NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:594
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat tinggal Desaku

Setelah mendapatkan ijazah, aku dan ibu berencana pergi ke Medan.

Rumah akan kami tinggal saja karena sesekali kami akan datang berkunjung ke desa. Kontrak warung ibu juga sudah berakhir dan tidak di perpanjang. Malam itu ibu menelepon sahabatnya ibu indah.

" Hallo Assalamualaikum ndah"

" waalaikumsalam Siti. Gimana besok kamu akan berangkat jam berapa??

" kami berangkat dari desa pagi ndah, mungkin jam 6 pagi, lalu ke kota. Dari kota naik bus dengan jam delapan ndah." jawab ibu

" ya sudah, hp kamu jangan lowbet ya, biar kita enak komunikasi. Nanti kamu aku jemput di terminal. nanti bilang sama supirnya turunnya di dalam terminal" ujar Bu indah

" iya ndah, terimakasih banyak ya ndah"

Telepon pun berakhir.

malam itu aku tidak bisa tidur, banyak hal yang aku pikirkan di kepalaku.

Apakah aku harus pamit dengan putra atau tidak?? Tapi aku harus mengakhiri hubungan ini, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi kepada putra karena perasaan ku atau pun perasaan nya. Apalagi kata katanya yang di ucapkan nya kepada ibu.

" gak keberatan kalau aku ngerepotin dia seumur hidupnya"

terus terang aku bahagia dengernya, tapi aku gak mau rasa bahagia ini akan memudarkan segalanya.

Krreeeaakkk suara pintu di buka.

"Udah selesai beres beresnya ya?" tanya ibu

" udah Bu, Aya bawa yang penting penting aja Bu. Pakaian gak semua Aya bawa. Nanti kita kesusahan bawanya. Lagian juga kita gak tau gimana kamar kita disana Bu." jawab ku

" iya bawa yang penting penting aja, nanti kalau ada yang kurang kita bisa balek kesini untuk ambil barang lagi. Kamu udah permisi ke putra?? Tanya ibu

" belum bu, cahaya gak mau nanti putra jadi repot. Kalau tau kita mau berangkat nanti pasti dia sibuk antar kita ke kota Bu" jawab ku

" putra anak yang baik ya, sama seperti Aryo, kelihatan nya putra juga suka sama kamu" balas ibu

" justru karena putra sahabat Aryo Bu, kesan nya kalo cahaya juga suka sama putra cahaya nya jahat Bu, cahaya juga takut kalau cahaya suka sama putra atau putra suka sama cahaya itu bisa bahayain putra Bu." jawabku sedih

" lah kenapa bisa bahayain putra?? Kalau kalian saling suka kenapa bisa bahaya? Cahaya gak boleh ada pikiran begitu, kehidupan jodoh,maut semua sudah di atur oleh NYA." jawab ibu

" tapi gak boleh Bu, putra anak orang kaya.. Lah kita?? Cahaya gak mau kayak di film film itu lah Bu. Sekarang cahaya mau konsentrasi belajar aja Bu. Cahaya mau jadi orang sukses cahaya mau bahagiain ibu"

" iya sayang, tapi hati kamu gak boleh jadi beku, ingat pesan ibu semuanya harus berjalan beriringan" jawab ibu

Aku pun mengangguk.

Keesokan harinya,

Setelah shalat subuh kami sudah meninggalkan desa menggunakan becak pak Manto, pukul 07.35 kami sudah sampai di kota. aku membeli nomor baru, aku mengganti no wa ku dan no telepon ku. Pukul 08.20 bus kami sudah berangkat meninggalkan kampung halaman ku menuju kota Medan.

Pukul 16.00 wib bus kami sudah memasuki kota Medan. Dan kami pun turun di terminal kota Medan. Disana ibu indah sahabat ibu sudah menunggu kami.

" Siti, cahaya.. Akhirnya kalian sampai juga. Wellcome to Medan" ucap Bu indah dengan gaya khas centilnya

" terimakasih Bu, ini pertama kalinya cahaya dan ibu ke Medan untuk ada ibu indah jadi kita gak takut nyasar Bu." jawab ku

" udah tenang aja, ini kita langsung ke rumah aku ya ti. Besok baru aku antar kalian ke kontrakan aku, nanti kalian tinggal disana aja. untuk malam ini kalian tidur di rumah ku. Kebetulan kedua jagoan lagi libur semester jadi mereka di rumah. Kalo suami ku lagi di jakarta ada meeting jadi kalian gak perlu canggung ya" kata Bu indah

" iya ndah, sekali lagi terimaksih banyak ya ndah" jawab ibu

Di sepanjang perjalanan menggunakan mobil mewahnya Bu indah Bu indah menjelaskan semua bangunan bangunan yang kami lewati. Kami juga melewati universitas sumatera utara tempat ku kuliah kelak.

" ini nanti kampus kamu cahaya" nanti ibu suruh si Andra antar kamu pas kamu daftar ulang.

" luas ya Bu, Andra itu siapa Bu?? Tanyaku

" Andra itu anak ibu no 1 dia kuliah di UI jurusan kedokteran tingkat 3. Yang no 2 namanya Ryan dia kuliah di UGM jurusan ekonomi tingkat 1. Yang no 3 namanya putri dia baru mau masuk SMP tahun ini. Ujar Bu indah.

" oowhh.. Keren keren ya Bu sekolah nya mas Andra sama mas Ryan" jawabku.

Mobil pun sampai di rumah Bu indah, dengan pagar tinggi nya mulai terbuka mobil Bu indah mulai masuk ke halaman, disudut rumah ada terparkir 2 mobil lagi. Rumah Bu indah sangat luas dan megah, belum pernah aku melihat rumah sebesar ini di kampung. Bahkan rumah nya Ratna dan putra kalah besarnya.

Kami pun turun dari mobil, menurunkan tas pakaian kami.

" ayo masuk jangan ngelamun aja" ujar Bu indah

" iya Bu" jawabku

begitu masuk pintu dibuka oleh pembantu Bu indah namanya bi iyem, bi iyem lalu menyediakan kami minuman dingin kata bi Iyem ini jus sawi dan jeruk bagus untuk kesehatan.

Aku mencicipinya, dan rasanya sangat enak dan segar. Aku belum pernah merasakan minuman seperti ini di kampung.

" Ryan dan Andra kemana bi??"

" lagi keluar Bu, katanya tadi mau nongkrong bareng teman SMA nya kalo neng putri lagi tidur siang Bu" ucap Bi Iyem

" memang lah anak anak ini tau nya nongkrong aja gak tau mereka susah nya orang tua nya cari duit" ujar Bu indah.

Setelah menghabiskan minuman kami Bu indah mengajak kami ke kamar tamu, kata Bu indah kami tidur disini malam ini.

Kamarnya sangat mewah, ada tempat tidur besar di tengah di pinggir kanan ada lemari besar dan di sebelahnya ada meja hias di belakang pintu masuk tadi ada pintu lagi ternyata itu kamar mandi.

" kalian istirahat dlu aja ya ti, mandi shalat magrib. Aku juga mau mandi dulu nanti kalau makan malam udah siap di buat bi Iyem kalian aku panggil ya." ucap Bu indah

Kami pun mandi dan shalat magrib. Setelah selesai shalat aku dan ibu tidur tiduran di atas tempat tidur.

" empuk ya Bu kasurnya, mimpi apa kita ya Bu bisa tidur di kamar seperti ini, kamarnya besar wangi, tempat tidurnya empuk, spreinya lembut. Kalo udah tidur disini malas bangun jadinya Bu" ucapku kepada ibu

" makanya itu Allah gak kasih kamu kamar seperti ini, nanti kamu jadi malas belajar sayang" kata ibu

" hahahhaha iya juga ya Bu" kami ountertawa bersamaan.

Kemudian kamar di ketuk oleh bi Iyem

" neng cahaya, Bu Siti makanan sudah siap ayo ke ruang makan" panggil bi Iyem

" iya bi" jawabku

Kami pun bangkit membuka pintu dan berjalan bersama bibiyem ke ruang makan

" maaf ya bi, tadi aku gak bisa bantuin bi iyem masak ,"ucap ibu

" ya gak apa apa, kalian kan tamu, koq tamu di suruh masak" jawab bi Iyem

di ruang makan sudah ada 4 orang yang duduk. 2 orang pria yang sangat tampan, Bu indah, dan remaja perempuan cantik, itu pasti anak anak Bu indah.

Begitu sampai Bu indah langsung berdiri menyambut kami,

" Andra, Ryan, putri kenalin ini sahabat mama namanya Bu Siti dan ini anak nya Bu Siti namanya cahaya" ujar Bu indah

aku mulai menyodorkan tangan ku ke anak laki laki pertama namanya Andra, Andra anaknya sangat ramah sedangkan Ryan anaknya agak pendiam dan putri sangat ceria

Di sepanjang jamuan makan malam Andra banyak bercerita tentang dunia

Kampus. Sedangkan Ryan hanya diam saja sambil bermain hp

Pukul 21.00 WIB kami semua bubar kembali ke kamar masing masing.

" Siti, besok kita ke kontrakan kalian siang aja ya aku ada urusan pagi jadi pagi pagi aku udah keluar nanti sekitar jam 1 siang aku kembali baru kita ke kontrakan kalian ya." Ucap Bu indah

" iya ndah, aman itu" jawab ibu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!