NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari keberadaan Zefano

Tubuh Alisa membeku setelah mendengar suara teriakan seseorang dari sebrang. Tatapannya berubah kosong, handphone yang ia pegang luruh jatuh ke pangkuan, menatap nanar ke depan.

Dadanya bak dihantam ribuan sembilu. Baru saja tadi suaminya, Zefano izin ke pesantren. Ia justru di kabarkan suaminya mengalami laka lantas dan masuk ke sungai.

"MASS ZEFANO!!!"

Tanpa fikir panjang, ia langsung meraih tas ransel miliknya, serta handphone, beranjak keluar dari apartement.

Jarinya begitu liar memencet tombol lantai lift, mengusak air matanya yang luruh berkali-kali. Ia gigit bibir bawahnya gusar, jantungnya berdebar tidak karuan.

"Ayolahh liftt! Cepat terbuka!!" geramnya terisak tertahan, menghentakkan kedua kakinya cepat di depan lift.

Tak berselang lama, pintu lift terbuka. Ia buru-buru masuk tanpa menunggu yang berada di dalam keluar lebih dulu. Membuat beberapa pengguna apartement lain menatapnya heran.

"Astaghfirullah...Ya Allah!! Kenapa jadi gini sih?! Mas Zefano hikss, masss!!!"

Alisa lekas memencet tombol lantai dasar dengan gencar, tangannya gemetar hebat saat memencet tombol, nyaris memencet tombol yang salah.

Ia tangkupkan kedua tangannya pada wajah, merapatkan segala do'a-do'a keselamatan untuk suaminya.

"Mas Zefano.... Astaghfirullah mass kok bisa kamu kecelakaan mas!!" serunya, tangisnya semakin gencar.

"Mba, kenapa mba? Kaya panik banget?" tanya pengguna lift di sampingnya.

Alisa tatap mba-mba di sampingnya itu nanar, terisak kuat, "Suami saya, suami saya kecelakaan, mba." lirihnya tercekat.

"Astaghfirullah innalilahi....!" seru mba-mba itu, mengelus dadanya syok.

Alisa lekas kembali fokus merapatkan do'a. Berharap suaminya tidak terjadi apa-apa.

"Saya turut berduka cita yah, mba." lirih wanita di samping Alisa, merasa iba.

Alisa mengangguk antusias, "Iya, Mba. Terimakasih banyak." lirihnya dengan bibir bergetar.

Akhirnya, tibalah ia di lantai dasar. Ia langsung berlari secepat kilat saat pintu lift terbuka. Keluar dari lobby apartment itu panik, membuat pengguna apartement lain bertanya-tanya, menatap ke arahnya heran.

"Taksi!" serunya menghadang taksi saat sudah sampai di depan jalan.

Sementara di tempat kejadian. Setiapjalur sungai hingga ke bendungan, sudah ramai orang-orang yang melihat kejadian. Tim SAR gabungan pun sudah di kerahkan untuk mencari keberadaan mobil Zefano. Bahkan, mereka mengerahkan penyelam untuk menyelami sungai, takut-takut mobilnya hanyut ke dalam.

"Bagaimana tim 3?!" pekik pemimpin tim SAR.

"Tidak ada tanda-tanda mobil tenggelam, Pak!" seru penyelam yang sudah muncul di permukaan.

Semua anggota tim SAR tampak panik, "Cepat cari lagi!" titahnya, yang langsung dipatuhi para anggotanya.

Suasana pun semakin tak terkendali lagi tatkala banyak santriwan dan santriwati ikut melihat ke arah sungai, menjalar ke sepanjang jalur sungai hingga ke arah bendungan.

"Padahal sudah di blokade semua, kenapa bisa tidak ketemu?! Kalian yakin tidak tenggelam?!" tanya pemimpinnya lagi.

"Bahkan kami sudah menyusuri terdalam, Pak. Tapi kami belum lekas menemukan—"

"KETEMUU!!!" Pekik salah satu penyelam di ujung sana.

perahu karet tim SAR lekas diarahkan cepat ke titik temu. Berkumpul ke tengah anggota penyelam yang berhasil menemukan mobil milik Zefano.

"Kamu serius sudah ketemu, Ramdan?!" pekik sang ketua, Pak Edwar.

Ramdan mengangguk antusias, "Iya, Pak! Saya lihat mobilnya di kedalaman 7 meter! Mobilnya benar-benar hanyut ke dalam."

"Bagus! Mobil Crane akan segera datang, pastikan titiknya masih sama! Cek korban di dalam mobil, siapa tau masih bisa diselamatkan!" seru sang petugas.

"SIAPP!!"

Ada 10 penyelam langsung menceburkan ke dalam untuk mencari keberadaan Zefano di dalam mobil. Berharap korban masih bisa di selamatkan.

Namun saat mereka mengecek ke dalam, pintu mobil terbuka. Dan tidak ada siapapun di dalamnya. Seluruh penyelam sontak berpencar ke area terdekat, siapa tau masih melihat sosok manusia yang terombang ambing dalam pusara air. Namun sampai mata mereka melotot sejeli mungkin pun, tetap tak menemukan keberadaan Zefano di sekitar mobil itu.

Alisa segera keluar dari mobil taksi setelah sampai di sebrang jalan. Di depan sana, orang-orang sudah banyak menonton para tim SAR gabungan mencari keberadaan Zefano.

Air mata Alisa langsung tumpah, dadanya yang sesak semakin menyayat, hingga rasanya ngilu sekali.

"Mas—Zefano." lirihnya tercekat

Ia berjalan lemah mendekati ujung jalan sana, menyebrang dengan pandangan kosong yang bisa membuatnya tertabrak sekapanpun jika ada mobil melintas dengan kecepatan tinggi.

"Mas, hiks! Kenapa kamu bisa seperti ini?" lirihnya terisak hebat, kakinya yang lunglai menyebrangi jalan seperti orang mabuk, menatap nanar ke arah sungai yang mengalir deras.

"Alisa!!" teriak Fatimah syok saat melihat Alisa terdiam di tengah jalan, buru-buru menjemputnya.

Ia lekas menarik tangan Alisa ke tempat yang aman. Menenangkan dirinya agar setidaknya bisa lebih sadar.

"Alisa, kamu kenapa?! tiba-tiba matiin telefon terus nangis kaya gini? Emangnya kamu sama Zefanobitu ada hubungan apa?" Tanya Fatimah cemas, menggenggam erat kedua bahu Alisa, merasa iba.

Alisa menoleh perlahan menatap Fatimah, sahabatnya. Tangisnya langsung pecah, berhambur ke pelukan Fatimah.

Fatimah yang tidak tau kenapa sahabatnya seperti itu alhasil hanya bisa terheran-heran. Meski begitu, ia tetap membalas pelukan Alisa dan menenangkannya.

"Ceritakan padaku, Alisa. Kamu kenapa?" tanya Fatimah makin cemas, apalagi saat merasakan tubuh Alisa gemetaran semua.

"Ma-Mas Zefano—" ucapannya terhenti, tenggorokannya serasa tercekat hingga rasanya sulit sekali untuk sekedar mengeluarkan suara.

"Alisa, kamu ini kenapa sih? Memangnya kamu ada hubungan sama anak pertama Kiai Hakim? Jangan bilang kamu cinta sama dia, Sa. Dia itu berandal. Dia juga tega menjebloskan keluarganya ke penjara, dam—"

"Kamu tidak tau apa-apa, Fatimah!"

Tertegun lah Fatimah disitu, baru kali ini ia mendengar Alisa membela seorang pria dengan mulutnya. Padahal sebelumnya, ia adalah gadis yang paling anti, dan memilih menjauh. Namun dengan Zefano, pria itu seolah belahan hatinya, membuat benaknya bertanya-tanya.

"Alisa kamu tenang saja. Tim SAR sedang mengevakuasi kok. Lagian katanya tadi mobil Zefano sudah ketemu, aku yakin dia selamat." jawabnya menangkan.

Alisa merunduk lagi, terisak di elan sahabatnya itu, "Sebenarnya, aku sama Mas Zefano sudah menikah." cicit Alisa ragu-ragu.

"Apa?! Kamu sama si Zefano itu menikah?! Apa kamu gila, Sa! Dia itu maniak s*x. Kamu cuma bakal jadi kacungnya terus di campakan pas dia sudah bosan!" seru Fatimah lagi, semakin menggebu.

Alisa mengulum senyum tipis, "Sebenarnya, aku dulu juga beranggapan seperti itu, namun setelah ku teliti lagi. Zefano cuma keras di luarnya saja, dalam hati dia sangat lembut."

Fatimah rasanya mau pingsan melihat Alisa yang gadis begitu terjaga, terang-terangan membela seorang pria di depannya. Itu adalah hal yang sulit dilakukan oleh seorang Alisa.

"Aku mempercayali Zefano dari cara dia memperlakukanku, buka dari statement buruk orang-orang." Jelas Alisa lagi, mengepalkan kedua tangannya penuh tekad.

1
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!