NovelToon NovelToon
Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Anak Genius / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Jangan pakai namaku untuk karakter mati tragis, Elodie!"
​Peringatan Blair diabaikan. Ia justru terbangun sebagai Charlotte Lauren Blair, istri durhaka dan ibu kejam dalam novel sahabatnya. Di naskah asli, ia akan mati mengenaskan dikhianati selingkuhannya, Andreas.
​Misi Blair hanya satu: Batalkan Kematian!
​Namun, rencananya terhambat oleh suaminya, Ralph Liam Alexander. CEO dingin yang ditakuti dunia itu selalu menatapnya tajam. Tapi tunggu... kenapa Blair bisa mendengar suara hati suaminya yang sangat berisik?
​Liam (Dingin): "Jangan harap kau bisa bercerai dariku!"
Suara Hati Liam (Bucin): [Tolong jangan pergi... Aku mencintaimu sampai mau gila. Satu langkah kau menjauh, aku akan mengurungmu di kamar selamanya!]
​Ternyata, sang "Monster" adalah simp kelas berat yang takut kehilangan dirinya! Bisakah Blair mengubah alur tragis ini, meluluhkan hati putranya yang membencinya, dan bertahan dari obsesi gila sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Bayang-Bayang Plagiarisme

"Nyonya Blair, sepertinya peluncuran koleksi 'Phoenix Rising' harus kita tunda. Seseorang baru saja merilis desain yang identik dengan milik Anda satu jam yang lalu."

Suara manajer produksiku, Sarah, terdengar bergetar di ujung telepon. Aku yang baru saja hendak melangkah masuk ke mobil setelah mengantar Axelle ke sekolah, seketika membeku. Tangan yang memegang gagang pintu mobil mendadak dingin.

"Identik? Apa maksudmu, Sarah? Desain itu bahkan belum pernah keluar dari ruang kerja pribadiku kecuali untuk tim inti," desisku tajam. Mataku menyipit, menatap aspal jalanan dengan pikiran yang berputar cepat.

"L-Lunara Jewelry, Nyonya. Mereka mengadakan konferensi pers mendadak pagi ini. Perhiasan yang mereka pamerkan... itu benar-benar sketsa sayap phoenix yang Anda buat. Bahkan posisi batu safirnya pun sama persis!"

Aku menarik napas panjang, mencoba menahan amarah yang mulai membakar dadaku. Elodie. Siapa lagi pelakunya kalau bukan si penulis yang sudah kehilangan panggung itu? Dia tahu sketsa asliku karena di kehidupan nyata, aku sering mengirimkan coretanku padanya.

"Jangan tunda apa pun, Sarah. Tetap siapkan prototipenya. Aku akan segera ke kantor," ucapku tegas sebelum menutup telepon.

Baru saja aku hendak masuk ke mobil, sebuah mobil Bentley hitam berhenti tepat di sampingku. Kaca jendela terbuka, memperlihatkan wajah Liam yang tampak tegang.

[Dia sudah tahu? Wajahnya terlihat sangat marah. Sialan, Elodie benar-benar ingin menghancurkan satu-satunya hal yang membuat Blair bahagia. Aku akan meratakan gedung Lunara Jewelry sekarang juga jika itu bisa menghapus kerutan di dahi Blair.]

"Blair, naiklah," perintah Liam. Suaranya berat, penuh dengan rasa protektif.

"Aku bisa mengurusnya sendiri, Liam. Pergilah ke kantormu," sahutku sambil mencoba tetap pada rencana 'tarik ulur'-ku.

"Naik, atau aku akan menyuruh supirmu mengunci pintu mobil itu selamanya," ancam Liam kaku, namun matanya memancarkan kekhawatiran yang luar biasa.

Aku menghela napas dan akhirnya masuk ke mobilnya. Keheningan di dalam mobil terasa sangat mencekam. Liam tidak melepaskan tatapannya dariku, sementara jemarinya mengetuk-ngetuk sandaran tangan dengan gelisah.

"Tim IT-ku sudah melacaknya," Liam memecah kesunyian. "Elodie meretas kamera pengawas di ruang kerjamu saat kau sedang makan malam dua hari lalu. Dia mengambil foto sketsamu dari jarak jauh."

"Dia nekat sekali," gumamku sinis. "Dia pikir dengan merilisnya lebih dulu, dia bisa melabeliku sebagai plagiat?"

"Dunia desain sangat kejam, Blair. Publik tidak peduli siapa yang menggambar lebih dulu, mereka hanya peduli siapa yang mempublikasikannya lebih dulu," Liam menggenggam tanganku, kali ini lebih erat. "Biarkan aku yang membereskannya. Aku akan menuntut mereka atas spionase industri."

Aku menarik tanganku pelan, menatap Liam dengan tatapan datar. "Tidak, Liam. Jika kau yang turun tangan, orang-orang akan bilang aku berlindung di balik ketiak suamiku. Elodie ingin menyerang karierku, maka aku akan menghancurkannya dengan bakatku sendiri."

Liam tertegun. Wajahnya tampak terluka karena aku menolak bantuannya lagi.

[Lagi-lagi dia menolakku... Kenapa dia begitu keras kepala? Aku hanya ingin melindunginya. Apa dia benar-benar tidak membutuhkanku sama sekali? Blair, lihat aku... Aku suamimu! Aku ingin menjadi pahlawanmu, bukan sekadar penonton di kursi depan!]

"Kau meragukanku?" tanyaku sambil menaikkan satu alis.

"Bukan begitu, tapi skandal plagiarisme bisa membunuh nama baikmu sebelum kau sempat memulai, Blair!" seru Liam frustrasi.

"Justru itu. Jika 'Penyihir' Elodie mengira dia bisa menang dengan mencuri sketsaku, dia lupa satu hal," aku menyeringai kecil, senyuman yang membuat Liam terpaku. "Desain yang dia curi itu... hanyalah draf kasar. Aku punya detail tersembunyi yang hanya bisa dibuat oleh tangan yang benar-benar memahami batu permata."

Sesampainya di kantor desain Alexander Group, suasana sangat kacau. Para wartawan sudah berkumpul di lobi, meneriakkan namaku dan menuntut klarifikasi soal tuduhan plagiarisme dari pihak Lunara.

Di tengah kerumunan itu, Elodie berdiri dengan angkuh, didampingi oleh pengacaranya. Ia menatapku dengan tatapan kemenangan saat aku turun dari mobil Liam.

"Wah, lihatlah sang pencuri kita sudah datang," ucap Elodie dengan suara cukup keras agar didengar wartawan. "Blair, bagaimana rasanya mencuri desain dari sahabatmu sendiri hanya karena kau ingin pamer pada suamimu?"

Aku tidak berhenti. Aku berjalan mendekatinya dengan langkah anggun, sementara Liam menjagaku tepat di belakang, auranya memancarkan ancaman bagi siapa pun yang berani mendekat.

"Elodie, kau bicara soal pencurian?" aku berhenti tepat di depan hidungnya. "Kau yakin desain Phoenix itu milikmu?"

"Tentu saja! Aku sudah merilisnya secara resmi pagi ini! Seluruh dunia sudah melihatnya!" tantang Elodie.

Aku mengeluarkan sebuah tablet dari tas kerjaku, menghubungkannya ke layar besar di lobi kantor melalui perintah suara. "Kalau begitu, mari kita lihat sesuatu yang tidak kau miliki di fotomu."

Layar besar itu menampilkan sketsa Phoenix milikku, namun kali ini dalam bentuk 3D yang berputar.

"Jika kau yang mendesainnya, kau pasti tahu bahwa di balik sayap Phoenix ini, ada ukiran mikroskopis bertuliskan nomor seri enkripsi yang hanya bisa dibaca dengan alat khusus," ucapku tenang. "Dan yang paling penting... desain Phoenix-ku memiliki mekanisme rahasia. Sayapnya bisa bergerak jika disentuh pada titik panas tertentu."

Wajah Elodie mulai memucat. "Itu... itu hanya tambahan yang kau buat-buat!"

"Benarkah? Coba perlihatkan perhiasan yang kau bawa," aku menunjuk kotak perhiasan di tangan pengacaranya. "Sentuh bagian dadanya. Jika sayapnya tidak bergerak, maka kau baru saja membuktikan pada dunia bahwa kau hanyalah pencuri yang amatir."

Elodie gemetar. Ia tahu perhiasan yang ia buat terburu-buru itu hanyalah replika mati.

"Dan Liam," aku menoleh pada suamiku yang menatapku dengan mulut setengah terbuka. "Bisakah kau panggilkan pihak otoritas hak cipta yang sudah kau hubungi semalam? Aku ingin mereka memeriksa 'barang bukti' milik Nona Elodie sekarang juga."

Liam tersentak, lalu tersenyum sangat lebar—senyuman yang penuh dengan rasa bangga yang meledak-ledak.

[YA TUHAN! Dia benar-benar luar biasa! Dia sudah menyiapkan jebakan ini? Dia membiarkan Elodie mencuri draf kasarnya agar Elodie mempermalukan dirinya sendiri di depan publik? Istriku... kau benar-benar iblis yang paling jenius! Aku sangat mencintaimu sampai rasanya ingin gila!]

"Dengan senang hati, Sayang," sahut Liam dengan nada yang sangat manis, membuat para wartawan saling berbisik heran melihat sisi lembut sang CEO.

Aku menatap Elodie yang kini mulai dikerumuni wartawan dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan. "Elodie, di duniamu kau mungkin penulisnya. Tapi di duniaku, kau hanyalah bab yang sudah seharusnya kuhapus."

Aku berbalik dan berjalan masuk ke dalam lift, diikuti oleh Liam yang terus menempel padaku seperti anak anjing yang baru saja melihat tuannya melakukan atraksi hebat.

"Blair!" panggil Liam saat pintu lift tertutup.

"Apa?"

"Malam ini... bisakah kita makan malam di luar? Hanya kita berdua?" pinta Liam dengan mata yang berbinar penuh harapan.

Aku menatapnya lama, lalu tersenyum tipis. "Mungkin. Jika kau bisa menjelaskan kenapa ada laporan tagihan kartu kredit untuk pembelian toko bunga tadi pagi atas namamu."

Liam tersipu, membuang muka dengan kikuk. "Itu... itu hanya dekorasi kantor."

[BOHONG! Aku membelikanmu seribu mawar merah karena kau sangat keren tadi! Tapi kenapa kau harus tahu soal tagihan itu secepat ini, sih!]

Aku tertawa renyah. Ternyata, menghadapi musuh dan menjinakkan suami posesif dalam satu hari itu sangat melelahkan, tapi juga sangat memuaskan.

1
umie chaby_ba
jadi mau Lo apa heh maxim??? kudu nya si Blair Sama Liam gituan didepan mata Lo?
Ariska Kamisa: oopsss.. 🤭🤭🤭🤭
sabar kak.. maxim lagi menguji kesabaran Blair dan Liam 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan ga jadi cerai iiihh... Maxim ngeselin!
Ariska Kamisa: iyah Maxim ini resek yaa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
ceritanya ini tentang transmigrasi gitu yaa...
semoga bisa menghibur semuanya...
umie chaby_ba
waduh... ada LG aja nih musuhnya /Shy/
umie chaby_ba
kasian banget nasib penulis 🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
good job Axelle👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
Elodie pengen banget si Blair mati kayanya 🫣
umie chaby_ba
Axelle lucu nih pembela mama nya banget
umie chaby_ba
ngeselin Liam /Panic/
umie chaby_ba
sweet banget🤭🤭🤭
umie chaby_ba
bagus Blair....
umie chaby_ba
bagus Axelle 👍👍👍
mending kalian berdua pergi biar Liam nyesek/Right Bah!/
umie chaby_ba
Adeline pelakor
umie chaby_ba
dih bimbang sih Liam /Sleep/
umie chaby_ba
penulis emang seenaknya sih 🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aku dong....🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
wow ada karakter baru nih
umie chaby_ba
sang penulis dibuat ketar-ketir 🫣
Ariska Kamisa: iyah hehehe
total 1 replies
umie chaby_ba
so sweet😍
umie chaby_ba
penulisnya kewalahan
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
wwiihh keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!