NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:118.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Suasana di ruang makan mansion mewah milik Alessandro terasa sangat kaku.

Kedatangan mendadak Alexander dan Malika sukses membuat barisan pelayan menahan napas.

Terlebih lagi, Malika turut membawa Isabella, wanita yang beberapa waktu lalu menangis tersedu-sedu mengadu di kediaman utama keluarga Frederick.

Di ujung meja, Alessandro duduk dengan rahang mengeras sempurna. Tangannya beringsut merengkuh pinggang Lucia yang duduk manis di sebelahnya, menunjukkan sikap protektif yang tak terbantahkan.

“Aku tidak suka kunjungan mendadak seperti ini, Pa, Ma,” ucap Alessandro dengan mata melirik tajam ke arah Isabella.

Malika tersenyum anggun, menyesap anggur merahnya perlahan sebelum memusatkan perhatian pada gadis mungil di sebelah putranya.

“Mama hanya rindu padamu, Sayang. Dan tentu saja, Mama sangat ingin berkenalan dengan tamu istimewa mu ini.”

Malika menatap Lucia dengan tatapan menilai.

“Jadi, Nona Lucia, kudengar dari Isabella kau bukan berasal dari kota? Di akademi mana kau belajar etiket pergaulan dan tata krama meja makan?”

Di seberang meja, Isabella tersenyum miring. Ia menyilangkan kakinya, bersiap menanti Lucia mempermalukan dirinya sendiri di hadapan calon mertuanya.

Namun, bukannya ciut, gugup, atau tertunduk malu, Lucia justru membalas tatapan Malika dengan senyum cerah yang begitu tulus.

Matanya yang bulat berbinar dengan sangat polosnya.

“Ibu—em, maksudku Nyonya Malika,” sahut Lucia riang. “Nyonya benar, aku tidak pernah sekolah etika. Jangankan etika kelas atas, aku sama sekali tidak tahu tata cara pakai sendok lima biji yang berjejer di samping piringku ini. Buat apa sendok sebanyak ini kalau mulut kita cuma satu?”

Isabella hampir menyemburkan tawa mengejeknya.

Sementara itu, Alessandro diam-diam memijat pangkal hidungnya, meski sudut bibirnya sedikit berkedut menahan senyum.

“Tapi, Nyonya, kalau soal menangkap belut yang licin di lumpur atau menumbuk padi sampai putih bersih, aku jagonya. Nyonya mau ku buatkan sambal belut? Bibiku bilang, masakanku tiada duanya, lho,” lanjut Lucia dengan bangga.

Malika tertegun. Ia mengharapkan jawaban aneh dan gugup.

Namun gadis ini justru memamerkan keahlian desanya dengan sangat percaya diri.

Di ujung meja, Alexander diam-diam menyembunyikan senyum gelinya di balik serbet putih.

“Gadis yang sangat unik. Hampir mirip istriku dulu. Pantas saja putraku tergila-gila padanya,” batin sang mantan penguasa mafia.

Isabella yang tak suka melihat suasana mencair, langsung ikut campur.

“Tentu saja kau tidak mengerti, Lucia. Gadis sepertimu pasti baru pertama kali melihat hidangan mewah dan perhiasan sungguhan,” sindir Isabella sembari menyentuh kalungnya lalu menoleh pada Malika.

“Bibi Malika, lihatlah. Kalung ini adalah warisan turun-temurun keluargaku. Sangat langka dan mahal. Aku hanya memakainya malam ini khusus untuk menghormati Bibi dan Paman.”

Lucia memiringkan kepalanya, menatap kalung di leher Isabella dengan kening berkerut dalam.

“Warisan turun-temurun?”

“Tentu saja. Kenapa? Kau takjub melihat kilaunya?” tanya Isabella angkuh.

“Bukan begitu, Bibi. Kalau itu warisan keluarga yang mahal, kenapa di belakang jepitannya masih ada label harga? Tadi waktu Bibi memarahi pelayan paman tampan di depan pintu, labelnya menyembul keluar. Aku mau memberitahu, tapi Nona keburu marah-marah terus,” celetuk Lucia enteng.

Uhuk!

Alexander langsung tersedak anggurnya. Pria paruh baya yang terkenal ditakuti itu buru-buru menutupi mulutnya, bahu lebarnya bergetar hebat menahan tawa yang nyaris meledak.

Wajah Isabella seketika pucat pasi bagai mayat. Tangannya panik meraba tengkuknya dan benar saja, ia merasakan kertas label kasar menempel di sana.

Malika menatap Isabella dengan dingin dan penuh penilaian. Kebohongan dan kemunafikan wanita berkelas itu terbongkar telak hanya oleh kepolosan seorang gadis desa.

“Bibi, Paman, ini salah paham. Pelayan bodohku pasti salah memakaikan perhiasan!” pekik Isabella panik.

Karena rasa malu dan amarah yang meledak, Isabella bangkit dari kursinya.

Ia menatap Lucia dengan penuh kebencian, lalu melangkah kasar menghampiri Alessandro.

“Alessandro! Kau lihat kan, dia sengaja mempermalukan ku di depan orang tuamu?! Kau harus menghukumnya!” teriak Isabella histeris.

Tanpa aba-aba, ia mencondongkan tubuhnya dan mencengkeram erat pergelangan tangan Alessandro, sengaja menekankan kuku bercat merahnya ke kulit pria itu.

Napas Alessandro seketika tercekat.

Hanya dalam hitungan detik, ruam kemerahan yang mengerikan menjalar dari tangannya merambat cepat hingga ke leher.

Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras di pelipisnya, urat-urat di lehernya menonjol, dan dadanya naik turun dengan sesak.

Alergi mematikannya terhadap sentuhan wanita langsung kambuh hebat.

“Jauhkan tangan kotor itu dari putraku!” bentak Alexander, langsung berdiri dari kursinya dengan aura membunuh.

Malika memekik panik, tangannya gemetar bersiap memanggil dokter keluarga.

Namun, sebelum Isabella menyadari perbuatan fatalnya, Alessandro menepis tangan wanita itu dengan sangat kasar hingga Isabella menjerit dan terjerembap ke lantai.

Dengan napas tersengal dan pandangan yang mulai mengabur, Alessandro segera menoleh pada Lucia. Tanpa mempedulikan kehadiran kedua orang tuanya yang sedang panik, pria itu menarik tengkuk Lucia dengan sisa tenaganya, merengkuh tubuh mungil gadis itu, dan me-lumat bibirnya dalam-dalam.

Lucia terkesiap pelan, namun ia tidak menolak. Tangan mungilnya refleks memeluk rahang Alessandro, membiarkan kehangatan dan kepolosannya menenangkan sang penguasa dunia bawah.

Keajaiban pun terjadi di ruang makan itu.

Tepat di depan mata Alexander dan Malika yang mematung tak percaya, ruam merah mengerikan di kulit Alessandro perlahan-lahan memudar.

Napas putranya yang tadi tersengal layaknya orang tercekik, kini kembali teratur dan tenang dalam ciuman panjang tersebut.

“Ini tidak mungkin,” gumam Alexander dengan mata membelalak tak percaya.

Alergi mematikan yang selama belasan tahun tidak bisa disembuhkan oleh dokter terhebat mana pun di dunia, ternyata obat satu-satunya adalah sentuhan dari gadis desa yang polos ini?

1
Ni'mah azzahrah Zahrah
updatetnkak
Nisa Via
weehhh paman Mafia dilanda demam asmara😂😂😂😂
ollyooliver
jadi siapa yg mnemukan alesadro dluan?
Ita rahmawati
jgn khawatir Alesandro luciamu aman
Endah Lestary
palingan sama dia menyukai sapi🤣🤣🤣🤣
rheisha
entah lah aku sendiri pun bingung, marco itu cinta nya,kaya kakak ke ade,atau kaya pria ke wanita pada umum nya....
MamDeyh
Akhirnyaaaa update lagi kak
Bunda SalVa
tenang Ale....Marco bakal jadi kakak iparmu 🤣🤣🤣
tinie
hey tenanglah
dari awal pertemuan
Marco dan Lucia memang ada yg aneh

marco seolah ingin melindungi adiknya
dan itu akan terbukti
jika benar Lucia adalah adik kandungnya
dgn tes DNA
TPI gimana caranya yaa
sebab sang ibueninggal setelah melahirkan lucia
Sri Rahayu
jgn emosi dan cemburu buta dulu Alessandro....Marco menyayangi Lucia kemungkin mereka kakak adik...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
diga pues
where you go?
Muft Smoker
semoga Lucia bnr2 adik kandung marcoo ,, bukan si lemper jadi2an ,,
Pelangi Jingga
lanjut tor
Inez Putri
yaa mungkin karna lucia adik kandungnya marco. semoga aja.😍😍
🇦 🇵 🇷 🇾👎
trm ksh sayg ku... ale blg trm ksh
Maya
marco tau ga ya klo lucia itu adiknya atau cuma naluri aja?
Maya
ternyata lucia itu adiknya marko dan menikah dg musuh dri ayahnya.
Ni'mah azzahrah Zahrah
kenapa lama gak di nek kak
Wulhan Agustyna Ismail
baca sambil ngakak 🤣
MOZZA AUDYA
thorr lanjut thorrr jangan lama lama thorrrr penasaran nih sama kelanjutan nya soal nya masih banyak rahsia yang blm kebuka nih thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!