Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Gosip Di Kantor
Udara pagi yang sangat dingin menyelimuti kota Jakarta yang sedari malam diguyur hujan. Setelah hujan datang muncul lah banjir yang mengakibatkan macet dimana-mana diseluruh penjuru jalan di Kota Jakarta. Begitu semangatnya Winda berangkat kerja hari ini karena akan ada pertemuan penting.
Walau hujan terus mengguyur kota Jakarta dipagi hari tidak menyurutkannya semangat Winda untuk memulai aktifitas hari ini dikantornya. Dengan semangatnya Dia melawan dirinya untuk mengusir rasa malasnya itu.
Setelah menempuh perjalanan ke kantor yang penuh dengan perjuangan karena banjir dan macet dimana-mana. Winda pun berpapasan dengan Hendra didepan lift. Karena suasana dikantor terlihat masih sepi. Hendra pun dengan mudahnya menarik tangannya dengan cekatan agar Dia mau mengikutinya.
Hendra menarik paksa tangan Winda, Ia pun memaksanya untuk jalan menuju ke area parkiran. Dengan irama langkah kaki yang tidak beraturan mereka berdua pun masuk kedalam mobil Hendra.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu seperti menghindar dari aku, sayang?". Tanya Hendra kepada Winda dengan nada merayu dan menatap dalam kedua matanya.
"Aku tidak menghindar, kan kamu tau sendiri kemaren lusa ada suamiku, Johan dirumah". Balas Winda kepada Hendra berusaha meyakinkan.
Tempat parkir mobil terlihat masih sepi, belum. ada lalu lalang kendaraan yang parkir ditempat ini karena teman yang lainnya masih belum datang mungkin terjebak macet dan banjir.
Hendra pun membukakan pintu mobilnya untuknya dan Dia pun langsung mengajak kekasihnya itu untuk memadu kasih sebelum melakukan aktifitas kantornya yang sangat melelahkan itu.
"Sayang... Aku sayang kamu". Ucap Hendra dengan gombalan murahan kepada Winda.
"Udahlah sayang, mau apa aku disini. Kalau ada orang lain yang lihat kita disini, Bagaimana. Gosip hubungan kita sudah banyak yang tau". Balas Winda kepada Hendra.
Winda pun tak kuasa menolak pacar gelapnya itu untuk memadu kasih lagi didalam mobilnya, Hendra pun selalu mengatasnamakan Rindu dan Cintanya untuk memulainya melakukan perbuatan hina itu.
Dengan rambut yang tidak karuan itu, Winda pun berusaha merapikan baju, rok dan rambutnya itu. Langkah kakinya pun terburu-buru menahan perihnya selepas memadu kasih dengan Hendra.
"Sayang sekali lagi yukk, Aku masih pingin ini". Ucap Hendra kepada Winda dengan merayu.
"Sudah dulu sayang, ini kan ditempat parkir. Kita lanjut setelah pulang kerja ya, dihotel". Balas Winda pelan kepada Hendra.
"okey, sayangku". Balas Hendra dengan semangat.
Kebersamaan mereka ditempat parkir makin bertambah kecurigaan teman kerjanya kepada mereka berdua.
"Subanallah, Hendra dan Winda ini masih pagi juga udah mesum aja dikantor". Batin Tika dengan muka jengkel dan kesal.
Bukan hanya Tika yang melihat kemesraan mereka berdua tetapi juga Bu Reni yang kaget bahwa mereka berdua ternyata punya hubungan gelap.
"Tika... Ada pengantin baru ya.. Gue baru tau kalau Windablnselingkuh sama Hendra'. Tnya Bu Reni ke Tika dengan bergosip ria.
"Sama Bu, saya juga baru tau".Balas Tika pelan dan pura-pura tidak tau..
Terlihat makin banyak teman yang lainnya sedang menunggu lift Hendra dan Winda pun berjarak tidak mesra lagi.
"Muka Winda hari ini berseri-seri banget ini kayaknya kelihatan ceria banget. Semalam sawahnya abis diairi ya, Winda". Canda Bu Reni sambil bercanda kepada Winda.
"Biasa saja kok, Bu. Muka saya cuma pakai skincare yang biasa saya pakai". Balas Winda pelan dan lembut.
"Tanya Hendra deh, Iya kan Hen, hari ini Winda cantik banget ya. Mungkin semalam abis ganti oli ya, Winda". Balas Bu Reni dengan nada bercanda.
"Motor kali Bu ganti oli". Ucap Winda sembari ketawa lepas.
Bagaimana Winda tidak ceria semalam sudah memadu kasih dengan Alex. Paginya dengan Hendra..Hari-hari Winda pun makin happy karena ada 2 kekasihnya yang menemani kesepiannya dirumah.
Namun berita tentang perselingkuhan antara Hendra dan Winda sudah tidak asing lagi bagi teman kantornya yang lain. Hubungan cinta yang dirajut dengan perselingkuhan dengan diawalnya saja yang indah penuh nafsu dan gairah yang tinggi.
Namun diakhir cerita biasanya akan adanya penyesalan akan kebodohan yang mereka lakukan , entah bagi Hendra atau pun Winda.
"Win, loe udah lama pacaran ya sama Hendra. Tanya Tika dengan nada bercanda.dan pura-pura bodoh.
"Pacaran sih gak ya. Cuma temanan aja, daripada gue sendirian dirumah. Mending jalan ke Mall, Ke Bioskop atau nonton konser. Gak lebih dari itu ko". Balas Winda dengan berbohong untuk meyakinkan teman kerjanya itu.
"Yakin hanya sebatas itu saja Winda ya Gue sih cuma ngasih tau loe aja. Hati-hati Hendra itu sudah punya istri sama anak. Gue takut loe dilabrak disini". Ujar Tika kepada Winda dengan menasehatinya.
Sebulan sekali pasti mereka berdua tidak masuk kerja. Mereka lebih memilih menghabiskan waktunya dihotel dibandingkan ditempat kerjanya.
Sayang, Jumat ini yuuk, hotel puncak Bogor. Aku lagi kangen banget ini". Ucap Hendra kepada Winda dengan pengharapan agar Winda mau memenuhi kemauannya itu.
Winda pun sudah paham betul bila kekasihnya itu ingin mengajaknya memadu kasih dan menginap dihotel hanya berdua saja. Sebagai pacar yang pengertian, Winda selalu ingin menyenangkan hati pacarnya itu
Hari Jumat Mereka berdua tidak masuk kantor berdua.Pasangan sejoli itu pun mengabiskan waktunya ke Puncak Bogor dengan memesan hotel dengan view menghadap gunung. Nafsu Sesampainya dikamar hotel mereka berdua langsung memadu kasih tanpa memikirkan takut akan dosa.
Rianti, Tika dan Wulan pun mulai bisik-bisik membicarakan absennya kehadiran Winda dan Hendra dikantor pagi ini. Gosip perselingkuhan mereka sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Rekan kerja yang lainnya pun mulai bergosip ria.
"Biasalah kalau Jumat kan mereka tidak masuk kerja alasannya sakitlah atau cuti, padahal cek in diHotel". Ucap Tika dengan ketawa meledek kepada teman kerja yang lainnya.
Mendengar percakapan itu, telinga Alex pun memanas. Dengan mengepalkan kedua tangannya ia tidak terima kalau Winda pergi ke Hotel dengan lelaki lain. Ada rasa cemburu dihatinya namun tak mampu ia menggapai untuk memiliki Winda seutuhnya.
Muka Alex pun pagi ini ditekuk cemberut, masam tanpa ada senyum ataupun bicara dengan rekan kerja yang lainnya, sambil memegang secangkir kopi hitam yang kental dengan mengeluarkan aroma ciri khas kopi tersebut.
Alex membayangkan wajah Winda cantik yang tersenyum menggoda dengan berbisik manja kepada dirinya. "Bagaimana bisa dia melupakan wanita semenarik Winda yang sangat ia cintai dan ia idamkan sedari dulu ?" Batin Alex dengan termenung.
Ditengah kesedihan Alex, Ada Hendra yang berbanding kembali keadaanya,.dirinya tengah bergembira sedang menikmati liburannya bersama dengan Winda. Hendra tak menyia-nyiakan waktunya. Setangkap roti panggang dan secangkir kopi hangat aromanya bercampur dengan wangi tubuh Winda membuat ia tidak ingin beranjak dari sisi pacarnya itu.