Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.
Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.
Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.
Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlempar ke Zaman Hybrida
...----------------...
Hutan yang terlihat damai dan tentram dipenuhi bising suara binatang kini sekarang malah terdapat seseorang wanita mud yang terus berlari sekencang mungkin, rambut hitamnya berkibar akibat terbawa angin, wajahnya memerah dipenuhi keringat dengan nafasnya tersengal-sengal memaksa untuknya berhenti sejenak, tapi anehnya ia terus berlari tanpa memperdulikan kakinya yang terluka akibat gesekan tanah dan batu.
Di belakangnya terdapat sekelompok Hyena jantan yang berlari mengejarnya, terus mengeram memperingatkan wanita terus berlari menghindari kejarannya untuk berhenti dan menyerah pada genggaman mereka, tapi nihil karena wanita tersebut tidak mendengarkan dan memilih abai.
Kecepatan Hyena yang begitu cepat bahkan mampu menandingi mobil balai sekalipun yaitu sekitar 60km/ jam itu dengan mudah menangkap manusia yang ada di hadapan mereka dalam hitungan detik, membuat dengan cepat mereka menangkapnya masing-masing mencengkram tangan dan kaki, juga yang lainnya menelungkupkannya ke tanah membuat seketika ia tidak bisa bergerak dan para Hyena mulai mengelilinginya sembari mengeram.
"Grrr.....
"Grrrr....
Perasaan tidak berdaya dan ditangkap sekelompok binatang buas membuat wanita itu mati-matian berdoa dalam ketakutan dan berpikir akan dimakan hidup-hidup, saat ia menutup mata hingga badannya bergetar hebat merasa pasrah akan mati, tapi tiba-tiba ia merasa aneh pakaian mulai robek digigit mereka membuat terdiam linglung mulai membatin berdoa penuh harapan.
"Kumohon siapapun, tolong aku...!"
Saat salah satu hyena tersebut berhasil membuka area atas blusnya hingga menampakkan payudaranya, membuat hyena itu meneteskan liur dan terengah-engah akan nafsu, diikuti oleh Hyena lain, mereka juga meneteskan air liur dan perlahan saling menatap memperingatkan yang pertama bergerak.
Tapi semuanya terhenti, tiba-tiba sebuah macan tutul melompat ke tengah menghadang para Hyena untuk mendekati wanita tersebut, ia langsung menatap para Hyena dan mulai mengeluarkan aura mengerikan membuat para Hyena tersebut menggigil ketakutan menyadari perbedaan kekuatan antar mereka.
Akan tetapi itu tidak membuat mereka gentar menyadari bahaya tersebut, seketika para Hyena mengeram mulai maju bersamaan mengelilinginya untuk menunjukan atas perbedaan jumlah, antar kelompok dan individu sepertinya.
Melihat ketegangan dan pertarungan tersebut membuat wanita itu akhirnya memanfaatkan kesempatan, mulai berlari hingga langkahnya terseok-seok saat ia berusaha diam-diam melarikan diri dari mereka.
"Kau jangan pada kami sialan."
"Kau hanya seorang diri sedangkan kita berkelompok, kau tidak takut mati ya?"
"Kami tidak akan segan-segan apalagi pada orang sepertimu."
"Pokoknya betina itu milik kami, kamilah yang pertama kali menemukannya...!"
Para Hyena mulai melancarkan aksi formasi kelompok yang biasanya mereka lakukan untuk memangsa hewan yang lebih kuat dari mereka, salah satu dari Hyena menerjang menggigit tangannya untuk menahannya, yang satunya di belakang memegang ekornya untuk menahan badannya dan yang lain di depan mulai menahannya untuk tidak pergi, menggigiti wajah hingga rahangnya.
Leopard yang mendapatkan serangan dari berbagai sisi tersebut mulai mengerang kesakitan berusaha untuk melepaskan diri dari serangan mereka, namun naas dia kalah jumlah sehingga kesulitan walaupun sudah berusaha sekuat tenaga bergerak, akan tetapi ia menguatkan diri dengan cepat mulai menendang Heyna di tangan dan kakinya, menggigit Hyena tersebut dengan kuat hingga gigi taringnya menancap daging Hyena tersebut.
"Aahhh...kak, tolong aku!"
Membuat mereka seketika mulai lebih kompak ramai-ramai menerjangnya untuk menyelamatkan saudara mereka, para Hyena menggigitinya beruntun membuat sang macan tutul kesakitan, tiba-tiba salah satu Hyena menghentikan serangannya menyadari ketidakhadiran betina yang mereka buru, membuat ia diam-diam mulai berlari berinisiatif untuk mengejarnya.
Al hasil Leopard itu menyadari rencananya, sesuatu seketika ia sekuat tenaga dengan brutal menendang keempat Hyena tersebut dan menggigit mereka satu-persatu menggoyak daging mereka hingga mereka terluka parah dan ia dengan cepat mulai berlari mengejarnya.
"Ahhh..!
"Tidak!"
Saat ia berusaha berlari sekuat tenaga hingga akhirnya terduduk kelelahan dan bernafas lega berpikir sudah terbebas, akan tetapi saat baru ia menikmati waktu peristirahatan itu, tiba-tiba merasakan tubuhnya diterjang Hyena lagi membuatnya terbaring di tanah.
"Mengapa?! Mengapa kembali... Tidak! Pokoknya aku masih belum mau mati, aku harus kembali ke duniaku sebelumnya...hikss...."
Saat ia putus asa apalagi Hyena tersebut melancarkan serangan-serangannya, mulai menjilati setiap celah kulitnya yang terlihat dengan penuh nafsu, moncongnya turun ke bagian bawah, hidungnya mengendus-endus celana dalamnya dengan cepat merobeknya membuat wanita tersebut terbelalak bingung dan kaget.
"Apa yang terjadi? binatang sepertinya....
Saat hampir saja Hyena itu kegirangan melihat area intim yang terpampang nyata di hadapannya, seketika telinganya naik dengan semangat mendapati bau harum yang unik membuat nafsunya naik, saat ia menegakkan tubuh bersiap memasukkan alat kelaminnya ke dalam, tapi tiba-tiba macan tutul tersebut.kembali mulai menerjang menghentikannya, mendorongnya dengan kasar membuatnya tersingkir dari tubuhnya, menggeram menatapnya sembari terengah-engah penuh amarah memperingatkan.
"Grrrrrrr.....
Hyena tersebut seketika merasa terganggu, akibat nafsu menguburkan ketakutannya, ia juga mengeram tidak kalah tajam menatapnya tajam, ia mulai menerjang membabi buta melawannya tapi naas saat baru saja ia maju, macan tersebut malah mendorongnya dengan cepat ke bawah tubuhku menekankannya ke tanah, menjepit dan seketika menggigit lehernya dengan kuat.
"Grrrrr....
Saat melihatnya wanita itu hanya terdiam di tempat, ia hanya meringis ngeri bertanya-tanya apa yang terjadi, sudah dua kali ia ditolong Leopard tersebut entah karena ia dianggap buruan atau tidak, tapi entah mengapa merasa ia lagi-lagi ditolong olehnya, melihat keganasannya seketika ia tubuhnya menggigil ketakutan membuatnya membeku tidak bisa bergerak bahkan untuk berpikir melarikan diri.
Melihat wanita itu ketakutan membuat macan tutul itu berhenti melancarkan serangannya, ia menghela nafas mulai menatap tajam Heyna itu mengisyaratkan agar tidak menganggunya, setelah mendapatkan luka hebat membuatnya lehernya berdarah hingga dagingnya mengelopek keluar, membuat Hyena itu lari ketakutan menjauh untuk melarikan diri.
Macan tutul tersebut tanpa basa-basi mulai berubah wujud menjadi wujudnya yang lain yaitu manusia, rambutnya mulai terpampang tergerai panjang berwarna putih bercampur kehitaman, matanya yang kuning keemasan awalnya terlihat garang tapi kini berubah menjadi tatapan lembut, wajahnya rupawan bercampur tatapan lembut keramahtamahan yang terlihat menis ditambah perawakannya yang berotot menambahkan kesempurnaannya.
"Perkenalkan namaku Ashen, siapa namamu?" Tiba-tiba macan tutul tersebut memperkenalkan diri, tersenyum-senyum sendiri sembari menatapnya ragu-ragu tersipu malu.
Melihat perubahan itu wanita tersebut membeku kaget, takjub dan terpana, semuanya bercampur, apalagi melihatnya telanjang tanpa malu membuat ia seketika ikut tersipu, disela-sela itu ia berpikir dengan bingung, bertanya-tanya apa yang terjadi mengapa hewan tersebut merubah bentuk jadi manusia, tapi pikirannya tidak bekerja membuat ia hanya fokus ia fokus menjawab pertanyaannya.
"Namaku Yuna, Yuna Adison."
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa saat kemudian Yuna hanya bisa mengikutinya dengan linglung sembari melihat-lihat sekeliling menyadari tumbuhan dan tanaman di sekelilingnya terlihat dua kali lipat lebih besar dari yang pernah ia lihat seumur hidupnya, bahkan semuanya terasa asing membuat ia bertanya-tanya apakah ia tersasar dan masuk ke pedalaman, tapi semua pemikirannya pupus mendengar jawabannya.
"Kau dari ras hewan apa? aku...aku dari ras Leopard, mungkin kau pernah mendengarnya, apakah kau tersesat atau diculik mereka?"
"Leopard? Ras hewan...?" tanyanya ragu-ragu memastikan pendengarannya.
Membuat Ashen terdiam bingung mendengar pertanyaannya, tapi ia hanya mengangguk membenarkan.
"Ya, ras hewan, kita kan beasthuman bukankah semuanya begitu? Aku yakin kau juga sama, jika kau ingin, kau bisa tinggal sementara waktu sebelum keluargamu menjemputmu, aku tak apa-apa walaupun jika ingin tinggal selamanya denganku, aku tidak keberatan." tambahnya sembari tersenyum diam-diam, seketika ia meliriknya malu-malu mengintip dari belakang.
Mendengar itu yuna terdiam kaget seketika langkahnya goyah memikirkan apa terjadi, ia mungkin saja bukan terlempar ke pedalaman atau hutan, tersesat biasa, mungkin saja ini bukan dunia tempat ia tinggalli.
"Beasthuman apalagi ini? Jangan-jangan aku bukan masuk ke pedalaman tapi....dunia lain?" Batin Yuna ketakutan memikirkan apa yang terjadi, mungkin ia terlempar ke dunia lain membuatnya mungkin susah bertahan hidup juga kembali ke dunia asalnya.
Rasanya pandangannya menjadi gelap akibat kaget mendapati fakta tersebut, membuat ia tiba-tiba pingsan dan langsung terbaring di tanah.
"Bruk!"
Arshen yang mendengar suara itu mulai panik mendekatinya, dengan bingung dan ketakutan memegang wajahnya menepuk-nepuk lembut pipinya.
"Halus dan lembut, tidak seperti betina lain,...uh tidak!" Saat ia terlena hampir berpikiran buruk untuk menyentuhnya cukup intens, membuat Ashan berusaha berpikir jernih bertekad menghilangkan pikiran buruk itu.
Tapi saat berhasil ia berhasil tersadar, dirinya menyadari ia masih telanjang apalagi matanya terfokus pada bawah, seketika alat kelaminnya menegang membesar mendapati bau harum begitu memabukkan dari wanita yang terbaring di hadapannya, apalagi untuk jantan kelaparan sepertinya.
"Baunya,...emm..itu..." Saat baru saja jarinya dengan gemetar akibat nafsu ia berusaha menyentuhnya berharap setidaknya ia merasakan kelembutan dan keharumannya sedikit saja, tapi tiba-tiba ia tersadar menampar pipinya sendiri.
"Aku tidak boleh menjadi bajingan, jangan seperti itu nanti mama akan memarahiku!"
Perlahan ia berusaha untuk tidak tergoda lagi, menutup mata sembari mengendongnya ala bridal style, berjalan dengan cepat berusaha mencapai tujuan akan tetapi akibat penglihatannya terganggu membuat ia beberapa kali tersandung.
"Aduh!"
Saat berusaha kembali berjalan lagi-lagi...
"Uhh....
Lagi-lagi...
"Batunya tajam sekali"
Dan seterusnya, beberapa menit kemudian akhirnya ia sampai di guanya sendiri dengan terengah-engah berkeringat kelelahan berusaha menstabilkan tubuh, dengan hati-hati meletakkan Yuna di lantai yang sudah di alasi rami, dengan gemetar mengelus rambut hitamnya dan beberapa kali ia menahan kegirangan saat merasakan sentuhan kulitnya dengannya langsung.
"Akhirnya aku menemukan betina sendiri...."
Saat akan menyentuhnya lagi tiba-tiba tersadar nafsunya pasti akan bangkit lagi, wajah memerah linglung, ia mulai mengangkat kain dari kulit hewan, selimut favoritnya, menyelimutinya hati-hati dengan sembari menegakkan tubuh dengan enggan berdiri.
"Aku akan mencari makanan dulu untuknya...
Tanpa memperdulikan kakinya yang terluka membuat langkahnya sedikit bergetar, Ashan perlahan kembali berubah wujud menjadi binatang dan berlari ke arah hutan.
Sementara itu Yuna hanya bisa berbaring diam mungkin saja tertidur nyenyak dan sekarang ia bermimpi, gumaman lirih mulai keluar dari mulutnya.
"Tidak mau,..aku akan dimakan.....