NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Dasi yang tidak rapi

Saat David baru saja memasuki rumahnya ia langsung di sambut oleh 3 orang yang berada di ruang tamu, ada ayahnya, ayah Sarah dan juga Sarah.

"Dave sini nak" Panggil ayahnya.

"Malam om"

Rudi tersenyum hangat menjawab sapaan David.

"Duduk dulu Dave"

David patuh, ia mendudukkan dirinya bersama dengan ketiga orang tersebut, ia sudah menduga bahwa Sarah pasti menceritakan tentang pertengkaran yang sempat terjadi kemarin.

"Sarah udah cerita semuanya sama papa, sama om rudi juga" Kata Surya.

David mengangguk, "David cuma gak setuju Sarah menyalahkan nindi, David sendiri gak papa pa, semuanya juga baik baik aja" belanya.

"Tapi om selama saya bekerja di kantor David tuh gak pernah sakit, baru kali ini pas ada nindi aja dia jadi begitu, Sarah kan khawatir" Ujar Sarah.

"Sarah Sarah Sarah, tenang oke" Peringat rudi menenangkan putrinya.

"Dave, om ngerti" Ujar pria tua itu pelan.

Surya membiarkan sahabatnya berbicara pada sang anak, ia berharap David mau mengertinya.

"Justru om yang mau minta maaf atas sikap kekanakan Sarah, kamu tau kan dia tuh suka banget sama kamu, dia khawatir banget, apalagi hatinya ini selembut sutra dia gak bisa kena marah dikit, pasti langsung nangis" Ujarnya penuh hati hati.

Sarah diam, ia tau ayahnya selalu begitu, ayahnya tak pernah membela kelakuannya, namun pria tua itu selalu memiliki cara lain untuk membenarkan sesuatu yang ia lakukan.

"Om ini paling tau sama karakter Sarah, dia baik dan perhatian, kalau dia berasa ada sesuatu yang gak benar dia pasti marah, cuma ya cara marahnya aja yang kadang keterlaluan, om harap kamu paham dan maafin dia ya? lain kali Sarah akan lebih berhati hati" Katanya lagi.

"Saya ngerti om" Jawab David sopan.

Surya tersenyum bangga, begitupun rudi yang terdengar tertawa ringan.

"Kalo yang kaya gini wajar sur, kamu gausah khawatir, yang namanya pasangan pasti ada berantem berantemnya, yang penting mereka udah Damai kan sekarang?" Kekeh rudi.

"Kamu emang paling jago mendamaikan pasangan muda" Canda Surya.

"Sarah, kamu minta maaf secara personal pada David, ayo" pinta rudi

Dengan sedikit terpaksa Sarah berkata, "Aku minta maaf sama kamu" Pelan.

"Gak papa Saya ngerti" Jawab David singkat.

"Nah gini kan enak" Rudi dan Surya sama sama tertawa.

David merasa tak nyaman dengan situasi ini, ia begini hanya karena menghormati ayahnya, ia tentu saja tak ingin hubungan ayahnya dengan sang sahabat bermasalah.

"David capek pa, David mau istirahat" Katanya.

"Oke oke kamu boleh pergi" Jawab surya.

"Permisi om"

"Silahkan silahkan"

"David pasti dengerin kamu rud" Ujar Surya.

"Syukur deh kalo begitu"

Sarah tersenyum samar, beruntung sekali ayahnya memiliki hubungan baik dengan ayah David, ia selalu bisa memanfaatkannya.

"Sarah ayo di minum tehnya"

"Makasih om"

...****************...

David menatap nindi yang berada di meja sebrang, wanita itu tampak fokus pada kertas kertas yang beberapa saat lalu ia berikan.

"Kok malah jadi gue yang gak fokus kerja" Gumam David dalam hati.

"Sudah selesai pak" Kata nindi sembari menyerahkan beberapa kertasnya pada David.

"Cepet banget, bener semua ini?"

"Iya pak"

David mengangguk lalu mengambilnya dari tangan nindi, saat nindi akan berbalik David kembali bersuara.

"Kamu gak mau tanya siang ini saya mau makan apa?" Tanyanya.

"Bapak mau makan siang sama apa?"

"Gatau" Jawabnya.

"Yaudah pak"

"Gitu doang?"

Nindi menarik napasnya menahan sabar, entah sampai kapan ia akan berada dalam situasi seperti ini.

"Terus bapak maunya gimana?"

"Ya kasih rekomendasi kek apa kek, kamu mau biarin Saya kerja dalam keadaan kelaparan?"

"Bukan gitu maksudnya pak, Saya kan ngasih waktu bapak buat mikir mau makan apa, nanti kalau bapak udah laper Saya bisa siapin buat bapak"

"Saya udah mikir banyak kerjaan masih disuruh mikir mau makan apa juga, yang bener aja kamu"

"Ya terus bapak mau makan apa? soto?"

"Terlalu berkuah"

"Nasi goreng?"

"Terlalu kering"

"Batagor sambel kacang?"

"Terlalu ngacang"

"Belut listrik?"

"Yang bener aja kamu"

"YA BAPAK MAUNYA APA?" Nindi bersuara keras.

David tercengang, ini adalah kali pertama nindi menyuarakan nada tingginya.

"Ekhem, maaf Pak jadi bapak maunya makan apa?" Tanyanya lebih lembut, wajah cantik itu mengukir senyum paksa

"N-nasi goreng aja" Jawabnya gugup.

"Baik Pak"

Nindi berjalan pergi ke luar ruangan bersamaan dengan David yang menghela napasnya yang sempat tertahan.

"Kok jadi gue yang takut sih, gue kan bosnya!" Gumamnya pada diri sendiri.

...****************...

"Selamat sore pak?"

"Sore"

Sarah yang tadinya tersenyum lebar menyapa david kini menjatuhkan senyumnya saat melihat kehadiran nindi yang berada di ruangan David.

"Kamu ngapain di sini?" Tanyanya tak suka.

"Nindi saya tempatkan di sini, mulai sekarang dia akan kerja di ruangan saya" Balas David.

Sarah terkejut ia tak Terima tentu saja.

"Tapi kan pak?"

"Saya lebih banyak butuh bantuan dia, daripada Saya bolak balik manggil dia lebih baik dia kerja disini aja" Katanya lagi.

Sarah berdecak sebal, namun sebisa mungkin ia menahannya, dirinya dan david baru saja berbaikan semalam, ia tak mungkin memulai pertengkaran baru, ayahnya sudah memperingatkan.

"Kamu ngapain?" Tanya David pada Sarah.

"Saya mau minta tanda tangan" Jawabnya.

"Oke Saya liat dulu"

Sarah menyerahkan sebuah dokumen dan menunggu David membacanya dahulu, ia beberapa kali melirik sinis ke arah nindi yang fokus bekerja dan menghindari pandangannya.

Sebenarnya nindi tak benar benar sibuk, ia hanya mengabaikan sarah untuk mengurangi rasa takutnya

"Oke selesai" Ucap David menyerahkan kembali dokumennya.

"Terimakasih pak"

"Sama sama"

Sarah memperhatikan penampilan David, dasi sang direktur tampak tak tertata rapi, dengan inisiatif ia menawarkan bantuannya.

"Dasi bapak gak rapi kalo boleh Saya bantu rapikan pak"

David melirik ke arah nindi, lalu kembali pada Sarah, ia berdiri dan merentangkan tangannya.

"Silahkan" Katanya.

Sarah tersenyum puas saat pria itu mengizinkannya, dengan lihai ia mulai membenahi tatanan dasi David.

Nindi beberapa kali mencuri pandang untuk melihat interaksi keduanya, ia merasa tak nyaman

"Sudah pak"

"Terimakasih"

"Kalau begitu Saya permisi pak"

David mengangguk sekilas membiarkan Sarah pergi

"Ekhem! Begitulah kerjaan sekertaris, dia selalu memperhatikan penampilan atasannya" Sindir David.

"Maaf pak, lain kali Saya lakukan buat bapak" Balas nindi.

David tersenyum remeh namun tak menanggapi ucapan nindi setelahnya.

"Dave?" panggil Ivan saat baru memasuki ruangan.

"Kenapa?"

"Bokap lo dateng besok?"

"Ya pastilah"

"Ohh oke oke" Ivan menoleh ke arah nindi dan tersenyum singkat.

Tanpa sengaja nindi melihat penampilan Ivan yang tampak kurang rapi.

"Maaf Pak dasinya kurang rapi, boleh saya bantu rapikan?" Tawar nindi.

David tercengang.

"Enak aja!" Sahutnya.

"Kata bapak saya harus memperhatikan penampilan atasan, pak Ivan kan atasan saya juga" Kata nindi.

David mendengus kesal sementara Ivan tampak tertawa puas.

"Kamu keluar!" Usir David pada Ivan

"Oke oke oke, lain kali aja nin" Ejek ivan lalu berlalu pergi ke luar ruangan

David menatap nindi tak ramah, pria itu mengacak acak dasi miliknya kemudian merentangkan tangan.

"Benerin punya saya!"

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!