21+++++ tolong bijak, kalau tak suka bisa di lewati.
cinta adalah anugrah dari Tuhan, dengan siapa kita mencintai itu juga sudah di jodohkan oleh takdir.
Tapi bagi seorang pria seperti Aris, cinta adalah sebuah kesengsaraan dan luka, tapi dia baru menyadari apa itu cinta saat bertemu dengan gadis yang bisa mencuri hatinya di pandangan pertama.
Ayu seorang gadis sederhana yang mampu menggoyahkan hati juragan kasar itu, tapi sebuah kenyataan melukai cinta mereka.
Apa mereka akan bahagia, atau malah akan Sengsara?
Apa cinta Aris tulus atau itu hanya cinta sementara yang membutuhkan kehangatan saja?
Dukung terus yuk karya otor yang satu ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan untuk Ayu.
panen pun berakhir pada malam hari, Ayu terlihat begitu lelah, "Eko antar sepeda motor ayu pulang ke rumahnya, ayo ikut sebentar," kata Aris menarik tangan Ayu.
Ayu pasrah saja, pasalnya dia tak mau membuat Aris marah, karena pria itu memiliki temperamen yang sangat buruk.
"ada apa juragan?" tanya Ayu yang heran di ternyata Aris mengantarkan dia pulang.
"tidak ada, Ayu besok kamu dan kakek mu ikut aku ya, kita harus berkunjung ke suatu tempat," kata Aris yang mengantarkan Ayu hingga di depan pintu.
"eh... memang mau kemana?" tanya Ayu.
"loh tuan mengantarkan Ayu, besok jadi tuan?" tanya pak Mun.
"iya pak, besok kita ke sana, dan ajak ayu juga ya, kasihan dia sudah lama tak liburan," kata Aris mengusap kepala Ayu yang berbalut jilbab.
"ih juragan, di larang sentuh sembarangan, nanti kalau aku ternoda," kata Ayu dengan wajah sedih.
"aku akan menikahi mu, sudah masuk sana, besok jam lima pagi setelah subuh aku jemput, dan Ayu buatkan bekal oke," kata Aris mendorong gadis itu masuk.
"baik juragan," jawab Ayu
pak Mun hanya tersenyum, dia tak mengira jika terapi itu bisa mengembalikan cucunya.
"juragan sudah bisa berkunjung ke makam orang tua anda," tanya pak Mun.
"bisa pak, tapi hanya papa, aku masih belum sepenuhnya bisa memaafkan mama yang berani menghianati papa," jawab Aris.
"tuan muda," panggil pak Mun.
"Hannan menyebutku seperti itu, baiklah kali ini saja, karena pak Mun dan Ayu," jawab Aris yang kemudian pergi dari rumah itu.
keesokan harinya, Aris sampai tepat pukul lima pagi, ayu mengajaknya masuk untuk sarapan terlebih dahulu.
setelah itu baru mereka berangkat ke kota yang di maksud, selama perjalanan Ayu terus bertanya pada Aris.
ya mereka tak hanya pergi bertiga, melainkan Logan sengaja datang untuk menjemput Aris dan pak Mun.
"jadi kita ke makan mama dan papa juragan?" tanya Ayu saat mobil memasuki sebuah area luas yang tak terlihat seperti pemakaman.
"iya, nanti kamu kenalan juga ya Ayu, mereka pasti senang jika bisa mengenalmu," kata Aris.
"baiklah," jawab Ayu.
mobil berhenti di sebuah rumah yang memiliki gerbang tinggi, pak Mun turun dan membuka gerbang itu.
mereka satang dengan pakaian formal, bahkan ayu baru kali ini melihat sang kakek mengenakan jas.
mereka memanjatkan doa untuk seluruh keluarga Aris, tanpa terkecuali.
setelah dari makam keluarga, Ayu duduk di mobil dan melihat ketiga orang itu sedang membahas sesuatu yang penting.
setelah itu mereka pun masuk, "ada apa juragan?" tanya ayu.
"mulai sekarang coba panggil dengan sebutan mas, mas Aris," kata Aris pada Ayu.
"eh kenapa? itu tak sopan," protes Ayu.
"sudah Ayu,ikuti saja keinginan tuan," kata pak Mun.
"baik Mbah," Jawab ayu.
sedang di rumah Ambar, gadis itu sedang kesal pasalnya dia gagal menjodohkan kakaknya dengan ayu.
"jadi kita pergi bertiga aja nih, kenapa sih Ayu hak boleh ikut, juragan Aris itu bukan suaminya bukan," kesal Ambar.
"jika kamu tak suka kita batalkan saja, toh kamu tak harus menghina juragan Aris," kesal Eko yang tak bisa lagi mendengar ocehan dari Ambar.
"kok marah sih mas, kamu kok jahat sih," kata Ambar lagi.
"jangan lagi Ambar, jangan lupa jika dia adalah satu-satunya orang yang mengulurkan tangannya saat aku sendirian dan tak seorang pun yang mau menerima ku," marah Eko yang kemudian pergi.
Ambi kaget melihat reaksi dari Eko yang begitu marah, "sudah Ambar, kita tak jadi pergi, kamu juga kenapa harus menghina juragan Aris, kamu tentu tau bagaimana Eko begitu menghormati pria itu," kata Ambi.
Ambar pun merasa bersalah dan berlari mengejar Eko dan ternyata pria itu masih belum pergi.
Ambar pun mengetuk kaca mobil yang di bawa Eko, dan langsung meminta maaf, Eko pun luluh dan memaafkan Ambar.
"sudah sekarang ayo kita pergi, karena cincin itu tak akan bisa mengukur tangan calon istriku ini," kata Eko.
"apa, cincin apa?" tanya Ambar yang masih sesenggukan.
"cincin untuk melamar mu, lusa aku datang beserta rombongan, bapak dan ibu juga sudah tau, jadi sekarang kita beli cincin tunangan yuk," ajak Eko.
Ambar pun memeluk Eko, dan Keduanya pergi, Ambi yang hanya mengawasi pun ikut bahagia melihat adiknya yang bisa tersenyum lagi.
meski dia menyukai ayu, dia sadar saingannya adalah juragan Aris, yang rela melakukan apapun demi Ayu.
Ayu kaget melihat mereka datang kesebuah rumah yang begitu besar dengan tiga tingkat.
saat masuk mereka di sambut oleh begitu banyak pelayan, "selamat datang pak Mun dan tuan muda," sapa mereka semua.
Aris menggandeng tangan ayu dan mengajaknya duduk di sofa, pak Mun memerintahkan beberapa pelayan untuk membuatkan minuman.
"jadi dulu Mbah bekerja di rumah ini, dan ini rumah juragan Aris?" tanya Ayu polos
"iya Ayu, kamu ingin makan sesuatu?" tanya Aris.
"tidak usah, minuman dingin saja cukup," jawab Ayu yang berhasil membuat Aris gemas.
tak lama ada rombongan dari keluarga Welington, keluarga yang dulu mendapatkan bantuan dari ayah Aris.
Aris menahan tangan Ayu yang ingin berdiri menyambut keluarga itu, seperti kakeknya dan Logan.
"selamat siang tuan muda," sapa kepala keluarga dari rombongan itu.
bahkan di sampingnya ada dua orang wanita yang begitu cantik, dan penampilan mereka seperti artis-artis di televisi.
"mas Aris, mereka model atau artis sinetron ya," tanya Ayu yang membuat Aris tersenyum.
"tidak perlu bingung, mereka itu hanya orang biasa, kamu lebih cantik," bisik Aris pada Ayu.
"idih... gombal sekali," malu Ayu.
"duduklah, kalian mau sampai mati berdiri disana," kata Aris dingin.
para tamu duduk, dan para pelayan menyajikan makanan ringan dan minuman.
ada seorang wanita yang ingin duduk di samping Aris, tapi lohan menahan gadis itu, "sofa masih lebar tolong jaga sikap anda," kata pria itu dingin.
Aris terus menatap di gin, tapi tatapannya berubah saat melihat Ayu, bahkan pria itu terus memainkan tangan Ayu dengan begitu mesra.
"tuan saya kesini ingin membicarakan tentang perjanjian kami dulu," kata kepala keluarga dari Welington.
"dia sudah mati, jadi urusan ku selesai, terlebih kalian jika tak bisa membayar uang yang di hutangkan, tak perlu menyodorkan anak gadis yang bahkan lebih murahan dari pelacur itu untuk jadi nyonya keluarga ini, karena sangat tak pantas," kata Aris dengan dingin.
"apa maksud anda menghina Putri-putri ku," marah tuan Welington.
lohan melemparkan bukti tentang kedua putri dari keluarga itu, "tapi saya masih ada satu putri lagi yang cocok dengan keluarga ini, karena dia gadis yang sangat baik,"
"aku tak tertarik, karena aku sudah memiliki gadis ku sendiri, jadi kembalikan saja hutang mu sebesar lima ratus ribu dollar Amerika, gampang bukan aku beri waktu tiga bulan, tak bisa bayar, logan yang akan menagihnya," jawab Aris kejam.
"tuan tolong jangan seperti ini, bagaimana pun orang tua mu adalah sahabatku," mohon pria itu.
"tak peduli, mereka sudah mati dan sekarang keluarga ini milik ku, jadi bayar hutang mu atau kau pilih bertemu dengan orang tuaku di surga, ups... itu tak mungkin karena kalian akan masuk neraka," kata Aris dingin.
Ayu tetap Dian di samping Aris, Ayu menyentuh tangan arus saat pria itu marah.
"tebang mas ...."
"kamu lihat, wanita ku begitu manis, lugu dan sopan, serta begitu tertutup dalam berbusana, sedang lihat putrimu yang begitu terbuka memamerkan tubuhnya, jadi jangan berharap aku mau menerima wanita seperti itu," marah Aris.
"sudahlah, logan urus mereka semua dan pastikan keluarga ini mengantar hutang mereka, jika tidak mau bereskan," kata Aris.
"siap tuan muda," jawab Logan.
"Barney kamu keterlaluan, kamu tak akan pernah bahagia, Indar itu!!!"teriak tuan Welington.
tak di duga, Aris melempar piring kearah pria itu hingga melukai kepalanya.
"dasar pria bajingan!!" maki dua putri dari tuan Welington.
"kau sungguh sial bukan berani menyebut nama itu lagi, sudah ku katakan aku tak tertarik, logan bawa dia pergi dan pastikan dia tak bisa sembarangan masuk, dan untuk kalian berdua jangan merasa bangga, atau aku bisa merusaknya itu sangat mudah," bentak Aris marah besar.
Logan memanggil semua anak buahnya, dan menyeret pria itu serta keluarganya keluar dari rumah, dan membereskannya.
logan memberikan berkas kepemilikan saham yang dulu sudah di tandatangani oleh orang tua Aris dan pria itu.
"buat pria itu hilang dari perusahaan, dan kemudian pilih orang yang bisa di percaya untuk menjalankannya, ingat jangan ganggu aku lagi, kamu susah bertahun-tahun ikut aku Logan, jangan menganggu demi masalah sampah seperti ini, ayo kita pergi ayu, dan pak Mun," ajak Aris.
pak Mun memberi salam pada logan, dan kemudian mengikuti Aris yang pergi bersama Ayu.
Logan tak mengira Aris masih begitu kejam dan dingin, sudah hampir sepuluh tahun tapi pria itu masih betah di desa terpencil seperti itu.
mereka di antarkan seorang pengawal menuju desa, Ayu melihat Aris yang hanya diam saja.
begitupun dengan kakeknya, tiba-tiba perut ayu berbunyi cukup nyaring dan dapat di dengar semua orang.
"maaf ...."
"Carikan restoran terdekat, maaf ayu karena aku marah, aku lupa jika kita belum makan siang," kata Aris mengusap jilbab Ayu.
"tuan tolong jangan seperti ini, aku dari tadi menahan perasaan ku, aku takut jika aku jatuh cinta pada tuan," lirih ayu.
"kenapa di tahan, aku tak keberatan jika kamu benar mencintai ku," kata Aris tersenyum kearah Ayu.
"tidak boleh tuan, Ayu tak pantas menjadi istri tuan karena hanya gadis kampung," kata pak Mun
"yang pantas atau tidak untuk siapa istriku tentu hanya aku yang tau pak Mun, terlebih ayu begitu sempurna bagiku," puji Aris.
mobil pun berhenti di sebuah rumah makan sederhana, mereka berempat turun dan makan bersama.
Ayu begitu telaten mengurus semua keperluan Aris, pak Mun sadar jika bersama terlalu lama pasti menumbuhkan rasa cinta.
tapi tak mengira Aris yang begitu kejam dan dingin, menyukai Ayu yang hanya gadis kampung.