NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Di mata dunia, Theodore hanyalah "menantu benalu" yang bisanya mencuci piring, mengepel lantai, dan menelan setiap hinaan dari keluarga istrinya tanpa perlawanan. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek kusamnya, ia adalah Dewa Perang yang ditakuti, Raja Mafia terkuat, dan miliarder pemilik perusahaan raksasa yang sengaja memalsukan kematiannya. Ia menahan semua caci maki hanya demi Yevone, satu-satunya wanita yang setia membelanya di tengah keluarga yang kejam. Namun, ketika keserakahan keluarga mertuanya dan Keluarga Z melewati batas hingga mengancam keselamatan Yevone, Theodore memutuskan sudah waktunya melepas penyamarannya. Dengan sebuah cincin naga hitam usang di jarinya, Theodore bersiap menunjukkan kepada mereka bahwa kemiskinan yang absolut adalah hukuman yang jauh lebih mengerikan daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RDBMB 19

Matahari baru saja naik sepenuhnya ketika dering telepon satelit berenkripsi tinggi menggema di ruang kerja darurat Exel di lantai atas sebuah hotel mewah di pusat kota. Exel yang sedang merapikan dokumen portofolio langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Lapor, Komandan! Aliran dana gelombang pertama sebesar dua puluh persen dari total yang diminta Tuan Besar sudah masuk ke rekening penampungan di Swiss," suara Leo terdengar dari seberang saluran dengan nada penuh antusias. "Sistem enkripsi kita bekerja sempurna. Bank sentral lokal dan otoritas keuangan sama sekali tidak mendeteksi adanya anomali, mereka mengira ini investasi asing biasa."

"Bagus," Exel membalas dengan suara tegas. "Jangan buang waktu lagi. Sesuai instruksi Tuan Besar, kita mulai tahap pertama dari rencana invasi finansial hari ini. Sasaran utamanya adalah perusahaan-perusahaan bayangan dan anak perusahaan yang jadi sumber penopang kekayaan Keluarga Z."

"Siap laksanakan, Bang! Jaringan peretas kita sudah mengunci seluruh aset digital mereka," jawab Leo bersemangat.

Di balik layar monitor raksasa di ruang kendali siber sementara itu, Leo dan timnya mulai menari-nari di atas keyboard. Operasi senyap berskala masif resmi dimulai.

Keluarga Z selama ini dikenal sebagai salah satu konglomerat lokal yang paling disegani bukan karena kerja keras yang bersih, melainkan karena jaringan lintah darat, monopoli distribusi barang, dan penguasaan anak perusahaan bayangan yang memeras para pengusaha kecil. Mereka berdiri di atas fondasi utang dan manipulasi finansial yang disembunyikan rapat-rapat.

Namun, di hadapan Aegis Corporation, fondasi rapuh itu tak lebih dari sekadar istana pasir.

Hanya dalam waktu satu jam sejak perintah diberikan, Exel mulai bergerak menggunakan perusahaan investasi cangkang baru yang didirikannya. Langkah pertama yang ia ambil sangat telak dan terarah: memborong seluruh surat utang (*promissory notes*) serta obligasi jatuh tempo milik anak perusahaan Keluarga Z yang dipegang oleh bank-bank swasta komersial.

Dengan suntikan dana triliunan rupiah yang digelontorkan Aegis Corp, bank-bank tersebut tentu dengan senang hati melepas piutang macet dan surat utang milik Keluarga Z kepada perusahaan Exel tanpa pikir panjang.

Menjelang siang hari, sebuah kejutan besar melanda kantor pusat Keluarga Z.

Di ruang rapat utama Keluarga Z, Tuan Besar Z (ayah dari Zico) sedang duduk dengan wajah tegang setelah mendengar kabar pabrik utama mereka hangus terbakar semalam. Kerugian ratusan miliar rupiah akibat kebakaran itu saja sudah membuat kepalanya mau pecah.

Tiba-tiba, pintu ruang rapat didorong terbuka dengan kasar oleh kepala divisi keuangan mereka. Wajah manajer keuangan itu pucat pasi seperti mayat hidup napasnya tersengal-sengal.

"T-Tuan Besar! Gawat! Darurat!" teriak manajer itu histeris sambil melemparkan segepok dokumen ke atas meja.

"Ada apa lagi?!" bentak Tuan Besar Z murka, menatap tajam bawahannya. "Pabrik kebakaran aja kalian hebohnya setengah mati! Tinggal klaim asuransi selesai, kan?!"

"Masalahnya bukan cuma pabrik, Tuan!" manajer keuangan itu mencengkeram rambutnya sendiri dengan putus asa. "Baru saja... baru saja tiga bank besar mitra kita secara serentak mengirimkan surat pemberitahuan pembekuan kredit secara sepihak! Mereka menuntut pelunasan seluruh pinjaman jangka panjang kita tempo hari secara tunai dalam waktu 24 jam!"

Tuan Besar Z terbelalak kaget. Ia bangkit dari kursi mewahnya. "Pembekuan kredit?! Itu nggak mungkin! Kita punya perjanjian pinjaman jangka panjang selama lima tahun ke depan! Kenapa bank bisa nagih sekarang?!"

"Bukan cuma itu, Tuan," suara manajer keuangan itu bergetar hebat. "Seluruh surat utang dan obligasi kita yang dipegang oleh pihak ketiga... semuanya sudah diborong habis oleh perusahaan investasi misterius bernama Aegis Invest Corp pagi ini. Sekarang, mereka memegang kendali atas separuh aset jaminan anak perusahaan kita!"

"Aegis Invest Corp?" Tuan Besar Z mengerutkan dahi, mencoba mengingat-ingat nama perusahaan asing yang sama sekali asing di telinga itu. "Dari mana datangnya perusahaan itu?! Cari tahu siapa pemiliknya! Berapa pun uangnya, kita bayar buat ambil alih utang itu kembali!"

"Uang... uang kita sudah diblokir, Tuan," manajer keuangan itu menunduk lemas, nyaris menangis. "Rekening operasional perusahaan utama kita mendadak mengalami pembekuan sistem oleh bank sentral karena ada audit investigasi mendadak. Saldo kita... saldo kita nol."

Jantung Tuan Besar Z serasa berhenti berdetak. Kakinya lemas seketika hingga ia jatuh kembali menduduki kursinya. Matanya menatap kosong ke arah lantai. Kehancuran yang dibangun selama puluhan tahun kini runtuh dalam hitungan jam, tanpa ia tahu siapa musuh tak kasat mata yang sedang memegang tali algojo di atas leher keluarganya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Exel sedang berdiri di dekat jendela kaca besar sebuah restoran mewah, menikmati secangkir kopi hitam sambil memandangi layar tabletnya yang menampilkan grafik kejatuhan saham Keluarga Z secara *real-time*.

"Tahap pertama selesai, Bos," bisik Exel pelan melalui earpiece-nya, melaporkan perkembangan langsung kepada Theodore yang sedang berada di rumah mertuanya. "Keluarga Z sekarang sudah terjerat di ujung tanduk. Tinggal menunggu waktu sebelum mereka datang merangkak memohon ampun."

Di ujung sambungan, Theodore yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil mengupas buah jeruk untuk Yevone hanya tersenyum tipis.

"Bagus, Exel," balas Theodore tenang. "Biarkan mereka menikmati kepanikan itu sehari lagi. Besok adalah hari ulang tahun Kakek Surya. Panggung utamanya akan segera dibuka."

1
Florist
sebenernya penulisanya bagus banget, kata2 mudah dipahami, kosa kata bagus, tanda baca juga bagus. tapi jujur alur cerita terlalu lambat, ada banyak hal yg sering di ulang, dewa perang, aura dingin, penguasa, trilyunan, intinya semua itu hanya untuk menekankan sosok MC yg over power. padahal cukup di selipkan sedikit kata penekanan saja, karna dr awal juga sudah dijelaskan kalau MC ini memang penguasa yg menyamar, dan kami belum lupa tentang siapa MC ini walau sudah 30 bab, kami masih sangat ingan MC ini orang hebat. jadi gak perlu dijelaskan lagi tiap bab.
Purnama
lucu
Glastor Roy
update
Fery Oktavian: update tiap hari 5 bab
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!