Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18: Menyelamatkan Sang Naga!
***
"Ah, suara geraman apa itu? Apakah kamu mendengarnya, Yue?" tanya Mei Fang dengan wajah cemas.
"Tak perlu kamu perdulikan, paling juga geraman Beast wilayah saja. Ayo istirahat! Besok kita mulai berburu lagi!" jawab Lin Yue sambil berjalan ke arah danau ajaibnya.
Lin Yue membuka jendela 'dunia' dengan aura spiritualnya, agar dia bisa mengawasi keadaan diluar sana.
Kabut perlahan turun di kedalaman Hutan Shesan, membuat suasana menjadi sedikit mencekam malam itu.
Salju turun tidak terlalu deras, namun udaranya pasti sangat dingin menusuk diluar sana.
Lin Yue duduk bersila di tepi Danau Teratai Darah, sementara Mei Fang berbaring santai diatas rerumputan.
Suasana di dalam ruang dimensi itu selalu terang dan hangat, seolah tidak terpengaruh dengan cuaca di dunia nyata.
Yuexue Lang berbaring tidak jauh dari mereka berdua, matanya terpejam, namun telinganya tetap waspada.
Lin Yue membuka matanya kembali, karena dia merasakan ada sesuatu yang mengintainya.
"Hey, Fang'er! Apakah kamu tidak merasakan sesuatu yang aneh?" tanya Lin Yue.
Mei Fang menolehkan kepalanya ke arah Lin Yue dengan wajah bingung.
"Apa yang aneh? Aku tidak merasakan apa-apa ..." jawab Mei Fang.
Lin Yue menatap langit dimensi yang selalu terang dan tenang itu.
"Sepertinya ... Ada sesuatu yang sedang memperhatikan kita sejak tadi. Seolah-olah dia tahu keberadaan ruang dimensiku ini ..." ujar Lin Yue.
"Apakah ada ahli tingkat Kaisar Surgawi disekitar sini? Karena hanya mereka yang bisa merasakan keberadaan 'Dunia Kecil' seseorang ..." sahut Mei Fang dengan wajah serius.
"kamu serius, kan? Tidak sedang bercanda?" tanya Mei Fang dengan wajah menyelidik.
Lin Yue menganggukkan kepalanya dengan wajah serius.
"Aku tidak bercanda. Tidak ada niat membunuh, namun seperti sedang menunggu kedatangan kita ..." sahut Lin Yue.
Yuexue Lang membuka matanya perlahan, sementara Chichi sedang asik mengunyah rumput herbal di dekat Mei Fang.
"Aku juga merasakannya, Nona. Namun karena tidak mengancam, maka biarkan saja ..." ujar Yuexue dalam benak Lin Yue.
Lin Yue bangkit dari posisinya, dan dia berniat untuk mencarinya keluar sana.
"Kita keluar sekarang! Siapa tahu memang ada yang membutuhkan pertolongan kita diluar sana ..." ujar Lin Yue.
"Eh, jangan gegabah! Siapa tahu itu hanyalah pancingan saja, Yue! Kekuatan kita tidak tinggi, mana bisa melawannya nanti?!" seru Mei Fang memperingatkan.
"Lagipula ini sudah larut malam dan dingin pula diluar sana, besok saja lah!" lanjut Mei Fang dengan wajah memelas.
Lin Yue hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Justru itu, kita harus keluar ... agar dia mau menunjukkan dirinya ..." sahut Lin Yue dengan nada misterius.
Mei Fang hanya bisa menghela napas pasrah, saat sudah dihadapkan dengan sikap 'kepala batu' sahabatnya itu.
"Haaaah! Ya sudahlah! Kalau memang harus mati, paling tidak kita mati bersama ..." keluh Mei fang dengan wajah pasrah.
Lin Yue terkekeh geli melihat wajah 'terpaksa' sahabatnya itu.
"Hehehehe! Dasar ratu drama! Ucapannya selalu dramatis sekali!"
Tidak lama kemudian, mereka berempat langsung keluar dari dimensinya.
Slab!
--
Udara malam diluar sana sangat menusuk kulit, membuat Lin Yue mengeratkan jubahnya.
Saat mereka sedang mencari aura asing tersebut dengan mengunakan mutiara malam sebagai penerangan, tiba-tiba~
Crack!
Suara retakan es samar terdengar tidak jauh dari posisi mereka.
Lin Yue dan Mei Fang langsung bersikap siaga satu, sementara Yuexue melindungi tuannya di depan.
"Suaranya dari arah sebelah kiri kita ..." ujar Lin Yue.
"Ya, benar dari sana ... Dan itu bukan suara retakan es biasa. Ada sesuatu yang berat diatasnya ..." sahut Mei Fang.
Yuexue mengendus udara, lalu tatapan matanya menajam.
"Nona, aku mengendus sbeuah aura yang sangat kuat dari arah sana! Kuat, namun tidak stabil!" lapor Yuexue dalam benak Lin Yue.
Lin Yue menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Ayo kita periksa bersama ..." ujar Lin Yue.
"Ayo!"
Mereka bergerak cepat ke arah sumber suara retakan itu.
Semakin mereka dekat ... Suhunya semakin turun dengan drastis.
Kabut tipis diudara berubah menjadi butiran-butiran es kecil yang melayang.
"Brrrr! Dingin sekali!" gumam Mei Fang dengan tubuh menggigil.
Dia melemparkan senjatanya ke dalam ruang penyimpanan, lalu mengeluarkan jubah tebal hadiah dari Lin Yue, dan langsung memakainya dengan cepat.
"Aduh! Bisa-bisa mati membeku kita, kalau lama-lama disini!" ujar Mei Fang sambil mengeratkan jubah tebalnya.
Lin Yue pun sama, dia mengeluarkan jubah tebal dari ruang dimensinya, dan beberapa ramuan penghangat buatannya.
"Minum ini! Badan kamu tidak akan membeku karena suhu ekstrim ini ..." ujar Lin Yue sambil memberikan sebuah botol kaca kepada Mei Fang.
Dia juga meminumkan ramuan itu kepada Yuexue dan Chichi, agar mereka tidak membeku.
"Sepertinya, ini bukanlah suhu yang alami ..." ujar Lin Yue sambil menyipitkan matanya.
Sebelum dia melanjutkan ucapannya, tiba-tiba~
BRAK!
Sebuah pohon tua yang besar, roboh begitu saja di depan mereka.
Untuk saja refleks mereka cepat, jika tidak, mungkin mereka sudah menjadi 'peyek' dibawah pohon tersebut.
"KAMPRET! Benaran kaget akutuh!" maki Lin Yue sambil mengusap dadanya.
Dan dari balik kegelapan malam, muncullah sosok besar dengan sisik berwarna biru pucat.
Lin Yue mengarahkan mutiara malamnya ke arah ssok tersebut, dan itu adalah~
Seekor ... NAGA!!!
Namun tubuh Naga perkasa itu penuh dengan luka, sepertinya dia habis bertarung dengan sesuatu yang lebih kuat.
Sayapnya robek, dan da-rah berwarna biru gelap menetes keluar dari tubuhnya, membuat apapun yang tersentuh oleh da-rah itu langsung membeku.
Mei Fang terpaku melihatnya.
"I-Itu ... Seekor ... Naga Es Surgawi!" serunya dengan suara tertahan.
"Ya ... Seekor Naga Es tingkat tinggi ..."sahut Lin Yue sambil menghela napas berat.
Grrroaarrh!
Naga tersebut menggeram pelan untuk mengusir mereka, namun tubuhnya goyah karena luka-luka yang dia alami.
Kekuatan spiritualnya habis, membuat dia hanya bisa bertahan dengan cara seperti itu.
Lukanya sangat parah, dan dia ingin 'Hibernasi' panjang untuk menyembuhkan luka-lukanya itu di dunia ini.
Namun dia tidak menemukan tempat yang pas, malah bertemu dengan kelompok yang sedang berdiri di depannya itu.
Yuexue melangkah maju ke dekat Naga itu, dan dia memperhatikannya dengan seksama.
"Dia bukan musuh, Nona! Dia sedang sekarat!" lapor Yuexue dalam benak Lin Yue.
"Yue'er, ayo kita pergi saja! Kalau Naga ini mengamuk, kita sudah pasti tamat!" ujar Mei Fang dengan wajah panik.
Lin Yue tetap terpaku ditempatnya, karena dia bisa merasakan sebuah resonansi dari energi spiritualnya terhadap Naga Es itu.
Matanya menatap luka-luka Naga itu dengan sedih, tanpa dia sadari, airmatanya mangalir keluar begitu saja.
Hatinya terasa sangat sakit melihat ketidak-berdayaan Naga itu.
"Tidak perlu pergi ... Aku bisa menyembuhkanya ..." ujarnya sambil terisak pelan.
Mei Fang menoleh ke arah Lin Yue yang masih menangis dalam diam itu.
"Apakah kamu sudah gila' Yue?! Itu adalah Naga Es! Kamu tidak akan kuat melawannya, jika dia sembuh nanti!" seru Mei Fang dengan nada frustasi.
Lin Yue hanya tersenyum menanggapinya.
"Aku tidak bisa melihatnya terluka dan mati begitu saja di depanku, Fang'er ... Aku merasakan sebuah kedekatan yang aneh terhadapnya ..." sahut Lin Yue, dengan mata yang tidak lepas dari Naga itu.
Lin Yue perlahan maju mendekati Naga tersebut.
"Jangan nekat, Yue!" peringat Mei Fang dengan wajah khawatir.
Namun dia mengacuhkan semua peringatan sahabatnya itu, dan tetap berjalan mendekati Naga tersebut.
Naga itu mengangkat kepalanya, dia menatap Lin Yue dengan sorot mata yang sangat dingin.
Tapi anehnya, dia tidak berniat untuk menyerang gadis cantik itu.
Lin Yue mengangkat tangannya perlahan.
"Tenanglah ... Aku tidak akan menyakitimu, Naga perkasa ..." ujarnya pelan, seperti sedang membujuk seorang anak kecil.
Sebuah cahaya berwarna hijau keemasan muncul dari atas telapak tangannya, membuat Naga itu semakin waspada.
Grrroaarr!
"Menjauhlah, manusia!" geramnya pelan.
Lin Yue menghentikan langkahnya, lalu dia memiringkan kepalanya ke arah Naga itu.
"Loh, kamu tenyata bisa bicara juga, ya?" tanya Lin Yue dalam benaknya.
Naga itu terkejut, ternyata manusia didepannya ini bisa mendengar dan mengerti ucapannya.
"Aku adalah Naga Surgawi kesayangan Dewa, tentu saja aku bisa bicara! Sekarang, menjauhlah! Aku tidak membutuhkan bantuan manusia sepertimu!" sahutnya dengan penuh keangkuhan.
Lin Yue tersenyum pasrah ...
Naga memang seekor makhluk mitos yang sangat sombong, kan?
Namun dia tidak akan menyerah!
Jika dia menyerah, maka Author kejam itu akan mengganti perannya dengan yang lain.
Author yang sedang mengelus kucing kesayangannya sambil mengetik: "__"
"Kenapa gue lagi yang kena? Padahal gue kaga punya niat seperti itu? Dasar pemeran utama gila!" keluh Author yang selalu jadi kambing hitam cerita ini.
Lanjut ke cerita ...
Lin Yue memandang miris Naga sombong itu sambil tersenyum.
"Namun tubuhmu memerlukan penyembuhan itu ... Izinkan aku membantumu ..." ujar Lin Yue dalam benaknya.
Lin Yue melangkah semakin dekat ke arah Naga itu, membuat Mei Fang hampir pingsan melihatnya.
"Benar-benar si kepala batu yang nekat!" gumamnya kesal bercampur khawatir.
Yuexue tetap diam ditempatnya, namun matanya yang tajam tetap mengawasi majikan cantiknya itu.
Lin Yue kini berdiri tepat di depan Sang Naga yang terluka itu, dia dapat merasakan napas dingin yang keluar dari hidung makhluk agung tersebut.
"Aku akan berusaha untuk menyembuhkanmu. Setelah kamu sembuh, jika ingin membunuhku, aku akan menerimanya dengan lapang dada ..." ujar Lin Yue dengan nada tulus.
Mei Fang benar-benar ingin pingsan mendengarnya.
Apa-apaan itu?!
Setelah menyembuhkan, dia rela mati ditangan Naga itu?!
Sunggguh konyol sekali!
Naga Es itu menatapnya dengan tatapan menyelidik, stelah dia menemukan ketulusan dalam kata-kata manusia itu, dia langsung memejamkan matanya.
"Lakukanlah ..."
"Sebuah pilihan yang bijak ..." ujar Lin Yue sambil tersenyum.
Lin Yue langsung menempelkan elapak tangannya ke arah luka paling besar di tubuh Naga Es tersebut.
Srrring!
Sebuah cahaya penyembuhan Ilahi langsung keluar dari dalam telapak tangannya itu, dan langsung menutupi luka Naga tersebut.
Sebuah energi spiritual hangat yang familiar, langsung mengalir deras ke dalam tubuh Naga itu.
Luka yang telah membeku itu perlahan mencair, bersama dengan menyatunya bagian-bagian daging yang terkoyak.
Sayap Naga itu perlahan pulih, membuat Naga itu menggeram pelan.
Bukan geraman marah, melainkan geraman rasa nyaman dan lega, karena luka-lukanya telah pulih sempurna.
Tidak lama kemudian, cahaya itu kembali meredup, membuat tubuh Lin Yue sedikit terhuyung ke arah depan.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ..."
Napasnya terengah, karena semua energi spiritualnya terkuras habis.
Mei Fang langsung melesat cepat ke arah Lin Yue untuk menangkap tubuhnya, agar tidak terjatuh ke atas lapisan es yang dingin.
Hap!
"Apakah kamu baik-baik saja, Yue'er? Sudah aku bilang tadi, jangan terlalu memaksakan diri!" omelnya dengan penuh kekhawatiran.
Lin Yue tersenyum hangat, saat melihat keperdulian sahabatnya itu.
"Jangan khawatir ... Aku hanya kelelahan ..." jawab Lin Yue dengan nada lemah.
Naga Es itu berdiri perlahan sambil menggerakkan seluruh tubuhnya.
Krek! Krek!
Tubuhnya telah pulih, dan auranya juga sudah kembali stabil.
Dia menatap Lin Yue dan Mei Fang dengan tatapan rumit, membuat Mei Fang semakin waspada.
"Apa lihat-lihat, hah?! Sudah disembuhkan, sekarang ingin membunuh sahabatku, iya?!!! Huh! Hadapi dulu aku, baru kamu bisa menyentuhnya!" teriak Mei Fang sambil melotot ke arah Naga tersebut.
Dia sudah melupakan ketakutannya sekarang, yang ada hanya keberanian untuk melindungi sahabatnya itu.
"Hey, manusia! Kenapa kamu repot-repot untuk menolongku pulih?" tanya Naga itu di dalam benak Lin Yue.
"Karena aku ingin dan aku bisa ..." jawab Lin Yue dalam benaknya.
Naga itu hampir saja tersedak air liurnya sendiri, saat mendengar jawaban Lin Yue yang santai.
Setelah terdiam beberapa saat, Naga itu kembali bicara di dalam benak Lin Yue.
"Sepertinya, aku sudah berhutang nyawa padamu ..." ujarnya dengan nada terdengar sedikit ... ramah.
"Tidak perlu sungkan ... Kamu tidak membunuhku saja, aku sudah merasa lega ..." jawab Lin Yue sambil melambaikan tangannya.
"Kenapa kamu melambaikan tangan begitu? Apakah kamu mau menyerah?" tanya Mei Fang dengan wajah bingung.
Lin Yue menatap wajah sahabatnya yang super kepo, namun setia itu dengan senyuman hangat diwajahnya.
"Aku lagi membalas telepati Naga itu, bukan hal yang besar ..." jawab Lin Yue.
"Oh, begitu ..."
Saat Mei Fang kembali ingin bicara, tiba-tiba sebuah cahaya berwarna biru muncul dibawah tubuh Naga Es itu.
Sring!
Kraaak!
Tanah berlapis es dibawahnya langsung retak, memperlihatkan sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.
"Ah! Apa itu?!" seru Mei Fang, terkejut.
Sebuah artefak kuno muncul dari bawah sana, artefak kristal berwarna biru kehijauan, yang memiliki getaran angin halus disekitarnya.
Lin Yue menyipitkan kedua matanya, saat melihat benda tersebut.
"Itu adalah artefak kuno sihir angin ..." ujarnya pelan.
"Apa maksudmu dengan mengeluarkan benda itu di depan kami?" tanya Lin Yue dalam benaknya.
Naga Es menatap artefak itu sebentar, sebelum dia menjawab pertanyaan Lin Yue.
"Aku telah menjaga barang ini selama ratusan tahun, namun aku tidak cocok untuk memilikinya ..." jawab Naga itu.
Matanya langsung mengarah ke Mei Fang, membuat Mei Fang kembali terpaku.
"Manusia itu sangat cocok untuk memilikinya. Dia memiliki takdir bersama dengan artefak ini ..." lanjut Naga itu menjelaskan.
"D-Dia bilang apa ke kamu, Yue?" tanya Mei Fang dengan wajah gugup.
"Dia bilang, artefak itu cocok unuk tubuhmu ..." jawab Lin Yue.
"A-Aku?! Benaran??" beonya dengan wajah tidak percaya.
"Iya. Sepertinya ... Keberuntungan itu sedang berada dipihakmu, Fang'er ..." sahut Lin Yue sambil tersenyum.
Mei Fang langsung memundurkan langkahnya dengan sedikit terkejut.
"A-Aku tidak yakin ..." ujarnya dengan nada gugup.
Lin Yue mearik tangan sahabatnya itu, lalu dia mencorongnya ke arah depan.
"Kamu coba saja dulu, toh tidak akan rugi apa-apa ..." ujar Lin Yue memberikan semangat.
Gluk!
Mei fang menelan salivanya dengan gugup, saat berada tidak jauh dari artefak itu.
Lalu dia berjalan perlahan untuk mendekatinya, saat tanganya menyentuh kristal tersebut, tiba-tiba~
WUUUSSSH!
Angin berputar kencang disekelilingnya, membuat dirinya teriak karena terkejut.
"Aaaaaaa ....!!!!"
Tubuhnya terangkat ke udara, kemudian~
BOOM!
Sebuah cahaya biru meledak dari dalam tubuhnya.
Itu adalah energi sihir tingkat awal, yang artinya, Mei Fang telah berhasil membangunkan akar roh sihirnya.
"Hahahahaha! Penyatuannya berhasil! Selamat Fang'er, kamu telah memiliki akar roh sihir tingkat awal!" teriak Lin Yue sambil tertawa.
Energi spiritual berlomba-lomba masuk ke dalam dantian yang baru terbentuk di bawah perutnya, dan membentuk sebuah akar roh sihir kecil yang nyata.
"Aaaah, Yue! Rasanya sangat panas sekali!" jerit Mei Fang.
"Bertahanlah! Itu semua adalah prosesnya!" sahut Lin Yue setengah berteriak.
Tidak lama kemudian, proses itu berhenti ...
Tubuh Mei Fang kembali turun ke atas tanah dengan perlahan.
Dengan napas terengah, dia mencoba untuk tetap berdiri dengan stabil disana.
"Hosh ... Hosh ... Rasanya seperti baru dilahirkan kembali ke dunia ini ..." ujarnya sambil membuka mata perlahan.
"Selamat, ya! Kamu semakin kuat sekarang dengan akar roh sihir di dalam tubuhmu. Harus lebih giat berlatih, agar akar shirmu itu semakin tinggi tingkatnya ..." ujar Lin Yue dengan nada tulus.
"Terima kasih. Yue'er ... Tanpamu aku bukan siapa-siapa di dunia ini. Kamu yang telah memberiku segalanya, dan aku akan selalu setia kepadamu!" sahut Mei Fang dengan nada tulus.
"Inilah yang dinamakan 'Persahabatan Abadi' ... Saling membantu tanpa ada rasa iri hati ..." sahut Lin yue.
Naga Es itu memperhatikan mereka berdua, sebelum akhirnya melesat pergi ke atas langit.
"Suatu hari nanti, aku akan menemuimu kembali. Untuk sekarang, kekuatanmu masih belum sanggup untuk menerimaku! Bersiaplah untuk menerima kehadiranku, saat kekuatanmu sudah bertambah!" ujar Naga Es itu di dalam benak Lin Yue.
"Aku berjanji untuk menjadi kuat, namun tidak secepat itu ... Aku adalah seorang MUA terkenal, bukan seorang pendekar!" jawab Lin Yue.
"Takdir jiwamu tidak bisa dirubah, wahai Manusia! Berlatihlah! Dan kamu akan mengetahuinya nanti!"
Lin Yue termenung saat mendengar kata-kata terakhir Naga Es itu.
Apa takdir jiwanya di dunia ini?
Bukankah Sistem yang dia punya ini, hanyalah sebuah sistem kecantikan?
Apa hubungannya dengan semua kekuatan yang dia dapat saat ini?
Apakah akan ada perang besar di masa depan, yang akan menentukan nasibnya?
Entahlah, lihat saja nanti ...
Yang penting sekarang adalah berhasil menaklukkan Kaisar murahan itu, lalu membersihkan Hareem Istana, dan melahirkan keturunan yang banyak untuk menjadi pewaris sah Istana Naga Hitam ini.
Hanya Mei Fang yang akan dia pertahankan di sisi Kaisar dan dirinya, yang lainnya harus ... Enyah!
"Sekarang bagaimana, Yue?" tanya Mei Fang.
"Tentu saja melanjutkan perburuan kita!" jawab Lin Yue.
"Oh. Oke! Mari kita lanjutkan berburunya! Hahahahaha!"
⚛⚛⚛
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
pokoknya semangat ya 🥰
ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
pokoknya semangat ee author
ditunggu yaa kelanjutannya author🥰
makin seru makin penasaran aja
pokoknya ditunggu yaa kelanjutannya author🥰🥰