Melisa yang hamil di luar nikah karena di jebak oleh seseorang dirinya melahirkan putra yang bernama Arjuna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Paket Komplit Ngga Cuma Baik
Melisa berjalan ke arah meja riasnya Arjuna dengan sangat cepat membuat Arjuna yang semula berjalan santai langsung mengikuti jejak kakinya Melisa bahkan menambah kecepatan berjalannya
Setelah Melisa berjalan selama beberapa menit kini Melisa telah sampai di depan meja riasnya Arjuna setelah Melisa sampai sedetik kemudian Arjuna ikut sampai di meja riasnya dan berdiri di samping Melisa
"Arjuna koq kamu sudah sampai ?" tanya Melisa sambil menatap ke arah Arjuna setelah dirinya mengambil sisir yang terdampar di atas meja riasnya Arjuna sementara Arjuna tersenyum masam sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya
"Mommy tadi berjalan cepat membuat aku ikut berjalan cepat supaya mommy ngga menunggu aku terlalu lama" jelas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sedangkan Melisa mengusap pucuk kepala Arjuna
"Arjuna kamu memang anaknya mommy yang pintar dan baik karena tidak mau menunggu mommy terlalu lama padahal tadi niatnya mommy berjalan cepat cuma mau mengambil sisir lalu mommy bakalan mendekat ke kamu lagi mommy bisa menyisir rambut di sana tanpa kamu ke sini" celoteh Melisa sambil jari telunjuknya menunjuk ke tempat dirinya dan Arjuna berdiri tadi sedangkan Arjuna menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
"Iya aku memang anak pintar dan tampan dong mommy soalnya tampan itu mutlak buat wajahnya aku soalnya aku kasihan sama mommy kalau menunggu terlalu lama mommy perhatian banget terus sekarang karena aku sudah ada di sini mau menyisir rambut dimana dong mommy ?" tanya Arjuna dengan mimik yang menggemaskan sementara Melisa berpura pura nampak berpikir lalu berkata
"Arjuna tanpa mommy katakan tampan semua orang juga tahu kalau kamu itu tampan kamu baik banget sama mommy sampai kasihan segala kalau mommy menunggu terlalu lama karena mommy itu mommy kamu jadi wajar kalau mommy perhatian ke kamu berhubung kamu sudah ada di sini untuk mempersingkat waktu lebih baik menyisir rambutnya kamu di sini saja" tegas Melisa sambil menunjuk ke arah kursi di depan meja riasnya Arjuna sementara Arjuna langsung menganggukkan kepalanya mantap sambil berjalan ke arah kursi yang di tunjuk Melisa membuat Melisa mengumbar senyum lebar di wajahnya
"Iya mommy semua orang pasti bakalan bilang aku tampan aku paket komplit ngga cuma baik doang mommy iya mommy lebih baik menyisir rambut di sini supaya mommy ngga terlambat bekerja" jelas Arjuna sambil menatap ke Melisa lalu Arjuna menjatuhkan bokongnya ke kursi yang terletak di depan meja riasnya sementara Melisa berkelana mendekat ke Arjuna tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya
"Arjuna kenyataannya kamu memang tampan oh iya kamu paket komplit bikin mommy bangga punya anak kamu ternyata kamu pengertian banget sama mommy nanti kalau mommy bekerja terus kamu di rumah sama oma kamu jangan bandel dan jangan nakal" nasehat Melisa sambil menatap wajah Arjuna melalui cermin besar yang ada di hadapannya lalu Arjuna langsung menganggukkan kepalanya mantap satu kali membuat Melisa tak mampu menyembunyikan senyuman lebar di wajahnya tanpa ragu Melisa mulai menyisir rambut miliknya Arjuna dengan sisir bukan dengan cabai atau dengan terong
"Mommy aku juga bangga punya wajah tampan aku juga bangga punya mommy seperti mommy iya aku pengertian ke mommy soalnya mommy sudah sering bantuin aku memakaikan pakaian dan memakaikan celana terus menyisir rambut aku juga bahkan mommy juga masih menyuapi aku kalau aku sedang makan aku ngga pernah bandel dan ngga pernah nakal mommy tanya sama oma biar mommy percaya" sahut Arjuna menatap ke arah pantulan cermin melihat Melisa yang sedang sibuk menyisir rambut miliknya Arjuna sedangkan Melisa hanya menanggapi perkataan Arjuna dengan senyuman yang mengembang di wajahnya sambil masih tetap menyisir rambut Arjuna sang anak
"Arjuna bukan cuma kamu yang bangga punya wajah tampan tapi mommy juga bangga punya anak yang wajahnya tampan itu sudah kewajiban mommy memakaikan pakaian, memakaikan celana, menyisir rambutnya kamu, dan menyuapi kamu makan karena kamu masih kecil kalau kamu sudah besar baru kamu pakai pakaian sendiri, pakai celana sendiri, menyisir rambut sendiri, dan makan sendiri iya mommy percaya kalau kamu ngga pernah bandel dan ngga pernah nakal saat sama oma soalnya oma ngga pernah laporan ke mommy kalau kamu bandel dan nakal" tegas Melisa sambil menahan tawanya yang hampir meledak melihat tingkah Arjuna yang mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi itu terlihat dari pantulan cermin saat Melisa menyisir rambutnya Arjuna
"Makasih mommy kayaknya aku wajahnya tampan seperti ini karena meniru mommy memang kapan aku bisa di katakan besar mommy ? apa aku harus makan banyak supaya aku cepat besar ? kalau makan banyak bisa bikin aku cepat besar aku bakalan makan banyak supaya cepat besar dan aku bisa bekerja buat bantu mommy tuh kan berarti aku memang anak baik mommy buktinya oma ngga pernah mengadu ke mommy kalau aku anaknya bandel dan nakal" sahut Arjuna membanggakan diri sendiri sementara Melisa tak mampu lagi menahan tawa sehingga tawa Melisa keluar dari bibirnya Melisa tanpa permisi
Melisa bukan tertawa karena perkataan Arjuna yang membanggakan dirinya sendiri namun Melisa tak mampu menahan tawa karena perkataan Arjuna yang bilang kalau makan banyak bisa cepat besar memang cepat besar badannya doang tapi kalau umurnya masih tetap sama
"Haha haha sama sama Arjuna wajah tampannya kamu bukan seperti mommy soalnya mommy kan wanita jadi kalau mommy itu cantik mungkin wajah tampannya kamu seperti opa umur delapan belas tahun juga sudah bisa di katakan besar kalau kamu cuma makan banyak ngga menjamin kamu besar tapi menjamin badannya kamu menjadi besar karena besar dalam artian makan sendiri, pakai pakaian sendiri, menyisir rambut sendiri, dan memakai celana sendiri bukan cuma badannya doang yang besar tapi umurnya besar karena badan besar anak kecil saja kadang ada yang bobot badannya besar pertambahan umur itu setiap satu tahun sekali jadi kalau misalkan kamu sekarang umurnya empat tahun berarti tahun besok kamu umurnya lima tahun terus tahun selanjutnya enam tahun dan seterusnya biasanya sudah bisa di bilang besar kalau umurnya delapan belas tahun kalau cuma makan banyak doang itu cuma bikin kamu badannya doang yang besar tapi umurnya kamu masih empat tahun mommy senang banget di bantu sama kamu tapi kamu harus menunggu belasan tahun lagi supaya kamu bisa bekerja iya kamu anak baik sekarang kita berdua ke ruang makan soalnya mommy sudah selesai menyisir rambutnya kamu tapi kamu paham kan dengan penjelasan mommy" jelas Melisa sambil meletakkan sisir ke meja riasnya milik Arjuna sedangkan Arjuna manggut manggut tanda paham
"Iya mommy aku paham penjelasan mommy jadi walau aku makan banyak tetap umurnya aku belum bisa bertambah karena pertambahan umur setiap satu tahun sekali ayo mommy ke ruang makan sekarang" ajak Arjuna sambil beringsut berdiri lalu menggandeng tangannya Melisa membuat Melisa menghentikan tawanya lalu ikut menggenggam tangannya Arjuna
"Arjuna kamu memang anak mommy yang pintar ayo kita berdua ke ruang makan" sahut Melisa menatap ke Arjuna di balas anggukkan kepala dengan cepat setelah mendapat anggukkan kepala dari Arjuna membuat Melisa langsung menjalankan kedua kakinya untuk berjalan ke ruang tamu di ikuti oleh Arjuna yang mensejajarkan langkahnya dengan Melisa