NovelToon NovelToon
Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Herman Kabur

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤

Leila memeluk Queen balik, berbisik, "Karena 5 tahun lalu, wartawan Antonio Rossi yang di bunuh Herman... Adalah suami saya. Antonio Rossi adalah suami saya, ayah dari anak saya yang masih 3 tahun di London. Herman bunuh suami saya untuk lindungi kontrak ayah saya. Jadi kita sama, Queen. Kita sama-sama anak yang kehilangan orang yang di cintai karena senjata." Jawab Leila.

Deg//

Queen terpaku. Antonio Rossi, wartawan yang di bunuh Herman di video USB emas, adalah suami Leila.

Dua Nona muda, satu dari Genoa, satu dari Libya, sama-sama kehilangan orang gang di cintai karena senjata, sekarang berpelukan di tengah ruang sidang. King, Daniel, Bruno, Lucas, semua bertepuk tangan.

Stella yang dari tadi diam di pangkuan Queen, tiba-tiba berdiri di atas meja hakim, dengan suara kecil nya yang keras, berteriak,

"BERARTI SEKOLAH KITA TIDAK DI SITA! HORE! KITA BISA BELAJAR HURUF B SAMPAI Z!"

Semua tertawa. Bahkan Hakim Rossi yang tua dan botak itu tertawa sampai perut nya sakit.

Setelah sidang, di luar pengadilan, Leila memberikan satu lagi amplop ke Queen.

" Ratu Queen, ini bukan bukti hukum. Ini hadiah pribadi dari saya. Dari seorang istri yang suami nya di bunuh, untuk seorang anak yang ibu nya di bunuh." Ucap Leila.

Queen buka amplop itu. Di dalam nya ada foto USG. Foto janin. Sama seperti foto USG Stella di brankas No. 19. Tapi tanggal nya berbeda: *20 Maret 2026*. 2 bulan lalu.

Di foto USG itu ada tulisan: _Bayi laki-laki sehat, 2 bulan - Pasien: Leila Al-Rashid_

Leila hamil. Anak Antonio Rossi. "Antonio... suami ku... sebelum dia di bunuh Herman tahun 2019, kami sudah coba punya anak, tapi gagal. Setelah dia mati, aku simpan sperma nya di bank sperma London. 2 bulan lalu, aku pakai sperma itu untuk hamil. Anak ini... Adalah anak Antonio. Cucu Antonio. Dan aku mau... Aku mau anak ku nanti sekolah di sekolah kasih amanda. Boleh?" Ucap Leila lagi.

Queen memeluk Leila lagi, erat. "Boleh. Sangat boleh. Sekolah Kasih Amanda akan selalu punya kursi untuk anak Antonio Rossi. Dan untuk anak mu." Jawab Queen.

Malam itu, di pelabuhan Genoa, bukan hanya 1000 lilin yang menyala. Tapi 2000 lilin. Karena nelayan dari Palermo yang di bawa Daniel dengan kapal ikan nya juga datang, bawa lilin.

2000 lilin di pelabuhan, untuk kemenangan Donna 22 tahun yang lawan 2 triliun dengan tulisan tangan, dan untuk Leila yang berani penjarakan ayah nya sendiri demi keadilan untuk suami nya.

Di tengah lautan lilin itu, Queen, King, Stella, Daniel, Leila, Bruno, dan 30 anak duduk melingkar, makan roti coklat dan ikan tuna bakar.

Tidak ada lagi bom. Tidak ada lagi gugatan. Hanya ada roti, ikan, dan cahaya lilin. Tapi di kejauhan, di atas bukit Genoa, di rumah Paman Cito, ada telepon berdering. Paman Cito mengangkat nya.

📞"Siapa?" Tanya Paman Cito.

Suara di seberang, suara yang sangat Paman Cito kenal, suara yang seharus nya ada di penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

📞"Hai, Paman Cito... ini Herman... Aku kabur dari penjara tadi siang..." Ucap Herman.

Deg///

Telepon di rumah Paman Cito terputus.

_Tut... tut... tut..._

Paman Cito, umur 72 tahun, tangan keriput yang pegang gagang telepon itu gemetar hebat sampai telepon jatuh ke lantai. Wajah nya pucat seperti mayat.

" Herman... kabur..." Ucap Paman Cito.

Satu kata itu menyebar lebih cepat dari api di pelabuhan. Dalam 10 menit, semua keluarga Alessandro tahu. Dalam 20 menit, seluruh pelabuhan Genoa yang tadi penuh 2000 lilin kemenangan, semua lilin di padamkan oleh angin ketakutan.

Queen masih di pelabuhan, masih peluk Stella, masih makan ikan tuna bakar bersama Leila, King, Daniel. Saat Paman Cito telepon Queen dengan suara gemetar, ikan di tangan Queen jatuh.

📞"Queen...Herman kabur dari penjara Marassi siang tadi jam 14.00... penjaga bilang... ada truk sampah masuk... Herman sembunyi di dalam truk sampah..." Ucap Paman Cito.

Queen tidak bisa bicara. Stella yang lihat kakak nya pucat, langsung peluk. King merebut telepon.

📞" Paman Cito, bagaimana bisa penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kabur pakai truk sampah?! Marassi itu penjara paling ketat di Genoa!" Tanya King.

Paman Cito menangis di telepon, untuk pertama kali nya King dengar Paman Cito menangis.

📞"King... Bukan penjaga yang bantu... yang bantu Herman kabur adalah... hakim... Hakim Rossi yang tadi siang putuskan kita menang 50 Miliar... Hakim Rossi yang terima suap 1 Miliar dari seseorang... Seseorang yang telepon penjara dan bilang bebaskan Herman..." Ucap Paman Cito.

Hakim Rossi. Hakim tua botak bekas nelayan yang tadi siang terlihat adil dan baik, yang putuskan Yayasan Stella menang 50 Miliar. Hakim yang sama, yang terima suap untuk bebaskan Herman.

Queen langsung lari ke pengadilan. Tapi pengadilan sudah tutup jam 17.00. Hakim Rossi sudah tidak ada. Di meja nya hanya ada selembar kertas, tulisan tangan cepat:

💌"Maafkan saya, Ratu Queen. Mereka culik cucu saya umur 2 tahun. Mereka bilang kalau saya tidak bebaskan Herman hari ini, mereka bunuh cucu saya. Saya tidak punya pilihan. Mereka adalah Al-Rashid Group. Mereka tidak terima kalah 50 Miliar. Mereka mau Herman balas dendam pada kalian. Lari, Ratu. Lari malam ini. - Rossi"

Jadi Al-Rashid Group yang kalah di sidang, tidak terima. Ayah Leila yang sudah di tangkap Interpol di Tripoli pagi tadi, ternyata masih punya anak buah di Libya yang bebas, yang culik cucu Hakim Rossi dan paksa hakim bebaskan Herman.

Leila yang baca kertas itu, langsung jatuh terduduk. "Ayah saya... Bahkan dari penjara Tripoli... Masih bisa culik anak kecil di Genoa..." Ucap Leila.

Queen memeluk Leila. "Ini bukan salah mu, Leila. Ini salah ayah mu." Ucap Queen.

Tapi sekarang bukan waktu nya saling salahkan. Herman kabur. Herman yang tahu semua seluk beluk Genoa, yang tahu di mana Sekolah Kasih Amanda, yang tahu di mana rumah Paman Cito, yang tahu di mana Queen, King, Stella tidur.

Jam 19.00. Rapat darurat di gudang nomor 7, tapi bukan untuk belajar huruf. Untuk perang.

Di dalam gudang itu sekarang ada Queen, King, Daniel, Leila, Lucas, Bruno, dan yang lain nya, 10 mantan anak buah Herman dan Russo, dan Paman Cito. Di tengah meja ada peta Genoa besar.

" Herman kabur jam 14.00. Sekarang jam 19.00. 5 jam. Dalam 5 jam, dia bisa di mana saja," kata Lucas, buka laptop, cek CCTV pelabuhan.

********

Happy Reading Guys. 🥰🤗

1
🙈
karyanya bagus banget 😍
🙈
semangat nulisnya kak, 🤭, yokk intip karyaku kak 🤭, like komen yukk🤭
🙈: aman kak, yok nilai punya ku bestie,😋
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!