Gadis lugu yang pandai menyembunyikan luka dihati nya, ceria itulah dia, namun siapa sangka Arana yang dikenal ceria itu sering menyendiri, memendam perasaan nya sendiri.
Ia yang sering memperdulikan orang lain dibanding dirinya sendiri. Kebahagian nya ia anggap belakangan.
Hujan. Ara sangat suka, disaat ia suka menyendiri, rintik rintik nya menemani dirinya, hingga ia berpikir akan mencari sosok pelangi untuk nya.
Mampukah ia mencar pelangi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode-11
"Kok sepi ya Lion?"
"Guru lagi rapat, mereka semua dilapangan" jawab Lion, lalu Ara mengikuti Lion yg berjalan masuk setelah memarkirkan motornya.
Seketika mata Ara membulat ketika memasuki sekolah nya.
"SELAMAT ULANG TAHUN ARA!!"
Mereka mengucapkan secara serempak yg membuat Ara menutup mulut nya karna terkejut satu sekolah mengucapkan selamat untuk nya.
Serta poster selamat ulang tahun untuk nya, satu persatu siswa maupun siswi disana turun menghampiri Ara dan mengucapkan selamat serta memberi bunga dan hadiah kepada nya.
"Selamat ulang tahun buat lo Ra"
"Habede ya, panjang umur"
"Habededay! Sehat selalu"
"Habede"
"Habede semoga menjadi lebih baik"
Setelah sekian banyak nya orang yg memberikan ucapan selamat, turun lah Ori dan Gusti yg sedang memvideokan Ara.
"Anjir pantat gue sakit" keluh Ori memegangi pantatnya.
"Ya lo lagian ngapain pake segala manjat pohon bego" ujar Gusti. Ori yg memang tidak ada akhlak tadi berpikir untuk memanjat pohon saat merekam video untuk Ara.
"Biar baguss, liat noh hasil nya" Ori memperlihatkan kamera nya.
"Burem ashuk!" Gusti mendorong bahu Ori.
"Anjir burem dari mana goblok" Ori mengecek sambil mengezoom foto yg ia ambil.
Sedangkan Gusti menghampiri Ara.
"Selamat hari brojol Ra, tambah cantik, cakep, imut, manis, pinter dan menjadi Ibu Rahargi" ujar Gusti mengedipkan salah satu mata nya.
"Makasih ya Gusti" Ara berterimakasih.
"Foto foto foto" Ori berlari, ketiga nya langsung berselfie.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Setelah berfoto bersama, Ori langsung terpesona melihat hasil jepretan nya.
"Wih lo cantik bener Ra, apa karna efek kamera apa karna jepretan gue yang dahsyat" ucap Ori melihat gambar yang berisi foto nya bersama Ara.
"Yee si dongo, liat Ara, cantik bener hari ini" Gusti membalikan tubuh Ori.
"Wih iya, kira kira apa yang beda dari Ara ya hari ini kek kek ada yang beda gitu"
"Baju nya" sahut Lion.
"OH IYA! Wih Ra sumpah lo tambah cantik"
"Makasih ya Ori" Ara tersenyum.
Tiba-tiba tak lama Saga datang dengan mawar merah ditangan nya dan diberikan nya kepada Ara, Ara mengambil nya dan mengucapkan terimakasih.
"Fotoin gue" Ori dan Gusti melotot.
"Lo serius Ga? Lo kan gak suka foto anjir" ucap Ori. Diangguki Gusti.
"Udah foto aja" Saga dengan kaku nya merangkul Ara supaya mendekati nya.
"Nanti pulang bareng aku. Ya.. ada yg mau aku kasih tau" ucap Saga kikuk, Ara mengangguk.
"Selamat ulang tahun Ra" disusul Albar datang bersama Selin dibelakang nya.
"Makasih Albar" Ara langsung memeluk nya. Lalu Albar memberikan nya bunga buket. Disusul dengan Selin yg mengucapkan selamat kepada nya dan memberi hadiah nya.
"Habede ya Ra" Selin memeluk Ara, Ara membalas nya. Ara lalu menaiki podium sekolah.
"Makasih ya temen-temen... Ara seneng bangett... Sekali lagi makasih... Ara suka... Pake bangettttt"ucap Ara, sungguh ia senang tiada tara.
Setelah dirinya turun dari podium, Ara dikagetkan dengan Albar yg berada dihadapannya.
"Ra..."
"Ara tau ini semua ide Albar kan?" tebak Ara antusias.
"Bukan" dahi Ara berkerut.
"Selin, sahabat lo yg ngerencanain ini semua dan ngajak kita-kita" ucap Albar. Ara tertegun dengan Selin, lalu Ara menghampiri nya.
"Selin... Makasi banyak ya... Ara seneng bangetttt, Ara gak nyangka bakal ketemu sama sahabat kayak Selin" ucap Ara memeluk Selin,
Selin membalas pelukannya dan mengangguk.
"Ra... Gue mau ngomong sesuatu" ujar Albar memegang kedua tangan Ara.
Jantung Ara berdetak tidak karuan.
"A..apa bar?"
"Gue jadian sama Selin, menurut lo Selin cocok gak sama gue?"
Ara terkejut sangat.
Deg.. deg.. deg..
"Astaga ternyata Selin yg disukain Albar selama ini, gue kira Ara"
"Gue nggak nyangka"
"Eh btw kek drama-drama gitu yak"
"Bener, gue kira itu Ara"
"Yah korban ghosting" bisik-bisik mereka yg menonton.
Ara terdiam. Menahan sesuatu yg ingin keluar dari mata nya, tahan Ara, jangan nangis.... Ara langsung kembali tersenyum.
"Ohya? Selamat Bar! Ara seneng! Selin cocok sama Albar!" ucap Ara tersenyum.
"Thanks Ra, lo emang temen terbaik gue"
"Cuman temen ya Albar?"
"Iya, gue dari dulu suka sama Selin, tau nya itu temen lo" ujar Albar terkekeh. Belum lama ini ia kencan bersama Selin tanpa ia beritahu Ara.
Jadi Albar deketin Ara cuma untuk deket sama Selin?
"O.. oh gitu, iya Bar, Ara juga seneng" perlahan demi perlahan kaki Ara mundur melangkah pergi. Samar-samar dirinya mendengar.
"Selin Amanda Ratu lo mau kan jadi pasangan gue?" Selin terlihat malu malu.
"Iya bar, gue.. gue mau"
"Yes! Yg keras dong biar semua nya tau"
"IYA BAR GUE MAU!" ucap Selin berteriak.
Ara? Bagaimana perasaan nya? Ketika melihat sahabatnya berpacaran dengan orang yg ia sukai.
Sakit. Itu yg Ara rasain.
Ternyata hari ini tepatnya ulang tahun nya, sangat menyakitkan. Ara membenci ulang tahun ditahun ini.
***
"Kenapa sakit banget .."
"Ara kira Albar suka juga sama Ara tapi.. Albar suka sama Selin..."
"Dan.. hiks Albar deketin Ara karna pengen deket sama Selin..."
"Kenapa cara nya harus gitu Albar? Kenapa Albar harus ngedeketin Ara dulu?"
Kenapa harus? Kenapa harus dirinya menyukai seseorang yg tidak menyukai nya? Malahan seseorang itu menyukai orang lain.
Ara mengusap Air mata dipipi nya, dirinya sekarang berada di toilet. Melampiaskan betapa sakit nya hati nya. Ingin rasa nya Ara menjerit, menjerit sekuat-kuat nya.
"Kenapa hari ini berat banget buat Ara? Ara mohon cepetin waktu untuk hari ini" ujar Ara yg merasa sudah tak kuat.
Berjam-jam Ara ditoilet, tak ada niatan untuk keluar, mungkin mereka sedang mencari-cari dirinya tapi ia tak ingin bertemu siapa-siapa dalam kondisi seperti ini.
Kalian pasti pernah merasakan yg Ara rasain sekarang, rasa nya sakitt bangett, pengen berhenti nangis tapi kayak masi ada aja rasa sakit itu.
Setahun hampir 2 tahun ia dekat dengan Albar.. ia sudah berharap dalam 2 tahun itu.
"Ara nyesel banget.. Albar gak akan ngerasain gimana perasaan Ara saat ini Bar, yg Albar tau Ara baik-baik aja" sesal nya menyesal.
"Ara... Argghhh! Ara nyesel bangett!!"
Hingga suara dering ponsel Ara berbunyi.
Selin: Ra.. Gue udah ada di ruang seni, lo Dimana? Gue nunggu nih dari tadi.. gue tunggu lo disini Ra..
up ya kak, karyanya bagus🐣
jangan lama"y😉😉