"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saat saat genting
"Hahahaha... terima nasib burukmu Sanca!" ejek Tarman.
"Aku tidak akan pernah mau kembali jadi budakmu Tarman!" bentak Sanca terus berontak tapi percuma, tali hitam itu malah semakin mengerat setiap kali Sanca bergerak, seperti seekor ular yang sedang melilit mangsanya.
Tarman memejamkan matanya, dia membaca mantra pengikat untuk membuat Sanca kembali tunduk padanya, Tarman juga sudah memagari tubuh Sanca supaya Sanca tidak bisa kabur dan akan tetap berada di tempatnya.
"Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan anak kota itu Sanca, tapi aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi, kamu berharga untuk jadi budakku menggantikan Kanwal yang sebentar lagi akan sepenuhnya menguasai Raditya, kamu juga bisa menjadi seperti Kanwal Sanca" ucap Tarman
Kanwal, Sanca mengenal sosok Kanwal itu, dia adalah sosok jin air yang sering membuat manusia hanyut di sungai dengan berpura pura menjadi tumbuhan teratai air. Tapi bagaimana bisa jin itu menjadi kuat dan menguasai tubuh Raditya. Sanca terus memikirkan hal itu hingga tanpa dia sadari tubuhnya sudah mulai menjadi kaku.
"Ya Allah, jika Engkau tidak bisa menolongku tolong matikan aku saat ini juga, aku tidak mau jadi budak manusia itu lagi dan melawan Kanaya, Kanaya itu sama sekali tidak punya ilmu apapun, dia hanya punya kutukan di tangannya saja, tolong aku Ya Allah" gumam Sanca
Wuss...
Tak lama setelah Sanca berdo'a seperti itu, angin kencang tiba tiba saja muncul dan menghancurkan pagar gaib yang di buat oleh Tarman. Tarman sampai terpental cukup jauh dan tali hitam yang mengikat Sanca hancur sampai berkeping keping.
Bruk
"Siapa itu!" teriak Tarman memegangi perutnya yang terasa sakit.
Bruk.
Sosok tinggi kurus bertanduk berdiri di depan Tarman, itu adalah Hala, dia datang setelah mengecek Kanaya dan tidak menemukan Sanca ada di tubuh Kanaya, bahkan Kanaya juga merasa khawatir pada Sanca dan meminta tolong pada Hala untuk mencari Sanca.
"Hala, raja jin dari rawa congkrang" jawab Hala berjongkok membuat Tarman mundur karena meskipun Hala berjongkok, sosok asli Hala masih lebih tinggi dari Tarman.
"Ba.. bagaimana mungkin kamu ada di sini?" tanya Tarman
"Aku membantu temanku" jawabnya melirik Sanca yang terlihat lemah.
"Kenapa lama sekali? aku hampir saja jadi budak dia lagi" keluh Sanca yang sedang di pulihkan energinya oleh Gerhana.
Tarman melihat Gerhana mengeluarkan energi berwarna hijau kehitaman, itu adalah energi dari mantan pendosa dan Tarman mengira Gerhana adalah manusia yang dulunya punya banyak dosa dan bertaubat, tapi Tarman tidak tahu kalau Gerhana adalah salah satu keturunan Raharja yang akan menggantikan Galuh juga Gading menurunkan ilmu leluhur mereka makanya Hala juga berada di dalam tubuh Gerhana.
"Aku tidak mencium baumu karena aku bukan anjing, mungkin kalau Sahara ada di sini dia akan menemukan kamu dengan capet karena baumu sama dengan para genderuwo lain" jawab Hala
Hala kembali menatap tajam Tarman, di depannya itu bukanlah dukun sakti yang sepeti dia dengar dari orang orang di kampung Ciremai, sosok Tarman ini hanya manusia yang punya ajian mengikat jin ke dalam tubuh manusia dan dia mendapatkan keuntungan dengan di berikan energi untuk melancarkan prakteknya.
"Kamu tidak pantas hidup" ucap Hala tiba tiba membuat Tarman gemetar dan dia mengeluarkan sebuah daun yang terbang ke arah Hala yang langsung mundur.
Wush.. Wush..
Srak.
Hala melayangkan energinya ke setiap arah karena sosok itu tidak terlihat, tapi juga memastikan Gerhana juga Sanca tidak terkena efek dari energinya itu. Sementara itu Tarman sudah kabur setelah dia menggunakan kesempatan ketika Hala mundur menghindari daun yang terus mengarah ke arahnya.
"Aaarrhghhh!"
Terdengar teriakan tapi sosoknya tetap tidak terlihat, hanya terlihat sedikit asap yang mengepul dan Hala yakin kalau itu adalah sosok bayangan yang sudah menjadi jin taklukkan Tarman karena dia melihat Tarman memiliki banyak titik panas di tubuhnya.
Srak.
"Rasakan itu makluk pengecut!" ucap Hala kembali melemparkan energinya ke arah yang menurutnya ada sosok bayangan itu.
"Aargggh! Dasar sialan!" umpat bayangan itu yang sekarang wujudnya sudah terlihat karena menjadi hitam akibat dari energi Hala yang membakar wujudnya.
"Sekarang sudah terlihat, ayo segera serang, jangan biarkan dia punya waktu untuk memulihkan diri" ucap Sanca yang sudah sembuh dan segera maju untuk menyerang tapi senjatanya hanya menembus sosok itu tanpa bisa melukainya.
"Kenapa bisa begitu" gumam Gerhana
"Sosok itu tidak mempan dengan senjata, hanya dengan energi saja, lempar terus sampai dia musnah" ucap Hala
"Tidak akan aku biarkan kalian selamat dari dalam pagar gaib ini! Jika aku mati, kalian juga harus mati" bentak bayangan itu mengeluarkan banyak bola api dari dalam asap hitam mengelilingi tubuhnya.
Srak. Srak.
"Aakhhh berhenti sialan!" teriak bayangan itu saat Hala kembali melemparkan energinya padanya sampai api api yang keluar dari dalam tubuh sosok itu padam seketika.
"Serang terus, dia sudah hampir terbakar" ucap Sanca juga membantu Hala melemparkan energi miliknya juga.
Srak. Srak. Byar.
"Mundur!"
"Aaakkkkkkhhhhh aku tidak mau mati!" pekik makhluk itu dengan suara yang melengking sampai Gerhana yang di sana harus menutup telinganya begitupun para jin.
Prang. Prang.
"Aakhhh!"
"Gerhana!" panik Hala segera berlari saay tiba tiba punggung Gerhana terkena serpihan batu yang hancur.
"Cepat tolong Gerhana, yang di sini biar aku yang menangani" ucap sancatmasih menatap sosok yang mulai habis terbakar itu.
"Opa akan segera menyembuhkan kamu" ucap Hala mengeluarkan obat ramuan miliknya.
"Tidak apa apa Opa kita ke pabrik Kanaya saja supaya dia tidak khawatir" jawab Gerhana
Hala mengerti, Gerhana pasti khawatir masalah makan siang Kanaya dan Shaquilla yang pasti akan di belikan lagi oleh Raditya, jadi mereka segera ke pabrik setelah sosok itu benar benar sudah terbakar habis dan Sanca menghisap ilmu dari sosok itu karena itu juga adalah keahlian Sanca, karena itu juga Sanca semakin kuat.
"Sanca dia tidak tahu kalau kamu jin pelindung Kanaya kan?" tanya Hala
"Tidak, dia tidak melihat benang yang terhubung di punggung kami, karena aku menggunakan darahku saat aku mengikrarkan diri untuk menjadi jin pelindung Kanaya" jawab Sanca
"Tapi darah tidak akan abadi, ikatan jiwa yang abadi karena jika Kanaya nanti semakin tua dan meninggal, kamu masih bisa menjadi jin pelindung keturunan Kanaya" ucap Hala
"Kalau begitu bantu aku supaya jiwaku terhubung dengan Kanaya" ucap Sanca
"Kita lakukan jika Kanaya ke pesantren dan kamu sudah membaca dua kalimat syahadat" jawab Hala
"Apa itu perlu?"
"Tentu saja Om, Kanaya shalat dan kalau Om jin Islam Om tidak akan kepanasan" jawab Gerhana.
Padahal dia biasa centil juga sama Dimas dll 😄
Gass Sahara godain aja tuh Raditya biar Eva keluar tanduknya 😄