Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Hari ini pagi-pagi sekali Nandita sudah berangkat kesekolah dengan menaiki motor sendiri tanpa di antar sang Bunda.
Dita beralasan akan belajar kelompok nanti seusai sekolah makanya ia di ijinkan oleh bunda membawa motor sendiri.
Jam 7.05 Daniel tiba dirumah Dita dia bermaksud berangkat bersama ke sekolah namun kekecewaan yang pria muda tampan ini dapatkan karena Dit
a sudah berangkat dari jam tujuh kurang setelah pamit dengan bunda ipeh Daniel pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"sial...dia mau ngehindarin gw rupanya,awas loe y Dit liat aja nanti..."gerutu Daniel sambil mukul stir mobilnya.
Setibanya disekolah Daniel langsung menuju kelas Dita,begitu ia masuk kedalam ia tak melihat orang yang ia cari,ia pun bergegas ke kantin karena Daniel pikir tadi Dita berangkat terlalu pagi pasti belum sarapan,namun lagi -lagi kekecewaan yang ia dapat ternyata Dita tak ada disana,ia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Dita,terdengar nada tersambung namun tak diangkat berkali-kali ia mencoba namun hasilnya sama tak diangkat
"sit...apa sih maunya ni cewe"umpat Daniel dengan nada kesal
"wei....kenapa tuh muka,lecek amat udah kaya duit lusuh" ejek Angga yang melihat teman dekatnya mengumpat karena kesal
Daniel tak menanggapi ejekan temannya itu matanya berkeliling memperhatikan setiap sudut jalan mana tau ia dapat menemukan apa yang dicarinya.
Sementara itu disalah satu ujung sekolah didalam toilet wanita nampak seorang siswi yang sedang membasuh wajahnya setelah itu mengeringkannya dengan tissue yang ia bawa setelah terlihat nampak segar ia pun keluar dari toilet dan bermaksud menuju kelasnya namun saat hendak berbelok tiba-tiba ada sebuah tangan besar yang menariknya hingga terbentur ketembok
"ach...."pekiknya karena kaget
"ih...Daniel apa-apa'an sih sakit tau" omel Dita sambil memegang tangan Daniel yang mencengkeram tangannya berusaha untuk melepaskannya namun pegangan tangan Daniel sangat kuat hingga jelas nampak kemerahan membekas disana
"kenapa loe tadi berangkat duluan"tanyanya dengan nada marah
"emang gw tau loe mau jemput gw"jawabku
sejenak Daniel berpikir "benar juga y kan tadi gw g ngabarin kalo mau berangkat bareng" batin Daniel
"trus kenapa g angkat telpon gw"tanyanya lagi masih dengan memasang mode marah
"hpnya ada ditas niel,kan tasnya ada dikelas"jawabku lagi
Daniel hanya diam dan menatap tajam kearahku,untuk sesaat pandangan mata kami saling bertemu,aku tak berani lama-lama menatap mata elang Daniel akhirnya aku pun menundukan kepalaku.
"terus dari tadi loe kemana aja?"tanyanya sambil setengah berbisik ditelingaku.
Aku berusaha mendorong tubuh Daniel agar tak terlalu dekat denganku,namun bukannya menjauh tetapi dia malah melangkah maju hingga posisi tubuh kami semakin dekat bahkan hampir menempel.
Daniel menangkap kedua tangan Dita lalu menahannya diatas kepala gadis itu tangan Daniel yang besar dan kekar mampu menahan kedua tangan Dita hanya dengan satu tangan sedangkan tangan yang satunya melingkar dengan manis di pinggang Dita yang ramping.Dita terus meronta berusaha untuk melepaskan diri dari Daniel,tapi usahanya sia-sia karena tenaga Daniel lebih kuat berkali-kali lipat dari tenaganya akhirnya Nandita hanya bisa pasrah entah apa yang akan dilakukan oleh pria dihadapannya ini.
Daniel menatap tajam kearah Dita namun Dita hanya bisa tertunduk,Daniel pun melepaskan tangan Dita .
"apa kau tahu?"Daniel memegang dagu dan mengangkat wajah Dita hingga pandangan mereka bertemu,Daniel meniup kearah wajah Dita dengan maksud untuk menggodanya namun karena sifat Dita yang dingin ia pun tak tergoda.Daniel pun merasa kesal sendiri dan tiba-tiba Daniel mencium bibir Dita dan melumatnya dengan kasar,Dita yang sudah tak ingin ada hubungan lagi dengan Daniel pun meronta berusaha melepaskan diri namun semakin dia melawan semakin kuat juga Daniel mendekapnya tak habis akal Ditapun menggigit bibir Daniel dengan kuat hingga Daniel melepaskan ciumannya.
"auw..teriak Daniel sambil melepakan ciumannya lalu memegang bibirnya yang terasa sakit akibat gigitan Dita.
Ditapun segera berlari menjauh dari Daniel dengan nafas yang tersengal-sengal Dita sampai dikelasnya .setelah dia merasa sedikit tenang ia meraba bibirnya yang terasa kebas,Dita mengambil kaca kecil dari dalam tasnya dan melihat bibirnya yang sedikit lebih besar akibat ulah Daniel tadi.
"Dasar Daniel berengsek" umpat Dita
Jam pelajaran telah usai Dita bergegas menuju parkiran untuk mengambil motornya,ia tak ingin bertemu lagi dengan Daniel makanya ia berusaha sebisa mungkin menghindar dari kekasihnya itu.
Mungkin dewi keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya,begitu tiba diparkiran dan dia sudah bersiap-siap untuk melajukan motornya alangkah terkejutnya Dita begitu melihat kedua ban motornya kempes.
"ini sih pasti ada yg ngerjain gw,masa bocor bisa dua-duanya sih"gerutu Dita,ia bingung sekarang harus berbuat apa
"hai ..kenapa tha"sapa seseorang sambil menepuk bahunya,Dita pun menoleh dan tersenyum begitu melihat Rivan sudah berada dibelakangnya.
"ban motor gw kempea van"jawab Dita
"oh...y udah pulang bareng gw aja"
"terus motor gw gimana van"tanyaku
"kita dorong aja sampe tukang tambal ban!ucap Rivan
akupun menganggukinya.
Rivan mendorong motorku sedangkan aku menaiki motornya,begitu sampai digerbang depan kulihat mobil Daniel masih terparkir disana aku pun melewatinya.
Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya kamipun tiba ditempat tambal ban,sambil menunggu motorku selesai diperbaiki kamipun ngobrol ternyata Rivan anaknya asik juga enak diajak ngobrol.
"neng udah selesai ni motornya"ucap bapak pemilik bengkel
setelah membayar biaya jasa memperbaiki motorku kami pun memutuskan untuk makan dulu akhirnya pilihan jatuh pada mie ayam pinggir jalan yang sedang mangkal.sambil duduk diatas motor masing-masing kami memakan mie pesanan kami.
sementar itu diseberang jalan didalam mobil sport biru nampak.seseorang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan penuh amarah.
yah Daniel mengikuti mereka secara diam-diam .
Melihat keakraban Dita dan Rivan yang sedang asik menikmati mie mereka Daniel pun turun dari mobil mewahnya dan menghampiri mereka
"lagi ngapain disini tha"tegur Daniel yang tiba-tiba sudah berada dibelakng Dita
"makan mie ayam,mau"jawab Dita polos,Daniel menggelengkan kepala bertanda ia tak ingin .
"Dit mulai besok loe berangkat dan pulang sekolah bareng gw ngerti" tegas Daniel
"apa!tanya Dita seolah dia tak percaya dengan apa yang bari saja dia dengar.
"y udah selamat menikmati makannnya,gw duluan y" ucap Daniel sambil berjalan menjauh meninggalkan Dita dan Rivan yang masih asik menikmati makannya.
setelah selesai makan mereka akhirnya pulang kerumah masing-masing.
entah kenapa Dita merasa nyaman berteman dengan Rivan
"ya...Rivan teman satu kelasnya yang akhir-akhir ini sedang akrab dengannya.
entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul ide konyol mungkin dengan adanya Rivan ia bisa menjauh dari Daniel.