NovelToon NovelToon
Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Vampire / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:131.4k
Nilai: 5
Nama Author: aiiwa

Ongoing

Apa yang terjadi padaku ? kenapa aku tidak merasakan sakit ditubuhku.. Reini sang gadis cantik yg populer dikalangannya.

🌺🌺🌺🌺

Mengisahkan perjalanan seorang lelaki bernama Tristan yg mencari teman masa kecilnya.

Pertemuan tidak terduga pun terjadi pada sebuah universitas ternama di kota London. membuat lelaki itu jatuh hati pada seorang wanita yg baru pertama kali membuatnya merasa nyaman.

Apakah pertemuan itu hanya kebetulan semata atau memang mereka dijodohkan oleh sang maha kuasa.

Yuk baca terus kisah mereka!!! jangan mau ketinggalan kelucuan dan keseruan setiap peran yg ada didalamnya.

OTHOR SAYANG KALIAN ❤️😀

Jangan lupa terus dukung karya Author supaya lebih semangat lagi !!! 🙏😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TENGAH HUJAN

🍀🍀🍀🍀

Pelajaran sesi kedua

Rei dan gisele sedikit banyaknya sudah bisa menerima keberadaan Liona, Mereka begitu kompak berbarengan masuk kedalam kelas dan berpencar duduk dibangku masing-masing untuk melanjutkan kegiatan pelajaran sesi kedua.

Sesi kedua mata Pelajaran bahasa Inggris akan segera berlangsung, mereka sibuk menyiapkan peralatan sambil menunggu guru yg akan masuk keruang kelas.

Ting. new message.

Ponsel berbunyi sekali menandakan adanya pesan masuk yg dikirim oleh seseorang, suara itu berasal dari dalam tas Rei yg tergeletak diatas meja belajarnya.

Dikarenakan rei sibuk mencari perlengkapan belajarnya tampak ponsel rei bercahaya segera dia meraih ponsel itu untuk membuka layar kunci ponsel dan bergegas membacanya.

*ayah*

Rei, nanti kamu dijemput Ricky ya sayang.. kamu tunggu saja digedung kampusmu, jangan terlalu jauh duduknya nanti Ricky tidak bisa melihatmu.

Tampak senyum diwajah rei membalas pesan ayahnya yg sama bawelnya dengan teman sebangkunya saat ini.

Rei menggelengkan kepalanya karna sang ayah masih menganggap dirinya tuan putri, dia tidak bisa menghentikan sikap ayahnya itu. walau bagaimanapun, dia adalah seorang ayah yg selama ini menjaganya hingga dewasa.

  ****

TENG.. TENG...

Bunyi lonceng kampus menandakan para murid sudah bisa pulang kerumah masing-masing karena pelajaran sesi kedua sudah berakhir.

Para murid membereskan semua barangnya agar segera pulang kerumah mereka.

"Rei, Gisele! aku pulang deluan ya... karna sudah dijemput didepan!" sapa Liona sembari tersenyum melambaikan tangan.

"Iya liona... Deluan aja." Rei dan Gisele serentak menyahut sapaan Liona.

"Lain kali kita pulang barengan, Oke... " teriak Liona dari kejauhan.

"Rei. kamu pulang naik apa?" tanya Gisele menoleh Rei kesamping.

"Dijemput Ricky," jawab Rei sembari memasukkan peralatannya kedalam tas.

"Re- "

Ting. new message.

Bunyi pesan serta getar yg gisele rasakan di tasnya menandakan pesan masuk serta telepon berbunyi sedari tadi juga tidak dia ketahui.

Gisele belum melanjutkan pertnyaannya pada Rei karna dia buru-buru ingin membuka layar kunci ponsel yg ada didalam tas miliknya.

*ibu*

Gisele kamu langsung pulang ya nak? karna ayahmu sudah menunggumu dirumah.

Gisele hanya membaca pesan itu saja namun tidak segera membalasnya, dia memasukkan kembali ponsel kedalam tasnya dengan cepat.

"Siapa sel?" tanya Rei pula.

"Tidak ada Rei, oh ya! aku harus segera pulang kerumah Rei, kita tidak bisa pulang bersma! gpp kan Rei," jawab Gisele tampak raut wajah sedikit cemas.

"Iya sel gak papa... lain kali kan kita bisa pulang bareng," ucap Rei melirik Gisele yg sedikit agak aneh.

"Da...." lambaian tangan Gisele sembari berlari keluar kelas.

Belum sempat Rei bertanya pada Gisele siapa yg menjemputnya, malah dia ditinggal gitu aja. terpaksa Rei harus berjalan sendirian untuk keluar dari gedung kampus.

Setelah Rei selesai membereskan barangnya dia bergerak keluar dari kelas dan berjalan perlahan tampak wajah kurang bersemangat pada dirinya.

Setelah beberapa lift yg telah di lewati akhirnya sampai juga di lantai paling bawah. dia mempercepat langkahnya agar bisa segera keluar dari gedung kampus secepat mungkin.

Tiba-Tiba..

ZZRAAASSHH

Hujan yg begitu deras tiba-tiba mengguyur seluruh bangunan gedung membuat Rei tersenyum bahagia, wajah yg tidak bersemangat sebelumnya hilang entah kemana semenjak dia melihat hujan turun, karna itu adalah sesuatu hal yg paling dia gemari semasa masuk kuliah pertama dahulu, tidak tau dia menyukai itu sudah sedari kapan, yg pasti dia sungguh menyukai hal yg berbau dengan hujan.

Rei melihat ada sebuah taman dihiasi dengan bunga membuat matanya berbinar seketika, apalagi tempatnya pas untuk dia berteduh menunggu hujan berhenti.

Tak sabar dia mendekati taman itu dan memegang bunga yg bermekaran hingga membasahi tangannya dengan air hujan, ingin rasanya dia melangkah keluar dari taman serta membasahi seluruh tubuhnya, tapi itu tak mungkin dia lakukan sudah pasti dia akan membasahi seluruh bajunya.

"Kau sedang apa?" sapa Tristan dari belakang punggung Rei.

Suara yg tak asing lagi didengar oleh Rei, spontan terkejut Sampai terhenti sejenak melebarkan kedua matanya.

"Oh, bapak..." menjawab sembari menoleh Tristan yg sudah berdiri dibelakangnya

"Bapak ngapain disini?" tanya Rei tampak gugup.

"Jangan panggil aku bapak... aku tidak setua itu," ucap Tristan tidak menjawab pertnyaan Rei sebelumnya.

"Jadi saya harus panggil ba- maksud saya... saya harus memanggil apa?" tanya Rei tampak canggung sembari menundukkan wajahnya.

Tiba-tiba Rei dikagetkan oleh sosok tangan yg memegang dagunya tanpa sepengetahuan dirinya, merasakan hawa tangan yg dingin apalagi ada aroma parfum melekat dibagian tangan maupun tubuhnya membuat Rei merasa sedikit nyaman bila mencium aromanya.

"Angkat kepalamu," ucap Tristan lembut sembari menatap Rei yg tidak juga melihatnya.

Rei membiarkan tubuhnya seolah mengikuti gerakan tangan Tristan yg terus memegang dagunya, seperti sudah dibius dari aroma yg dia hirup sebelumnya. Detak Jantung Rei seperti ingin meledak saat itu juga, dia berusaha untuk tetap bertahan dari rasa terkejutnya saat itu karna selain ayahnya yg dekat padanya tidak ada lelaki lain yg berani menyentuh tubuhnya.

"...."

Rei menatap kosong tanpa bertanya apapun.

"Apakah kau setakut itu padaku? kau terus melarikan diri dariku," seru Tristan dalam keadaan memegang dagu Rei dan tatapan Tristan yg menyipitkan sedikit matanya karna puas melihat Rei dari jarak dekat.

"Sa- saya... tidak takut kok," jawab Rei tampak gugup.

"Baiklah! bisakah kita berbicara sedikit santai?" tanya Tristan lagi sembari menurunkan tangannya perlahan.

"Bisa pa- maksud saya bisa..." tubuh Rei terasa membeku krna tatapan Tristan padanya.

"Panggil saja aku Tristan. jngn lagi bapak! dan satu lagi! aku tidak ingin mendengar kata saya, agar kita bisa sedikit lebih santai saja," mata Tristan terus mengamati wajah Rei.

Sudah sedari awal Tristan bertemu sejak Rei menabraknya, Tristan sudah dibubuhi dengan rasa cinta yg muncul begitu saja. dia sudah tidak bisa mengendalikan emosi,cemburu,kecemasan jika Rei berbicara dengan lelaki lain. krna Tristan berfikir Rei adalah miliknya seorang.

Tristan memandangi Rei dengan wajah yg sangat tulus yg tak pernah dia berikan pada siapapun, hanya saja dia berharap Rei bisa merasakan panggilan hatinya saat ini, tapi tidak secepat itu untuk mendapatkan wanita seperti Rei.

"Baiklah... kalau dikelas aku harus panggil apa?" tanya Rei tampak senyum simpul dibibirnya.

"Panggil apa ya? hmh... sayang juga boleh," melirik Rei yg sudah tersipu malu didepannya.

"Apa sih," tampak pipi Rei berubah merah muda sembari tertawa kecil.

Tristan berhasil membuat Rei tertawa bersamanya, walaupun keinginannya untuk terus bersama Rei masih kecil kemungkinan. tetapi sedikit banyaknya dia sudah bisa mendekatkan dirinya pada Rei.

Curahan hujan masih bergeming ditelinga mereka yg menghanyutkan keduanya dalam lamunan panjang.

"Kau tidak pulang?" tanya Rei menghentikan lamunannya sejenak.

"Bagaimana aku bisa pulang. kalau wanita cantik masih ada disini," menatap Rei sembari tersenyum manis.

"Kau bilangin siapa?" ucap Rei yg pura-pura tidak mendengar perkataan Tristan.

"Memangnya ada wanita lain Disni selain kau," jawab Tristan tampak mata terkulai.

"O,oh...." singkat Rei mengalihkan matanya.

"Kalau bisa seperti hujan rasanya enak ya." Rei mengalihkan topik pembicaraan.

"Ya.... Kedatangan hujan benar-benar menyejukkan hati. begitu juga padamu ketika hujan pergi pamit, Aku takut apakah kau juga akan begitu." Tristan mengamati air hujan yg membasahi tangannya.

Tak sadar ketika Tristan mengatakan hal seperti itu Rei melebarkan matanya karna terkejut mendengar apa yg baru saja Tristan katakan padanya, Rei menatap Tristan tidak berkedip sedikitpun pikiran Rei mulai terhanyut oleh sosok pria yg ada didepannya saat itu.

Begitu juga dengan Tristan yg menatap mata Rei dari jarak dekat, perkataan itu terucap dari hatinya bukan perkataan yg cuma dibuat semata untuk merayu Rei.

"Uhuk.Uhuk! udah deh. kau bercanda terus dari tadi," membuyarkan lamunan yg sedari tadi tanpa sadar telah terjadi.

"Apakah perkataan ku salah Rei?" memantapkan hatinya lagi.

"Hujan memang bisa mempengaruhi suasana hati, Ketika hujan turun hati bisa merasa sedih lantaran terpengaruh kenangan sedih di masa lalu... Namun, hujan juga bisa memberikan sebuah suasana romantis yang menyentuh hati bagi semua orang yg mempunyai pasangan hidupnya. Apakah benar begitu?" tanya Rei terlihat wajah yg masih merah muda.

"Ya! kau benar Rei... semua orang pasti mempunyai pasangan hidupnya," membenarkan perkataan Rei.

Begitu juga denganku Rei, yg menginginkan dirimu untuk menjadi teman hidupku. batin Tristan mengamati wajah Rei.

..............

Bersambung....

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA😚🤭

🥰😍MAMAK SAYANG KALIAN🥺❤️

1
Runiyati Lahengko
lah kok Tamat 😯😯 author...gmna crtanya
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠QUEN_LION🦁👑🤺: masih fokus ke novel satunya kak, nanti ada season 2 kok😁
total 1 replies
Ru Kayah
aku suka ceritanya kak☺☺☺☺
Asih Mintarsih
ditunggu lanjutannya author...makin greget dan gemes
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
nah kan Rei dan Giselle panik tuuh😳
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
sebagai vampir pasti dia punya kehidupan abadi ya,😅
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
Astaga lupa klo Rei itu cowok ya, ya ampun, ingat novel tetangga 😅🙏
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
siapa ya itu, mudah mudahan orang baik
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
itu mungkin nanti jodoh kamu Rei
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
wah udah ada yang jemput aja nih Rei, belajar yang bener ya Rei
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
hahahaaa
bisa aja lu cari alasan Rick 😂
Kang cilok: mampir kak ke karya pertama ku 😄
total 1 replies
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
yg jomblo tersindir cuy😂😂😂
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
untungnya aku sdh tau, klo Ricky hacker
makasih thor sdh kasih tau aku😅
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
😂😂
knp kok sewot gitu, cuma gegara di blng keras kepala
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
Ueeeekk
baunya sampe kesini ya, cptn Rick pergi, bisa"kamu nanti yg bauu
Lami_Kim
malunya sampe ke ubun ubun ya leo🙈
Lami_Kim
hayo kamu apain Tristan Rei nya kok sampe terus melarikan diri dari kamu
Lami_Kim
Rei tipe tipe cewek idaman sejuta cowok nih kayaknya, buktinya dalem sehari banyak yang nyangkut nih
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
ayah rei gak mau nikah lagi kah?
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
bibinya sayang bgt sama rei
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
kamar mandinya wow bgt..betah dah lama2 dsna🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!