Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukankah Menyengakan Bermain Lemah?
Ruang belajar Mentri Zhang berada di aula utama, tak jauh dari gerbang, ini lah hasil yang ia inginkan, ruang belajar tertutup dengan rapat, menutup sebuah senyuman di balik wajahnya yang pucat.
Wei Yuan masih berdiri di belakang sang nona, menunggu sang nona menyelesaikan hukuman, awalnya Wei Yuan ikut berlutut di sisi sang nona, tapi Liu Yan tak mengizinkannya, Wei Yuan keras kepala, Liu Yan hanya bisa membujuk dan akhirnya begini lah posisi mereka, Wei Yuan berdiri di sisinya dan Liu Yan berlutut di lantai yang keras
"Nona, ini sudah hampir Satu jam, tuan ini" Cuaca cukup panas akhir akhir ini, nonanya memiliki tubuh yang lemah, jika benar benar berlutut lebih lama takutnya tubuh sang nona tak tahan
"Sttt, jangan mengeluh" Derit roda kereta sudah terdengar dan dalam waktu singkat kereta itu sampai di gerbang utama kediaman Mentri zhang
Senyum Liu Yan semakin mengembang, dan diam diam menghitung, kedatangan sosok yang sedari tadi ia tunggu tunggu
"Permainan akan di mulai, satu.." Ia bergumam, benar saja dalam hitungan ke tiga dua gadis pelayan membantunya berdiri, meski demikian ia bersikeras untuk tetap berlutut
"Liu er, apa apaan ini, berdiri" Suara lembut dari belakang membuat senyum Liu Yan semakin mengembang, semua akan di mulai, Mentri Zhang, kekacauan di rumah mu ini akan memberikan kerugian besar untuk mu
"Nenek, maaf Liu Er tak dapat menyambut mu" Dengan wajah tertunduk ia menyapa sang nenek, akan tetapi tak bergerak sedikit pun, melihat ini Putri agung merasa marah dan berteriak di depan ruang kerja sang mentri
"Mentri Zhang, begini cara mu mendidik Putri mu?" Setelah berlutut selama hampir satu jam yang di tunggu akhirnya datang, Ia sudah menunggu kedatangan sang nenek,
Liu Yan adalah kesayangan putri agung, jika putri agung melihat melihat ia di siksa di sini maka ia akan marah dan akan muncul banyak kemungkinan, salah satunya kemungkinan yang memang sudah Liu Yan perkirakan sedari awal
Ayah bajingan ini sangat suka menindas kan?, menggunakan status ayah untuk memberi hukuman, tapi tapi ia bahkan tak bisa menjadi sosok ayah yang layak,
Sudah lah, permainan ini akan berjalan dengan menyenangkan, dan ini baru permulaan, aku akan menyiksa mu pelan pelan, sampai kau menyesali kelahiran mu ke dunia ini, ayah, cih, kata kata yang sangat menjijikan
"Ibu ini hanya salah faham, Liu Er mengapa kau masih berlutut di sini, segera datang" Mentri Zhang nampak sedikit cemas dan menatap Liu Yan dengan tatapan dalam, ia sudah berpura pura selama bertahun tahun, hari ini malah tertangkap basa melakukan hal yang tak layak.
"Ayah meminta Liu Er berlutut sampai malam, Liu er tak berani melawan, Liu er lah yang bersalah, Liu er sudah merenungkannya dan sudah tau dimana letak kesalahannya" Liu Yan nampak menyedihkan,
Liu Yan adalah putri dengan gelar Hua dan gelar Hua adalah gelar yang setara dengan putri di istana, selain itu ia masih cucu kesayangan putri agung, hal ini jugalah yang membuat Mentri Zhang memberikan beberapa kemewahan padanya, putri agung hanya memiliki satu cucu perempuan, dan ia sangat menyayanginya, jika kekejamannya di ketahui orang luar maka tak ada wajah lagi yang bisa ia tunjukan.
"Kau"
"Liu Er bersalah pada ayah, Liu Er menerima hukuman ayah, Liu er tau jika tak seharunya Liu er membela diri, Liu er telah membuat adik tak senang" Liu Yan memulai permainan, karena pendukung berada di sisinya maka Mentri Zhang hanya akan di sulitkan
"Kau" Ucapan Mentri Zhang tergantung di tenggorokan
"Cucuku yang malang, kau di aniaya dengan kejam di sini, Wei Yuan, bawa nona mu kembali ke kamar dan obati lukanya" Putri agung menepuk punggung tangan cucunya dengan lembut,
Cucu ini adalah biji matanya, satu satunya cucu perempuan di dalam keluarga, tapi pria bermarga Zhang ini dengan mudah menghukum orang yang bahkan tak berani ia sakiti sedikit saja
"Nenek, mengapa nenek datang" Ia ingin berdiri akan kembali jatuh terduduk, ia sudah berlutut selama beberapa jam, kakinya terasa mati rasa, Jika bersandiwara bukankah harus secara total.
"Jika nenek tidak datang hari ini bagai mana mungkin nenek bisa tau jika kau di tindas di sini, cucu ku yang malang, apakah kau masih menganggap nenek mu ini?, kau di tindas, tapi tak punya keinginan mengadukannya" Putri Agung dengan cepat membantu cucunya yang malang
Dua pelayan yang ia bawa juga bergerak membantu Liu Yan berdiri dengan benar
"Nenek, Yan er melakukan kesalahan, Yan er bercanda sedikit keterlaluan kemarin, membuat adik jatuh sakit, selir Ming mengeluh juga bukan hal yang salah"
"Apa salahnya menganggu putri pelayan, sebagai pelayan bukankah mereka hanya bisa patuh?" Putri agung mendengus tak puas
"Nenek" Liu Yan tertunduk dengan tubuh sedikit bergetar
"Wei Yuan, bawa nona mu kembali dan panggilkan tabib" Cucu yang ia jaga dan ia manjakan malah menjadi benda tak berharga di kediaman Zhang ini, jika demikian ia tak akan sungkan lagi
Mutiaranya akan selalu menjadi mutiara, hanya orang buta yang menganggap batu kerikil sebagai mutiara, bermarga Zhang ini bukan saja memanjakan putri selir dan menelantarkan putri sah, ia bahkan mengabaikan harta yang di tinggalkan oleh putrinya
Bukankah demi melahirkan seorang putri kecil untuk pria bermarga Zhang ini putrinya harus mengorbankan nyawa, namun pria bermarga Zhang itu tak bisa sedikitpun menghargai usaha kerasnya
"Baik yang mulia" Wei Yuan membawa Liu Yan ke kamarnya.
Pintu segera di tutup, dua pelayan putri agung di minta memanggil tabib dan menyiapkan air hangat untuk membersihkan lututnya yang terluka
"Nona anda di aniaya seperti ini apakah itu pantas?" Liu Yan mengalami luka yang tak layak,
"Tentu saja, untuk mendapatkan apa yang di inginkan tak masalah jika harus sedikit berjuang" Liu Yan berucap lembut
Sebelumnya ia hanya mengandalkan beberapa ingatan saja, kasih sayang putri agung, ia ingin melihat secara langsung dan ternyata reaksi nenek nya tak mengecewakan
Kesempatan ini juga ia gunakan sebagai alat melepaskan diri, demi hal besar, hal kecil tak perlu di ributkan, tapi Mentri Zhang, harus kehilangan hal yang paling ia jaga, itu lah harga yang harus di bayar karena menelantarkan putri sendiri.
"Tapi nona anda menyiksa diri anda sendiri"
"Selalu ada harga yang harus di bayar, ambilkan aku makanan di dapur," Tujuannya sudah tercapai
Hari ini ia akan meninggalkan kediaman ini, kasih sayang putri agung bukan hal yang bisa di remehkan,
"Tapi nona?"
"Bukankah menyenangkan bermain lemah seperti ini?, biarkan pelayanan nenek yang menjaga ku" Ucapnya dengan senyuman,
"Baik nona" Wei Yuan melangkah meninggalkan halaman, mengambil makanan yang telah ia siapkan
Saat Liu Yan menikmati rasa sakitnya di aula Putri Agung hanya menatap Zhang Lan dengan tatapan datar, menantu ini sangat mengecewakan.