NovelToon NovelToon
Satu Malam Berujung Drama

Satu Malam Berujung Drama

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.

Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12 Kecurigaan tentang Erlangga

Giorgino memapah Vania keluar kemudian dia meletakkan tubuh wanita itu ditanah. Dirinya menepuk-nepuk pipi Vania secara perlahan, berharap wanita itu segera sadar.

"Vania, bangun." ucapnya lembut. Manik kecokelatannya menatap wajah Vania yang menghitam dan kusam. Mata indah itu tetap terpejam, tak ada respon dari pemiliknya.

"Maaf karena aku terlambat datang. Sudah ku bilang, kau tidak aman, nyawa mu dalam bahaya. Tapi kau tidak percaya dengan perkataanku." desis Gio pelan terbawa oleh hembusan angin.

Suara sirene mobil ambulance dan police datang secara bersamaan. Gio langsung menggendong tubuh Vania dan menidurkannya di atas brangkar. Tak lama kemudian mobil pemadam kebakaran pun tiba dan secepat mungkin memadamkan si jago merah yang sudah melahap sebagian dari apartemen mewah itu.

***

"Bagaimana keadaan putri saya?" tanya Baskara. Setelah mendapat kabar tentang Vania, dia segera datang kerumah sakit. Kemarahannya sudah mulai mereda karena telah mengetahui siapa ayah dari bayi yang dikandung Vania.

"Kondisinya sekarang stabil, tapi dia masih belum sadar," jawab dokter. "Kami telah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan adanya cedera yang serius, tapi kami masih perlu memantau kondisinya." Baskara mengangguk dan berjalan menuju ke ruang perawatan Vania. Dia melihat Gio duduk di sebelah ranjang, memegang tangan Vania.

"Apa yang terjadi?" tanya Baskara dengan suara pelan.

Gio menyahut tanpa mengalihkan pandangannya. "Saya tidak tahu pasti, tapi saya menduga ini pekerjaan orang yang sama yang mencoba membunuh Vania beberapa waktu lalu."

Baskara terkejut mendengar kata-kata Gio. "Berarti bukan hanya sekali Vania seperti ini?"

"Saya mendapat informasi jika beberapa waktu lalu ada yang berniat mencelakai Vania, saya rasa dia orang yang sama. Dia terlibat dalam kasus ini." ucap Gio seraya melepaskan genggaman tangannya.

Baskara mengelus pucuk kepala Vania, perlahan kecupan hangat dia daratkan di dahi putrinya. "Saya merasa bersalah karena membiarkan Vania sendirian menjalani masa sulitnya."

"Sekarang ada saya, Tuan Adinata. Anak yang Vania kandung juga anak saya. Anda jangan khawatir, setelah kejadian ini saya pastikan tidak akan ada lagi yang bisa menyentuh Vania."

Baskara tersenyum lega. ''Saya percaya dengan Anda."

Bagaimana tidak, pengusaha terkenal yang memiliki banyak mata dan kekayaan tentu saja bisa dipercaya. Dan lagi pula, Giorgino tidak pernah punya berita jelek selama dia menjadi seorang pengusaha.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Ada urusan yang harus diselesaikan, tolong jaga Vania baik-baik." perkataan tersebut lolos begitu saja dari mulutnya. Gio pun melenggang pergi dari ruang rawat milik Vania.

Setelah berada di parkiran. Terlihat dia sedang mengubungi seseorang, dari percakapan mereka sepertinya itu hal yang serius. Gegas Gio masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.

Pria itu telah sampai di gedung terbengkalai yang ia buat sebagai tempat penyelidikan orang-orang yang mempunyai masalah dengannya.

"Bawa dia kemari!" perintah Gio sambil mengibaskan kemejanya yang sedikit terkena debu.

Dua orang suruhan itu membawa pria muda yang diyakini dalang dari pembakaran apartemen milik Vania. Bisa diperkirakan pria itu berusia dua puluh enam tahun. Dirinya menunduk karena sudah tertangkap.

"Tidak butuh waktu lama untuk bisa mendapatkanmu!" ucap Gio dengan dingin, menatap pria itu tajam.

"Katakan siapa bosmu?" tanyanya kemudian. Pria itu hanya diam saja, tidak berniat menjawab.

"Ayo jawab! Apa kau tidak dengar? Bos itu bertanya padamu." bentak salah satu orang suruhan Gio. Tubuh keduanya sangat tegap, tinggi, seperti pemain smackdown. Wajahnya juga sangar.

Sebelah tangan Gio mengambang di udara, memberi isyarat pada seseorang yang berdiri di belakangnya.

"Kau tau ini apa?" Gio menunjukkan senpi yang ada di tangannya. "Pistol! Sekali ku tarik pelatuknya, peluru di dalam pistol ini bisa menembus kepalamu."

Pria muda itu melepas paksa pegangan bodyguard Gio, dia berlutut di hadapan Gio dengan kedua tangan yang terikat di belakang.

"Ampun, Tuan! Saya hanya dibayar," ucapnya setelah mendapat ancaman dari Gio.

"Katakan siapa yang menyuruhmu, dan berapa dia membayarmu." tanyanya lagi sambil memainkan pistol itu dengan kedua tangannya.

"S—saya tidak bisa memberitahu namanya, saya sudah terikat janji dan...''

DOR!

Suara tembakan mengalun keras di udara.

.....

Pria muda berusia dua puluh enam tahun itu tergeletak dengan bersimbah darah. Gio kaget karena tiba-tiba dari arah belakangnya datanglah Erlangga yang berjalan santai. Pria itu berhenti tepat di sebelah Gio, meniup ujung pis*tolnya yang dia gunakan untuk menembak pelaku.

"Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Gio kaget berdiri dari tempat duduknya. Pasalnya, selain dia dan orang-orang kepercayaannya, tidak ada yang mengetahui tempat itu.

"Aku baru saja mendapat kabar tentang kebakaran di apartment Vania. Waktu baru sampai di parkiran, aku melihatmu berjalan buru-buru masuk ke dalam mobil kemudian melajukannya kencang. Tanpa sengaja aku mengikuti, dan sampailah disini." jelas Erlangga.

"Lalu kenapa kau menghabisinya? Padahal dia belum memberitahu siapa dalang di balik semua ini." Gio terlihat marah.

"Dia tidak akan mengatakan siapa dalang di balik kejadian ini, Tuan Gio. Percayalah, jadi untuk apa membuang-buang waktu?''

"Kau sangat gegabah. Sudah mengikutiku tanpa izin, dan sekarang ikut campur dengan urusanku!" geram Gio mengepalkan kedua tangannya.

"Semua sudah berakhir, dan nanti aku pasti bisa menemukan siapa orang yang sudah menyuruh pria itu membakar apartemen Vania." Erlangga melenggang pergi begitu saja tanpa meminta maaf terlebih dahulu.

Hans mendekati Gio. "Apa pemikiran kita sama?" tanyanya asal menebak. Hal itu malah dijawab anggukan oleh Gio.

"Selidiki tentang dia!" perintahnya pada Hans dan seluruh orang suruhannya.

*******

Setelah enam belas jam berlalu, Vania pun sadarkan diri. Baskara bergegas menekan tombol kecil yang ada di atas ranjang pasien. Tak lama kemudian, Dokter beserta perawat datang, guna memeriksa keadaan Vania.

"Syukurlah, dia sudah pulih." ucap pria paruh baya berpakaian serba putih itu.

Perlahan kelopak mata Vania terbuka, dia mengedipkan matanya berkali-kali karena masih terasa kabur jika melihat cahaya.

"Ma," ucapnya lirih. Baskara pun dengan cepat mendekati tubuh sang putri yang masih terbaring lemah.

"Vania, ini Papa, Nak." pria itu mengelus pucuk kepala anaknya.

Pandangan mata Vania terhenti tepat pada Ayahnya. "Aku dimana, Pa?"

"Kau dirumah sakit, Nak. Papa sangat bersyukur karena kau baik-baik saja." satu kecupan mendarat di dahi Vania, tak terasa air mata Baskara ikut menetes. Tidak bisa terbayangkan olehnya jika terjadi sesuatu pada Vania. Dirinya pasti akan merasa bersalah seumur hidup.

"Bayiku." Vania memegang perutnya yang masih rata.

""Kandunganmu aman, Vania. Kau jangan khawatir, dia anak yang kuat." sahut Dokter membuat Vania menghela napas lega. "Baiklah, kalau begitu saya permisi. Jangan lupa istirahat yang cukup karena kau harus memulihkan kondisimu lagi." Dokter tersebut berjalan keluar dari ruang rawat.

"Untung saja ada Gio yang menolongmu, jika tidak entah apa yang akan terjadi. Papa merasa bersalah karena membiarkanmu sendirian." tangan Baskara terus mengelus lembut kepala Vania, menyalurkan ketenangan.

"G—gio?" Vania mengulangi dengan suara lirihnya.

"Pria itu sangat baik, dia begitu perhatian padamu dan anak ini." Baskara menggenggam tangan putrinya yang masih terpasang selang infus.

'Kenapa dia begitu peduli? Aku butuh jawaban.' batin Vania

Klek!

Pintu ruang rawat terbuka, meskipun belum diberi izin, Erlangga langsung masuk begitu saja. Dia tersenyum, menyapa Baskara lalu meletakkan buah-buahan yang dia bawa di atas meja.

"Selamat sore, Om Baskara." sapanya, tetapi diabaikan oleh Baskara.

"Bagaimana keadaanmu, Van? Maaf, aku baru sempat datang karena hari ini restoran sangat ramai dan tidak ada yang menghandle. Aku benar-benar tidak berguna, padahal aku sudah berjanji untuk menjagamu, tapi malah seperti ini jadinya." Erlangga memasang wajah bersalah.

"Sudahlah, Lang. Tak perlu menyalahkan dirimu sendiri, musibah tidak ada yang tahu." sahut Vania masih lemah.

Baskara menarik paksa tangan Erlangga keluar dari sana.

"Saya ingin bicara serius."

"Ada apa, Om? Saya belum selesai menjenguk Vania."

"Kau ini punya o*tak atau tidak? Sudah saya bilang jauhi Vania, jauhi Vania, tapi malah kau abaikan." ucap Baskara tersulut emosi. "Sebaiknya jangan temui putri saya lagi, Ayahnya masih hidup, dan saya bisa menjaga Vania. Paham!" tunjuk nya tepat di depan wajah Erlangga. Pria muda itu hanya menunduk, tidak bisa menjawab.

Baskara kembali masuk tanpa menunggu jawaban dari Erlangga.

"Erlangga mana, Pa?" tanya Vania yang melihat Ayahnya masuk seorang diri.

"Dia sudah pulang, ada urusan katanya." sahut Baskara berbohong.

.....

BERSAMBUNG

DOUBLE UP GA NIHHHH? ☺️

1
🖤
Untuk hari ini, Othor update satu bab dulu ya, Kaka 🥲 Lanjut besok pagi 🤗
Sri Rahayu
rupanya Ratu bekerja sama dgn Jenny jalang yg cintanya sll ditolak Gio...kamu akan menyesal nanti Ratu krn kamu hanya dijadikan alat oleh Jenny....tp bentar lg kalian akan ditangkap Gio 🤪🤪🤪.... lanjut Thorr 😘😘😘
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
kenapa orang itu begitu gampang masuk ke dalam rumah padahal udah ada bodyguard nya
Sri Rahayu
yachh Gio ktnya mau menjaga Vania tp ternyata ada org mencelakai Vania ...dimana bodyguard mu kok org bisa nyusup...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
siapa yg mengintai Vania dan Gio 😇😇😇... lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutannya Thorr...tak ksh vote 😘😘😘
🖤: Wah, maaciwww 😍
total 1 replies
Sri Rahayu
tentu kl Gio dan Vania menikah kami datang bw bunga sekebon 😍😍😍...lanjut Thorr 😘😘😘
🖤: 😍 wow... Pake pickup dong bawanya
total 1 replies
Sri Rahayu
Alhamdulillah Vania dan bayi nya bisa diselamatkan...semoga Vania.cepet sadar dan ingat kl Elang sengaja ingin mencalakainya...lanjut Thorr 😘😘😘
Oma Gavin
semoga vania dan bayinya selamat dan sehat
Sri Rahayu
double donk Thorr. 💖💖💖...ditunggu lanjutan nya😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Oma Gavin
berarti erlangga mendekati vania memang ada maunya untuk balas dendam untung vania menolak, semoga gio gercep lindungi vania dari erlangga
🖤: Feeling nya Vania kuat Bun, makanya menolak
total 1 replies
Sri Rahayu
nah gitu Thorr double up nya biar mantap bacanya 😘😘😘...lanjut Thorr😍😍😍
🖤: Siappp, Kaka 😍
total 1 replies
Oma Gavin
double up dong mom
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr 😘😘😘😘😘
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
🖤: Siap, Kak 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga berhasil Vania...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!