NovelToon NovelToon
Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Apa jadinya kalau mantan preman pasar yang paling ditakuti justru berakhir jadi pengawal pribadi seorang CEO cantik yang super dingin? Alih-alih merasa aman, sang CEO malah dibuat naik darah sekaligus baper tiap hari karena tingkah bodyguard-nya yang sengklek dan nggak masuk akal. Ikuti kisah komedi romantis penuh aksi antara si garang dan si cantik!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kerokan dari Sang CEO

​.. Pagi ini matahari Jakarta seolah sedang malas menampakkan dirinya, tertutup mendung tebal sisa hujan deras semalam. Kepalaku rasanya seperti dihantam palu godam, berat sekali hanya untuk sekadar membuka mata. Seluruh badanku terasa linu, dan yang paling parah, hidungku tersumbat total gara-gara kehujanan saat mengusir Adrian di pasar malam kemarin.

​.. "Waduh... ini namanya kena serangan angin duduk apa gimana ya? Padahal kemarin sudah makan kerupuk upil dua bungkus, masa masih tumbang juga," keluhku sambil mencoba menarik selimut di paviliun kecil belakang rumah Clarissa. Aku mencoba duduk, tapi dunia rasanya berputar-putar seperti bianglala yang kami naiki semalam.

​.. Tak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar keras. "Genta! Kenapa mobil belum dipanaskan? Kita ada janji temu jam delapan pagi!" teriak Clarissa dari balik pintu. Aku hanya bisa mengerang pelan, suaraku hilang entah ke mana, digantikan oleh suara serak mirip bebek yang sedang sakit tenggorokan.

​.. Karena tidak ada jawaban, pintu paviliun yang memang tidak kukunci itu terbuka. Clarissa masuk dengan setelan kantornya yang rapi, tapi wajahnya langsung berubah panik saat melihatku tergeletak pucat dengan keringat dingin di dahi. "Genta! Kamu kenapa? Kok mukanya pucat sekali seperti kapas begini?" ucapnya sambil mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke dahiku.

​.. "Ya ampun, badan kamu panas sekali! Kamu sakit, Genta?" tanya Clarissa dengan nada suara yang melembut, ada sedikit getaran khawatir di sana. Aku hanya bisa mengangguk lemah. "Cuma... masuk angin sedikit, Mbak Bos. Efek air hujan pasar malam sepertinya lebih kuat daripada air doa ibu," jawabku dengan suara yang sangat pelan.

​.. Clarissa menghela napas panjang, dia meletakkan tas mahalnya di kursi kayu kecil samping tempat tidurku. "Sudah saya bilang kan, jangan sok jagoan hujan-hujanan hanya untuk mengurus Adrian. Sekarang lihat, bodyguard saya malah jadi pesakitan begini." Dia pun menelepon kantor dan membatalkan semua rapatnya hari itu. "Saya tidak ke kantor hari ini. Bodyguard saya sedang sekarat," ucapnya singkat di telepon yang membuatku hampir tersedak ludah sendiri. Sekarat? Lebay banget Mbak Bos ini!

​.. Bukannya pergi ke dokter, Clarissa malah kembali ke paviliun membawa nampan berisi bubur ayam panas dan sebuah botol kecil berisi minyak kayu putih serta sekeping koin seribuan. "Genta, kamu mau saya bawa ke rumah sakit atau mau cara tradisional? Mama saya bilang, kalau masuk angin itu paling ampuh ya dikerok," katanya sambil mulai menyingsingkan lengan kemejanya.

​.. Aku melotot kaget. "Mbak Bos... mau ngerokin saya? Nggak salah, Mbak? Tangan halus CEO masa dipakai buat ngerok punggung preman kayak saya?" tanyaku tidak percaya. Tapi Clarissa tidak peduli, dia menyuruhku duduk membelakanginya. Dengan telaten, dia mulai mengoleskan minyak dan menggosokkan koin itu ke punggungku yang lebar.

​.. SRET! SRET! SRET! "Aduh! Mbak Bos, itu ngerok apa mau bikin ukiran relief candi? Perih banget!" teriakku refleks. Clarissa tertawa kecil di belakangku. "Diam kamu! Ini namanya seni penyembuhan. Lihat ini, punggungmu merah semua, tandanya anginnya memang banyak sekali. Kebanyakan gaya sih di pasar malam!"

​.. Di tengah rasa perih dan hangatnya minyak kayu putih, aku merasa ada sesuatu yang aneh di hatiku. Seorang Clarissa Wijaya, wanita yang ditakuti ribuan karyawan, sekarang sedang duduk di ranjang kecilku sambil mengurusi masuk anginku. Aroma parfum mahalnya bercampur dengan bau minyak kayu putih, menciptakan suasana yang sangat unik dan membuatku merasa sangat dihargai.

​.. "Genta..." panggilnya lirih saat dia selesai mengerok punggungku. "Terima kasih ya. Selama ini saya pikir saya bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi ternyata, punya seseorang yang siap sakit hanya untuk melindungi saya itu... rasanya sangat berbeda."

​.. Aku menoleh sedikit, menatap wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahku. Pipinya sedikit merona merah, entah karena lelah mengerok atau karena hal lain. "Sama-sama, Mbak Bos. Tugas saya kan jagain Mbak Bos. Kalau cuma masuk angin mah kecil, asal jangan masuk ke hati Mbak Bos saja, nanti keluarnya susah," godaku yang langsung dihadiahi cubitan di lenganku.

​.. Hari itu, di paviliun kecil yang sederhana, aku menyadari bahwa cinta tidak selalu datang dari makan malam mewah atau hadiah berlian. Kadang, cinta itu datang dari aroma minyak kayu putih dan tarikan koin di punggung yang linu. Jakarta yang dingin di luar sana jadi terasa sangat hangat di dalam sini, karena aku tahu, CEO cantikku ini ternyata punya hati yang sangat lembut.

​.. Setelah punggungku penuh dengan gurat merah hasil "karya seni" koin seribuan milik Clarissa, rasa hangat mulai menjalar ke seluruh tubuhku. Namun, rasa pusing itu masih ada. Clarissa mengambil mangkuk bubur ayam yang tadi dibawanya, lalu mengaduknya perlahan dengan sendok perak kecil yang dia bawa dari dapur utama.

​.. "Ayo, buka mulut kamu. Kamu harus makan supaya bisa minum obat. Saya tidak mau punya bodyguard yang cuma bisa tidur-tiduran sambil merintih seperti bayi," ucap Clarissa dengan nada galak yang dibuat-buat, tapi matanya menunjukkan perhatian yang tulus.

​.. Aku tercengang. "Mbak Bos... mau nyuapin saya? Ini beneran? Waduh, kalau teman-teman preman saya di Sidoarjo tahu, saya pasti bakal diguyur air kembang saking iri melihat nasib saya disuapi bidadari begini," jawabku sambil mencoba tertawa meski tenggorokanku perih.

​.. "Sudah, jangan banyak bicara. Cepat makan!" Clarissa menyodorkan sesendok bubur ke depan mulutku. Aku pun pasrah dan mulai mengunyah pelan. Rasanya jauh lebih enak dari bubur manapun yang pernah kumakan, mungkin karena ada "bumbu" perhatian dari sang CEO di dalamnya.

​.. Di sela-sela suapan itu, kami terdiam sejenak. Aku memperhatikan bagaimana Clarissa dengan sabar menungguku menelan setiap suapan. Rambutnya yang sedikit berantakan karena tadi sibuk mengerok punggungku justru membuatnya terlihat jauh lebih cantik daripada saat dia sedang berdiri di podium rapat.

​.. "Genta, kenapa kamu mau sampai sejauh ini menjaga saya? Padahal gaji kamu di sini kan tidak seberapa kalau dibandingkan dengan resiko nyawa yang kamu ambil kemarin di pasar malam," tanya Clarissa tiba-tiba, suaranya terdengar sangat serius.

​.. Aku menelan suapan terakhir, lalu menatap matanya dalam-dalam. "Jujur saja Mbak Bos, awalnya memang cuma soal uang buat bayar utang di kampung. Tapi makin ke sini, saya sadar kalau menjaga Mbak Bos itu bukan cuma soal kontrak kerja. Saya merasa... Mbak Bos itu orang baik yang dikelilingi orang-orang haus harta. Saya cuma ingin Mbak Bos punya satu orang yang bisa dipercaya tanpa syarat."

​.. Clarissa menunduk, tangannya yang memegang sendok sedikit gemetar. Dia tidak membalas kata-kataku, tapi aku bisa melihat setitik air mata yang hampir jatuh di sudut matanya. "Terima kasih, Genta. Baru kali ini ada orang yang bilang begitu ke saya tanpa ada maksud tersembunyi di baliknya."

​.. Hari itu berakhir dengan aku yang tertidur lelap setelah meminum obat, dan Clarissa yang tetap duduk di samping ranjangku sambil membaca dokumen kantor, seolah-olah dia adalah penjaga pribadiku. Aku sadar, posisi kami mungkin sudah mulai berbalik. Bukan lagi soal bodyguard dan bos, tapi soal dua manusia yang saling membutuhkan di tengah kerasnya kehidupan Jakarta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!