Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2080
Fei Xing menatap mesin terbang kecil yang berseliweran bebas di udara di depan jendela, kemudian melihat ke bawah pada kawasan apartemen kumuh yang rawan dan padat penduduknya.
Orang-orang berlalu lalang dengan wajah kosong atau penuh kesusahan. Setelah melihat sekeliling, dia masuk kembali ke dalam kamar vila yang berada di balik lapisan pelindung tak terlihat.
[Tuan, kami telah tiba di tahun 2080!] jelas sistem dengan suara yang jelas. Ini adalah era masa depan yang bisa dikatakan masih sedikit damai—atau mungkin tidak juga, tergantung dari sudut pandang seseorang.
[Di dunia ini, manusia hidup berdampingan dengan Orc—makhluk setengah manusia setengah binatang, Tuan. Pemimpin dunia saat ini adalah Kaisar Heula yang berasal dari ras Orc! Manusia di era ini juga telah berevolusi dan bisa hidup lebih lama seperti Anda....]
Fei Xing mengangguk dengan mengerti."Kita berada di kawasan mana saja?"
[Kami berada di distrik kumuh, Tuan. Di sini hanya ditempati oleh orang-orang yang dianggap "buangan" oleh masyarakat utama...] jelas sistem dengan nada yang sedikit tidak nyaman.
Pasalnya, setiap kali mereka datang ke dunia baru, hampir selalu tiba di tempat yang kondisinya tidak begitu baik.
Orang buangan yang dimaksud adalah manusia-manusia yang tidak memiliki fisik yang kuat atau kemampuan khusus.
Semua orang tahu bahwa di era baru ini, manusia telah mengalami evolusi yang luar biasa—banyak yang memiliki kekuatan tubuh atau kemampuan khusus yang membuat mereka berbeda dari manusia biasa.
Jarang sekali ada manusia murni tanpa kemampuan apapun, dan yang jelas, mereka yang dianggap lemah tidak akan diterima di kawasan utama.
Karena itu, distrik buangan menjadi tempat di mana manusia murni dikucilkan dan diisolasi dari masyarakat lainnya.
"Apa saja yang bisa kita dapatkan atau jual di sini?" tanya Fei Xing sambil mulai menyusun rencana.
Pada kunjungan terakhirnya ke era masa depan, dia berhasil mendapatkan sebuah mecha kelas S dengan harga 10 juta koin—barang yang sangat berharga dan sulit ditemukan.
[Tuan, barang mahal dan langka di dunia ini adalah makanan alami! Manusia di era ini hampir seluruhnya hanya mengonsumsi larutan nutrisi sintetis karena lebih praktis dan murah. Sedangkan barang termahal yang bisa kita dapatkan adalah batu energi—sumber daya utama untuk menjalankan mesin terbang, mecha, dan segala jenis teknologi di dunia ini!]
Fei Xing mengangguk mengerti. Kemudian dia turun ke lantai bawah untuk menyantap makan siangnya.
Seperti biasa, kawasan vila yang mewah dengan segala fasilitasnya tidak terlihat sama sekali dari luar.
Yang bisa dilihat oleh orang-orang di distrik kumuh hanya tumpukan-tumpukan puing-puing dari mecha rusak atau barang-barang bekas lainnya yang berserakan di sekitar lokasi vila.
Tak seorang pun akan menyangka bahwa di balik puing-puing itu berdiri sebuah vila megah yang dilengkapi dengan supermarket, gudang penyimpanan, dan berbagai fasilitas canggih lainnya yang siap digunakan kapan saja.
Fei Xing memutuskan untuk keluar sebentar dan berjalan-jalan mengelilingi kawasan pemukiman agar bisa mengenal lebih jauh kondisi dunia ini.
Dia memilih mengenakan pakaian olahraga berwarna hitam yang tidak mencolok, ditambah dengan topi bisbol yang menutupi sebagian wajahnya.
Rambut panjangnya diikat rapi ke belakang agar tidak mengganggu geraknya. Di balik baju olahraga itu, dia mengenakan rompi pelindung khusus yang bisa melindungi tubuhnya dari benturan atau serangan kecil.
Bagaimanapun juga, distrik kumuh seperti ini pasti menyimpan berbagai bahaya untuk siapapun yang berjalan sendirian, terutama bagi orang yang terlihat asing atau lemah.
Setelah siap, dia keluar dari vila melalui jalur tersembunyi yang langsung mengarah ke jalan utama distrik.
Di luar sana, suasana jauh lebih ramai dari yang dia bayangkan—mesin terbang kecil bergerak di udara dengan suara mendesis, sementara orang-orang berjalan cepat dengan wajah yang penuh kesibukan atau kesusahan.
Beberapa dari mereka adalah manusia murni dengan penampilan lemah, namun sebagian lainnya adalah Orc dengan tubuh besar dan ciri khas binatang pada bagian tubuh mereka.
Fei Xing berjalan dengan lambat, mengamati setiap detail di sekelilingnya. Di sisi jalan terdapat banyak kios kecil yang menjual larutan nutrisi dengan berbagai rasa, serta suku cadang bekas dari mecha yang ditata rapi untuk dijual.
Dia juga melihat beberapa orang yang sedang bernegosiasi untuk membeli atau menjual batu energi kecil—barang yang sangat dicari namun sulit didapatkan di distrik kumuh ini.
Saat sedang mengamati sebuah kios yang menjual suku cadang mecha, Fei Xing tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh segerombolan anak-anak yang berlari dengan sangat cepat.
Dia hampir terjatuh, namun dengan gesitnya menyeimbangkan tubuh dan melihat ke belakang—salah satu anak kecil dengan rambut kusut telah mencabut dompet yang tergantung di pinggangnya dan langsung menyembunyikannya di dalam bajunya.
"Hey!" teriak Fei Xing dengan suara yang cukup keras untuk membuat anak-anak itu berhenti sejenak.
Mereka melihatnya dengan wajah yang sedikit takut tapi segera melanjutkan berlari ke arah gang yang lebih dalam.
Tanpa berpikir panjang, Fei Xing memutuskan untuk mengejar mereka.
Dia tahu bahwa dompetnya tidak berisi uang atau barang berharga dari dunia ini, namun dia ingin tahu mengapa anak-anak kecil terpaksa menjadi pencuri di distrik kumuh ini.
Anak-anak itu berlari dengan lincah melewati gang-gang kecil yang sempit dan penuh puing-puing.
Fei Xing mengikuti dengan cepat, namun sengaja mengurangi kecepatannya agar tidak mengejar terlalu dekat dan membuat mereka takut hingga melarikan diri ke tempat yang lebih berbahaya.
Namun tak disangka, jalan yang mereka lalui semakin dalam dan akhirnya keluar ke sebuah lapangan terbuka yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan rusak.
Saat sampai di sana, anak-anak itu tiba-tiba menghilang ke balik sebuah tumpukan puing mecha.
Fei Xing berhenti sejenak dan melihat sekeliling—lima sosok besar dengan tubuh berotot mulai keluar dari balik bangunan, beberapa di antaranya adalah Orc dengan tanduk menjulang dan mata yang menyala dengan sinis.
"Hei, orang baru?" ucap salah satu pria manusia dengan wajah penuh bekas luka, sambil menggosok tinjunya dengan santai.
"Kamu cukup berani ya mengejar anak-anak kami sampai ke sini. Kawasan ini bukan tempat untuk orang seperti kamu yang berpakaian rapi...."
Di balik mereka, anak-anak yang baru saja mencuri dompet Fei Xing muncul dan bersembunyi di belakang sosok pria besar itu.
Salah satu anak itu bahkan mengangkat dagunya dengan wajah sombong. "Lihat Paman! Dia benar-benar mengikuti kita sampai sini!"
Fei Xing hanya berdiri dengan tenang, melihat sekeliling kawasan yang jelas sudah direncanakan untuk menangkapnya.
Udara sekitar terasa semakin dingin dengan kehadiran para pria itu, namun wajahnya tetap tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.
"Aku hanya ingin mengambil kembali Barangku saja. Tidak ada niat untuk membuat masalah di sini," katanya dengan suara tenang namun tegas.
Pria dengan bekas luka itu hanya tertawa sinis. "Barangmu? Di distrik kumuh, barang yang jatuh ke tangan kami adalah milik kami sekarang. Atau... kamu bisa membayar tebusannya jika ingin mengambilnya kembali. Pilih saja mana yang kamu inginkan!"
Saat itu, beberapa sosok lain mulai keluar dari berbagai arah, membentuk lingkaran yang semakin menyempit mengelilingi Fei Xing.
Namun dia tetap tenang.
"Saya sudah bilang, saya hanya ingin dompet saya kembali saja," ulang Fei Xing dengan nada yang tetap tenang, namun mata nya mulai menunjukkan sinar tajam yang tidak bisa disepelekan.
Pria dengan bekas luka itu hanya menghela nafas dan mengangguk pada tiga Orc besar di belakangnya. "Tampaknya orang baru ini tidak mau mengerti bahasa baik. Ayo, ajari dia sedikit sopan santun tentang aturan di distrik kumuh!"
Segera saja salah satu Orc dengan tubuh tinggi lebih dari 2 meter melompat ke depan dengan cepat, tinjunya yang besar mengarah langsung ke wajah Fei Xing.
Fei Xing menyilang kedua tangannya untuk menangkis serangan itu dengan mudah, kemudian dengan cepat menendang kaki bawah Orc itu hingga dia terpental mundur beberapa langkah.
"Waduh, ternyata bukan orang biasa!" teriak salah satu penjahat dengan mata membesar.
Segera saja dua Orc lainnya bergabung menyerang secara bersamaan—satu dengan menggunakan tongkat besi yang besar, yang lain dengan cakarnya yang panjang dan tajam.
Fei Xing bergerak dengan gesit seperti bayangan, menghindari setiap serangan dengan mudah sambil memberikan pukulan dan tendangan tepat sasaran.
Meski mereka memiliki tubuh yang besar dan kuat, kecepatan dan keahlian bertarung Fei Xing membuat mereka kesulitan untuk menyentuhnya sedikit pun.
Anak-anak yang tadinya sombong kini mulai menyembunyikan wajah mereka di balik puing-puing.
mata penuh ketakutan melihat bagaimana orang yang mereka kira lemah bisa mengalahkan para Orc yang biasanya ditakuti oleh semua orang di distrik ini.
Setelah beberapa saat, Fei Xing melihat bahwa semakin banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan perkelahian itu.
Dia tidak ingin menarik perhatian yang tidak perlu dari pihak berwenang di dunia ini.Dengan cepat dia mundur beberapa langkah, lalu mengeluarkan sinyal khusus yang hanya bisa didengar oleh satu makhluk saja.
"Hei Bai!" teriaknya dengan suara yang kuat dan jelas.
Tak butuh waktu lama, suara melolong panjang yang menggelegar terdengar dari kejauhan—suaranya begitu kuat hingga membuat beberapa orang menutup telinga mereka dan semua makhluk di sekitarnya terkejut kaget.
Dalam sekejap, seekor serigala raksasa dengan bulu hitam pekat muncul dari balik gang kecil, tubuhnya besar dan berotot dengan mata yang menyala merah karena marah.
Hei Bai melompat ke depan dengan cepat, lalu berhenti tepat di samping Fei Xing—dia membuka mulut lebar menunjukkan gigi-gigi tajam yang mengerikan, sementara napasnya panas keluar masuk dengan deras.
Ukurannya yang jauh lebih besar dari serigala Orc bahkan membuat para Orc besar itu mundur beberapa langkah dengan wajah penuh kekaguman dan ketakutan.
"S-serigala raksasa...?" bisik salah satu penjahat dengan suara gemetar.
Mereka pernah mendengar cerita tentang makhluk buas yang hidup di luar distrik, namun tidak pernah menyangka akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Hei Bai mengeluarkan suara menggeram yang mengguncang udara sekitarnya, sambil mengarahkan pandangannya yang menyala pada para Orc yang baru saja menyerang tuannya.
Anak-anak kecil itu bahkan mulai menangis takut melihat sosok serigala yang mengerikan itu.
Fei Xing menepuk punggung Hei Bai dengan lembut, membuatnya menghentikan geramnya dan sedikit menurunkan kepalanya sebagai tanda patuh.
"Cukup saja, Hei Bai," katanya dengan suara yang lebih lembut, lalu melihat kembali pada para penjahat yang kini sudah mulai kelihatan ragu untuk melanjutkan perkelahian. "Sekarang, bisakah saya mendapatkan dompet saya kembali?"