NovelToon NovelToon
Gadis Milik CEO Posesif

Gadis Milik CEO Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Anak Genius / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Pelaku Bullying

Sierra dan Eugene melangkah membelah koridor yang mulai sepi, kembali menuju ruang kelas 12-A. Namun, suasana di dalam kelas sangat riuh. Atmosfer di sana mendadak membeku ketika Sierra masuk. Sierra berjalan sambil menatap wajah satu per satu anak di kelasnya. Sierra menatap mereka dengan tatapan menyelidik dan mengancam.

Sebagian besar siswa segera memalingkan wajah, berpura-pura sibuk dengan buku atau ponsel mereka. Nora, yang biasanya paling vokal, kali ini benar-benar menciut. Ia menunduk dalam-dalam, pura-pura merapikan alat tulisnya, tidak berani sedikit pun beradu pandang dengan Sierra. Nora tahu persis apa yang terjadi di toilet tadi, dan meskipun bukan dia pelakunya tapi dia termasuk yang memberikan ide pada Yara untuk membully Anastasia. Nora khawatir Sierra melukainya akan mematahkan tangannya jika sampai Sierra tahu soal ini.

Namun, tidak semua orang merasa terancam. Di barisan tengah, Yara Holland menopang dagu dengan angkuh. Ia menatap Sierra dengan tatapan menantang. Yara adalah sosok yang berbeda dari Nora. Jika Nora mengandalkan manipulasi, Yara mengandalkan kekuatan uang keluarganya yang melimpah. Keluarga Holland adalah raksasa properti yang sukses, terutama karena mereka berhasil memenangkan beberapa kontrak kerjasama strategis dengan Blackwood Group.

Kesuksesan bisnis ayahnya membuat Yara menjadi gadis paling sombong di Metropolia Internasional School. Ia sering hadir di pesta-pesta kalangan atas dan beberapa kali melihat sosok Adrian Blackwood dari kejauhan. Di dalam kepalanya yang penuh delusi, Yara yakin bahwa dengan koneksi bisnis keluarga mereka, suatu hari nanti ia akan bisa menjadi istri Adrian. Ia merasa tidak ada wanita lain yang lebih cocok dengan Adrian Blackwood selain dirinya.

Tapi Yara tidak pernah tahu bahwa Anastasia, gadis yang ia rundung, adalah bagian dari keluarga Blackwood yang sama dengan Adrian. Jika ia tahu, Yara pasti akan merangkak memohon ampun.

Melihat sorot mata Yara yang penuh provokasi, Sierra melangkah mendekat. Ia berhenti tepat di hadapan meja Yara, memberikan tekanan yang membuat Eugene yang berdiri di belakangnya ikut waspada.

"Apa kau pelakunya?" tanya Sierra, suaranya rendah namun penuh penekanan.

Yara tertawa kecil, nada yang sangat tidak menyenangkan. "Ha... Apa maksudmu? Apa kau mencari gara-gara denganku tanpa alasan, Sierra? Apa kau tahu siapa aku?"

Sierra sama sekali tidak bergeming oleh ancaman murahan itu. "Tidak penting siapa identitasmu. Tapi kalau aku sampai tahu kau yang melakukannya pada Anastasia, tunggu saja pembalasanku. Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku."

Tanpa menunggu jawaban, Sierra berbalik dan kembali ke bangkunya, diikuti oleh Eugene yang tampak tegang.

"Sierra, apa menurutmu pelakunya benar-benar Yara?" bisik Eugene setelah mereka duduk.

"Meskipun belum ada bukti kongkrit di tanganku sekarang, tapi aku cukup yakin kalau dia orangnya," jawab Sierra sambil mengeluarkan laptop dari tasnya. "Meskipun begitu, dia pasti tidak melakukannya sendirian. Aku akan menemukan buktinya dan membuat mereka membayar semuanya"

Eugene dibuat merinding dengan tatapan dingin dan kejam dari Sierra.

Tak lama kemudian, ponsel Sierra bergetar. Sebuah pesan dari James masuk: “Sierra kamu dimana? Aku dan Adrian sudah di gerbang sekolah. Anastasia sudah bersama kami.”

Sierra mengerutkan kening. "Mereka berdua datang langsung?" pikirnya heran. "Memangnya mereka tidak sibuk dengan semua bisnis Blackwood Group? Apa Adrian seperhatian itu dengan Anastasia?"

Ia hanya membalas singkat, "Ok. Kalau begitu cepat bawa Anastasia pulang supaya dia bisa mandi air hangat dan istirahat."

Namun James membalas lagi, "Apa kau tidak akan ikut mengantar Anastasia pulang?"

Sierra mengetik cepat: "Bukankah sudah ada kalian berdua?"

Balasan James membuat Sierra terdiam, "Anastasia ingin kau ikut dengannya."

Sierra yakin Anastasia diganggu karena berteman dengannya. Karena merasa ikut bertanggung jawab atas kondisi Anastasia, Sierra akhirnya berdiri dan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.

Gurunya, yang selama ini menganggap Sierra sebagai beban di kelas karena hobinya yang hanya tidur, hanya mengibaskan tangan sebagai tanda izin. Dalam batin sang guru, keberadaan Sierra di kelas maupun tidak sama sekali tidak memberi efek apa-apa.

Di depan gerbang sekolah, sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah menunggu. Di dalamnya, Adrian duduk di kursi belakang bersama Anastasia yang masih tampak pucat. James duduk di balik kemudi.

Begitu Sierra masuk ke dalam mobil, Anastasia langsung memeluk lengan Sierra dan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu. "Terima kasih sudah datang, Sierra," bisik Anastasia lemah.

Di samping mereka, Adrian Blackwood tampak memperbaiki posisi duduknya berkali-kali. Matanya melirik tajam ke arah tangan Anastasia yang memeluk erat lengan Sierra. Ada kilatan cemburu yang aneh di matanya. Sebenarnya, alasan Sierra berada di mobil itu sepenuhnya adalah manipulasi Adrian. Anastasia bahkan tidak meminta apa-apa, justru Adrian yang berbohong pada adiknya dengan mengatakan bahwa Sierra sangat ingin ikut mengantar pulang.

James yang melihat pemandangan itu dari kaca spion hanya bisa menahan tawa. Ia hampir tidak percaya melihat sahabat sekaligus bosnya yang biasanya sedingin es bisa berbohong begitu lancar demi menemui gadis pujaannya.

Mobil itu melaju menuju kediaman dinas Jasper, ayah Anastasia. Jasper masih berada di kantornya, tetapi Camille, ibunda Anastasia, sudah menunggu di depan pintu dengan wajah sangat cemas. Ia terkejut melihat rombongan yang mengantar putrinya.

"Adrian? James?" Camille menyambut mereka, namun tatapannya segera tertuju pada gadis asing yang digandeng oleh Anastasia. "Anastasia, sayang, apa yang sebenarnya terjadi? Sejak kapan kamu sakit? Tadi pagi sepertinya kamu masih baik-baik saja"

Camille sudah diberitahu Adrian lewat telepon bahwa Anastasia sakit.

Perhatian Camille kembali beralih pada Sierra.

"Apa kamu teman sekolah Anastasia? Ayo masuk, Sayang," ujar Camille hangat. "Anastasia tidak pernah membawa teman ke rumah sebelumnya. Kamu orang pertama. Kamu cantik sekali, siapa namamu?"

"Sierra Moore," jawab Sierra dengan singkat dan lembut.

"Sierra adalah teman dekatku, Ma," sahut Anastasia dengan sisa tenaganya. "Mama harus lihat betapa kerennya dia tadi. Dia mendobrak pintu toilet hanya dengan satu tendangan!"

Camille tertegun. Mereka semua segera menuju kamar Anastasia di lantai atas, di mana seorang dokter keluarga sudah menunggu untuk melakukan pemeriksaan. Setelah Anastasia diberi obat dan tak lama tertidur, Adrian akhirnya menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya kepada Camille di ruang tengah.

Wajah Camille yang biasanya lembut berubah menjadi sangat marah. "Siapa pelakunya?! Berani-beraninya mereka merundung anakku di sekolah!"

Sierra melangkah maju dengan kepala sedikit tertunduk. "Mrs Blackwood, saya minta maaf, sepertinya ini ada hubungannya denganku. Anastasia mungkin menjadi korban karena dia berteman denganku di sekolah."

Camille menatap Sierra dengan saksama. Ia tiba-tiba ingat nama 'Sierra Moore' pernah menjadi perbincangan negatif tiga tahun lalu karena berbagai rumor buruk. Namun, melihat Sierra secara langsung, gadis ini memiliki tatapan jujur. Camille yakin bahwa semua rumor tentang Sierra tidak benar.

"Jangan menyalahkan dirimu, Sierra," ujar Camille lembut, namun tegas. "Bukan kau yang salah, tapi para perundung itu. Mereka pengecut yang mencoba mengucilkanmu dengan cara menyakiti orang di sekitarmu. Jika kau merasa Anastasia harus menjauh darimu demi keselamatannya, maka itu adalah kemenangan bagi mereka. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

Sierra sedikit terkejut dengan ucapan Camille. Ia sudah bersiap jika Camille akan memintanya menjauhi Anastasia, tapi nyatanya wanita itu justru sangat bijaksana.

"Apa kau tahu siapa pelakunya?" tanya Camille lagi.

"Ada yang saya curigai, tapi saya belum punya buktinya," jawab Sierra. Ia kemudian membuka laptopnya dan jemarinya mulai bergerak lincah dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik.

Adrian dan James memperhatikan dari belakang. Sierra sedang membobol sistem CCTV sekolah. Meskipun rekaman di lantai dua pada jam tersebut telah dihapus oleh seseorang, kemungkinan besar atas perintah Yara. Tapi bagi seorang hacker kelas dunia seperti Sierra, memulihkan data yang dihapus adalah hal sepele.

Dalam hitungan menit, layar laptop menunjukkan rekaman yang jelas. Terlihat Yara dan dua temannya masuk ke toilet tepat setelah Anastasia. Tak lama kemudian, mereka keluar, mengunci pintu dari luar, dan memasang papan bertuliskan 'Toilet Rusak' sambil tertawa-tawa. Nora memang tidak ada di rekaman itu, namun Sierra tahu Nora pasti terlibat secara tidak langsung. Sierra tahu betul seberapa manipulatifnya Nora.

Sementara itu, Camille, Adrian, dan James cukup terkejut melihat kemampuan peretasan Sierra.

"Tidak cuma punya kemampuan medis, dia bahkan bisa meretas cctv Metropolia Internasional School secepat ini? Bukankah sebaiknya dia bergabung dengan Blackwood Group daripada bekerja untuk perusahaan kecil seperti Moore Company di masa depan?", batin Adrian dan James. Terutama Adrian, dia sangat ingin Sierra selalu ada di sampingnya.

"Ini buktinya," kata Sierra sambil memutar ulang adegan Yara mengunci pintu.

Camille mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Anak ini... Yara Holland...? Beraninya dia! Aku akan ke sekolah sekarang juga untuk membuat perhitungan dengan orang tuanya!"

"Serahkan soal ini padaku. Sepertinya Holland Group sudah terlalu nyaman berada di atas hingga menjadi sombong, berpikir mereka bisa menginjak-injak seorang Blackwood," potong Adrian dengan suara dingin.

"Benar, Mrs. Blackwood. Serahkan saja pada kami," James menimpali dengan senyum tipis yang mematikan. "Kami akan membalas mereka berkali-kali lipat."

Sierra menutup laptopnya. Ia diam saja, namun di dalam kepalanya, rencana balasan sedang tersusun rapi untuk Yara Holland dan pengikutnya.

1
Tiara Pratiwi
Diusahakan update tiap hari tapi mungkin cuma 3 episode per hari. pengalaman ynag udah-udah sekalinya ngebut lebih dari 10 episode, tangan jadi agak tremor trs jd butuh istirahat lama /Sweat/ sudah tidak muda lagi akika
Narti Narti
aku hadir kak selamat untuk karya baru ya👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!