WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sembilan belas
...Pada pukul sepuluh malam, Gita baru membuka pintu kamar mandi Sabrina....
...Dia tidak terkejut saat melihat Sabrina menyandarkan tubuhnya di dinding dingin kamar mandi dengan mata yang terpejam....
..."Kau sangat menikmati hukuman mu hingga kau tertidur di situ." Gita menarik sudut bibirnya....
...Ia pun kembali mengguyur tubuh Sabrina hingga gadis itu terkejut karena dinginnya air menerpa kulitnya. "Bangun! Apa kau begitu nyaman di sini?"...
...Sabrina bangkit dari posisinya. Tubuhnya bergetar menahan rasa dingin yang luar biasa....
...Bahkan tadi pakaiannya sampai hampir kering sendiri saking lamanya dia di sana....
..."Ibu," Sabrina menatap Gita di depannya....
..."Aku tidak ingin kau cepat mati. Jadi cepatlah ganti pakaianmu!" Gita segera pergi dari sana setelah mengatakan itu....
...Sabrina pun juga ikut keluar. Wajahnya begitu pucat, bahkan dia tahu jika tubuhnya sangat panas sekarang....
...Setelah mengganti pakaian, Sabrina melangkahkan mengambil kotak obat di lacinya. Dia meminum obat demam dan penurun panas karena besok masih harus kuliah dan bekerja....
...Jika tidak, Sabrina mungkin benar-benar akan mati nantinya....
...Sabrina mencoba memejamkan matanya karena dia berharap setelah meminum obat, rasa kantuk akan datang dan membuatnya tidur dengan mudah....
...Namun ia salah, Sabrina sangat sulit sekali memejamkan matanya....
..."Ayah, kenapa Ayah pulang begitu cepat? Biasanya Ayah pulang tengah malam."...
...Sabrina memeluk Jack saat pria tua itu baru saja tiba di rumahnya....
...Jack tersenyum. "Sayang, dimana Ibu dan adikmu?...
...Kamu harus segera masuk ke dalam kamarmu dan jangan lupa untuk mengunci pintunya. Ayah akan menemui Ibu dan adik juga." Jack mengusah kepala Sabrina....
..."Mereka ada di dalam kamar. Ada apa Ayah? Kenapa aku harus mengunci pintu?"...
...Jack tidak menjawab dan hanya memeluk Sabrina. Hingga Gita dan Sherly pun akhirnya turun ke bawah dan menghampiri mereka....
..."Ada apa? Kenapa kamu menyuruhku segera turun? Kamu sudah pulang?"...
...Jack menatap Gita dan segera menghampirinya....
..."Tolong bawa anak-anak ke dalam kamar dan jangan pernah membuka pintunya. Kamu juga harus bersembunyi agar mereka tidak melihat kalian."...
...Gita tampak begitu bingung. "Jack, apa maksudmu? Kenapa kita harus bersembunyi? Kamu jangan membuatku takut."...
...Jack menggenggam tangan Gita dengan erat. "Sayang, tolong jaga anak-anak. Aku tidak tahu apakah nanti aku masih bisa menjaga mereka bersamamu."...
...Gita semakin bingung. Sabrina dan Sherly pun juga tidak tahu apa maksud Jack mengatakan itu....
..."Tapi mengapa kami harus-"...
...DOR...
...Suara tembakan dari luar mulai terdengar. Jack segera menyuruh Gita membawa Sabrina dan Sherly....
..."Cepat bawa anak-anak masuk ke dalam dan kunci pintunya!"...
...Gita menjadi panik karena mendengar suara tembakan. "Jack, kamu bagaimana?"...
..."Jangan pikirkan aku dan cepatlah bawa mereka masuk!"...
...Jack segera berlari dan bergegas untuk ke depan untuk melihat apa yang terjadi. Dan Gita pun juga sangat panik dan hanya mengikuti apa perkataan Jack....
...Sabrina dan Sherly mulai menangis, mereka tidak kalah ketakutannya....
..."Ibu, bagaimana dengan Ayah?" Sabrina memeluk Gita dan juga Sherly di dalam kamar mereka....
...Gita mengusap punggung ke dua putrinya....
..."Tenanglah sayang, Ayah pasti baik-baik saja. Kita harus menuruti kata Ayah dan hanya berdiam di sini sampai Ayah datang, oke?"...
...Sabrina dan Sherly hanya bisa mengangguk dan menangis. Mereka tak tahu apa yang terjadi hingga harus bersembunyi. Dan mengapa Jack tidak ikut bersembunyi bersama mereka....
...Jack terlihat menghampiri beberapa orang dengan senjata di tangan mereka....
..."Tuan, aku sudah bilang agar kalian tidak datang kerumahku. Percuma saja, aku hanya tinggal sendirian di sini."...
...Salah satu dari mereka menghampiri Jack. Terlihat dari penampilan yang sedikit berbeda, dia adalah pemimpin di antara mereka....
..."Apa kau berniat penipuku? Kau sudah berani mengkhianati ku dan sekarang aku tidak akan mengampunimu."...
...Jack berlutut di hadapan pria itu. "Tuan, bawa saja aku dari sini. Aku tidak akan bersembunyi lagi darimu."...
...Pria itu melihat sekitar rumah Jack. Dan matanya menangkap seorang gadis yang sedang mengintip di balik jendela....
...Namun setelah gadis itu juga menyadari jika pria itu menatapnya, Sabrina segera menutup tirainya....
..."Kau berbohong lagi, Jack? Aku tahu di rumah ini ada keluargamu! Cepat bawa dia juga karena kalian semua harus aku habisi!"...
..."Jangan, Tuan!" Jeff memegangi kaki pria itu dan memohon agar tidak melibatkan keluarganya....
...Sabrina di dalam kamarnya semakin menangis. Dia melihat bagaimana Ayahnya berlutut di hadapan pria bersenjata....
...Pikiran Sabrina mulai kemana-mana. Dia takut jika Jack akan di lukai oleh mereka....
..."Bu, ayo kita turun dan bantu Ayah. Ayah sedang dalam bahaya Bu, mereka memegang banyak senjata."...
...Gita mengusap air mata Sabrina dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, sayang. Kita tidak boleh melakukan itu karena Ayahmu sendiri yang menyuruh kita bersembunyi. Dia mempercayakan kalian pada Ibu dan Ibu tidak maukalian terluka."...
...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku mau bertemu Ayah." Sabrina mulai melepaskan pelukan Gita....
..."Sabrina, jangan keras kepala. Kita harus tetap di sini sampai semuanya aman."...
..."Bu, aku mohon biarkan aku membantunya Ayah. Aku tidak mau Ayah terluka, Bu." Sabrina bersikeras untuk menyusul Jack....
...Dan benar saja, gadis itu berlari membuka pintu kamar dan bergegas menghampiri Jack di halaman rumah....
...Gita semakin mengeratkan pelukannya pada Sherly....
..."Ayah!" Sabrina berlari ke arah Jack....
...Kini semua mata tertuju pada Sabrina yang berlari dengan terus memanggil nama Jack....
...Jack sangat terkejut karena Sabrina malah keluar dan tidak bersembunyi....
..."Ayah!" Sabrina memeluk tubuh Jack dengan erat dan seolah tidak ingin melepaskannya....
..."Sabrina, apa yang kamu lakukan di sini? Ayah sudah mengatakan agar kamu tetap di dalam."...
...Sabrina menangis sejadi-jadinya. Dia menatap pria di hadapan Jack. "Tuan, tolong lepaskan Ayahku. Aku tidak mau dia terluka, Tuan."...
...Pria itu menatap Sabrina dengan datar. "Memangnya jika aku melepaskan ayahmu, apakah kau mau menggantikannya?"...
..."Ya, aku mau!" jawab Sabrina cepat....
..."Tidak, Tuan! Targetmu adalah aku dan jangan melibatkan putriku."Pria itu tersenyum begitu tipis. Lalu mulai mengangkat senjatanya ke arah Sabrina....
..."Jack, kau harusnya bersyukur karena putrimu ini rela menjadi penggantinya. Jika aku membunuhnya, maka kau akan bebas dan aku tidak akan mencarimu lagi."...
...Sabrina terdiam mendengar itu....
..."Tidak, Tuan! Aku mohon jangan sakiti putriku!" Jack semakin memohon pada pria itu....
...Pria itu tersenyum saat melihat Sabrina hanya terdiam. "Apa sekarang kau berubah pikiran untuk menggantikan posisi Ayahmu?"...
...Sabrina tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah pria itu. Sabrina tidak mau jika pria itu menyakitkan Jack, tapi Sabrina juga tidak mungkin mengorbankan dirinya....
..."Aku tidak punya banyak waktu! Seharusnya aku tembak saja kalian berdua!"...
..."Tidak!" Sabrina menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan. Bebaskan ayahku dan tembak saja aku." Sabrina menyatukan ke dua tangannya membentuk permohonan....
..."Tolong bebaskan Ayahku."...
..."Sabrina, pergilah dari sini. Ayah mohon padamu pergilah."...
...Sabrina menggelengkan kepalanya dan berlutut di kaki pria itu. "Tuan, tolong lakukan cepat dan bebaskan Ayahku. Aku mohon bebaskan dia, Tuan."...
aku suka
aku suka🥰