NovelToon NovelToon
OVER THE AGE

OVER THE AGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:343
Nilai: 5
Nama Author: siput

Namanya yang terkenal sebagai ketua geng Tunas Bangsa, Theo Bramansya cowok paling di takuti di wilayahnya,
Usia: 19 tahun
Tinggi: 190 cm
Berat: 82 kg

Penampilan: Tinggi, tegap, bahu lebar, kulit putih bersih, rahang tegas, hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dingin, rambut hitam sedikit berantakan. Tatapannya sering terlihat malas dan mengintimidasi. Memiliki tubuh atletis karena sering mengendarai motor dan berkelahi.

Kepribadian: Dingin, cuek, keras kepala, dominan, percaya diri, sulit didekati, dan tidak mudah menunjukkan emosi. Dia jarang tersenyum dan lebih sering menjawab singkat. Tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Dia adalah ketua geng motor yang cukup disegani. Berani, nekat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia tidak takut pada siapa pun dan tidak suka diperintah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

...****************...

Sambil tersenyum eca memberikan obat itu ke nenek hingga nenek tertidur pulas, eca mengajak theo untuk pindah ke sofa ruang tamu depan agar tidak mengganggu nenek yang tertidur kembali.

"Ya... kalau lo ngelakuin itu beneran tinggal gue minta tanggung jawab sih ke lo buat nikahin gue..hahaha"

"lagian first kiss gue juga lo yang dapat tadi"

"Duduk sini, lo mau minum apa? Atau lo langsung balik?" sambil menepuk sebelah kursi tempat eca duduk

"Dari tadi gue perhatiin lo ngelihat sekeliling rumah nenek gue, kenapa? Lo nggak biasa ya di rumah kumuh gini?"

Theo mendengus kasar, melempar kunci motor ke atas meja kayu yang permukaannya sudah terkelupas. Ucapan enteng barusan sukses menyentil saraf malunya, membakar ujung telinganya hingga memerah, meski wajahnya tetap ia pasang sekaku papan. Godaan konyol soal pernikahan dan insiden kecelakaan bibir tadi pagi terasa seperti jerat yang sengaja dipasang untuk mempermainkannya.

"Nikah kata lo? Jangan mimpi di siang bolong,"

cibir theo dengan suara rendah, menumpangkan satu kakinya ke lutut secara arogan demi menguasai keadaan.

"Yang tadi itu kecelakaan gara-gara lo ceroboh, bukan tanda gue berminat."

Sorot matanya beralih menyapu dinding tripleks bernoda lembap dan kalender usang yang tergantung miring, lalu kembali mengunci wajah perempuan di depannya. Ada secercah rasa getir yang ia sembunyikan rapat-rapat saat melihat kontrasnya kehidupan gadis ini dengan kemewahan dingin di rumahnya sendiri.

"Nggak usah repot bikin minum, air putih biasa juga cukup kalau lo nggak mau gue keburu cabut,"

tukas theo datar, menyandarkan punggungnya seraya melipat tangan.

"Gue cuma lagi mastiin atap rumah lo nggak bakal roboh menimpa kepala gue pas lagi duduk."

Sembari mengambilkan minum untuk theo,eca bersiap-siap mengambil tas kerjanya, Ia kembali duduk di dekat theo dan memberikan air untuk theo, di situ mereka mengobrol dengan duduk santai

"Baguslah kalau begitu,gue hanya bercanda kok soal pernikahan..gue juga cukup tau diri dengan keadaan gue"

"Orang biasa aja belum tentu menerima gue apa lagi orang konglomerat kayak lo,ya kan?hehe"

"Nenek itu sebenarnya bukan nenek asli gue,gue hanya numpang di sini, cucu aslinya sedang merantau mungkin 2 minggu lagi akan kembali ke sini, dan gue harus sudah cari tempat tinggal baru karena kamar di sini cuman ada 2 saja, milik nenek dan cucuk laki-lakinya"

"Gue baru datang di kota tunas bangsa ini, baru 1 bulan ini karena pindah kerjaan ke RS Harapan, mungkin gue bakal cari apartemen murah di sekitar RS itu agar aksesnya mudah"

"Lo mau balik sekarang? Gue juga mau kerja, hari ini gue shift siang"

Pandangan theo terpaku pada butiran air yang mengembun di dinding gelas. Pengakuan tanpa beban itu menghantam egonya dengan cara yang aneh; ada sengatan tajam saat perempuan itu meremehkan kelayakannya sendiri dengan dalih status sosial dan usia. Belum lagi fakta bahwa tempat bernaung ini hanya persinggahan sementara, membuatnya mendadak gusar memikirkan gadis seceroboh ini luntang-lantung mencari hunian seorang diri di kota asing.

Ia meraih gelas tersebut, meneguk isinya hingga tandas sebelum meletakkannya kembali ke meja dengan ketukan tegas. Rahangnya mengeras saat matanya meneliti tas kerja usang yang tersampir di pundak sang perawat.

"Nggak usah sok tahu isi kepala gue,"

tukas theo dingin, bangkit berdiri hingga figur jangkungnya membayangi ruangan sempit itu. Jemarinya menyambar kunci motor dengan gerakan tangkas.

"Lagian siapa yang izinin lo keluyuran cari tempat tinggal sendirian? Dua minggu lagi urusan lo belum beres, kepala lo bisa makin pusing."

Lelaki itu melangkah menuju ambang pintu, menoleh sekilas dengan tatapan tajam yang tak terbantahkan.

"Rumah sakit lo searah markas gue. Cepat keluar, gue anter sebelum lo telat dinas."

...****************...

1
Mawarresa
eca berani bangett🤣
Renjana
tinggalin jejak dulu,
hadir kak, mampir juga ya😊
Siput: thank u udh mampir kak
total 1 replies
atikah@72
sama-sama kak, sukses selalu🫰
atikah@72
ceritanya bagus lanjutkan Thor. jgn lupa mampir ya di aku buat silaturahmi. makasih 🫰
Siput: trimakasih kak support sistemnya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!