Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Penghinaan di Lobi Grand Palace dan Tamparan Senilai Dua Miliar Dolar
Sore harinya, di depan Hotel Internasional Jinling Grand Palace—pusat perjamuan dan konvensi paling bergengsi di Ibu Kota Provinsi Jinling.
Setelah berpisah sementara dengan Xia Wanqiu dan kakeknya yang langsung menuju markas cabang Klan Xia di Jinling, Lin Xuan, Su Qingxue, dan Dr. Qin Rou tiba di lobi utama Jinling Grand Palace untuk menghadiri jamuan pembukaan sebelum Pelelangan Bawah Tanah Tiga Tahunan Jiangnan dimulai malam nanti.
Namun, baru saja mereka bertiga melangkah melewati pintu putar berlapis emas lobi utama, suara tawa sinis yang sangat familier langsung terdengar dari arah tangga marmer VIP:
"Oh? Lihat siapa yang benar-benar berani datang ke Kota Jinling! Bukankah ini bocah gunung Lin Xuan dan wanita dari kota kecil Jianghai itu?!"
Seluruh tamu di lobi menoleh.
Di atas tangga marmer, tampak Tang Ruoxue yang mengenakan gaun malam zamrud mewah sedang berdiri bersama ayahnya—Patriark Keluarga Tang, Tang Zhenguo—dan adik laki-lakinya yang terkenal sombong, Tang Hao.
Dan tepat di samping Tang Ruoxue, berdiri seorang pemuda angkuh berwajah dingin dengan setelan jas putih berbordir benang emas serta lencana Klan Chu di dadanya: Chu Feng, Tuan Muda Kedua dari Klan Chu sekaligus adik kandung dari Chu Tianjiao!
Melihat Lin Xuan di lobi hotel ini, wajah Tang Ruoxue dipenuhi kepuasan dan rasa jijik. Tiga hari lalu di Jianghai, ia merasa dipermalukan karena terkejut oleh trik lemparan kertas Lin Xuan. Namun kini, mereka berada di Kota Jinling—wilayah kekuasaan mutlak Klan Chu dan Keluarga Tang!
"Ayah, Tuan Muda Chu Feng, kalian lihat sendiri, bukan?" Tang Ruoxue berkata dengan suara keras agar didengar oleh seluruh pengusaha Jinling di lobi. "Tiga hari lalu di Jianghai dia berlagak sombong merobek surat pertunangan di depanku. Tapi hari ini, dia justru menguntitku sampai ke Hotel Jinling Grand Palace! Pasti setelah kembali ke rumah, dia sadar betapa bodohnya dia melepaskan Keluarga Tang dan datang ke sini untuk mengemis agar pertunangannya disambung kembali!"
Tang Zhenguo, ayah Tang Ruoxue, menatap Lin Xuan dengan tatapan dingin penuh penghinaan. "Lin Xuan! Dua puluh tahun lalu Klan Lin kalian sudah musnah menjadi debu di Yanjing, sedangkan Keluarga Tang kami kini adalah naga di Kota Jinling! Kau pikir dengan modal perusahaan kecil dari kota kelas tiga seperti Jianghai, kau pantas menginjakkan kaki di Hotel Jinling Grand Palace?! Di sini, satu gelas air putih saja harganya lebih mahal dari seluruh pakaianmu!"
Adik Tang Ruoxue, Tang Hao, maju sambil menunjuk hidung Lin Xuan dan menatap Su Qingxue serta Qin Rou dengan mata jelalatan. "Hei bocah gunung! Kakakku sekarang adalah calon menantu Klan Chu! Tapi kalau kau mau berlutut di lobi ini dan menyerahkan dua wanita cantik di sampingmu ini untuk menemani Tuan Muda Chu Feng dan aku minum malam ini, mungkin kami akan berbaik hati memberimu pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih toilet di hotel ini! Hahaha!"
Chu Feng ikut tersenyum merendahkan sambil memanggil Manajer Keamanan lobi. "Satpam! Sejak kapan Hotel Jinling Grand Palace mengizinkan pengemis dari kota bawah masuk tanpa undangan VVIP? Patahkan kaki bocah ini dan lempar dia keluar ke jalanan!"
Su Qingxue dan Qin Rou menatap keluarga Tang dengan tatapan dingin luar biasa. Mereka benar-benar tidak habis pikir bagaimana keluarga pengkhianat yang menjual nyawa dermawannya sendiri dua puluh tahun lalu ini bisa memiliki wajah setebal tembok untuk memutarbalikkan fakta di depan umum!
"Menguntitmu ke Jinling demi menyambung pertunangan?"
Lin Xuan menatap Tang Ruoxue seperti menatap seekor badut yang menyedihkan.
"Tang Ruoxue, sepertinya goresan di pipimu tiga hari lalu belum cukup untuk membangunkan otakmu dari mimpi," ujar Lin Xuan tenang. "Aku datang ke Jinling untuk membeli seluruh kawasan bisnis ini dan mengambil kepala musuhku. Sedangkan Keluarga Tang kalian... di mataku bahkan tidak lebih berharga dari debu di bawah sepatuku."
"Kurang ajar!! Di Kota Jinling kau masih berani bicara besar tentang membeli kawasan bisnis ini?! Mati kau!!"
Tang Hao yang marah besar langsung melayangkan tinjunya ke arah wajah Lin Xuan, diikuti empat pengawal keamanan hotel yang merangsek maju!
Namun Lin Xuan bahkan tidak melihat ke arah mereka. Ia hanya mengayunkan punggung tangannya satu kali!
PLAAAK!! BOOM!!
Suara tamparan yang menggelegar bagai petir menghantam wajah Tang Hao!
Tubuh Tang Hao bersama keempat pengawal keamanan itu langsung terbang berputar di udara sejauh lima belas meter, menghantam meja pameran kristal di tengah lobi hingga hancur berkeping-keping! Setengah dari gigi Tang Hao rontok seketika, dan ia pingsan dengan wajah bengkak seperti kepala babi!
"Hao'er!!" Tang Zhenguo dan Tang Ruoxue menjerit kaget.
"Berani memukul orang di hadapan Klan Chu?!" wajah Chu Feng langsung berubah gelap gulita. "Pengawal Klan Chu, keluar dan bunuh bocah ini sekarang!!"
Namun tepat ketika pengawal Klan Chu hendak mencabut senjata mereka—
Tap! Tap! Tap!
Suara derap langkah puluhan sepatu bot militer dan barisan eksekutif puncak menggema dari pintu masuk utama hotel!
Presiden Direktur Jinling Grand Palace Group, Tuan Besar Wan, berlari masuk bersama Jenderal Muda Garnisun Jinling dan Xia Wanqiu dengan wajah penuh keringat dingin!
"Hentikan semuanya!! Siapa yang berani membuat keributan di depan tamu agung kami?!" bentak Tuan Besar Wan dengan suara menggelegar.
Chu Feng dan Tang Ruoxue langsung tersenyum senang melihat kedatangan Tuan Besar Wan.
"Paman Wan! Anda datang tepat waktu!" seru Tang Ruoxue sambil menunjuk Lin Xuan. "Pemuda dari kota kecil Jianghai ini menerobos masuk tanpa izin ke hotel Anda, memukuli adik saya Tang Hao, dan bahkan berani mengklaim bahwa dia datang untuk membeli kawasan bisnis Jinling Grand Palace!"
Namun, bukannya menangkap Lin Xuan, Tuan Besar Wan justru menatap Tang Ruoxue seperti melihat orang idiot, lalu menampar wajah Tang Zhenguo yang berdiri di sampingnya dengan sekuat tenaga!
PLAK!
"Tutup mulut busuk kalian, Keluarga Tang!!" bentak Tuan Besar Wan dengan tubuh gemetar.
Detik berikutnya, di hadapan tatapan membeku dari Tang Ruoxue, Tang Zhenguo, dan Chu Feng—Tuan Besar Wan bersama seluruh jajaran direksi Jinling Grand Palace merapikan jas mereka dan membungkuk hormat sembilan puluh derajat di hadapan Lin Xuan dan Su Qingxue!
"Selamat datang di Kota Jinling, Tuan Muda Lin, CEO Su!" seru Tuan Besar Wan dengan suara lantang yang menggema di seluruh lobi. "Sepuluh menit yang lalu, kantor pusat telah menerima transfer tunai sebesar dua miliar dolar (Rp30 Triliun) dari Kunlun Pharma & Konsorsium Asura! Mulai detik ini, seluruh menara Jinling Grand Palace beserta kawasan finansial di sekitarnya adalah properti pribadi milik Tuan Muda Lin Xuan dan CEO Su Qingxue!!"
BOOOOOM!!
Kalimat itu menghantam kepala Tang Ruoxue, Tang Zhenguo, dan Chu Feng bagaikan palu godam seberat sepuluh ribu ton!
Seluruh pengusaha di lobi hotel menahan napas dengan mata terbelalak lebar!
Membeli seluruh kompleks Jinling Grand Palace secara tunai seharga dua miliar dolar hanya untuk dijadikan kantor cabang?! Padahal seluruh total kekayaan bersih Keluarga Tang yang tadi dipamerkan dengan sombong oleh Tang Ruoxue dan Tang Zhenguo bahkan tidak mencapai tiga ratus juta dolar!
Wajah Tang Ruoxue memucat seketika, disusul rasa panas membakar di pipinya yang lebih menyakitkan daripada seribu tamparan!
Pemuda yang tiga hari lalu ia hina sebagai "bocah kampung miskin" dan ia lempar dengan cek sepuluh juta dolar... ternyata adalah triliuner pemilik Kunlun Pharma yang membeli ikon kebanggaan Kota Jinling secara tunai?!
"Tuan Besar Wan," Lin Xuan berkata santai sambil melirik ke arah keluarga Tang dan Chu Feng yang mematung. "Aku tidak suka udara di propertiku dikotori oleh anjing-anjing yang suka menggonggong. Lempar keluar seluruh anggota Keluarga Tang itu dari hotelku sekarang juga, dan masukkan perusahaan Keluarga Tang ke dalam daftar hitam seluruh bank di Provinsi Jiangnan."
"Siap, Tuan Muda Lin! Pengawal, lempar mereka keluar!!"
Di tengah jeritan histeris Tang Zhenguo dan tatapan terguncang Tang Ruoxue yang diseret paksa keluar dari lobi karpet merah di hadapan ratusan elit Jinling, Lin Xuan menggandeng tangan Su Qingxue dan Qin Rou menuju lift khusus menuju ruang bawah tanah tempat Pelelangan Tiga Tahunan Jiangnan akan segera dimulai.