NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:458.2k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Cassia Yang Berbunga-bunga

Tak lama setelah itu, Max pun pamit pulang.

Cassia menutup pintu dengan lembut setelah mengucapkan terima kasih dan selamat malam pada Max.

Lalu terdengar derap langkah kaki yang semakin menjauh di lorong apartemen. Cassia tetap berdiri di balik pintu.

‘Dia sudah pergi.’

Kemudian, Cassia tersenyum. Bukan senyum kecil biasa. Cassia tersenyum lebar, sangat lebar hingga pipinya terasa sakit karena otot-otot wajahnya tidak terbiasa dengan ekspresi itu.

Matanya berbinar. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan, seperti gadis cilik yang baru saja mendapat hadiah ulang tahun paling indah di dunia.

‘Tadi dia membawakanku makanan. Dia duduk di sofa bersamaku. Dia menanyakan kehidupanku lebih dalam. Dia ... dia benar-benar ada di sini. Dan memperhatikanku.’

Cassia kemudian berjalan kembali dan merebahkan tubuhnya di sofa, kedua tangannya memeluk bantal kecil di sampingnya.

Wajahnya menengadah ke langit-langit yang kini sempurna, tak ada retakan lagi. Cassia tertawa kecil mengingat momen mereka tadi meskipun mungkin itu hanyalah momen biasa saja. Tapi bagi Cassia itu sangat berarti.

Ya, Cassia tahu mungkin Max memperhatikannya karena simpati. Atau kasihan. Pasti itu. Apalagi kini Max sudah tahu bagaimana keluarga Cassia.

Cassia menggigit bibir bawahnya. Matanya terasa panas. Bukan karena sedih. Ini seperti rasa lega yang aneh. Lega karena setidaknya dia masih bisa berada di dekat Max setiap hari.

Berada di dekatnya saja sudah cukup. Cassia memejamkan matanya. Membayangkan wajah Max yang kini sudah bisa menatapnya dengan intens itu.

Cukup. Ini sudah cukup. Dan dengan perasaan bahagia, Cassia perlahan-lahan tertidur di sofa empuk, memeluk bantal yang dia bayangkan sebagai sosok tegap yang baru saja meninggalkannya.

*

*

Sementara itu, Max ternyata tidak pulang ke penthousenya. Dia melangkah ke sebuah kamar, tepat di sebelah kamar apartemen Cassia.

Max mengeluarkan kartu akses lain dari saku celananya, kartu berwarna hitam polos tanpa tulisan.

Dia menempelkannya pada pemindai di samping pintu. Lampu hijau menyala. Pintu terbuka tanpa suara.

Dia berjalan langsung ke jendela—jendela di ruang tamu yang menghadap tepat ke jendela apartemen sebelah.

Apartemen yang ditempati Max dan Cassia sama-sama berada di bagian siku gedung dan membuatnya bisa melihat ke arah apartemen masing-masing dari luar.

Gorden di apartemen Cassia tidak tertutup, tampaknya Cassia lupa menurupnya. Tapi ruangan itu gelap.

Max masih berdiri di sana, kedua tangannya di saku celana. “Apakah aku perlu membeli teropong?” gumamnya. “Tunggu! Apa-apaan aku ini!” Max menggelengkan kepalanya.

‘Dia pasti sudah tidur,’ pikirnya.

Max menghela napas. ‘Kenapa aku di sini?’

Dia bertanya pada dirinya sendiri, tapi dia tahu jawabannya.

“Cassia hanya sekretarisku, tapu aku memiliki kewajiban untuk menjaganya juga, kan?” gumamnya.

‘Ini gila.’ Max mengambil ponselnya dari saku. Jarinya bergerak cepat di layar sentuh, menghubungi seseorang yang paling percaya.

"Tim, aku butuh beberapa barang. Segera. Bawa ke apartemen lantai 22.”

"Tuan Max?" suara Timothy di seberang sana terdengar terkejut. Bukan karena perintah itu aneh, tapi karena Max hampir tidak pernah meneleponnya di tengah malam.

"Aku butuh pakaian. Banyak. Pakaian wanita. Lengkap dari dalam hingga luar. Sepatu, tas, aksesoris."

"Untuk ... siapa, Tuan?"

"Untuk Cassia."

Diam sejenak. Timothy adalah kepala keamanan pribadi Max sekaligus salah satu tangan kanannya dalam urusan-urusan privat.

Dia tahu banyak hal tentang majikannya, termasuk fakta bahwa Max belum pernah, tidak pernah meminta pakaian untuk wanita mana pun selama Tim bekerja padanya meskipun pria itu sering bergonta ganti pacar.

"Baik, Tuan. Saya akan hubungi tim penata gaya.”

"Aku mau besok pagi."

"Tu-Tuan? Besok pagi? Tuan, malam ini juga kami harus menghubungi—"

"Aku tahu. Aku punya nomor pribadi tim butik. Aku akan menghubunginya sekarang. Kau hanya perlu koordinasi dan mengirimkan semuanya ke sini sebelum jam delapan pagi."

Tim menarik napas. "Baik, Tuan. Saya akan urus."

1
diah nursanti
wah ulat bulu muncul lagi,,hati2 Cass km harus selalu nempel sama max
Audrey Chanel
maksudnya apa lihat² Cassie tuh Clarissa....😓
Audrey Chanel
wah max dikasih minum apa tuh?😓😓😓
Audrey Chanel: maaf Thor salah komentar😄🙏
total 1 replies
Nunung Elasari
lama nunggu up nya kak 🤭
Syavira Vira
lanjut
FHR
Konflik dimulai... Ayo Max buktikan kamu setia.
Lia siti marlia
hadeh c clarissa asih aja mau tebar pesona cari cari kesempatan ingin di lihat max🤭🤭🤭
Nonie Hlm
ehhhh kok ada Clarissa 😏ahhhh Max hati² jgn aneh² jgn ngadi² jgn bikin Cass sakit hati atau cemburu....dibales Cass loh kejet² ntar
Eli Rahma
ulat keket datang...😅
Shee_👚
ternyata ulet keket nonggol di sini🙄
Mei TResna Rahmatika
wahhh calon ulet bulu udah muncul
Dew666
🍭🍭🍭🍭
happy oktavia
klo Max macem2, dad Zeus dan mom Caia yg lgsg turun tangan. tenanglah
MACA
temendarianak temen....jauh bngt risa😁😁
isni afif
up lgi kak zarin....😍😍😍
ElHi
wong cuma teman dari anak teman bisnis ..jauhhh...kok bisa DTG itu looo....kalo gak emang punya jiwa ulet Keket...hhhhhhh......Max ..ingat!!! dia yg memberimu obat!!! gak usah basa basi...
isni afif
wah mbak kunti muncul ni h.....perlu d basmi....🤗🤗🤗
V_eRiL
hati² ya Max, jangan kepancing dgn trik Clarissa seperti dulu ya 😊😊
V_eRiL
hati² dgn pebinor ya Cassia tp jangan terpancing dgn aksi Clarissa cukup main cantik aja 😁😁😉 ingat Max dan keluarganya lebih menyukaimu daripada Clarissa, jd jangan berpikir macam² ya 😊😊
LANY SUSANA: 🤣🤣🤣 Clarissa km. udah kehilangan max sjk dulu, sjk km tarik ulur terus max udah ilfil sm km 🤣🤣🤣
bagaimanapun km rayu dia tdk tertarik km yg jebak max kan, akhirnya max jd unboxing Cassia 😍😍😍😍
total 1 replies
V_eRiL
bagus nih cara berpikirnya Cassia, good job say 👏👏👍 ngabisin tenaga kalau mikirin omongan orang 😄😄😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!