Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.
Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.
Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 HTA
Setelah Nayla merekam perbuatan mesum sang Pacar, di iringi air mata yang jatuh membasahi pipinya. Perlahan Nayla pun turun dan akan menangkap basah keduanya, Ia sudah dibikin geram setengah mati dengan kelakuan pacar dan teman baiknya, hatinya benar-benar hancur saat Ia melihat dengan mata kepala sendiri jika Rio telah mengkhianati nya, bahkan Ia tahu dengan siapa Rio mengkhianati Nayla, yang tak lain adalah Neli, teman sekelasnya juga.
"Aku nggak nyangka kalian berdua benar-benar bangssat, sekarang Aku mau lihat ekspresi wajah kalian, pengkhianat! Setelah Aku mendapatkan bukti-bukti mesum kalian, Aku akan melapor kepada kepala sekolah, ini benar-benar sangat mencoreng nama baik sekolah, kalian harus dihukum sesuai peraturan, Aku tak perduli dengan perasaan ku, Aku telah kehilangan semuanya, cintaku, temanku, dan juga keperawanan ku. Aku benar-benar sial." batin Nayla sembari mencoba menenangkan dirinya.
Kemudian Nayla pergi melapor kepada kepala sekolah dengan segera, sebelum Neli dan Rio selesai. Sementara itu Rita melihat Nayla yang sedang berlari menuju ke ruangan kepala sekolah.
"Nayla! Ngapain dia ke ruangan kepala sekolah?" Rita kemudian mengikuti Nayla, dan tak berselang lama kepala sekolah keluar dengan beberapa guru dan di ikuti Nayla di belakang nya.
"Di sana, Pak!" ucap Nayla dengan suara yang gemetar, sedangkan Rita masih belum mengerti maksud dari Nayla membawa kepala sekolah untuk datang ke kamar mandi cewek.
Setelah beberapa saat Nayla dan kepala sekolah tiba di depan pintu kamar mandi yang masih tertutup, setelah itu seorang guru laki-laki mendobrak pintu kamar mandi itu dengan cepat.
"Braaakkkk."
Seketika pintu itu terbuka dan terlihat dua pasangan mesumnya sedang bermain kuda-kudaan di dalam kamar mandi itu, seketika Rio mencabut miliknya dan segera menutupinya dengan celana yang sudah terjatuh sebatas lutut, Sementara Neli langsung menurunkan roknya yang terangkat ke atas, karena gugup Neli belum sempat memakai CD miliknya, sehingga pakaian dalam itu masih terlihat melorot sebatas lutut nya.
"Astaga! Kalian berdua sudah mencemari sekolah ini, keluar kalian!" seru kepala sekolah dengan wajah geram.
Rio pun keluar dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, begitu juga dengan Neli yang sangat malu karena dirinya sudah ketahuan bermain bola sodok dengan Rio, pacar Nayla.
Saat Rio melewati Nayla, spontan Nayla memukul Rio sekeras-kerasnya, hatinya benar-benar hancur melihat kenyataan jika cowok yang Ia bangga-banggakan di depan sang Kakak, ternyata seorang bajingan.
"Plaaaakkk plaaaakkk." tamparan bertubi-tubi Nayla lakukan pada wajah sang Pacar, sembari menatap wajah Rio dengan kesal, Nayla berkata, "Aku benar-benar kecewa pada kalian berdua. Ternyata apa yang dikatakan Abang memang benar, kamu bukan laki-laki yang baik, kamu laki-laki brengsek, cukup sudah Aku mempertahankan mu, Aku malu pada diri ku sendiri, kau manfaatkan ketulusan ku untuk egomu sendiri, sekarang setelah Aku tahu dengan mata kepala ku sendiri, Aku sangat bersyukur ternyata Tuhan masih sayang kepadaku, Tuhan masih melindungi ku dari laki-laki bejat seperti mu." setelah mengatakan hal itu Nayla segera pergi dari tempat itu.
Sedangkan Rio dan Neli di bawa ke ruangan BP untuk dipanggil orang tua mereka dan yang jelas sanksi untuk keduanya adalah di keluarkan dari sekolah.
Nayla berjalan di sepanjang koridor sekolah sembari menyeka air matanya, sementara Rita terlihat mengikuti Nayla, Ia khawatir dengan keadaan Nayla yang pastinya sekarang sangat bersedih sekali.
"Nay tunggu! Nayla!" Nayla terus berjalan sampai akhirnya Ia sampai di dalam kelas, spontan Ia menelungkup kan wajahnya pada meja, Nayla menangis tersedu-sedu, betapa sakit nya saat melihat pacar dan teman sendiri sudah mengkhianati nya.
"Nay! Udah dong jangan sedih gitu, Aku jadi ikut sedih nih!" Rita mencoba menenangkan Nayla dengan duduk di samping gadis itu.
"Kenapa Rit! Kenapa semua ini terjadi padaku? Aku hanya mencintai Rio dengan tulus, tapi apa balasannya, ternyata Aku sudah ditipu oleh laki-laki itu, semua laki-laki sama saja, tidak itu Rio tidak itu Abang, semuanya sama, mereka sudah menghancurkan hatiku, Aku benci mereka, Aku benci!" Nayla menangis sejadi-jadinya.
"Sssttt! Sudah-sudah, Nay! Tenangkan diri mu, kamu sedang emosi, semuanya pasti baik-baik saja, dengan kejadian ini setidaknya kamu harus bersyukur, Tuhan telah membuka tabir kepalsuan yang dilakukan oleh Rio, Aku juga nggak nyangka jika Rio dan Neli berbuat seperti itu, pantas saja akhir-akhir ini mereka sering chatting an, Aku pikir itu biasa karena mereka kan tim OSIS, ternyata mereka sudah membohongi kita, kamu beruntung Nay! Kamu bisa terbebas dari Rio si brengsek itu."
Sejenak Nayla berpikir, apa yang diucapkan oleh Rita ada benarnya, dia terlalu dibutakan oleh cinta, sehingga dirinya tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, terlintas dalam pikiran nya mungkin Gerald juga mengalami hal yang sama seperti dirinya, Gerald terlalu mencintainya dan sudah dibutakan oleh cinta, sehingga Ia tidak bisa mengontrol hasratnya sendiri saat bersama dengan Nayla.
"Apa benar Abang terlalu sayang padaku, sehingga dia melakukan hal ini kepada ku. Tapi, apa yang sudah dia lakukan itu sangatlah melanggar norma, Aku ini Adiknya, sampai seperti itu kah rasa cinta nya?" batin Nayla.
*
*
*
*
Jam pulang sekolah pun tiba, setelah kejadian itu, terlihat orang tua Rio dan Neli datang ke sekolah untuk menyelesaikan masalah anak mereka, sejenak Nayla berpapasan dengan Arthur, Papanya Rio.
Arthur pun menahan tangan Nayla dan berkata kepada gadis itu. "Hei ... kamu Adiknya Gerald Adams, bukan?" seru Arthur kepada Nayla yang terpaksa menghentikan langkahnya.
"Lepaskan Saya! Iya ... saya memang Adiknya Gerald Adams, apa yang Anda inginkan?" tanya Nayla sembari mengerutkan keningnya.
Arthur tersenyum sembari melepaskan kacamata hitam nya."Hmm ... jadi ini Adik Gerald, wow cantik juga, masih bening dan padat. Tapi, Sayang ... sudah tidak perawan!" seketika Nayla tercekat, bagaimana bisa Arthur tahu jika dirinya sudah tidak perawan.
"Apa maksud Anda Tuan! Jaga mulut Anda!" kesal Nayla dengan ekspresi wajah geram.
"Hmm ... Aku tahu betul bagaimana ciri fisik gadis yang sudah tidak virgin, sudah banyak gadis yang ku sentuh, dan itu membuat ku tahu, dan Aku yakin jika Kakakmu itu sudah menerkam Adiknya sendiri, Aku tahu jika Gerald mencintai Adiknya sendiri, Aku sudah tahu semuanya hahahaha ... benarkan? Aku tidak salah bukan?" Arthur terlihat tertawa lepas.
"Sialan nih orang, bagaimana dia tahu jika Bang Gerald yang sudah ... ah mungkin dia orang gila, Ngapain juga dengerin dia, dasar bapak dan anak sama saja, sama-sama bajingan!" batin Nayla sembari pergi meninggalkan Arthur. Namun, Arthur terlihat menahan tangan Nayla agar gadis itu tidak pergi.
"Mau kemana kamu, cantik!"
"Eh lepaskan Saya, dasar Tuan brengsek, lepaskan!" Nayla memberontak agar tangan nya bisa terlepas dari cengkeraman Arthur. Dan tiba-tiba saja terdengar suara Gerald sembari menatap tajam Arthur dan merebut tangan Nayla kembali.
"Lepaskan dia! Tanganmu terlalu najis untuk menyentuh dia!" seru Gerald kesal.
"Wah ... ini dia, pasangan fenomenal dan kontroversi, sesama saudara kandung saling mencintai, hebat ... pasangan incest." Arthur berkata sembari bertepuk tangan seolah dirinya menghina Gerald dan Nayla.
Tak banyak bicara, dengan satu bogem mentah yang melayang pada wajah Arthur, Gerald berhasil membuat pria paruh baya itu tersungkur. Setelah itu tanpa pikir panjang Gerald membawa Nayla untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Kita pergi, tidak usah dengarkan dia, dia orang gila!" kata Gerald sembari menggandeng tangan sang Adik.
...BERSAMBUNG...
Mampir thor,Kayaknya seru nih...