NovelToon NovelToon
Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Dark Romance / Selingkuh
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Sari

Nadia dan Nadine adalah saudari kembar identik berusia 28 tahun. Wajah mereka nyaris sama, tetapi kehidupan pernikahan mereka sangat berbeda.
Nadia lelah menghadapi Arga, suaminya yang dingin dan selalu sibuk. Sementara itu, Nadine hidup bersama Fajar, fotografer muda yang hangat, manja, dan penuh perhatian.
Berawal dari sebuah rencana nekat, mereka sepakat bertukar identitas selama lima belas hari. Nadia ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai Fajar, sedangkan Nadine berniat memberi pelajaran kepada Arga agar lebih menghargai istrinya.
Mereka sudah menghafal kebiasaan, cara bicara, bahkan rahasia tubuh satu sama lain. Seharusnya tak ada yang menyadari pertukaran itu.
Namun mereka melupakan satu hal: perasaan tidak bisa ditiru.
Saat satu kamar berubah menjadi satu ranjang, sentuhan yang awalnya harus ditolak justru terasa semakin sulit dilepaskan. Nadia mulai mendambakan suami adiknya, sementara Nadine menemukan gairah yang tak pernah ia rasakan bersama suaminya sendiri.
Kebohongan selama lima belas hari itu akhirnya menyeret dua keluarga ke dalam cinta terlarang, kehamilan, pengkhianatan, dan rahasia yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Nadine mencubit paha bagian dalam Arga, lalu bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk berkumur. Ketika kembali dan melihat senyum puas di wajah pria itu, rasa kesalnya muncul lagi. Ia segera naik ke atas tubuh Arga, memegang dagunya, dan menciumnya dengan kasar. Aroma mint masih terasa di antara bibir mereka.

Nadine memperdalam ciuman tanpa memberi Arga kesempatan mengambil alih. Tak satu pun ingin mengalah. Bibirnya kemudian bergerak turun, menyusuri leher, tulang selangka, dada, dan otot perut Arga hingga tubuh pria itu kembali menegang oleh gairah.

Melihat waktunya hampir habis, Nadine melebarkan kakinya dan mengangkangi Arga. Tubuh Nadine yang terbuka bersentuhan langsung dengan penis Arga yang panas. Arga bahkan bisa merasakan cairan Nadine yang menetes. Nadine sengaja menyentuh payudaranya yang bulat di hadapan Arga dan meremasnya sambil mengerang pelan. Gerakannya membuat seluruh tubuhnya terlihat semakin menggoda.

Arga nyaris kehilangan kendali, tetapi Nadine sengaja hanya menggesekkan tubuh tanpa membiarkannya masuk. Ikatan di tangannya membuat Arga tidak leluasa bergerak. Melihat kegelisahan di wajah pria itu, Nadine membisikkan tantangan, "Minta baik-baik, Arga. Setelah itu, aku akan memberikannya kepadamu."

Arga sudah berada di batas kendali. Tubuh Nadine yang basah, tatapan penuh gairah, dan gerak pinggulnya membuat pria itu akhirnya menyerah. Dengan suara serak ia berkata: "Nadia, tolong berikan padaku."

Tujuan Nadine akhirnya tercapai. Dia memegang kemaluan Arga, mengarahkannya ke vaginanya yang basah, dan duduk dengan berat. Setelah beberapa saat, tubuh mereka akhirnya menyatu rapat. Tubuh Nadine menerima Arga sepenuhnya. Kedua kakinya melingkari pinggang pria itu sementara gerakannya berubah dari lambat menjadi semakin cepat.

Nadine menumpukan kedua tangan di dada Arga lalu menggerakkan pinggul naik turun. Perasaan mengendalikan ritme sendirian sungguh luar biasa. Dia bisa melaju secepat yang dia mau, dan sepelan yang dia mau. Saat itu Nadine merasa sepenuhnya memegang kendali, sementara Arga membiarkannya menentukan setiap gerakan.

Saat Nadine tenggelam dalam gelombang nafsu, Arga diam-diam melepaskan diri dari kekangan di tangannya, lalu dengan cepat membalik posisi dan menahan Nadine di bawah tubuhnya. Sambil memegang pinggang Nadine, ia berusaha melepaskan diri dari ikatan di kedua kakinya. Untungnya, ikatan di bawah jauh lebih lembut daripada yang di atas, dan ia berhasil melepaskan diri dengan cepat. Dia menatap mata istrinya yang terkejut dan mulut yang ternganga, dan dengan marah berkata di telinganya: "Lihat bagaimana aku memperlakukanmu." Kemudian ia kembali bergerak dengan ritme kuat.

Nadine hampir sampai. Gerakan Arga yang kuat segera membawa Nadine mencapai klimaks hingga air matanya keluar. Namun bagaimana Arga bisa melepaskannya begitu saja? Ia terus bergerak tanpa memberi Nadine waktu beristirahat, berulang kali, tanpa lelah. Tubuh Nadine menjadi sangat sensitif dan setiap gesekan membuatnya merintih, sementara Arga masih menahan klimaks. Nadine sudah tidak tahan lagi. Dia menangis dan berkata: "Arga, berikan padaku, berikan padaku, aku ingin melahirkan anakmu."

Permintaan Nadine membuat Arga membeku sesaat. Ia menahan pinggang perempuan itu dan mencari tanda bahwa ucapan tersebut hanya bagian dari gairah. Ketika Nadine tidak menariknya kembali, sorot mata Arga berubah, kehilangan sebagian sifat main-mainnya. Arga menahan gerakannya dan bertanya pelan, "Kamu sungguh menginginkan seorang anak?" Ia menunggu sambil menatap wajah Nadine, tidak lagi tersenyum atau menggoda. Nadine membuka mulut, tetapi jawaban yang sudah berada di tenggorokannya tidak dapat dijelaskan tanpa membongkar identitasnya. Pertanyaan itu menusuk karena jawaban di dalam hati Nadine bukan milik Nadia semata. Ia tidak sanggup menjelaskannya, hanya mengangguk dan memeluk Arga lebih erat. Setelah itu gerakan mereka terasa lebih dalam, membawa harapan yang tidak berani dinamai keduanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!