NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

"Briar" seorang wanita muda berusia 20an yang menata kembali kehidupannya setelah mengalami serangkaian kejadian buruk semasa kecilnya, melawan dunia sendirian setelah kehilangan hal-hal berharga dalam hidupnya.

Sifatnya yang polos dan parasnya yang cantik serta kesederhanaannya, mempertemukanya dengan Adrian si tetangga barunya yang tampan sekaligus pemilik sebuah perusahaan.

Adrian yang mendekati Briar tanpa ragu, dan
dalam waktu singkat hubungan itu berubah menjadi sebuah kehidupan pernikahan. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah Briar dapatkan sebelumnya.

Akan tetapi..
Apakah yang membuat pria sesempurna Adrian menikahi Briar dengan sangat terburu-buru..?

Akankah kebahagiaan itu berlangsung selamanya..?

Rahasia apa yang sebenarnya Adrian simpan..?

Akankah cinta mereka menang melawan permainan takdir..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Waktu menunjukan pukul 11 siang.

"Mbak.. sepertinya aku mau pulang..". Ucapku pada Dwi secara tiba-tiba.

"Baiklah.. tapi apakah kamu yakin..? Kamu bisa menginap lebih lama kalau kamu mau..". Ujar Dwi.

"Iya mbak aku yakin..". Jawabku pada mbak Dwi.

"Yasudah, nanti mbak antarkan..". Ucap Dwi.

"Sepertinya aku akan pulang sendiri mbak.. Aku mau pergi berbelanja dulu sebelum pulang kerumah..". Jawabku pada Dwi

"Baiklah.. dan.. mbak harap masalah kamu secepatnya bisa selesai dan kamu bisa melaluinya. Memang setiap rumah tangga memiliki ujiannya masing-masing. Yang penting kamu dan suamimu dapat saling komunikasi dan mengalah untuk satu sama lain..". Ujar Dwi yang mengira kami sedang dalam masalah rumah tangga biasa.

"Iya mbak terimakasih untuk nasehatnya mbak.. Aku pamit mbak..".

-

Aku pergi berbelanja bahan-bahan untuk masak makan siang, dan sebelum itu aku sudah menelpon mas Adrian untuk makan siang bersama. Mau tidak mau, aku harus melalui semua ini..

Lalu ketika aku sampai di depan rumah, ku lihat mas Adrian sudah duduk di teras menungguku pulang.. Lalu tiba-tiba mas Adrian memeluku erat seolah-olah aku sudah pergi sekian lama.

"Mas.. malu..". Ujarku karena kami berpelukan di teras yang bisa di lihat orang-orang dari luar.

"Mas rindu sama kamu sayang..". Suara mas Adrian terdengar gemetar.

"Sebaiknya kita masuk dulu mas.. Aku mau ke dapur dan masak untuk makan siang kita..". Jawabku pada mas Adrian tanpa membalas pelukannya.

Mas Adrian melepaskan pelukannya padaku dan membiarkan aku masuk kerumah lebih dulu.

Aku bergegas kedapur sementara mas Adrian hanya berdiam diri melihatku memasak. Sepertinya mas Adrian merasa buruk karena aku yang bersikap sedikit dingin padanya.

Setelah masakan sudah selesai di masak, kami pun makan bersama tanpa banyak bicara. Namun mas Adrian berusaha untuk membuatku bicara dengan terus-terusan memuji masakanku.

"Nanti kalau kamu udah selesai makan sebaiknya kamu pergi buat istirahat. Nanti biar mas yang beresin semuanya..". Ucap mas Adrian, mungkin karena melihatku terlihat begitu murung.

"Iya mas.. dan.. kalau nanti kamu mau kembali ke kantor, tolong kunci pintunya dari luar. Aku lagi tidak ingin di ganggu.. Kamu pergi saja kalau memang harus pergi..". Ucapku dengan dingin pada mas Adrian.

"Baiklah.. nanti mas kunci dari luar..". Jawab mas Adrian dengan nada yang tak bersemangat.

Aku pun pergi ke lantai atas menuju ke kamar dan beristirahat. Rasanya aku sangat lelah sekali.. Mungkin karena semalaman aku terus menangis dan hanya tidur sebentar. Tubuhku rasanya sakit semua dan kepalaku serasa mau pecah..

-

"Sayang.. kamu belum bangun?". Ucap mas Adrian membangunkanku dari tidurku.

"Kamu udah pulang? Sekarang sudah jam berapa?". Tanyaku pada mas Adrian tanpa sadar aku sudah tertidur cukup lama.

"Sekarang pukul 6 sayang.. Kamu sakit? Badan kamu panas..". Ujar mas Adrian seraya menyentuh wajahku yang terasa hangat.

"Aku hanya migrain mas, nanti juga sembuh. Aku cuma butuh banyak istirahat. Lagi pula aku sudah minum obat, nanti juga aku mendingan..". Jawabku lagi agar mas Adrian tidak menggangguku.

Sesungguhnya aku sedang tidak ingin berdekatan dengan mas Adrian. Aku masih sulit menerima kenyataan yang ada. Disisi lain, jujur saja aku sangat merindukannya.

Aku masih tidak tau harus bagaimana, rasanya aku ingin menghilang saja.. Tapi disisi lain aku sangat membutuhkan mas Adrian. Aku tidak mampu berjauhan dari mas Adrian..

Mas Adrian membawakanku makan malam yang ia beli di restoran langganannya. Ada semangkuk sup yang telah di taruhnya dalam sebuah mangkuk untuk di berikan padaku.

"Sayang, sebaiknya kamu makan dulu, lalu kembali beristirahat. Ini mas tadi beli sup biar kamu lekas membaik. Sekarang buka mulut kamu biar mas suapin..". Ujar mas Adrian ingin mengurusku seperti biasanya.

"Nggak usah mas, kamu tinggalkan saja mangkuknya disini nanti aku makan sendiri..". Jawabku pada tawaran mas Adrian yang sepertinya ingin sekali mengurusku.

"Baiklah.. kalau sudah selesai nanti biar mas yang menaruhnya kebelakang. Sekarang, mas akan biarkan kamu beristirahat..". Jawab mas Adrian dengan wajah yang terlihat sedih.

Maaf mas.. tapi aku benar-benar perlu waktu..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!