Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Berat
(Pov Liam)
Setelah dua minggu istirahat dan merawat luka, tubuhku akhirnya pulih total. Luka di lenganku sudah tidak terasa sakit lagi, dan Lyra juga sudah bisa berjalan serta bergerak dengan bebas seperti biasanya.
Hari ini kami memutuskan untuk kembali ke Guild Petualang dan mengambil misi seperti dulu – tapi hati kita masih sedikit tertekan ingat kejadian saat hampir tertangkap basah oleh makhluk Awan Gelap.
Kami berjalan ke arah Guild dengan langkah yang lebih tenang dari biasanya. Naomi masih penuh semangat seperti biasa, sementara Stella dan Olivia tetap menjaga waspada.
Lyra menyebutkan bahwa dia sudah bisa merasakan energi alam dengan lebih jelas setelah periode istirahat itu.
Saat sampai di Guild, ruangan masih sama seperti dulu – ramai dengan petualang dari berbagai ras yang sibuk memilih misi atau melaporkan penyelesaian tugas.
Kami mendekati meja resepsionis yang ditempati oleh Anya, seorang Elf muda yang selalu ramah dan cermat memperhatikan setiap anggota Guild.
"Selamat datang kembali, Tim Pelindung Alam!" katanya dengan senyum hangat. "Kabar baiknya kalian sudah sembuh ya. Mau ambil misi apa hari ini?"
"Kami ingin mengambil misi yang cukup menantang, mungkin tingkat sedang atau tinggi saja," jawabku sambil melihat papan misi di belakangnya.
Anya menggeleng perlahan dan melihat kami satu per satu dengan tatapan yang cermat.
"Maaf ya, Liam. Kalau boleh jujur, aku melihat bahwa kekuatan kalian semua terlihat melemah – mungkin karena baru saja sembuh atau belum benar-benar pulih dari pertarungan terakhir."
"Kamu benar sekali," ucap Olivia dengan suara rendah. "Kami memang merasa kekuatan kami melemah."
"Kalau begitu, aku punya saran nih," lanjut Anya.
"Guild baru saja membuka kursus khusus untuk meningkatkan kekuatan masing-masing elemen dan kemampuan bertarung. Ada instruktur ahli dari berbagai ras yang bisa membimbing kalian. Kursusnya berlangsung selama seminggu dengan jadwal latihan teratur," ucap Anya dengan tersenyum.
Kami saling melihat satu sama lain. Setelah beberapa saat berpikir, aku mengangguk dengan setuju. "Baiklah, kami akan ikut kursus tersebut. Kalau kekuatan kami tidak kuat, tidak ada gunanya mengambil misi yang berbahaya."
–Keesokan Harinya–
Kursus dimulai pukul 08.00 pagi tepatnya di area latihan khusus Guild yang terletak di belakang gedung utama.
Tempatnya luas dengan berbagai fasilitas – area untuk berlatih energi tanah, kolam kecil untuk energi air, lapangan terbuka untuk energi udara, dan ruangan khusus untuk energi api.
Kami diperkenalkan dengan instruktur-instrukturnya:
- Master Gideon (Manusia): Ahli energi tanah dan teknik bertarung dasar
- Elder Lira (Elf): Ahli energi alam, udara, dan ramuan obat
- Captain Zara (Beast): Ahli strategi bertarung dan kekuatan fisik
- Lady Meria (Dark Elf): Ahli energi air dan teknik bertarung jarak dekat
- Master Kael (Demon): Ahli energi api dan kontrol kekuatan
"Kursus ini tidak akan mudah," kata Master Gideon saat membuka sesi pertama. "Kalian akan menjalani latihan berat selama seminggu, tapi hasilnya akan sangat berharga bagi perjalanan petualangan kalian."
Jadwal latihan yang diberikan sangat padat:
- Pagi (08.00 – 12.00): Latihan kelompok untuk mengendalikan elemen masing-masing
- Siang (13.30 – 15.30): Latihan individu dengan instruktur khusus
- Sore (16.00 – 18.00): Latihan kerja sama tim dan strategi bertarung
Hari pertama fokus pada pengenalan kembali dasar-dasar mengendalikan elemen. Aku dibimbing oleh Master Gideon untuk berlatih energi tanah.
Dia mengajarkanku cara menarik energi dari dalam bumi dengan lebih efisien dan membentuk perisai yang lebih kuat tapi tidak terlalu menyita kekuatan.
"Jangan memaksakan tubuhmu untuk menarik energi terlalu banyak," ujarnya saat aku sedang mencoba membentuk perisai. "Perlahan tapi pasti – seperti bagaimana tanaman tumbuh dari biji kecil menjadi pohon besar."
Saat istirahat makan siang, kami semua berkumpul di kantin kecil Guild. Naomi cerita bahwa dia belajar cara mengendalikan api pada sarung tinjunya agar tidak terlalu panas dan hanya menyala saat dibutuhkan.
Lyra juga bilang bahwa Elder Lira sudah mengajarkannya teknik baru untuk merasakan energi alam dengan lebih mendalam.
"Latihannya memang berat tapi menyenangkan ya," ucap Stella sambil menikmati nasi goreng yang dia beli.
"Lady Meria mengajarkanku cara menggabungkan energi air dengan gerakan belati agar lebih cepat dan presisi."
"Ya benar," sambung Olivia. "Master Kael bahkan mengajarkanku teknik untuk membuat api yang bisa menyembuhkan luka ringan – sangat berguna kan?"
Kami tertawa bersama dan berbagi pengalaman masing-masing. Meskipun tubuh merasa lelah, hati kita merasa senang karena bisa belajar hal baru yang pasti akan berguna di masa depan.
–Hari Keempat–
Hari keempat adalah hari yang paling berat selama kursus ini. Kita harus menjalani latihan di luar kerajaan, di sebuah lereng bukit yang cocok untuk berlatih energi tanah dan udara.
Pagi hari, Master Gideon mengajarkan kami cara membuat tanah bergoyang secara terkendali untuk mengganggu lawan tanpa merusak lingkungan sekitar.
Aku mencoba berkali-kali tapi selalu gagal – tanah yang kubuat terlalu bergoyang dan hampir membuat teman-teman terjatuh.
"Kamu terlalu fokus pada kekuatan, bukan pada kontrol," katanya sambil menunjuk ke arah batu kecil di depanku. "Coba fokuskan pikiranmu pada batu itu saja. Buat tanah di bawahnya saja yang bergoyang."
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya aku berhasil membuat batu itu bergoyang tanpa mengganggu area sekitarnya.
Rasanya seperti ada beban besar terangkat dari pundakku – aku mulai mengerti bahwa kekuatan bukan hanya tentang seberapa besar energi yang bisa kita keluarkan, tapi seberapa baik kita bisa mengendalikannya.
Siang hari, Elder Lira mengajarkan kami cara menggunakan energi udara untuk meningkatkan kecepatan gerakan dan melarikan diri dari bahaya.
Lyra dengan cepat menguasainya karena sudah terbiasa dengan energi alam, tapi aku perlu waktu lebih lama untuk bisa merasakan dan mengendalikan energi udara dengan benar.
Saat sore hari tiba, kami menjalani latihan kerja sama tim yang sangat menantang. Kami harus menghadapi boneka kayu yang dikendalikan oleh instruktur dengan menggunakan kombinasi kekuatan masing-masing.
Pertama kali kami gagal total – gerakan kita tidak sinkron dan kekuatan kita saling bertabrakan.
"Kalau kalian tidak bisa bekerja sama dengan baik, kekuatan kalian tidak akan berguna apa-apa," kata Captain Zara dengan suara tegas. "Coba lagi, tapi kali ini komunikasikan setiap gerakan kalian dengan jelas!"
Kali kedua kita berhasil dengan lebih baik. Naomi menyerang dari depan dengan kekuatan api, Stella memberikan dukungan dari sisi dengan energi air.
Olivia membentuk perisai api untuk melindungi kami, Lyra menggunakan energi udara untuk mengganggu gerakan boneka, dan aku menggunakan energi tanah untuk membekukan kaki boneka tersebut.
Akhirnya kita berhasil mengalahkannya dengan sempurna.
Saat pulang ke penginapan, tubuh kita sangat lelah. Kami berhenti sebentar di warung makan dekat pasar malam untuk membeli makanan hangat. Aku memesan sup ikan yang hangat, sementara teman-teman memilih hidangan favorit mereka masing-masing.
"Hari ini benar-benar melelahkan tapi sangat bermanfaat," ucapku sambil meneguk sup hangat itu. "Aku mulai mengerti bahwa kita perlu lebih banyak berkomunikasi saat bertempur."
"Ya benar," jawab Lyra. "Kalau kita bisa bekerja sama seperti tadi, pasti bisa menghadapi makhluk Awan Gelap dengan lebih percaya diri."