NovelToon NovelToon
Suami Kredit

Suami Kredit

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Jangankan barang, bahkan suami pun bisa dibayar kredit!

Ya, itulah yang dialami Tia. Dia nekat membayar seorang lelaki tampan bernama Sam untuk dijadikan suaminya. Namun karena uang Tia belum cukup, dia terpaksa meminta pembayaran sistem kredit. Bagaimana kocaknya kisah cinta mereka?

"Gaji saya cuma staf admin biasa, Mas. Jadi... tiga juta itu mau saya bayar secara kredit. Cicilan sepuluh kali, tiga ratus ribu per bulan, bunga nol persen. Bagaimana?" - Tiana Anjani.

"Hah?! Mbak bercanda ya?!" - Sam alias Samsudin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 - Butuh Waktu

Norman menatap putranya dengan mata yang berkaca-kaca di balik masker oksigen. Jemari prianya yang rapuh berusaha meremas genggaman tangan Sam.

"Din... Papa tahu... Papa tidak berhak minta apa-apa..." bisik Norman parau, nada suaranya tersendat oleh deru mesin ICU. "Tapi seluruh aset, saham perusahaan, dan rumah... sudah Papa balik nama atas namamu. Tolong... terima warisan ini. Selamatkan Papa dari rasa bersalah sebelum Papa tutup mata..."

Sam terpaku. Kepala sang pawang buaya mendadak berdenyut pening. Di satu sisi, uang warisan itu bisa mengubah garis nasib keturunannya hingga tujuh turunan, membebaskan ibunya dari beban hidup, dan melunasi utang kasbon wartegnya dalam sekejap mata. Namun di sisi lain, menerima harta dari pria yang pernah menelantarkannya terasa mengganjal di dalam dada.

"Aku... aku butuh waktu untuk berpikir, Pa," jawab Sam pelan tapi tegas. "Aku tidak bisa langsung ambil keputusan malam ini. Yang penting Papa fokus istirahat dulu."

Norman mengangguk pasrah dengan senyum tipis. Setelah memastikan kondisi ayahnya stabil dan didampingi tim dokter serta Hendra, Sam melangkah keluar dari ruang ICU VVIP.

Saat Sam baru saja mendudukkan pantatnya di kursi tunggu lorong rumah sakit yang dingin, ponsel retaknya di dalam saku celana mendadak bergetar hebat. Lagu nada dering standar bawaan pabrik bergema nyaring.

Nama "Mbak Tia Kredit" tertera di layar.

Sam menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang lelah, lalu menempelkan ponsel ke telinganya. "Halo, Mbak Tia... Kenapa Mbak menelepon malam-malam begini?"

"Kenapa kamu bilang?!" suara Tia terdengar berapi-api. "Soal rencana pernikahan sewaan kita lah! Aku baru saja menyelesaikan anggaran operasional dan dapet dana segar! Pokoknya besok malam kita harus merancang strategi resepsi!"

Sam mengerutkan dahi. "Dana segar dari mana, Mbak? Katanya limit kartu kredit Mbak tinggal tiga ratus ribu? Mbak tidak jual ginjal, kan?"

"Enak saja! Ginjal aku masih utuh buat bayar cicilan kamu!" semprot Tia. "Aku baru saja cairkan pinjol lima juta! Ditambah hasil mau jual TV, kulkas, sama celengan ayam, total sepuluh juta rupiah sudah siap di genggaman!"

Sam mendadak membelalakkan mata. "Hah?! Mbak nekat pinjam pinjol demi pesta pernikahan sewaan?! Mbak gila ya?!"

"Ini demi martabat, Samsudin! Demi membungkam mulut Aris si Branch Manager belagu dan menghentikan drama pingsan Ibuku!" tegas Tia tanpa rasa ragu. "Kita bakal gelar pesta di gedung kelurahan! Biar kelihatan niat dan modal!"

Sam memegangi dadanya, merasa kasihan sekaligus geli setengah mati dengan jalan pikiran wanita staf admin di ujung telepon itu. Bayangkan, seorang wanita nekat meminjam pinjaman online berbunga mencekik hanya demi menggelar pesta pernikahan palsu dengan seorang pawang buaya!

"Mbak Tia... dengarkan aku dulu," ujar Sam berusaha sehalus mungkin, menyandarkan punggungnya di dinding lorong rumah sakit. "Mbak kan cuma mau meyakinkan keluarga kalau Mbak sudah menikah resmi, kan? Biar tidak dikejar-kejar pertanyaan 'kapan nikah' lagi?"

"Iya! Memang itu tujuannya!"

"Ya terus kenapa harus repot-repot sewa gedung kelurahan dan utang pinjol?" tangkas Sam santai. "Kenapa kita tidak bikin acara yang super sederhana saja? Nikah siri atau nikah di KUA saja! Yang penting ada suratnya, ada fotonya buat dipamerkan di grup WhatsApp keluarga, terus selesai! Uang sepuluh juta itu mending Mbak pakai buat pelunasan cicilan paylater Mbak yang menumpuk!"

Hening sejenak di ujung telepon. Sam mengira Tia sedang mencerna saran logisnya. Namun tiga detik kemudian, histeria Tia pecah kembali.

"TIDAK BISA, SAMSUDIN!" jerit Tia makin histeris. "Kamu tidak tahu keganasan Tante Lies dan Tante Mirna! Kalau kita cuma nikah di KUA tanpa ada prasmanan dan musik dangdut, mereka bakal menuduh kamu hamilin aku di luar nikah! Atau lebih parah lagi, mereka bakal mengira aku nampung pria terlantar!"

Sam menepuk jidatnya keras-keras. "Astaga, Mbak... Suudzon sekali keluarga Mbak itu!"

"Memang! Makanya pesta sepuluh juta ini harga mati!" seru Tia pantang menyerah. "Lagian, kateringnya kan aku pesen di Warteg Pak Ujang! Nanti aku minta Pak Ujang bikin menu prasmanan, rendang daging, tongkol balado, sama es teh manis sewadah gentong! Pasti Tante Lies puas!"

"Bentar, Mbak..." Sam menahan tawa giginya agar tidak meledak di lorong rumah sakit. "Mbak mau bikin pesta pernikahan di gedung kelurahan dengan katering warteg?! Yang benar saja! Nanti tamu undangan bukannya ambil piring, malah antre bawa rantang kayak mau kasbon!"

"Biarin! Yang penting kenyang dan meriah!" balas Tia tak mau kalah. "Pokoknya kamu tidak usah protes! Tugas kamu cuma dua, tampil ganteng pakai kemeja putih kemarin, sama senyum manis pas ditaruh di pelaminan! Paham?!"

Sam menggeleng-gelengkan kepala, terkejut dengan kepasrahan dan keteguhan jiwa calon 'istri kredit'-nya ini. Di saat dirinya sendiri sedang berada di ambang menjadi miliarder mendadak gara-gara warisan sang ayah, di sini ada wanita yang sedang bertaruh nyawa finansial demi menyewanya sebagai suami pameran.

Ada rasa hangat sekaligus lucu yang mendadak menyusup di dada Sam. Kepolosan dan ketegasan Tia dalam menghadapi tekanan keluarganya membuat Sam makin kagum.

"Ya sudah, terserah Mbak Tia saja," desah Sam pasrah sambil tersenyum tipis. "Tapi ingat ya Mbak, kalau makanan wartegnya kurang, jangan minta aku yang ganti rugi. Dan satu lagi..."

"Apa lagi?!" potong Tia galak.

"Bunga cicilan sewa suaminya jangan lupa dimasukkan ke anggaran bulanan Mbak," ledek Sam tertawa pelan. "Besok malam kita ketemu di kontrakan Mbak saja. Aku bawakan martabak manis... pakai uang muka lima ratus ribu kemarin."

"Nah, gitu dong! Jadi suami kredit harus berbakti!" sahut Tia dengan nada puas yang tidak bisa disembunyikan. "Ya sudah, aku mau susun daftar katering dulu. Selamat malam, Pawang!"

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon terputus. Sam menatap layar ponsel retaknya, lalu terkekeh sendiri di lorong rumah sakit VVIP yang sepi.

Membayangkan dirinya besok harus menandatangani addendum kontrak pernikahan sewaan bersenjatakan dana pinjol dan katering warteg, sementara di dalam ruangan sana ada harta puluhan miliar yang menunggunya, Samsudin yakin hidupnya telah menjadi komedi paling tak terduga dalam sejarah.

1
ˢ⍣⃟ₛ ERti ˢ⍣⃟ₛ.
tambahin up dong tor lagi seru lo torr
sampai ikut nangis er baca tadi malam kasihan tia diposisinya nyesek banget gitu

udah dipecat, hutang banyak, barang² dirumah habis, suami kreditnya kalau g mau menerima keadaan lalu kabur apa gak tambah nelangsa Tia
bayangin aja melasssssss bener
Ass Yfa
Sam...kalo belum mau jujur...bilang sja ke Tia...aku siap nafkahi mb tiSd. lahir batin🤭🤭
Ass Yfa
mereka itu miskom..belum ada kejujuran diantara mereka
Ardan
Sam kamu lelaki sejati, tambahin dong kalimat, "aku sudah ada rasa ama Mba Tia" 😍
dan selain membuka hati, juga sampaikan juga bahwa kamu sekarang yang akan menafkahi,
tapi jangan dulu terbuka Sam yang Miliuner, bisa² Mba Tia pingsan sambil melotot, wkwkwk 🤣
Arin
Hayo..... mau cari alasan apa Mas Sam?? Sudah diterima kerja kantoran??? Tapi dalam hati bilang dengan gaji milyaran🤣🤣🤣🤣
Hary Nengsih
lom tau suami nya sultan
Arin
Cobalah saling terbuka, biarpun hanya suami-istri kontrak sementara.
Ida Khalifah: lanjut Thor 💪
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Khaira Almahendra
lanjoot thoor...mkn gregetan ni cerita nya😄,,,💪💪💪othor
Faidah Ida
lucu dan gemes thor,... 🤣🤣🤣

turunin gengsi nya dong Tia agar sam gercep,
tidak sabar liat mereka bucin akut thor... 😄
Ass Yfa
Samsudi...gara2 grogi..mlh bikin dapur berantakan🤭
Ass Yfa
mb Tia suruh nglamar ditempat Sam
Ardan
sing sabar mbar, bojo mu si pawang buaya, udah jadi milyader loh, utang mu wis pasti dilunasin
Rommy Wasini Khumaidi
ini pasti mimpi,gk mungkin mereka secepat kilat melakukanya
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ
itu akibatnya main nikah² an jadi serbasalah kalau ada adegan dewasa dikit udah tegang😁
ini baru sehari lohhh kalau tiap hari apa gak tambah bingung ularnya.
er yakin kalau sering ada godaan gini gak akan lama mereka udah praktek malam pertama beneran
Ardan
makin lucu aja tingkah berdua🤣
Arin
Hayo lo..... Mba Tia. Sampai umur 35 baru ngelihat bentuk "ular ponton"?? 🤣🤣🤣 Apa lagi punya Mas Sam sang suami " kredit" Apa gak pengin di cicil dulu coba-coba kenalan dulu biar akrab🤭🤭🤭🤭
Hary Nengsih
ada2 ajs🤣🤣
Ass Yfa
😄😄😄😄ular piton...besar ya Tia...nggk pengin kamu🤭🤭
Rommy Wasini Khumaidi
sayang udah disewain kamar kalau dianggurin mas Sam,gas aja daripada nanggung,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!