NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Cassia Yang Berbunga-bunga

Tak lama setelah itu, Max pun pamit pulang.

Cassia menutup pintu dengan lembut setelah mengucapkan terima kasih dan selamat malam pada Max.

Lalu terdengar derap langkah kaki yang semakin menjauh di lorong apartemen. Cassia tetap berdiri di balik pintu.

‘Dia sudah pergi.’

Kemudian, Cassia tersenyum. Bukan senyum kecil biasa. Cassia tersenyum lebar, sangat lebar hingga pipinya terasa sakit karena otot-otot wajahnya tidak terbiasa dengan ekspresi itu.

Matanya berbinar. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan, seperti gadis cilik yang baru saja mendapat hadiah ulang tahun paling indah di dunia.

‘Tadi dia membawakanku makanan. Dia duduk di sofa bersamaku. Dia menanyakan kehidupanku lebih dalam. Dia ... dia benar-benar ada di sini. Dan memperhatikanku.’

Cassia kemudian berjalan kembali dan merebahkan tubuhnya di sofa, kedua tangannya memeluk bantal kecil di sampingnya.

Wajahnya menengadah ke langit-langit yang kini sempurna, tak ada retakan lagi. Cassia tertawa kecil mengingat momen mereka tadi meskipun mungkin itu hanyalah momen biasa saja. Tapi bagi Cassia itu sangat berarti.

Ya, Cassia tahu mungkin Max memperhatikannya karena simpati. Atau kasihan. Pasti itu. Apalagi kini Max sudah tahu bagaimana keluarga Cassia.

Cassia menggigit bibir bawahnya. Matanya terasa panas. Bukan karena sedih. Ini seperti rasa lega yang aneh. Lega karena setidaknya dia masih bisa berada di dekat Max setiap hari.

Berada di dekatnya saja sudah cukup. Cassia memejamkan matanya. Membayangkan wajah Max yang kini sudah bisa menatapnya dengan intens itu.

Cukup. Ini sudah cukup. Dan dengan perasaan bahagia, Cassia perlahan-lahan tertidur di sofa empuk, memeluk bantal yang dia bayangkan sebagai sosok tegap yang baru saja meninggalkannya.

*

*

Sementara itu, Max ternyata tidak pulang ke penthousenya. Dia melangkah ke sebuah kamar, tepat di sebelah kamar apartemen Cassia.

Max mengeluarkan kartu akses lain dari saku celananya, kartu berwarna hitam polos tanpa tulisan.

Dia menempelkannya pada pemindai di samping pintu. Lampu hijau menyala. Pintu terbuka tanpa suara.

Dia berjalan langsung ke jendela—jendela di ruang tamu yang menghadap tepat ke jendela apartemen sebelah.

Apartemen yang ditempati Max dan Cassia sama-sama berada di bagian siku gedung dan membuatnya bisa melihat ke arah apartemen masing-masing dari luar.

Gorden di apartemen Cassia tidak tertutup, tampaknya Cassia lupa menurupnya. Tapi ruangan itu gelap.

Max masih berdiri di sana, kedua tangannya di saku celana. “Apakah aku perlu membeli teropong?” gumamnya. “Tunggu! Apa-apaan aku ini!” Max menggelengkan kepalanya.

‘Dia pasti sudah tidur,’ pikirnya.

Max menghela napas. ‘Kenapa aku di sini?’

Dia bertanya pada dirinya sendiri, tapi dia tahu jawabannya.

“Cassia hanya sekretarisku, tapu aku memiliki kewajiban untuk menjaganya juga, kan?” gumamnya.

‘Ini gila.’ Max mengambil ponselnya dari saku. Jarinya bergerak cepat di layar sentuh, menghubungi seseorang yang paling percaya.

"Tim, aku butuh beberapa barang. Segera. Bawa ke apartemen lantai 22.”

"Tuan Max?" suara Timothy di seberang sana terdengar terkejut. Bukan karena perintah itu aneh, tapi karena Max hampir tidak pernah meneleponnya di tengah malam.

"Aku butuh pakaian. Banyak. Pakaian wanita. Lengkap dari dalam hingga luar. Sepatu, tas, aksesoris."

"Untuk ... siapa, Tuan?"

"Untuk Cassia."

Diam sejenak. Timothy adalah kepala keamanan pribadi Max sekaligus salah satu tangan kanannya dalam urusan-urusan privat.

Dia tahu banyak hal tentang majikannya, termasuk fakta bahwa Max belum pernah, tidak pernah meminta pakaian untuk wanita mana pun selama Tim bekerja padanya meskipun pria itu sering bergonta ganti pacar.

"Baik, Tuan. Saya akan hubungi tim penata gaya.”

"Aku mau besok pagi."

"Tu-Tuan? Besok pagi? Tuan, malam ini juga kami harus menghubungi—"

"Aku tahu. Aku punya nomor pribadi tim butik. Aku akan menghubunginya sekarang. Kau hanya perlu koordinasi dan mengirimkan semuanya ke sini sebelum jam delapan pagi."

Tim menarik napas. "Baik, Tuan. Saya akan urus."

1
Ari Atik
kenapa dia muncul lagi...?😡
Ari Atik
siap2 marc...
jangan sampai anacondamu bangun..🤭
Adam Markelov izaan
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
Adam Markelov izaan
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
 🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀 \
☆€£i$@☆🐈🐱
langsung maraton baca ini 2 hari,,tapi senengnya klau baca udah banyak,,ga di gantung nungguin up,,kemarin baca Cassia sama Max puas banget🥰🥰🥰
☆€£i$@☆🐈🐱
kak saya ketinggalan karya kka yg ini,,,biasanya suka ada notif kalau ada karya Author fav,,eh tumben ga ada,,baru ada notif karya yg satu lagi,,,malah selama ini bolak balik,,nungguin Dash❤️Terra,,sama Jovan❤️Amora,,,pengennya lanjutin juga🤭,,,tapi semua karya kka luar biasa🥰🥰,,,cuma karya kak Zarin yg ga pernah saya skip,,kalau yg lain2 suka skip klau dramanya udah kaya sinetron,,,semangat terus kak,,saya ngikutin terus walau cuma di nt sama Fi×zo,,yg berbayar ga sanggup🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
HR_junior
duh si pengangguran datang tak kirain si herly mmlah si clarissa
☆€£i$@☆🐈🐱
tapi emang lo,,,walau saya ga punya insomnia,,kalau suami ga ada,,jadi susah tidur😔😔karena mungkin kalau ada kita merasa nyaman,,sama kaya Mira
safaana
setelah sekian purnama knpa harus muncul tu nenek sihir ngapain lagi,
Una_awa
untung nya ada Marco, jadi si Clarissa gak bisa mengintimidasi Mira
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
mimief
pantes..bukan ank kandung nya
mknya tega🥹🥹
mimief
😍😍😍😍🫰🫰🫰
Lina Cuang
lanjut
Lina Cuang
pengacau datang
Rudy satria
usir marc perempuan itu tidak baik,dia juga musuh bapakmu,ko aku kangen Ama bapaknya Marco ya😅😅
hadirkan Thor sesekali😄
Melia Gusnetty
aaiiiss...nongol pl mak lampir...😏
tau mira dh sukses pasti dia akan memeras mira..dgn alasan balas budi krn telah membesar kn nya dn mendidik kn nya...😏😏😏
Eli Rahma
obat manjur
Eli Rahma
si perusuh dtg
Sri Nurjannah
nyanyiin lagu kicau mania aja marc wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!