NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Bintang

Bangkitnya Pendekar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.

Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Yang Semakin Terbuka

Setelah mendapatkan lima Batu Penjaga, para Pendekar Bintang Penyusun berkumpul kembali di Kuil Bintang. Suhu di sekitar kuil menjadi tidak stabil terkadang sangat panas, terkadang sangat dingin menandakan bahwa keseimbangan alam semakin terganggu. Dari kubah kristal kuil, mereka melihat bahwa langit di ufuk barat telah berubah warna menjadi hitam pekat, dengan kilat gelap yang menyambar sesekali.

“Itu adalah gerbang Dunia Gelap,” ucap Su Yin dengan suara tegang, menunjuk ke arah awan hitam. “Setiap hari, gerbang itu semakin terbuka. Sekarang sudah terlihat jelas bahkan di siang hari.”

Liu Wei memegang kalung kristal bintang di lehernya, di mana Batu Penjaga Cahaya bersinar dengan cahaya keemasan. “Kita sudah mendapatkan lima batu, tapi masih ada empat lagi. Kita harus menemukan mereka sebelum gerbang terbuka sepenuhnya. Apa kabar tentang lokasi keempat batu tersisa?”

Chen Mei mengambil peta kuno dari tasnya, membukanya dengan hati-hati. “Menurut catatan, keempat Batu Penjaga tersisa adalah Batu Penjaga Waktu, Ruang, Keberanian, dan Cinta. Mereka berada di lokasi yang lebih sulit dijangkau: Batu Waktu di Gunung Waktu yang Hilang, Batu Ruang di Gurun Ruang yang Tak Berujung, Batu Keberanian di Terowongan Keberanian yang Gelap, dan Batu Cinta di Pegunungan Cinta yang Tersembunyi.”

Mereka segera membagi tugas: Huang Rong dan Chen Long akan mencari Batu Waktu, Wu Jing dan Xie Lan mencari Batu Ruang, Yang Fei dan Su Yin mencari Batu Keberanian, sedangkan Liu Wei dan Chen Mei mencari Batu Cinta. Sebelum berangkat, mereka berkumpul di altar untuk memberikan semangat satu sama lain.

“Kita akan bertemu kembali di sini dalam seminggu,” ucap Liu Wei dengan tekad. “Jika ada yang menghadapi kesulitan, gunakan kekuatan Batu Penjaga yang sudah kita miliki untuk meminta bantuan.”

Setiap pasangan segera berangkat ke arah tujuan masing-masing. Liu Wei dan Chen Mei menuju Pegunungan Cinta yang Tersembunyi, di mana jalanan terjal dan kabut tebal menyelimuti setiap puncak. Selama perjalanan, mereka melihat dampak gerbang Dunia Gelap yang semakin parah: pohon-pohon tumbuh terbalik, sungai mengalir ke atas gunung, dan hewan-hewan menjadi ganas tanpa sebab.

“Saya takut kita terlambat,” bisik Chen Mei, memegang tangan Liu Wei dengan erat. “Dampaknya semakin luas. Banyak desa sudah hancur dan orang-orang tersesat.”

Liu Wei menepuk tangan Chen Mei dengan lembut. “Kita tidak akan terlambat. Kita telah melalui banyak hal bersama, dan kita akan melalui hal ini juga. Kita harus tetap kuat untuk orang-orang yang bergantung pada kita.”

Sementara itu, Huang Rong dan Chen Long tiba di Gunung Waktu yang Hilang. Di sana, waktu berjalan tidak teratur—kadang cepat, kadang lambat. Mereka melihat bayangan masa lalu dan masa depan yang saling berganti, membuat mereka pusing dan tersesat.

“Jangan terpengaruh oleh bayangan itu!” teriak Huang Rong, mengendalikan energi Api Kuno untuk menciptakan cahaya yang stabil. “Kita harus fokus pada masa kini.”

Mereka berjalan dengan hati-hati, mengabaikan bayangan yang mencoba menarik perhatian mereka. Akhirnya, mereka sampai di puncak gunung, di mana Batu Penjaga Waktu berbentuk jam pasir muncul. Batu itu menanam diri di gelang Huang Rong, memberikan kekuatan untuk mengendalikan aliran waktu dalam jangkauan terbatas.

Di Gurun Ruang yang Tak Berujung, Wu Jing dan Xie Lan menghadapi tantangan yang berbeda. Di sana, ruang berubah bentuk tanpa sebab—jalan yang lurus tiba-tiba berbelok, dan tempat yang sempit tiba-tiba menjadi luas. Mereka harus bergerak dengan sangat hati-hati untuk tidak tersesat selamanya.

“Gunakan energi tanah untuk merasakan posisi kita,” kata Xie Lan, menyentuh pasir dengan jemari. Wu Jing mengeluarkan Api Muda untuk menandai jalur yang sudah dilewati. Setelah berjalan selama berjam-jam, mereka menemukan Batu Penjaga Ruang berbentuk kubus transparan, yang menanam diri di gelang Wu Jing.

Di Terowongan Keberanian yang Gelap, Yang Fei dan Su Yin menghadapi ketakutan terdalam mereka. Di dalam terowongan, bayangan makhluk yang mengerikan muncul, mencoba menakut-nakuti mereka. Su Yin menggunakan kekuatan Cahaya untuk menerangi jalan, sedangkan Yang Fei mengendalikan Angin untuk mengusir bayangan.

“Kita tidak takut!” teriak Yang Fei dengan suara kuat. Setelah melewati semua ketakutan, Batu Penjaga Keberanian berbentuk pedang kecil muncul, menanam diri di gelang Su Yin.

Setelah seminggu, semua pasangan kembali ke Kuil Bintang. Mereka menampakkan sembilan Batu Penjaga yang kini lengkap—Cahaya, Api, Air, Tanah, Angin, Waktu, Ruang, Keberanian, dan Cinta—semua bersinar dengan cahaya berbeda. Liu Wei melihat ke arah gerbang Dunia Gelap yang sudah terbuka setengahnya, dengan makhluk kegelapan mulai keluar sedikit demi sedikit.

“Waktunya telah tiba,” ucap Liu Wei dengan suara yang jelas dan kuat. “Kita akan menggunakan kekuatan sembilan Batu Penjaga untuk menutup gerbang Dunia Gelap selamanya. Bersama-sama, kita akan memulihkan keseimbangan dunia!”

Semua orang mengangguk, menyatukan kekuatan mereka. Sembilan Batu Penjaga menyatu menjadi satu cahaya keemasan yang sangat terang, menyala lebih terang dari matahari. Mereka siap menghadapi pertempuran terakhir yang akan menentukan masa depan dunia.

1
sakau
nicee😘
beby
gas lanjuttt
beby
🫡🫡
tyson
💪💪💪
mamak
😘😘
ajanh
🫡🫡
andi
👌👌
andi
mantap
sambo
keren
lukman
uraa
lukman
joss
ciko
👍👍
bara
lanjut👍👍
jarot
lanjuty
andikubro
🫡🫡
andikubro
✊️✊️
bakacimpuang
lumayan bagus👍
bakacimpuang
shap
songcu
shap,lanjutkan
songcu
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!