulihkan situasi semalam.

"Mas, ade olahraga dulu."

"Sama mas aja ya."

"Mas, mbah liat itu." Agatha sudah digendong menuju ke kamar mereka. Jefry sudah mencium Agatha istrinya. Sampai tak terasa semua kain di badan mereka sudah terlepas.

"Mas mau sayang." Sebagi istri Agatha tidak bisa menolak keinginan suaminya. Agatha sudah melakukan konsultasi bersama suami dengan dokter kandungan membicarakan tentang rencana mereka karena Agatha masih punya kontrak tahun ini harus diselesaikan. Maka atas kondisi tubuh dan saran dokter, Agatha sudah diberi pengaman agar selama mereka berhubungan belum bisa dibuahi.

Penyatuan mereka pun terjadi hanya lima belas menit, namun membuat Agatha berkali - kali melakukan pelepasan. Ritme penyatuan menjadi tidak terkendali, suara tubuh yang menyatu, menjadi irama pagi ini. Tubuh Agatha kembali merasakan sensasi yang nikmat.

"Mas adek mau keluar lagi."

"Sama - sama sayang."

Mereka pun melakukan pelepasan bersama - sama. Jefry melihat istrinya, posisi mereka tadi pada saat berhubungan saling berhadapan. Jefry mencium kening dan bibir istrinya.

"Terima kasih sayang. I love you. Hanya kamu pemilik hati mas." Agatha langsung menangis sambil memeluk suaminya dalam keadaan masih tanpa busana. "Maafkan mas yang sudah menyakiti hatimu. Maafkan mas."

"I love you mas."

"Love you more sayangku." Agatha masih berada dalam pelukan suaminya.

"Ade bobo sepuluh menit ya mas." Jefry mengulas kepala istrinya. Dan benar Agatha tertidur dalam pelukan Jefry dalam keadaan tubuh tanpa busana. Jefry tidak beranjak dia masih memeluk istrinya.

"Mbah, enak sekali nasi gorengnya. Resep baru ya??"

"Itu tadi neng Agatha yang masak semua, dia yang mau."

"Agatha sudah bangun??"

"Sudah nyonya, bantu mbah masak, beres rumah dan olahraga, tiba - tiba den Jefry bangun dan digendong bawa ke kamar, belum turun sampai sekarang." Papa dan mama Jefry hanya tertawa.

Jefry dan Agatha sudah dalam penerbangan ke Jakarta. Jefry akan TC bersama atlit renang lainnya untuk perlombaan di Darwin minggu depan. Jefry dan Agatha nginap di hotel yang sama. Selama Jefry latihan, Agatha hanya menemani saja.

"Mas sampai kapan mau jadi atlit?"

"Selama masih produktif, dan tidak menganggu pekerjaan rutin mas masih mau. Dan satu lagi negara masih mau mas.Kalau adek??"

"Adek sih rencana kalau sudah punya bayi, mau ngurus anak dan keluarga sambil bekerja menjalankan tugas adek." Jefry tersenyum, dia mencium istrinya.

Sekarang mereka sedang berada di kamar hotel. Selesai Jefry latihan.

"Kirim pesan sama siapa sayang?"

"Mba Meli, ngak keuar. Boleh mas?"

"Ada Daniel ngak???"

"Mas.... Ada dan tidak ada Daniel tidak berarti buat adek. Dia hanya sosok seorang kakak buatku." Jefry tersenyum kepada istrinya.

"Boleh keluar, tetapi kita satu ronde dulu."

"Dasar mesum. Malam aja mas. Masa adek mau ke mall jalannya jelek." Jefry tersenyum.

"Biar orang paham, kamu itu punya mas."

Agatha dan Jefry melakukan rutinitas mereka sebagai suami istri. Agatha sudah tertidur lemas disamping suaminya.

"Adek, katanya ada janji sama mba Meli."

Agatha langsung bersiap - siap menuju ke mall. Dengan baju simpel namun kesan cantik Agatha masih tergambar.

"Jangan terlalu manis. Mas takut." Agatha sudah pamit. Dia mencium suaminya.

"Ade punya mas. Hanya mas."

"Sebentar mas yang jemput ya."

"Oke sayang." Jefry mengantar istrinya di mobil online yang dia pesan. Dan Jefry lanjut menuju tempat latihan.

Agatha dan Jefry sudah berada dalam pesawat yang membawa mereka menuju ke kota Darwin Australia. Dia dimasukan dalam daftar nama tim Indonesia. Penerbangan langsung sekitar tiga jam ditempuh oleh mereka. Agatha dan Jefry duduk di bangku class. Jefry sengaja membeli tiket itu buat dia dan istri, karena ini perjalanan bulan madu mereka sambil menjalankan tugas sebagai atlit yang dilakukan suaminya.

"Harusnya waktu buat kita berdua, tanpa bekerja kan sayang."

"Ngak mengapa kok mas."

"Adek menikmati, adek kan belum perna melihat mas bertanding."

"Selesai pertandingan, mas hanya punya waktu dua hari jalan - jalan full sama adek."

"its oke. Akan kita berdua nikmati."

Mereka sudah tiba dibandara Darwin Internasional Airport. Agatha perna sekali TC di kota ini bersama tim bola volinya, sedangkan buat Jefry ini kali ke empat dia bertanding di kota ini. Tentu dia sudah hafal seluk beluk kota ini.

Jefry sedang mandi, tiba - tiba ada pesan masuk pada handphonenya. Tanpa sengaja tertera nama Bekha. Karena hanya pesan singkat jadi bisa terbaca di layar depan handphone Jefry "Kamu disini, aku rindu." Agatha kaget hampir saja kena serangan jantung.

"Handphone mas berbunyi, Ada pesan masuk." Agatha sudah berada dikamar mandi. Jefry hanya melihat dilayar depan. Dia mengetuk pintu kamar mandi.

"Adek buka???Buka pintunya"

"Agatha Anastasya buka pintunya sayang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!