Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 menggagalkan
Pietter dengan pura pura sabar dan telatennya melayani Ester.
Ia memotong stek daging di piring Ester.
" a..." ucapnya sambil menyodorkan potongan daging yang ia tusuk dengan garpu kepada Ester. Ester masih memberengut.
Ia enggan menerima suapan dari Pietter itu,
" ayolah sayang...
makan sedikit saja hemm ?! " bujuk Pietter.
" aku bisa makan sendiri " jawab Ester ketus sambil merebut garpu dari tangan Pietter.
Pietter mengumpat di dalam hati melihat tingkah manja dan seenak jidat gadis di hadapannya itu.
Andai tak ada yang ia inginkan dari gadis itu, niscaya ia tak akan sudi merendahkan diri di hadapan gadis itu seperti saat ini.
" terserah padamu sayang....asal kau mau makan..."
ucap Pietter kemudian, senyum seringai tipis terukir samar di sudut bibirnya ketika Ester mengiris daging di hadapannya setelah tadi meletakkan daging yang ia iriskan.
Dengan wajah yang tidak enak di pandang mata, Ester mengiris daging steak di hadapannya.
Baru saja ia kan menyuap irisan dagingnya....tiba tiba seseorang menepis tangannya hingga garpu yang ia pegang terlepas.
Ester mendongak dengan wajah marah.
" apa apa...an...kau...."
tapi ia sedikit kaget ketika ia melihat siapa orang yang telah berani melakukan itu padanya.
Yoga menatap Ester tajam,
" ekhem...jangan berbuat tidak sopan padaku " ucap Este kemudian kepada Yoga.
" aku sedang menyelesaikan masalahku dengannya " ucapnya lagi.
" kau pulang denganku sekarang atau kau ingin papa yang menjemputmu kemari ?! " ucap Yoga, ia sudah memprediksi sikap dan reaksi Ester ini.
" hai bung....jangan kurang ajar " Pietter ikut bersuara.
" aku tidak ada urusan denganmu tuan " jawab Yoga ketus kepada Pietter.
Tatapan Yoga yang dingin dan tajam cukup membuat Pietter sedikit keder.
" berdiri dan kita pulang sekarang jika kau mau pulang denganku,
tapi jika kau mau di jemput papa, maka silahkan tunggu di sini " ucap Yoga kepada Ester lagi sambil memutar tubuhnya dan bersiap akan berlalu.
Tapi tiba tiba Pietter telah berdiri menghadangnya.
" sombong sekali kamu...memangnya siapa kamu ?!
karena yang aku tahu kamu hanya seorang supir...
iyakan ?! " ejek Pietter.
Yoga menegakkan tubuhnya dan menatap Pietter dengan tegas.
" aku memang hanya supir, apa urusannya denganmu ?! "
" urusannya adalah dia..." jawab Pietter sambil menuding ke pada Ester yang masih duduk di tempatnya dengan raut wajah syok.
" dia kekasihku...tapi kau dengan seenaknya ingin membawa dia pergi dari sini " lanjut Pietter lagi.
" dia calon istriku...kau lupa itu ?! " Yoga tak mau mengalah
" dan jika kau keberatan dengan itu, tanyakan kepada tuan Anthony sendiri " lanjut Yoga masih tak mau kalah.
" jika kau mau, detik ini juga aku bisa menghubungkanmu dengannya untuk membahas masalah ini " Yoga masih melanjutkan.
" aku tidak perduli....Ester kekasihku, kau bukan siapa siapa " Pietter tak menyerah
" terserah....
kau ingat pesan tuan Anthony padamukan....?!! " jawab Yoga,
ia menoleh sejenak kepada Ester sebelum ia akhirnya melanjutkan melangkah pergi.
Ester melipat bibirnya sendiri sebelum ia bangkit dan meraih tasnya untuk kemudian melangkah hendak mengejar Yoga.
Tapi Pietter mencekal lengannya.
" kamu mau kemana sayang ?! Kamu belum makan " cegah Pietter
" lain kali saja Piet,
sorry..."
" tapi kita belum bicara apapun tentang hubungan kita "
" plis Piet...jangan buat aku berada dalam masalah,
kali ini papaku tak main main dengan ucapannya. Aku tak bisa apa apa tanpanya " ucap Ester sambil melepaskan tangan Pietter yang mencekal lengannya kemudian ia segera melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu menyusul Yoga.
Pietter terdiam menahan geram,
Gagal lagi....
lagi lagi ia gagal lagi....
" sialan...." umpatnya.
🍀
Yoga menatap Ester yang melangkah ke arah nya dari dalam mobil.
Brak...
Ester masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan sedikit kasar.
Yoga hanya menghela nafas,
" jika kau keberatan pulang denganku, tak apa....
papa bersedia menjemputmu,
dia sedang dalam perjalanan sekarang " ucap Yoga tanpa menoleh menatap Ester.
" kau mengejekku ?! "
" tidak...."
" sudahlah....jalan "
Tanpa banyak kata, Yoga pun menuruti ucapan Ester melajukan mobil itu keluar dari area parkiran kafe itu.
Dari kaca spion, di belakang sana....
Yoga bisa melihat Pietter keluar dari kafe.
Yoga dan Ester sama sama terdiam,
Suasana di dalam mobil terasa senyap dan sepi.
" kau mengikutiku ?! " ucap Ester tiba tiba
" hemm..."
" aku hanya ingin menyelesaikan urusanku dengan Pitter,
itu saja...tidak lebih " tiba tiba Ester menjelaskan.
" aku tahu,
jangan khawatir....papamu tidak tahu akan hal ini..."
Jawab Yoga dan membuat Ester menoleh menatapnya.
" apa maksudmu ?! Tadi kau bilang ?! "
" pacarmu itu bajingan, dia punya rencana jahat padamu.
aku terpaksa mengatakan itu padanya "
Ester menatap Yoga tajam.
" jangan memfitnah orang, kau tidak mengenal Pietter....."
" aku memang tidak mengenalnya, tapi aku tahu laki laki macam apa dia "
" sok tahu....jangan berlagak sok tahu kamu tentang dia,
Pietter itu berasal dari keluarga terhormat, tidak seperti kamu yang dari kampung.
pergaulannya juga jelas bedalah...jadi jangan samakan dengan pergaulan yang kamu tahu "
" terserah " jawan Yoga malas.
Ester membuang pandangannya ke tempat lain. Rasanya dadanya bergemuruh mendengar Yoga menjelekkan Pietter barusan.
Lampu merah menyala, Yoga berhenti.
Bersamaan dengan itu, sebuah mobil ikut berhenti di sisi mobil yang Yoga bawa. Ester hafal mobil itu.
Itu mobil Pietter.
Ester melongok melihat ke arah mobil itu, tapi betapa terkejutnya ia ketika ia melihat Pietter tak sendiri di dalam mobil itu,
Seorang gadis cantik dengan penampilan yang sangat seksi berada di sisi Pietter.
Dan yang lebih membuat Ester membeku adalah kelakuan Pietter.
Berkali kali Ester mengerjapkan mata demi melihat hal itu,
Rasanya ia tak ingin mempercayai itu, tapi berapa kalipun ia mengerjapkan mata tetap pemandangan itu tersaji di sana.
Satu tangan Pietter nampak berkelana masuk ke dalam pakaian atas gadis di sisinya.
Dan gadis itu hanya diam saja.
Memang tidak reaksi berlebihan selain interaksi itu dari keduanya.
Tapi hal itu malah semakin membuat keduanya terlihat sangat menikmati.
" kau benar.... " ucap Yoga
" apa ?! "
" pergaulannya tentu berbeda dengan pergaulanku "
Ester terdiam membisu, namun kedua bola matanya nampak memerah dan berkaca kaca.
Saat ini...
Hatinya terasa sakit bagai di tusuk sembilu.
Selama ini yang ia tahu, Pietter adalah laki laki baik dan sangat mencintainya.
Tapi ternyata....
" ikuti dia ! " ucap Ester ketika lampu hijau menyala dan mobil Pietter mulai melaju lebih dulu.
" kau yakin ingin mengikutinya.... ?! kau tentu sudah tahu mereka akan kemana kan ?! "
" aku yakin....
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣