NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Sedang REVISI

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Dendam sang anak yang membuatnya terjerumus pergaulan bebas.

Hidayah datang membuatnya kembali dan bertaubat kepada Allah.

Dalam Taubatnya ia menemukan Cinta yang sekian lama hatinya tertutup karena masa lalu nya yang suram.

Balasan Allah kepada hamba-Nya yang bertaubat.

Kisah Cinta yang Romantis dan perjalan Cinta yang Menguras Air Mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP :13 PERJODOHAN

Seminggu telah berlalu kaki Mira kini sudah beransur-ansur membaik.

Mira berjalan mendekati Asyi yang duduk di halaman belakang bersama dengan ibunya.

"Sini duduk!" Sara menepuk kursi di sampingnya.

Mira langsung duduk di samping mamanya. "Ada apa manggil aku, Ma?"

"Mira, berapa usiamu sekarang?" menatap dengan serius.

"22. Kenapa, Ma?" Mira mengernyit kening.

"Bagaimana kalau kamu nikah, Nak?" tanya Sara penuh harap.

"Menikah, Ma." Kedua mata Mira membelalak.

"Iya, menikah. Mama rasa usia Mira sudah pantas untuk berkeluarga. Lagian kamu sudah menyelesaikan pendidikanmu jadi sangat pantas untuk menikah, Nak."

"Tapi Ma—"

"Mira, benar yang dibilang Mama. Nikah itu sangat indah loh, Mbak saja nyesel nikah diusia 26, kalau tau gini rasanya menikah dari dulu Mbak sudah nikah," potong Asyi dengan cepat.

Mira menatap mereka tersenyum penuh semangat. "Ya udah deh, aku mau nikah. Tapi sama siapa?" tanyanya bingung, secara selama hidupnya ia belum pernah menaruh hati pada pria manapun, ia hanya fokus pada kegiatannya sehari-hari, seakan tidak ada waktu untuk mengenal pria.

"Kalau kamu setuju, nanti malam teman Mama mau datang kesini, jadi kamu siap-siap ya."

"Perjodohan?" tanya Mira seakan mengerti tujuan mamanya.

Mengangguk cepat. Mira menghela napas panjangnya berharap pilihan mamanya tidak akan salah.

...****************...

Yang ditunggu telah datang, dua keluarga yang telah lama menjalin persahabatan masih saja kokoh sama sekarang dan niat baik mereka juga ingin mempersatukan kedua keluarga ini hingga terjalin ikatan saudara.

"Elsa, udah lama banget kita tidak bertemu," ucap Sara menyambutnya dengan hangat dan ciuman di pipi kanan dan kiri tidak pernah lupa.

Elsa tersenyum mengangguk kepala.

"Anakmu mana? Kenapa kalian cuma datang berdua?" tanya Yusuf menatap mereka.

"Dia berangkat belakang," jawab Pram.

"Kalau begitu, ayo kita masuk dulu! Tidak baik tamu lama-lama di luar."

Baru melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, seorang lelaki menghentikan mobil di belakang mobil ayahnya, lalu masuk dengan tergesa-gesa.

"Maaf ya, aku telat," ucap Rama merapikan jasnya.

Mira tersentak saat melihat laki-laki yang sudah membuat kakinya terkilir. "Kamu!"

"Gimana kakimu? Sudah sembuh?" tanya Rama menatap serius.

"Udah, ini aku bisa jalan lagi," ucap Mira menghentakkan kakinya.

"Kalian sudah saling mengenal satu sama lain?" tanya Elsa menatap anaknya dan Mira.

"Eh bukan gitu Tan, minggu lalu dia nabrak aku, sampai kaki aku terkilir," sahut Mira dengan cepat.

"Itu namanya sudah jatuh ketimpa jodoh," sahut Salman menghampiri mereka.

Semuanya terkekeh mendengar ocehan Salman. Sedangkan Mira langsung mencubit lengan kakaknya itu.

Asyi datang menyusul suaminya, Rama tersentak saat melihat mereka sudah menjadi suami istri. Semula ia berpikir ketiga wanita itu sangat akur karena hubungan darah, tapi tidak, mereka memang wanita yang baik dan santun.

Berjalan ke meja makan, Sara dan Yusuf menjamu mereka dengan ramah.

"Jeng, jadi bagaimana dengan perjodohan yang sudah kita rencanakan?" Elsa buka suara melirik Rama dan Mira yang sangat serasi menurutnya.

"Saya setuju. Tapi kita serahkan semuanya sama anak-anak, kalau mereka setuju kita nikah mereka secepatnya," balas Sara sangat bersemangat.

"Jadi bagaimana menurut kalian berdua?"

Uhuk ... Huk ... Mira tersedak dan segera meraih minumannya.

"Hati-hati!" ucap Rama.

Mengangguk kepala sambil mengambil tisu mengelap bibirnya.

"Jadi bagaimana keputusan kalian?" tanya Elsa kembali.

Mira terdiam menekuklan wajahnya.

"Diamnya anak gadis berarti menandakan setuju. Jadi bagaimana denganmu, Rama?"

"Terserah Mama. Aku percaya sama pilihan, Mama," jawab Rama penuh keyakinan.

Semuanya tersenyum bahagia. "Kalau begitu, kalian mau tunangan dulu atau langsung nikah?"

"Apapun yang kalian sudah rencanakan untuk kami, Insyaa Allah itu yang terbaik untuk kami." Rama kembali mengembalikan keputusan pada orangtuanya.

"Kalau begitu gimana kalau kita ke intinya saja, kita langsung nikahkan mereka. Semakin cepat semakin baik kan?"

Sebuah keputusan terjadi di meja makan itu. Semuanya kompak dengan ide kedua orangtua mereka.

Makan malam yang sederhana tak terasa telah berakhir, mereka mengantarkan tamu sampai masuk ke dalam mobil.

Mira cengengesan menatap mobil calon suaminya hingga hilang.

"Ciee yang mau nikah," goda Salman menyeringai.

"Apa sih, Kak?" Mira memanyunkan bibir.

"Kaki terkilir menghantarkanku ke pelaminan," ledeknya kembali.

"Kak!" pekik Mira mengejar Salman. Salman terus meledekinnya sambil berlari.

"Eh, sudah, sudah, jangan lari-lari sudah malam!" ucap Sara membuat mereka segera menghentikan langkahnya.

"Kalian ini yang satu sudah jadi suami orang yang satu lagi mau jadi istri orang, tapi masih daja kelakuannya kayak anak kecil," timpanya kembali.

"Itu loh Ma, Kakak duluan," menujuk jengkel.

"Salman, malu sudah tua masih gangguin adikmu. Malah sebentar lagi kamu sudah mau jadi ayah lagi, jaga sikapmu!" hardik Sara.

"Iya, maafin aku, Ma. Ini terakhir kali sebelum dia nikah," Salman mengangkat tangan.

Ucapan Sara membuat hati Asyi terenyuh. Ia segera beranjak ke kamarnya. Langkahnya menuju ke balkon, menatap langit dengan deraian air mata yang sudah membasahi pipinya.

"Seharusnya aku nggak boleh seperti ini, masa laluku merusak semuanya ... Papi, andai saja aku nggak salah paham sama Papi, nggak mungkin Asyi jadi seperti ini, Pi."

Salman membuka pintu, melihat tak ada istrinya, matanya melihat pintu arah balkon terbuka, dia pun berjalan ke sana.

"Sayang, kenapa sendirian di sini?" Salman memeluk dari belakang, merebahkan dagu di pundak Asyi.

Asyi sontak kaget, menyeka cepat air matanya. "Aku cuma cari angin aja," ujarnya terdengar sengau.

Salman yang peka dengan suara Asyi kemudian memalingkan wajah asyi.

"Kamu nangis, Sayang?" tanya Salman khawatir.

"Nggak kok, Mas. Aku hanya terharu saja, bentar lagi Mira akan nikah dan pergi dari rumah ini, jadi Asyi nggak ada kawan lagi," ujar Asyi berbohong.

"Sayang, kan ada Mas di sini!" Salman memeluk Asyi.

"Ya sudah jangan nangis lagi! Sebaiknya kita masuk biar nanti masuk angin lama-lama di luar," Salman menghapus air mata Asyi. Lalu dengan cepat menggendong istrinya dan merebahkan di kasur.

"Sayang, tidur ya! Mas mau ke ruang kerja sebentar," ucap Salman mencium kening istrinya.

Asyi tersenyum menganggukkan kepala.

Salman melangkah pergi dan meninggalkan istrinya. Asyi terus saja terisak tangis mengingat kegagalannya menjadi seorang istri. Suami yang baik penuh perhatian, tak pernah memaksakan kehendaknya.

1
rey_ya
ya Allah aku terharu
Yoel's Yuliana
bagus
Muhamad Taufikurrohman
alur ceritanya keren thor, saling menjaga perasaan mamanya dan istri tanpa harus menyakiti.
Selmawati Selma
h
Nonong Erawati
dpat diambil contoh setelah baca novel ini untuk kehidupan kita dlm berrumah tangga mksih untukpenulid👍
Erna Yunita
Bismillahirrahmanirrahim
Noviyanti Hendrata
l"l""""l"lll"l"
Novi Insani
lirikan menodai mata 🙈🙊
~¥^D^~
bagus bisa lanjut nih
Salma Alfian Otolomo
uuupp
Syamsurya
ceritax bagus thor,aku suka semngat dan sehat selalu
Siti Nurhana51a
intan kerjasama sama dr mantan nya arsy
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Siti Nurhana51a
kasian arsy....terlalu.sabaaar
Siti Nurhana51a
Kasian.arsy
Siti Nurhana51a
nyesek baca nya
Nazhila Baidha Rahma
assalamualaikum mampir
deewaaaaa
kak kenapa gak lanjutin cinta dalam taubat?ngegantung banget
Syifa Sifana: di kbm kk
total 1 replies
Sukmawati Wong
Gemes
Sukmawati Wong
Semangat yah
Yuli S
jadi ikutan tersayat" nangis mewek ....di kirain kenapa ma suami ....karna ikutañ haru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!